
Mobil berhenti di sebuah butik ternama di kota Paris, supir membukakan pintu mobil dan mempersilahkan keduanya memasuki butik, mata Ida langsung dimanjakan dengan berbagai barang branded .
" Selamat siang tuan Eric, lama anda tak ke mari... ah apakah ini nyonya Eric yang baru? " tanya manager toko dalam bahasa Prancis
" Calon he he " jawab Eric
" Buk !! jaga mulutmu Eric, Kau pikir aku tak paham bahasa Prancis " omel Ida sambil menimpuk Erik dengan tasnya
" He he.. bunda.. bercanda aja , sudah pilihlah sepatu yang nyaman untukmu " ucap Eric cengegesan
Ida langsung memilih sebuah flat shoes yang sesuai dengan Warna bajunya, Sedangkan Eric memilih beberapa pakaian. yang di rasanya cocok untuk Ida lalu memerintahkan manager toko untuk membungkusnya tanpa setau Ida.
Selesai memilih sepatu Ida lalu kekasir untuk membayar, namun kasir menolak karena sudah di bayar oleh Eric, Kasir juga menyerahkan banyak paper bag pada Ida membuatnya kaget
" Eric apa maksudnya ini? " tanyanya
" Kau harus tau di toko ini beli satu gratis banyak he he " ucapnya lalu mengambil semua paper bag itu dan menyerahkannya pada supir
Mobil melaju lagi membelah kota Paris
" Kita mau kemana Eric? " tanyanya penasaran.. Karena mobil sepertinya menuju ke arah berbeda dari mereka datang.
" Kita makan siang dulu "
" Kita tidak makan siang dengan anak-anak? "
" Tidak mereka sudah makan duluan, dan sekarang sudah menuju ke Disneyland bersama Andre "
" hufff.... " Ida tertunduk lesu, mengapa aku harus terjebak dengan lelaki ini sih, seharusnya liburanku menyenangkan bukan seperti ini... keluhnya
Mobil pun berhenti tak lama kemudian, Ida terpana melihat hal di depannya
" Katanya mau makan siang? mengapa kita naik Kapal Eric "
__ADS_1
" Kapal ini adalah sebuah restoran Da...namanya CRUISES BATEAUX, kita makan sambil menikmati keindahan pemandangan dari sungai Siene " jelas Eric
Dengan antusias Ida pun mengikuti Eric, Eric menyorongkan lengannya agar Ida mengandengnya, Sebenarnya Ida tak mau namun melihat tamu lain semuanya bergandengan akhirnya Ida pun mengandeng Eric. Keduanya menaiki Kapal dan duduk di meja yang berada di pinggir, hingga bisa melihat sungai dan Pemandangan dengan jelas.
Senyum Ida mengembang sempurna, melihat pemandangan dan keindahan Kapal... Serasa makan di surga... cicitnya dalam hati
Eric memandangi wajah cantik nan menawan di depannya, wanita yang cantik namun jutek sekali ucapnya dalam hati
Biasanya wanita jika dekat dengannya semua mengaguminya dan berusaha merayunya, namun tidak dengan Ida... Ia malah seperti tersiksa berada dekat denganku, apakah daya tarikku sudah berkurang ? tanya Eric dalam hati
Makanan di hidangkan oleh chef yang memasaknya langsung di atas Kapal... Ida sangat menikmati makan siang yang menunya adalah makanan traditional Prancis yang elegant dan bercita rasa tinggi, Ida pun makan dengan lahap
" Kau menyukainya Ida? "
" hemm ya... "
" Jika kau mau, besok kita bisa makan disini lagi bersama anak-anak "
" Tidak... besok aku tak akan terjebak denganmu Lagi... cukup hari ini "
" Eric aku ingin menikmati liburanku hanya berdua dengan anakku, mengerti!! "
" Kau tidak kasihan dengan anakku yang merindukan sosok seorang Ibu? "
" Eric... anakmu memiliki ibu, panggilah ibunya jika ia merindukannya "
" Ida kau tak mengerti, Richard sejak kecil sering disiksa oleh mantan istriku. Richard jadi pelampiasan kekesalan Amanda karena aku tak pernah bisa mencintainya selayaknya seorang suami.... Amanda bahkan Seringkali membawa pulang gigolonya ke Mansion dan Richard pun tau itu... itulah mengapa Richard sampai sekarang lebih senang bersamaku di banding Amanda " Cerita Eric.. Ida terhenyak mendengarnya.. kasihan sekali Richard
" Jika memang kau ingin hanya berdua dengan anakmu besok aku akan membawa Richard pulang ke London, Karena jika masih di sini Richard tak akan mau berpisah dengan Raka " Ida terdiam.. matanya menelisik mata Eric... mencari kebenaran dari semua perkataannya
" Baiklah... Maafkan ke egoisanku, jika kau mau membawa Raka besok jalan-jalan silahkan saja, biar aku menunggu di hotel saja "
" Apa yang membuatmu seakan-akan tak nyaman bersama kami? "
__ADS_1
" Tidak... hanya saja angan-angan ku Liburan ini aku hanya ingin menyendiri... itu saja "
"Karena suamimu yang bajingan lantas kau apatis padaku? " tanya Eric yang kembali menohok Ida
" Terus terang Eric... ya... Saat ini aku sangat membenci lelaki "
"Anakmu lelaki.... "
" Raka kan anak-anak 😡😡😤.bukan pria dewasa oon... "jawab Ida kesal
" Ya sudahlah... anggap saja aku anak-anak, begitu saja kok repot"
" Ah sudahlah... aku lelah hayati malas meladenimu " ucap Ida akhirnya, Erik menyentuh jemari Ida dengan jemarinya
" Ida... nikmatilah moment liburanmu ini... Jangan terlalu banyak berfikir negatif, lukamu akan sembuh... Kau hanya perlu waktu...seperti aku, yang kini Berlahan-lahan bisa melupakan Emma " ucapnya lalu mengecup punggung tangan Ida, Ida segera menarik tangannya
Selesai makan keduanya berjalan kembali ke mobil.... di samping mobil Eric sudah tak tahan, Ia menarik pinggang Ida hingga keduanya menempel sempurna, Eric memandangi wajah cantik itu, tangannya menyentuh bibir sexy Ida... merasa tak ada perlawanan Eric memberanikan diri mencium bibir Ida. Sentuhan berlahan di bibir Ida membuat jantung keduanya berdetak dengan kencang.
Ida membalas ciuman Eric, keduanya berciuman cukup lama.... entah bagaimana caranya Tak lama kemudian keduanya sudah berada di dalam mobil. Eric mencumbu Ida.... Ia menyentuhnya dengan intens, sudah lama rasa ini menghilang namun Ida berhasil membangkitkannya kembali.
Kondisi mobil yang sempit tak menghalangi Eric berkelana, Eric memangku Ida dan terus menciumnya dengan mesra, tangannya dengan lihainya melepaskan pakaian Ida..... begitu Indahnya pemandangan di depannya
" Ida..... izinkan aku melakukannya, please... aku sudah tak tahan " bisiknya mengelora, anggukan Ida menjadi sinyal langkah selanjutnya... Ericpun menganti posisi... namun tiba-tiba tangan seseorang mencubitnya keras
" Aaaa.... sakit!! " teriak Eric dan ia pun kaget ternyata ia masih di meja restoran
" Dasar lelaki mesum... ngapain senyum-senyum sendiri dari tadi pasti lagi mikir jorok, dasar bule songong masih siang udah mesum, ayo turun.... kita sudah sampai " ucap Ida yang berdiri lalu pergi meninggalkannya yang masih terhenyak tak percaya
" Se indah itu dan semuanya hanya hayalan..... omg.... 🙄🙄ðŸ˜ðŸ˜" Eric berdiri dan mengikuti Ida dengan gontai
Hiyaaaa.... dah pada ngeres aja dah tuh otak he he... Sorry ya hanya hayalannya Eric ya sis... Ida tidak semurah itu ya sis... 😅😅😅
See you next eps
__ADS_1
Tak pernah bosan thor mengingatkan untuk selalu like komen dan votee yang banyak sista