
Hai.... semua gimana Kabarnya? Semoga sehat sehat semua ya.. 😻
Banyak yang pengen jodohin babang Eric ma ce Ida nih... he he boleh berharap tapi Jodohnya di tangan Tuhan ya sista.... Ikutin terus ATM jangan lupa like komen dan terutama voteee nya sista... di tunggu 🤗🤗
🍭🍭🍭🍭
" Shuttt...jangan berkata vulgar di depan anak-anak " ucap Erik melirik ke kanan dan kirinya sambil tersenyum mengejek, Ida melihat di kanan dan kiri Erik 2 boy melihat ke arahnya dengan gaya yang sama dengan Eric...bersedekap
" Maaf.... " ucapnya reflek sambil menarik selimut menutupi tubuhnya
" Bunda.. ayo cepetan mandi dan sarapan " ucap Raka
" Tuan Erik.. Richard kalian duluan saja nanti kami bisa pergi sendiri " usir Ida
" No bunda, kami mau pergi bersama"
" Ya Pretty aunty... " sahut keduanya kompak, Ida hanya bisa menarik nafas kesal
" Balik badan kalian, bunda malu cuma pake daster " titahnya, ketiganya pun langsung berbalik badan. Ida pun membuka selimutnya, mengambil baju ganti lalu ke Kamar mandi.
Tanpa diketahui Ida, Eric mengintip dari kaca yang berada di depannya.. wajahnya memerah melihat tubuh Ida yang begitu sexy.. he he dasar lelaki kurang belaian...bisa aja cari kesempatan
Ngak pake lama, Ida sudah keluar dari kamar mandi... makanan sudah siap di meja, Ia pun duduk memakan sarapannya sambil di pelototi Ketiga lelaki beda usia itu.
" uhuk.. uhuk... mengapa kalian mengawasiku seperti penjahat saja, lakukan kegiatan lain selain melihatku " ucapnya sambil melirik tajam ke arah Eric
Eric diam saja hanya mengalihkan matanya begitu pula Richard langsung sibuk bermain HP, Raka berlari mengambilkan sepatu Ida
" Ini bunda.. sepatunya, Raka pintar kan bunda " ucap Raka...
" Iya.. anak bunda pintar.. muah... muah " ucap Ida lalu mencium kedua pipi Raka
" Pretty aunty... Richard juga pintar " ucapnya lalu menyorongkan Pipinya, Ida pun menciumnya dengan senang. " Aku juga pintar miss.... " ucap Eric menimpali juga menyorongkan pipinya, Buk.... sebuah bantal melayang ke wajah Eric
" Dasar bule sedeng... " umpat Ida , membuat Raka dan Richard tertawa , Keduanya langsung menarik tangan Ida menuju ke lift
" Senangnya serasa punya Mama lagi, boleh Richard panggilan aunty... bunda juga? " tanya Richard saat di lift...Ida terdiam, bagaimana ini??
" Boleh kan bun, Raka ngak keberatan " sahut Raka membuat Ida tersenyum kasihan pada Richard
" Baiklah.. kau boleh memanggil Bunda " ucapnya
" Yey... bunda.... " teriak Richard senang
" Bunda..... " Panggil Eric juga
" Pletak.... , bunda bunda... bunda dari hongkong " sahut Ida kesal pada Eric
" What..... kan lebih gampang jika kami semua memanggilmu bunda " kelit Eric
" Bunda itu panggilan anak pada mamanya, memangnya kau anak-anak? "
" Tentu saja Bukan, tapi aku bisa membuat anak dengan bunda he he "
" Tuan Ericccc ...!!!! " 😡😡
Sementara Duda dan janda menuju ke musium.. kita sekarang mendatangi Emma yang sedang berada di ruangan dokter kandungan.
Kandungannya kini berusia 5 bulan, Hari ini mereka akan mengintip jenis kelamin janin di perutnya, Marsha bahkan ikut. Ia sangat penasaran dengan jenis kelamin penerus keluarga Brown itu.
" Kuharap cucuku perempuan, kalo laki laki ngak asik " ucap Marsha
" Ngak asik gimana mam? " tanya Sean
" Ya gitu.. ngak bisa di dandanin lucu-lucu, ngak bisa di ajak shopping, di ajak Spa..."
__ADS_1
" Huff kirain apaan, tapi kuharap anakku laki-laki Mam, jadi nanti Ada yang mengantikanku bekerja... aku ingin dirumah saja dengan Emma " hayalan Sean
" Perempuan... "
" Laki-laki Mam... "
" Ngak pokoknya perempuan !!" keduanya ngotot membuat Emma tertawa geli melihatnya
" Nyonya... tuan muda... bisa di hentikan dulu argumennya, ini semua kelaminnya sudah bisa terlihat... " potong dokter Obgyn terbaik di London itu, keduanya langsung terdiam
" Selamat tuan Sean.. nyonya Emma dan nyonya Marsha, Jenis kelamin si kembar adalah satu laki-laki dan satu perempuan, Jadi kalian tak usah ribut lagi "
" Yey...... akhirnya... ah mama senang sekali hik hik" Marsha memeluk Sean sambil menangis, Ia lalu mendekati Emma yang masih berbaring lalu mengecup keningnya
" Selamat sayang, terimakasih kau sudah mengandung penerus keluarga Brown cup cup " ucapnya senang
" Sama-sama Mam " balas Emma sambil merapikan bajunya, Sean langsung mendatangi dan memeluknya erat
" I love you..... " ucapnya
" We love you to daddy " jawab Emma... tak terkira bahagianya Emma kini, di perutnya ada 2 bayi yang selama ini sangat di rindukannya... terimakasih Tuhan, terimakasih atas segalanya ...doanya di dalam hati
Di perjalanan pulang.....
" Emma... Mam sudah siapkan nama untuk cucu Mam.... "
" oh ya... siapa namanya mam? "
" yang perempuan namanya... "
" Tidak Mam... aku yang akan memberi nama anak-anakku " potong Sean
" Mama nyumbang yang perempuan ya....."
" Tidak...... "
" Tidak Mam.... "
" Sean.... kau tak boleh serakah "
" Aku tidak serakah Mam... Mam yang serakah, mam mengatur semuanya... bahkan urusan ranjangku saja tak bebas " protes Sean
" Itukan demi kebaikan cucu Mam "
" Pokoknya tidak!! "
" Sean.... please... "
" Sekali tidak tetap.... " Emma menarik tangan Sean dan meletakkannya di perut nya
" Daddy... biarkan saja princess di beri nama sama mam ya... " rayu Emma membuat Sean terdiam
" Baiklah Mam... Tapi dengan satu syarat... he he " main dah akal bulus si Kucing garong
" Mam tidak boleh mencampur urusan ranjangku dan tidak boleh lagi menculik Emma malam-malam " ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan
" Ya ya... baiklah... dasar kau anak kurang ajar ".omel Marsha karena kali ini harus mengalah pada Sean
🍷🍷🍷🍷
MUSIUM LOUVRE
merupakan ojek Wisata di Prancis yang populer akan piramida kacanya yang sangat ikonik. Awalnya merupakan benteng di masa Raja Philip.
Di dalam musium ini terdapat ratusan karya seni dunia, seperti peninggalan mesir kuno sampai peradapan yunani. Selain itu arsitektur bangunannya yang sangat menawan merupakan perpaduan klasik dan modern.. sangat rugi jika wisatawan melewatkan tempat ini.
__ADS_1
Satu jam sudah Ida mengikuti 2 R ( Raka dan Richard ) berkeliling musium dan mereka tak ada tanda akan berhenti. Ida bersender di dinding sambil melepas sebelah hinghill nya
" Aduh... kenapa juga tadi Raka mengambilkan hinghill... kakiku jadi cepat lelah " cicitnya pelan namun ternyata 2 R mendengarnya
" Bunda lelah ya? "tanya Richard
" Ee iya.. karena bunda salah pake sepatunya, jadinya kaki bunda sakit " jawab Ida
" Bunda ganti aja sepatunya... kan kita jalannya sampai sore " usul Raka
" ha... sampai sore? memangnya luas sekali ya musium ini "
" Ngak bunda... habis makan siang kita mau ke Disneyland... iyakan papa? " ucap Richard
" Terserah kalian saja... " jawab Eric
" Tuan bagaimana jika tuan menemani miss Ida membeli sepatu baru dan pakaian renang Nanti untuk di sana. , biar saya yang menjaga dan mengawasi mereka berdua " usul Andre sambil menmainkan matanya pada bosnya itu
" Tidak usah... saya bisa pergi sendiri " tolak Ida
" Bunda.. nanti bunda kesasar, bundakan paling susah menghapal jalan " ucap Raka.. yang hapal betul dengan karakter bundanya itu
" Tapi.... "
" Sudah... terlalu banyak diskusi... Andre awasi mereka " ucap Eric lalu menarik tangan Ida dan membawanya keluar musium. Ida merengut tak suka...
" Ini liburanku... mengapa aku tak punya kebebasan sama sekali, sungguh mengesalkan " omelnya dalam hati
" Jangan suka mengomel.. nanti cepat tua " ucap Eric tambah membuat Ida kesal sampai mengerucutkan bibirnya
" Kenapa bibirmu? Minta cium "
" Isss amit amit mending di cium sama dedemit " jawabnya asal, membuat Eric menaikkan sebelah alisnya tak mengerti dengan jawaban Ida
" What do you say?? " tanyanya
" Nothing, Tuan Eric... bisakah kita menikmati Liburan masing-masing saja setelah ini, saya merasa tidak nyaman kemana-mana dengan orang asing, tolong anda bicaralah dengan anak anda " pinta Ida
" Bunda... "
" Don't call me Bunda!!! " protesnya
" Miss Ida jika kau tega silahkan kau saja yang berbicara dengan mereka berdua, aku tidak tega. Beberapa bulan lalu aku mengajak Richard Liburan namun ia menolak, Namun tiba-tiba saja minggu lalu Ia mengajak ke sini...dan ia nampak bahagia sekarang, aku tak Ingin menghilangkan senyum itu dari wajahnya " jawab Eric panjang lebar
" Tapi kan..... "
" Anakmu juga sepertinya sangat senang bersama anakku, Tidak bisakah kita sedikit bekorban untuk kebahagiaan mereka hem... " ucapannya Eric itu sangat menohok Ida. Ya tak ada salahnya sesikit bekorban untuk menyenangkan anaknya... setelah apa yang Raka lalui, Ia tak boleh egois...
" Baiklah... tapi berhentilah memanggilku Bunda, aku geli mendengarnya "
" No problem... tapi kau juga berhentilah memanggilku Tuan... panggilannya Eric saja "
" Eric....? "
" Ya Ida.... "
" I hate you.... "
" I love you too he he "
" Pletak... dasar bule sedeng 😡😡"
Lanjut lagi besok sista, Romansa Duda dan jandanya
Jangan lupa like komen dan vote nya
__ADS_1