
Haii sista... dah malming aja nih
ATM hadir kembali dengan kisah yang terbaru, selamat menikmati... jangan lupa habis baca untuk
LIKEE ....
KOMEN....
& BERI VOTE YANG BANYAK....
Love you all ππππ
π’π’π’π’
" No... big no..... " jawab keduanya bersamaan, Sean tambah manyun
" Why mam... pah? " protesnya
" Why you say...? mama tak percaya kau bisa merawat istrimu dan calon cucu-cucu Mam, yang ada nanti Emma pingsan lagi " jawab Marsha tak kalah
" Mengapa kau mau pindah son? apa yang membuat mu tak nyaman bersama kami? " tanya Daniel
" Karena mam selalu menganggu kami jika saat bercinta " ingin sekali Sean meneriakkan hal itu namun tak mungkin... otak nya sedang mencari-cari alasan yang tepat
" Karena... karena Sean ingin lebih mandiri " sahutnya kemudian
" Huh alasan saja... bilang saja kau ingin bebas bercinta " sahut Marsha membuat Sean terdiam
" Bagaimana denganmu Emma.. berikan pendapatmu " tanya Daniel , Emma kemudian memegang tangan Sean
" Menurutku kita di sini saja bersama mam dan papa..... "
" Good.. kau dengar itu anak durhaka " potong Marsha senang
" Sampai kandunganku cukup besar baru kita kembali ke Indonesia.... " lanjutnya kembali mengagetkan mertuanya
" What... kalian mau kembali ke Indonesia? mengapa Emma ? kau tak betah di sini.. apa yang kurang katakan saja Mam dan papa akan berusaha memenuhinya, jangan tinggalkan kami... yang sudah tua ini dalam kesepian hik hik hik " Marsha memelas pada Emma membuat Emma serba salah
" No mam... tak ada yang salah di sini, Emma sangat senang di sini. Hanya saja... Emma nanti ingin membawa Sean mengunjungi kubur mama dan adikku di Bali. Sean belum meminta restu langsung dengan mamaku " jawabnya pelan
Sean memegang tangan Emma dan menciumnya
" Maaf sayang... ya Emma benar ma "
" Oh begitu... tak apa-apa kalau hanya ingin berkunjung, Mam akan ikut kalian... kita punya Villa kan pah di Bali " ucap Marsha lega
" Mam... Mam tak usah ikut, kami sekalian mau bulan madu di sana " protes Sean
" No.... Mam akan terus mengikuti kemanapun kalian pergi sampai cucu Mam keluar melihat dunia ini, Mam akan merawatnya bersama papa " kekeh Marsha
" Lagi pula Mam akan menengok kuburan besan Mam, mau minta maaf karena kelakuanmu itu "
" Kelakuan apa maksud Mam? "
" Kau itu memang ya... kau asal main nikah aja.. jangankan dengan mama Emma yang sudah meninggal dengan mam dan papamu yang masih hidup saja kau tak memberitahu " ucap Marsha tambah kesal
" Tapi kan akhirnya Mam cepat dapat cucu "
__ADS_1
" Ya.... Mam selalu berdoa jangan sampai cucu-cucu mam menjadi anak durhaka sepertimu!! "
" Mam.... i hate you "
" I don't care...."
" Mam... kami sudah dewasa, tak sepantasnya selalu di ikuti "
" Mam hanya menjaga cucu-cucu Mam , kalau kau keberatan pergi saja kau sendiri jangan bawa menantu dan cucu Mam " ibu dan anak itu tu tak berhenti berseteru
Daniel dan Emma hanya bisa saling melirik, kini Emma sudah tau dari mana sifat keras kepala dan pemarah suaminya itu. Keduanya masih saja berseteru sampai seseorang hadir di antara mereka.
" Aku datang........ " seru Billy seraya memasuki ruang makan yang masih ribut karena pertengkaran ibu dan anak. Billy membawa chesse cake dan puding pesanan Emma
" Apa yang kau lakukan di sini, siapa yang memanggilmu? " tanya Sean sinis... entah mengapa sekarang ia selalu merasa kesal saat melihat Billy
" Emma memanggilku wek... ini pesananmu periku " ucap Billy lalu meletakkan kue tersebut di depan Emma. Sean yang melihat kotak chesse cake langsung menutup hidungnya
" Billy kau sengaja ya.... sudah tau aku tak tahan dengan baunya " Sean sampai berdiri, Billy tersenyum senang dengan cepat di bukanya penutup kue tersebut....
" Ini Emma... kue kesukaanmu, silahkan " ucapnya tanpa memperdulikan Sean, mencium aroma chesse cake langsung membuat Sean mual... ia segera berlari ke toilet terdekat dan memuntahkan semua isi perutnya
" Ada apa dengan Sean ma?? " tanya Emma ia pun hendak berdiri namun di tahan oleh Billy
" Bos ngak papa... tadi juga di kantor begitu mencium bau kue ini, bos langsung muntah-muntah ...sepertinya bos keracunan aroma kue " ucap Billy
" Wha ha ha hi hi... Billy.. Billy mana ada orang keracunan karena aroma kue, atau jangan-jangan... Sean sepertimu Daniel " ucap Marsha
" Apa maksud Mam? "
" Dulu waktu Mam hamil Sean.. papamu yang ngidam dan mual.... he he sepertinya Seanpun begitu, tapi syukurlah kalau begitu... setidaknya kau bisa makan dengan enak Emma. Ayo kita mulai makannya "
" Jauhkan dulu kue itu... " ucapnya dengan wajah memerah, Emma memegang pipi Sean
" Kau baik-baik saja sayang? " tanyanya khawatir
" Entahlah sayang... perutku langsung mual mencium bau kue itu " ucapnya
" Baiklah... ayo kita makan dulu " ajak Emma
" Suapin...... " pinta Sean manja.. membuat kedua orang tuanya mengelengkan kepalanya
" Huekkkk " desis Billy melihat kebucinan bosnya, Sean langsung melotot ke arah Billy
" Kembali sana ke kantor... menganggu saja " usir Sean... Emma langsung mencubit Sean
" Apaan sih Sean... biarkan Billy di sini, aku masih kangen dengannya " protes Emma, membuat senyum Billy merekah.. ia langsung makan dengan lahap
Selesai makan seperti biasa mereka beristirahat di ruang keluarga
" Billy mana kue tadi, aku mau memakannya " Billy pun membukakan Chesse cake dan memberikannya pada Emma
Sean langsung berdiri dan menjauh, jangan sampai ia mencium bau kue tersebut. Billy langsung duduk di samping Emma dan menemani. Emma memakan nya dengan lahap
" Mam.. papa.. mau Kuenya? " tanya Emma
" Tidak sayang kau habiskan saja "
__ADS_1
" Pa.... bisakah kita berbicara pekerjaan sebentar di sini " tanya Sean
" Silahkan.. apa yang ingin kau bicarakan "
" Begini pa.. aku berencana mengirim Billy dan Suprie untuk menyelesaikan lawatan anak cabang perusahaan di Indonesia yang belum sempat kami datangi " usulnya
" Kemarin apakah belum selesai? "
" Belum pa baru Sumatra dan Kalimantan, gara-gara Mam.... "
" Mengapa kau lagi-lagi menyalahkan Mam...? " protes Marsha
" Gara-gara Mam Pura-pura sakit dan memaksa kami kembali ke sini " jawabnya
" Jika mam tidak begitu.. apakah kau akan kemari dan membawa menantu Mam hah...? " sepertinya keduanya akan mulai bersitegang lagi
" Sudah...sudah.. Marsha.... " tegur Daniel pelan membuat Marsha pun terdiam
" Baiklah.. kirim saja mereka berdua untuk menyelesaikannya, nanti papa akan membuat surat kuasa untuk Billy " Ucap Daniel
" Kau dengar itu Bil... bersiap lah " ucap Sean senang karena usahanya untuk menjauhkan Billy dari istrinya berhasil
" Pah... izinkan Lisa mendampingi Billy, Lisa kan asistennya Billy " ucap Emma
" Tidak masalah... " jawab Daniel
" Bersiaplah... 3 hari lagi kalian berangkat " titah Daniel
" Siap omm " jawab Billy girang... ahh setidaknya dia akan bebas dari siksaan Sean untuk beberapa lama he he
πΈπΈπΈπΈ
Kini Sean dan Emma sedang berbaring di ranjang mereka. Sean dengan manja menciumi tengkuk istrinya
" Kau sudah sikat gigimu kan sayang, jangan sampai bau kue tadi masih tercium, nanti aku mual lagi " tanya Sean
" Iya sayang.... sudah " Sean kembali menciumi tengkuk Emma, sungguh wangi tubuh Emma membuatnya sangat nyaman membuat pusing dan mualnya hilang seketika. Tangannya menyusuri tubuh Emma dan berhenti di perut Emma
" Bagaimana kabar kalian sayang, kalian tidak nakalkan ? " ucapnya sambil terus membelai perut Emma
" Mereka anak yang pintar sayang " Jawab Emma
" Baiklah karena kalian pintar hari ini.. papa akan memberi hadiah, papa akan menengok kalian... " ucapnya dan mulai beraksi
" Sean....... " tegur Emma
" Sayang..... kau ingatkan janjimu tadi siang? " tanya Sean
" Janji...? memangnya aku ada janji apa " tanya Emma bingung, Sean membalik tubuh Emma kesal
" Kau janji akan menuntaskan si boy yang di php tadi siang " tuntutnya
" Ohh si boy...dasar kau kucing garong, kalau yang begituan aja ngak lupa " ucap Emma
Dan begitulah 1001 cara dilakukan si kucing garong untuk mendapat kenikmatan. Selamat mal ming ya kucing garong πππ , thor tadi jalan-jalan mau malming ceritanya ma suami... di tengah jalan di guyur hujan... π π
Akhirnya balik lagi dah ke rumah...nerusin nulis ATM π€π€
__ADS_1
See you next eps
Happy reading