
Hari ini ngak double up ya... tapi thor buat panjanggg lho 1400 kata ya say......spesial untuk kalian 😘😘
Rombongan Sean cs kini sedang meluncur ke kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Di Kalimantan hanya ada 2 anak cabang PT. KILA yaitu di Kalsel dan Kaltim.
Emma sedang tertidur di kamar jet. Waktu menunjukkan pukul 00.00, Sean keluar dari kamar, Billy dan Supri sudah menunggunya karena Sean sudah memberitahunya mereka akan rapat malam ini.
Billy sudah menghubungi perwakilan perusahaan mereka yang berada di Belanda. Rapat di lakukan Via VC seperti biasa. Sean mengabarkan bahwa setelah lawatan mereka di Indonesia mereka akan ke Belanda.
Pembukaan anak cabang baru di Belanda harus sudah siap. saat mereka sampai. Saat sedang sibuk rapat, tiba-tiba Emma keluar dari kamar. Ia berjalan ke area kichen dan meminta jus pada pelayan.
" Sean jam berapa sudah ini, mengapa kalian belum tidur? " tegur Emma sambil menatap Billy, Billy melirik kan matanya ke arah Sean yang berarti mereka belum tidur karena Sean.
" Sean bekerja boleh.. tapi jangan mengurangi waktu istirahat.. sayangilah kesehatanmu " ucap Emma sambil duduk di pangkuan Sean. Emma tidak tau bahwa Sean sedang rapat dengan bawahannya di Belanda.
Pelayan datang dengan membawa 4 buah gelas, 1 gelas jus dan 3 gelas susu coklat
" Bawa semua kopi ini ke belakang, kalian minum susunya dan tidurlah ini sudah jam 2 malam " ucap Emma pada Suprie dan Billy.
Emma kemudian mengambil segelas susu coklat tadi dan memberikannya pada Sean
" Minum... habiskan " ucapnya, Sean lalu menghabiskan susu yang si berikan Emma
" Sudah... "
" Ayo tidur... jangan terlalu keras bekerja nanti kau sakit " ucap Emma lalu berdiri dan kembali ke kamar sambil membawa jus nya
Mata Sean mengikuti pergerakan Emma sampai menghilang di balik pintu. Sean kembali menatap layar laptopnya, lalu mengakhiri rapat dan menyusul Emma.
Saat mereka beristirahat , kehebohan terjadi di Belanda. Setelah Sean membubarkan rapat, peserta rapat sibuk membahas siapa wanita yang berada bersama bos besar mereka. Selama ini bos mereka terkenal tak menyukai wanita, namun itu terbantahkan dengan adanya seorang wanita cantik yang hanya memakai pakaian tidur dan berpangku ria dengan Sean.
Sean kembali menjadi trending topik di Belanda, karena ada yang mengabadikan keintiman Sean dan Emma dan mengunggahnya di Medsos dengan hastage " Siapa wanita yang sangat beruntung itu? "
Subuh menjelang rombongan kini sedang menuju hotel tempat mereka menginap. Iring iringan mobil berhenti di sebuah hotel cantik berwarna putih pink. Namanya Fave hotel. Seperti biasa Emma dan Sean langsung masuk ke kamar yang sudah si reservasi oleh Billy.
" Emma aku memesan hotel ini sebagai ucapan terimakasihku padamu, aku tau kau penyuka warna pink kan " ucap Billy
" Thankyou Bill... you so sweett " ucap Emma sambil mencubit gemas kedua pipi Billy, Sean sudah mau protes tapi pintu lift sudah terbuka.
Emma dan Sean memasuki kamar mereka, Emma senang sekali dengan desain kamar yang berwarna putih pink tersebut
" Cantik sekali kamar ini " ucapnya sambil membuka gorden dan melihat pemandangan di bawahnya. Emma melihat sebuah sungai yang penuh dengan perahu kecil
" Sean look... di bawah itu, seperti pasar di atas sungai banyak sekali sekali perahunya, aku mau... "
" Tidak ada jalan-jalan di kota ini, kau sudah janji " tembak Sean
" Sebentar sa... "
" Tidak.. kali ini kau tak bisa merayuku lagi " ucap Sean lalu masuk ke kamar mandi.
Emma kemudian mengambilkan sepasang pakaian ganti untuk Sean, sembari menunggu Sean mandi Emma mengambil hp nya lalu mengambil gambar pasar dengan ponselnya tersebut.
Selesai mandi dan sarapan, mereka langsung meluncur ke PT. Kila Banjarmasin. 3 hari berturut-turut mereka lembur di sana. Pembukuan dan sistem di Banjarmasin kacau. Mungkin karena tahun lalu Sean tak sempat mendatangi anak perusahaannya di Bjm ini maka mereka bertindak semaunya.
Banyaknya Sistem yang harus di perbaiki membuat mereka harus tinggal lebih lama di kota ini.
Subuh hari ke empat di Banjarmasin.
__ADS_1
Emma bangun jam 5, ia kemudian mengikat giginya dan mencuci mukanya lalu berganti pakaian. Ia melakukannya dengan sangat pelan karena tak mau membangunkan Sean yang sedang tertidur.
Emma berencana berjalan ke pasar terapung, rugi rasanya sudah berada di kota ini dan tak mengunjugi pasar yang menjadi salah satu destinasi wisata kota Banjarmasin ini.
Selesai berganti baju Emma membuka pintu tanpa suara dan ia berhasil, setelah sampai di luar ia bersorak gembira tanpa suara. Baru kakinya akan melangkah seseorang menegurnya
" Nona.. anda mau kemana? " tanya Suprie
" Emma mau ke bawah pak.. jalan jalan cari sarapan " jawabnya
" Apakah tuan tau, seingat saya nona di larang jalan-jalan di kota ini "
" Pak Suprie.. Emma ngak jalan-jalan cuma mau cari sarapan " kekehnya
" Ya sudah... " Suprie lalu menjentikkan jarinya, ia dan 4 rekan lainnya berjalan mengikutinRmma sedangkan sisanya berjaga di depan kamar Sean.
" Emma... ikut " suara Billy terdengar, ia berlari menyusul Emma yang sudah memasuki Lift
" Bener nih tuan ngak akan marah? " tanya Suprie menyakinkan diri
" Ngalah pak Suprie... kita kan cuma cari sarapan... iya kan Bill? "
" Ho oh.. lagian kan bukan jam kerja Prie... santuy aja kale " jawab Billy
Emma dan rombongan berjalan kurang lebih 3 menit, mereka pun sampai di tepi dermaga. Emma menyewa sebuah perahu untuk berkeliling di pasar terapung.
Emma dan Billy berpuas hati membeli beragam makanan dan camilan yang di jual oleh para penjual. Sungguh unik pasar ini, pembeli dan penjual melakukan transaksi dari atas perahu kecil yang mereka sebut JUKUNG itu.
Emma, Billy dan Suprie sarapan di sebuah warung yang menghidangkan soto.. namanya soto banjar quinn, wow rasanya enak dan segar sekali. Selesai makan Emma membungkuskannya untuk Sean dengan kuah terpisah, ia juga membungkuskan seporsi kue yang enak untuk Sean.
Sudah jam 7 pagi, mereka pun kembali ke hotel dengan berjalan kaki. mendekati kamar mereka mengecilkan suara agar tak menganggu Sean yang sedang tidur.
" Sama sama.... " balas Emma pelan
" Dari mana kalian hah..... masuk semua ke kamar !!! " bentak Sean dari depan pintu kamarnya
" O o... ketahuan " celetuk Billy, Suprie.. Billy dan Emma lalu masuk ke kamar Sean. Billy dan Suprie berdiri menunggu semrotkan Sean sedangkan Emma langsung berlari ke kamar mandi dengan alasan mau pipis.
" Dari mana kalian hah!!? "
" Dari bawah bos, beli sarapan " jawab Billy
" Untuk apa beli sarapan, hotel sudah menyediakannya... alasan saja , katakan kemana saja kalian " ucap Sean sambil melotot
" Kami ke pasar di bawah tuan " jawab Suprie
" Angkat kaki kalian sebelah dan jewer kedua kuping tuli kalian itu " perintah Sean marah, keduanya terpaksa melakukan perintah bos nya yang lagi marah tersebut.
" Bukankah aku sudah bilang, tak ada jalan-jalan dikota ini, mengapa kalian masih saja melakukannya? "
Keduanya hanya bisa diam
" Jawab !!!" bentak Sean marah
" Saya hanya mengawal nona yang ingin mencari sarapan tuan " jawab Suprie
" Saya hanya menemani Emma bos, Kasian kalo sendirian nanti ada yang culik gimana? " jawab Billy
__ADS_1
" Bos kalian itu aku apa Emma, mengapa kalian lebih patuh padanya dari pada melaksanakan perintahku hah, kalian mau kupecat " ucap Sean Emosi
" Maaf bos.. tuan " saut keduanya bersamaan
Kletek.. bunyi pintu di buka Emma keluar sudah segar habis mandi. Ia nampak cantik hari ini memakai mini dress batik dan rambut basahnya yang terurai. Sean langsung terdiam melihat Emma yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum manis. Entah menghilang ke mana kemarahannya tadi.
Emma menarik Sean ke sofa
" Duduk sebentar di situ, tadi aku membelikanmu sarapan yang enak sekali " ucap Emma lalu berjalan mengambilkan soto yang tadi belinya.
Emma duduk di pangkuan Sean
" Aku suapi ya, buka mulutmu aaa " Emma memanjakan Sean pagi ini agar Sean tak marah padanya, ia tak mengetahui bahwa Suprie dan Billy masih berada di ujung kamar dengan posisi seperti tadi. Sean pun mungkin sudah melupakan keberadaan keduanya karena terpana dengan perlakuan Emma
" Enakkan? ayo habiskan ya " suara manja Emma membuat amarah Sean menguap entah ke mana , satu mangkuk soto banjar ludes dalam hitungan menit
" Enak ngak? kok belum di jawab? " ranya Emma sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Sran
" Enak tapi pedas " jawabnya sambil memonyongkan bibirnya
Emma lalu mencium bibir Sean
" Muahhh.. masih pedas? "
" Iya.. masih "
" Muahhh, gimana? "
" Masih.... yang lama "
" muahhhhhhhhhhhh"
Billy yang melihat hak tersebut mengomel sambil berbisik
" Sama kita aja marah-marahnya bukan main, giliran ma Emma malah minta cium... dasar bos sinting " omelnya
Sedangkan Suprie melihat kelakuan Sean yang seperti itu malah membuatnya mual, bisa-bisanya bosnya yang seperti macan itu kini nampak seperti anak kucing.. oh... cinta....
" Gimana masih pedas " lanjut Emma
" Iyaaa..... " sahut Sean kesenangan, Emma lalu berdiri dan mengambil sebuah piring yang berisi makanan.
" Kalo masih pedas coba kue ini, lihat ia seperti pancake rasanya enak lho namanya kalo ngak salah apam serabi " ucap Emma lalu menyuapi Sean
" Gimana Enakkan? "
" Enak.. tapi masih pedas " jawabnya sambil melirik bibir Emma
" Muahhhhh " kembali Emma mencium Sean di bucin somplak
" Huekkkkkkk " terdengar bunyi dari ujung kamar
Hayoooo Suprie cari penyakit ha ha
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya sista
__ADS_1
Pasar Terapung, Banjarmasin