
Marsha tersenyum lalu mengambil kotak yang telah terbuka di tangan Harold tadi, di letakkannya di antara mereka
" Harold... kenanganmu padaku tak akan pernah hilang seumur hidupku, kau pria baik penolongku yang membuatku masih hidup sampai sekarang. Setiap tahun di tanggal yang sama aku selalu membeli sebuah hadiah untukmu, sebagai ucapan terimakasihku padamu " jelasnya, Marsha lalu mengambil sebuah dasi kupu2 hitam yang di bungkus plastik bening
" Look Harold ini hadiah tahun pertama ada nomornya kan, ini tahun kedua dan ini ke tiga " Marsha mengeluarkan satu persatu hadiah yang disimpannya untuk penolongnya yang rata-rata berukuran kecil itu hingga berjumlah 30 buah... kadang keduanya tertawa melihat apa yang di beli Marsha
Harold menerima satu persatu hadiah dari Marsha sambil tersenyum senang
" Ahh Marsha menyesal sekali aku tak mencarimu sampai ketemu dulu... jika kita bertemu kau pasti menjadi istriku sekarang dan Daniel akan menikahi Saosa " ucap Harold.. ucapan Harold tersebut membuat Marsha terdiam
" Benarkah Saosa dulu mengandung anak Daniel? tolong kau katakan sejujurnya Harold " pinta Marsha dengan mata berkaca-kaca
" Hei cantik jangan menangis... kutau Daniel sangat mencintaimu saat ini " ucap Harold
" Bukan itu Harold... jika benar Saosa mengandung anak Daniel dan Daniel malah menikah denganku... aku sangat kasihan dengan Saosa... berarti kan aku orang ke tiga di sini, jika tak ada aku... Saosa pasti menikah dengan Daniel " ucap Marsha merasa bersalah
" Itu bukanlah salahmu Marsha... kau tak merebut siapapun, aku sendiri tak tau apakah Saosa hamil dengan Daniel atau pria lain namun setauku, tak lama Saosa keguguran karena ia terjatuh dari tangga di Mansionnya " jelas Harold
" Ya walau anak itu sudah tak ada... namun seharusnya Daniel tetap menikahi Saosa bukankah begitu Harold?? " kekeh Marsha.. Harold terdiam
" Jika boleh aku jujur Marsha... jika aku berada di posisi Daniel aku juga akan memilih untuk menikah denganmu dari pada Saosa.... kau harus tau... Saosa itu dulu adalah piala bergilir... siapa yang mau menikah dengan wanita seperti itu " ucap Harold lagi
" Sudahlah Marsha... saranku dari pada menganjal di dalam hatimu... sebaiknya kau tanyakan saja langsung dengan suamimu itu, jangan mengambil kesimpulan sendiri " lanjut Harold
Sementara Marsha masih temu kangen dengan Harold... di Mansion...
Daniel dan Sean baru saja sampai... begitu sampai keduanya menanyakan istri masing-masing pada Maid
" Nyonya Marsha ada di kamarnya tuan, sedangkan nyonya Emma ada di kamar twins " jawab kepala Maid
Daniel segera berjalan ke kamarnya sedangkan Sean ke kamar twins, sebelum memasuki kamar twins Sean mencuci tangan dan juga wajahnya. Baby sister yang berjaga di luar kamar langsung membukakan pintu kamar begitu melihat Sean. Sean masuk berlahan dilihatnya Emma yang tertidur sambil memeluk Prince.. rupanya ia habis memberikan asi ekslusif pada Prince lalu tertidur, gunung kembarnya bahkan masih keluar sebelah membuat celana Sean langsung menyesak.
Di angkatnya berlahan Prince dari dekapan Emma, pergerakan tersebut membuat Emma terbangun... Emmapun duduk memperhatikan Sean yang mencium anaknya lalu menaruhnya di ranjangnya. Emma membenarkan pakaiannya, Sean langsung menarik tangan Emma dan mengajaknya ke kamar mereka.
" Jaga twins dengan baik.. jangan ganggu kami !!" titahnya pada baby sister yang di lewatinya
" Baik tuan... " sahut keduanya sambil membungkuk
Sean membuka pintu kamar mereka, begitu pintu tertutup ia langsung memepet Emma di balik pintu.. sebelah tangannya mengunci pintu. Ciuman panas segera di layangkan Sean ke bibir manis Emma, ia sangat bernafsu setelah melihat gunung kembar Emma tadi.
Sambil mencium Emma kedua tangan Sean dengan lincahnya menurunkan dress yang di pakai Emma....
" Daddy.... aku belum mandi, sebentar aku mandi dulu ya " ucap emma saat ciuman Sean sudah berpindah ke lehernya... Emma tak mau melayani suaminya dalam ke adaan tidak wangi
" Tidak usah.... aku suka dengan wangimu sebelum mandi ini " jawabnya tak mau di tolak setelah melihat tubuh sexy Emma yang kini hanya mengenakan bra dan cd senada berwarna hitam itu. Darahnya langsung berdesir kencang... Sean kembali memagut Emma dengan lebih liar... Emma pun melayani kehendak Sean.
__ADS_1
Sambil mencium bibir Emma , tangan Sean meraba bokong Emma dan mengangkatnya ke pinggangnya, Emma mengaitkan kakinya di pinggang Sean... sedangkan kedua tangannya mengalung di leher Sean.
Sean berjalan membawa Emma ke ranjang mereka tanpa melepaskan ciuman panasnya
" Daddy apakah aku tidak berat?? " tanya Emma
" Kau lihatlah ototku ini sayang, melakukannya sambil mengendongmu saja aku sanggup " jawab Sean lalu mendudukkan Emma berlahan di ranjang
Sean berdiri di depan Emma lalu ia membuka bajunya dengan cepat terlihatlah Jejeran roti sobeknya.. Emma menyentuhnya dengan kedua tangannya
" Kau Suka dengan roti sobekku?? " tanya Sean
" Hemmm.... iya daddy kau semakin tampan sekarang " ucap Emma... Sean menaiki ranjang sambil mendorong Emma berlahan hingga posisi Emma berebah , Sean kembali menciumi gunung Kembar kesukaannya dan sebelah tangannya masuk ke cd Emma lalu bermain di sana... membuat Emma bak cacing kepanasan
" Ohh Sean... jangan siksa aku... " rintihnya... merasa tak tahan, tangan Emma pun beraksi berusaha membuka celana panjang yang di pakai Sean, begitu rest nya terbuka Emma pun langsung mengenggam di boy dan memainkannya membuat Sean mengerang
" Aku akan membuatmu menjerit nikmat sayang " bisiknya memeluk Emma sambil berusaha membuka celananya.... keduanya sama-sama panas kini...
Tok... tok... tok...
" Sean.... Emma....... buka!!! " ketukan keras di pintu kamar mengagetkan keduanya yang baru saja hendak melakukannya.....
Sean sangat marah... siapa yang berani-berani nya menganggu momen nya ini...😡😡😤
" Sheet.... aku akan membunuh siapa saja yang berada di depan pintu saat ini " umpatnya kesal... Sean lalu berdiri sambil membenarkan kembali celana panjangnya.. sedangkan Emma langsung meloncat mengambil daster lalu memakainya... untung bra dan cd nya masih utuh di tempatnya... 😅😅.
" Sudah kukatakan jangan gang.... papah?? " bentakan Sean terhenti melihat Daniel yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah memucat
" Ada apa pah...? " tanya Sean
" Ma.... Marsha ..Marsha hilang... mamamu menghilang Sean, tanyakan istrimu apakah Marsha mengatakan mau kemana?? " ucap Daniel terbata, Emma pun muncul setelah memakai dasternya
" Mam tidak bilang mau keluar pah... memang tadi jam 2 saat di kamar twins Mam nampak gelisah.... saat kutanya katanya tidak apa-apa dan Mam pamit katanya mau istirahat ke kamar " jelas Emma
Tak lama para bodyguard dan Maid berkumpul di depan kamar Sean...
" Bagaimana.. kalian menemukan Marsha?? " tanya Daniel dengan mata melotot
" Tidak tuan... nyonya tidak berada di manapun " sahut kepala Bodyguard
Plakkk..... sebuah tamparan meluncur ke wajah kepala bodyguard
" Bodoh sekali kalian.. kalian sebanyak ini di Mansion.. bisa-bisa nya lengah sampai istriku menghilang, aku tak mau tau... cari Marsha sekarang sampai ketemu jika tidak kalian-kalian semua akan kupecat tanpa kecuali....!!! " tunjuk Daniel... matanya bahkan sampai mau lepas saking marahnya ia
" Sabar Pah.... papah sudah mencoba menelfon Mam? " tanya Emma.. membuat Daniel terdiam... ya benar, ia sampai tak mencoba menelfon Marsha saking bingungnya mendapati Marsha menghilang. Daniel segera menelfon Marsha....
__ADS_1
Panggilan masuk namun Marsha tak mengangkatnya, Daniel terus melakukan panggilan hingga 3 kali namun tetap Marsha tak menjawabnya.
" Segera lacak hp Mam...!! " titah Sean, namun rupanya team IT sudah melakukannya tampa perintah.. seorang dari team IT berlari melapor
" Sudah... kami sudah menemukan keberadaan nyonya...!! " lapornya
" Dimana...? " tanya keduanya bersamaan
" Nyonya berada di taman Hyde park!! " lapornya
" Apaaa.... apa yang dilakukan mam di taman??? " tanya Sean sambil memandangi Emma, Emma hanya bisa mengangkat bahunya... 🙄🙄
🐔🐔🐔🐔
HYDE PARK
" Terimakasih atas semua hadiahmu ini Marsha, aku akan menyimpannya dan membawanya ke korea.. jangan di blok nomorku ya, sesekali aku akan menelfonmu. Sepertinya kita cocok menjadi teman si dunia maya " ucap Harold membuat Marsha tertawa
Tak lama hp Marsha berdering, nampak nama Daniel memanggilnya, Marsha diam saja tak mengangkatnya ia malah memperlihatkannya pada Harold
" Well Harold sepertinya waktu kita sampai disini saja, Daniel sudah tau aku menghilang... sekali lagi aku ucapkan terimakasih, pulanglah " ucap Marsha
" Lalu bagaimana denganmu? apa aku perlu mengantarmu? " tanya Harold
" Tidak perlu Harold, tak lama Daniel akan sampai disini dengan seluruh anak buahnya... aku baik-baik saja, percayalah " ucap Marsha lagi, Harold segera berdiri.. ia hendak melangkah namun kakinya tertahan....
" Marsha.. ada sebuah rahasia yang juga kusimpan selama 30 tahun ini, sebaiknya ku bagi padamu " ucap Harold sambil berdiri
" What ia that Harold...?? "
" Kau tau... aku melakukan ciuman pertamaku denganmu, saat kau di ruang tindakan menunggu suster dan dokter datang... kulihat darah mengalir di bibirmu... karena tak punya tissu aku menjilatinya dengan lidahku... Ehh ternyata keterusan aku mencium bibirmu he he " ucap Harold membuat pipi Marsha langsung memerah
" Harold.... kau tenyata mesum sekali !!" tegurnya kesal
" Bukan salahku Marsha... kau membalas ciumanku juga walau dengan mata terpejam... jadi ya kita sempat bertukar saliva... dan itu cukup lama, terimakasih telah memberiku ciuman pertama yang begitu indah " lanjutnya lalu segera berlari karena Marsha sudah melepas sebelah hinghill nya
" Jika kutau kau secabul itu, aku tak akan susah payah mengumpulkan hadiah untukmu... brengsek!!! " teriak Marsha kesal
" I love you Marsha... foreverrrr... " teriaknya sebelum menghilang.....
Nah lho..... untung om Daniel ngak dengar ya, kalo dengar bisa habis kau di hajar 😂😂😂 Harold... Harold.. 🤗🤗
Karena kemaren ngak up.. ini hari thor kasih 1459 kata, biar puas bacanya.
okay eps ini sampai di sini dulu ya
__ADS_1
Masih di tunggu... komen like dan tentunya Vote kalian selalu
Love you all...