
" Dindaaaa....!! " panggil Emma, Dinda yang semula gugup langsung merasa lega karena ada seseorang yang di kenalnya di ruangan itu.
" Kak Emmaa....!! " jawabnya lalu berlari dan memeluk Emma, matanya berkaca-kaca saking leganya
" Ohhh Dinda.. kau sudah besar sekarang.. look kau bahkan sudah setinggi aku, terakhir kali kita bertemu kau masih se dadaku.. ha ha ha " ucap Emma sambil mencubit pipi Dinda dengan gemas
" Dan kabar baiknya adalah... "
" Apa kak...?? " tanya Dinda
" Kau lebih cantik dari kakakmu Ida.. selamat... " ucap Emma membuat wajah Dinda langsung memerah
" Ihh kakak bisa aja!! " ucapnya malu
Mereka lalu duduk dan berbincang kembali
" Emm.. jadi kau kenal dengan pacarnya Draco?? " tanya Megan
" Uhuk.. uhuk.. uhuk... " Dinda langsung terbatuk
" Omg.. kau bahkan sudah punya pacar adik kecil ha ha... " ucap Emma lagi
" Tentu saja tante Meg... dulu saat saya baru berkenalan dengan Ida.. Ida selalu membawanya kemanapun kami pergi.. bahkan orang banyak yang salah paham, dipikirkan Dinda adalah adikku karena wajahnya malah mirip aku dari pada Ida, bukankah begitu?? " tanya Emma sambil membandingkan wajahnya dengan Ida
" Ya.. kalian memang 11-12 sama-sama cantik , hanya saja Emm... dadamu jauh lebih besar " ucap Billy dan sebuah jeweran segera nangkring di kupingnya...
" Billl... kau memuji wanita lain.. tidak boleh chayang...!! lagian Emma kan menyusui ya pastilah dadanya lebih besar... ya Tuhan... Bill... kau memperhatikan dada mereka berdua ??😤😤" protes Elena segera begitu sadar arah pembicaraan Billy
" Sayang... aku kan hanya menjawab pertanyaan Emma.. mereka memang mirip, tapi kau tetap yang paling cantik di mataku sayang.... sudah hentikan jeweranmu, kau mau punya suami kupingnya sebelah saja?? " protes Billy
" Biarin... habis ngeselin!! " omel Elena
" Oh Elena untuk apa kau cemburu kami.... kami masing2 sudah punya pasangan, kau memang 11-12 dengan suami ku " potong Emma... membuat semua tertawa mendengarnya
" Well..... Billy... Emma.. selamat bergabung di keluarga Brown, sabar ya.. cemburu buta memang sepertinya memang ciri khas keluarga Brown... tapi tenang saja mereka sangat penyayang... Megan kuharap kau bisa berkaca dari kami ha ha ha " sambung Marsha
__ADS_1
" Tante Marsha... itu artinya kami sangat mencintai pasangan kami, makanya kamu sangat menjaganya karena tak mau kehilangan... apalagi sayangku Billy, apa tante tau..walauoun kami sudah menikah masih banyak saja wanita mengodanya ihh nyebelin banget " ucap Elena
" Elena seharusnya kau bersyukur banyak wanita yang mengodanya " ucap Draco
" Lho kok bisa...?? "
" Ya dari pada banyak laki2 yang mengodanya ha ha ha " kelakar Draco membuat yang lain juga ikut tertawa
Dinda pun ikut tertawa... ia lega keluarga ini tak terlalu kaku, bahkan semuanya ramah membuatnya betah bersama mereka.
" Well... Jhon setelah urusanmu selesai dengan Megan, sebaiknya kalian berdua secepatnya menikahkan Draco... agar kau cepat mendapat cucu Meg... percayalah sangat menyenangkan memiliki cucu " ucap Daniel
" Uhuk.. uhuk.. uhuk... " kembali Dinda terbatuk mendengarnya
" Ada apa denganmu sayang... sering sekali kau terbatuk, ini minumlah dulu " ucap Draco sambil merangkul bahu Dinda dan memberikan segelas air putih, Dinda menerima air tersebut sambil melotot tajam pada Draco
" Kondisikan tanganmu itu kalau masih mau lengkap jarimu " bisiknya kesal, namun bukannya melepaskan tangannya... Draco malah menurunkan tangannya ke pinggang Dinda
" Jangan cepat marah.. nanti lekas tua " bisiknya sambil tersenyum tambah membuat Dinda melotot tajam
" Well Sean.. aku juga ingin punya anak kembar sepertimu ha ha bukan begitu sayang?? " ucap Draco tambah mengencangkan pelukannya... semua bahagia malam itu, kecuali Dinda yang hanya bisa memaki2 dalam hati dengan kelakuan Draco yang sok mesra padanya, padahal biasanya juga.... ihhhhh ...🙄🙄😡😡
🍒🍒🍒🍒
Keesokan harinya.. acara pertunangan di gelar di Mansion Jhon... Mansion sudah di sulap menjadi tempat acara nan mewah... Elena sangat senang hari ini.. akhirnya papahnya akan memiliki pendamping lagi, setelah acara papahnya selesai ia akan pindah ke rumah Billy.. rumah besar yang di berikan Oleh Daniel... ia sudah tak sabar mengatur rumahnya sendiri.
Megan sudah di rias dengan begitu cantik.. di sebelahnya Dinda dan Elena juga dirias, mereka hari ini memakai dreascode berwarna biru... warna kesukaan Jhon.
" Kalian sudah siap..?? tamu sudah datang, acara segera di mulai " suara Emma terdengar
" Sudah Emmm... kemarilah kita selfie dulu " sahut Elena... ke empatnya lalu selfie bersama, tak lama Marsha datang dan bergabung
" Omg... Dinda you so beautifull... aku yakin jika Draco melihatmu.. ia akan segera melamarmu " celetuk Marsha
" Ya Marhsha.. aku sudah mengatakan itu padanya tadi.." sahut Megan
__ADS_1
" No... aku masih muda.. belum memikirkan pernikahan dan belum siap untuk itu " jawab Dinda..Elena mendekat... lalu merangkul Dinda
" Percayalah padaku cantik.. menikah itu menyenangkan... kami semua sudah menikah dan semua bahagia bukan begitu?? " yang di jawab dengan anggukan semua yang ada disitu... Dinda hanya bisa diam
Sebenarnya Ia memang sudah akan menikah beberapa bulan lalu dengan pacarnya, namun ternyata pacarnya menipunya... ia sudah memiliki istri bahkan anak yang baru lahir... kenyataan itu sungguh membuatnya jadi membenci lelaki dan berfikir untuk tak akan menikah.. namun mengapa semua wanita di ruangan ini begitu bahagia dengan pernikahan mereka begitu pun dengan kakaknya.
Apakah benar kata kakaknya.. di balik kesedihan ada kebahagiaan menantiku, apakah Draco adalah jalanku menemukan kebahagiaanku ??? tanya Dinda dalam hati. Lamunannya terhenti saat Megan menarik tangannya dan mengandengnya
" Aku ingin calon menantuku yang mengandengku ke temoat acara " ucapnya sambil mengandeng Dinda. Dinda hanya bisa menurut... apa lagi yang bisa dilakukannya saat ini.
Tempat acara sudah penuh dengan undangan dan keluarga. Semua terdiam begitu EO mengumumkan kedatangan Megan... Megan menuruni tangga sambil mengandeng Dinda.. di ikuti ke tiga wanita Brown.. semua mata takjub melihatnya.. bagaikan melihat rombongan bidadari turun dari khayangan.
Mata Draco tak melepaskan siluet tubuh Dinda... Dinda terlihat sangat... sangat cantik dan menakjubkan.
Matanya bagaikan baru saja di buka selebar-lebarnya hari ini. Kecantikan dan kelembutannya telah mempesonanya... tanpa di sadarinya.. ia melangkah mendekati keduanya.. namun matanya bukannya melihat mamahnya namun menatap Dinda tanpa berkedip.
Tangannya meraih tangan Dinda dan mengecupnya
" You so beautifull.... " ucapnya tanpa sadar... Dinda ternganga mendengarnya... ada apa dengan bosnya itu.. mengapa seperti orang hilang ingatan.. tanyanya dalam hati
" Tuan Draco... anda salah tangan, seharusnya anda mengandeng tangan ibu anda menuju ke oanggung bukan pacar anda " ucapan EO membuat semua tamu tertawa mendengarnya... wajah Draco pun memerah.. ia Buru-buru melepas tangan Dinda dan mengandeng tangan ibunya
" Maaf mah... aku terpesona melihatnya " bisik Draco membuat senang Megan
" Mamah juga sayang, lamarlah dia secepatnya.. ini mamah sudah siapkan cincin milik mamah saat papamu dulu melamar mamah " ucap Megan sbil. menyelipkan sebuah kotak kecil ke kantung jas Draco
Keduanya lalu berjalan ke panggung yang di sediakan sambil tersenyum bahagia.....
see you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
Si cantik Dinda dengan gaun Birunya...
__ADS_1