Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
60. Herkules


__ADS_3

Gadis itu langsung berdiri mendengar pertanyaan Suprie dan jawaban Billy yang sangat aneh menurutnya.


" Apa kau bilang..aku memperkosamu? hei tuan aneh.. otakmu itu normal atau tidak sih? " tanyanya sewot dengan mata melotot


" Kau kan tau.. aku tadi hanya menolongmu, kakimu kram dan aku terjatuh itu tidak sengaja " lanjutnya


" ho oh " jawab Billy seadanya


" Lalu mengapa kau bilang aku memperkosamu, cih... yang benar saja!! "


" Prie tolongin gue napa, lo kok diam aja? kamu lho yang salah " ucap Billy


" Lho kok jadi gue yang salah Bill? gue kan cuma nanya... kamu yang jawab ho oh, terus salah gue di mana? " jawab Suprie , gadis itu mendekati Billy dan menarik kerah bajunya


" Sekarang minta maaf padaku, jika tidak aku akan mencekikmu!! " pintanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Billy, tiba-tiba darah keluar dari salah satu hidung Billy


" Hei nona.. apa yang kau lakukan pada Billy? " tanya Suprie sambil melepaskan tangan gadis itu dari kerah Billy


" Apa kau sakit tuan aneh? mengapa kau mimisan " gadis tadi reflek menghapus mimisan Billy dengan tissu


Billy menghindar dan langsung bersembunyi di belakang Suprie


" Hik hik Prie nasip gue kok apes banget sih, sudah mata , kuping gue ternoda kini bibir perjakaku pun ternoda.. aku sudah tidak suci lagi hua hua hua" Billy menangis sesegukan membuat gadis tadi kebingungan


" Bill udah malu tau... kamu itu kok lebai banget sih " ucap Suprie sambil menjauh dari Billy


" Tuan apakah temanmu itu rada-rada? " tanya gadis itu


" Ngak.. dia normal, cuma lambat tumbuh.. jadi ya begitu " jawab Suprie tanpa dosa


" Ada apa ini, Billy ada apa denganmu? " Emma yang sudah selesai spa menghampiri mereka


" Emma.... hik.. hik.... aku ternoda " adunya membuat Emma mengerutkan dahinya dan menoleh pada Suprie, Suprie hanya bisa mengangkat kedua bahunya


" Udah cup cup udah berhenti ya nangisnya " rayu Emma sambil memeluknya, tak sengaja Emma melihat gadis tadi


" Bukankah kau Lisa tadi memijitku? " " Ia nona... saya Lisa "


" Ada apa dengan Billy? " tanya Emma... Lisa pun menjelaskan kronologi kejadian tadi, Emma hanya bisa menarik nafas panjang... kelakuan mu Billy... Billy


" Baiklah ternyata hanya salah paham, Billy minta maaflah pada Lisa! " titahnya


" Maaf " ucap Billy masih dalam posisi memeluk Emma


" Yang sopan!!! " ucap Emma lagi


Billypun melepas pelukannya dan menghadap ke arah Lisa...


" Maaf " ucapnya sambil menyorongkan tangannya, Lisa pun menyambut tangan Billy


" Baiklah tuan Billy saya maaf...." belum kelar lagi sahutan Lisa Billy kembali mimisan


" Tuan anda mimisan lagi... " ucapnya, Billy langsung melepas jabatannya dan berlari ke mobil lalu masuk ke dalamnya... Sementara Emma dan Suprie saling lirik lalu tertawa terbahak-bahak


" Maaf nyonya Emma mengapa kalian tertawa....? " tanya Lisa


" Ha ha kau tau lisa mengapa Billy mimisan? " Lisa mengeleng

__ADS_1


" Karena ia bersentuhan denganmu.... Oh perjaka ting-ting satu itu, ada ada saja " ucap Emma masih tertawa geli.


" Omg.... what the hell.... " lisa kaget masih ada juga zaman sekarang perjaka ting-ting seperti itu


" Baiklah nona saya permisi.... " ucap Lisa karena sudah di panggil


" Lisa... jika suatu saat bertemu Billy lagi.. jangan galak-galak ya sama dia... kasihan " pesan Emma


" baik Nyonya.. maafkan saya, permisi " pamitnya sopan


Tak lama Marsha datang, mereka lalu melanjutkan perjalanan. Hari sudah petang


" Kita pulang Mam? "


" Tidak.. kita akan pergi ke hotel "


" Untuk apa mam ? "


" Mama sudah mereservasi kamar terbaik mu dan Sean berbulan madu, mama. sudah bayar untuk 3 hari ..hitung-hitung untuk membalas malam pertama kalian yang terganggu " jawab Marsha


" Terimakasih Mam.... " sahut Emma dengan wajah memerah


" Layani suamimu dengan baik di ranjang, sayangi dia.. dia adalah pelita hati kami, itu saja pesan mama " ucap Marsha sambil membelai rambut panjang Emma


" Baik mama... Emma janji "


Setelah sampai di hotel yang dituju Marsha mengajak Emma ke restoran terlebih dahulu, mereka akan makan malam berdua saja karena Billy sudah di pulangkan ke Mansion.


" Mam mengapa tidak mengajak Sean dan Papa, makanan di sini enak sekali "


" Kita akan membuat kejutan untuk Sean... begini..... bla bla bla " Marsha berbisik pada Emma menjelaskan rencananya.


Mansion Brown.... petang hari


Duo Brown turun dari mobil keduanya lalu bergegas masuk ke dalam, rasa rindunya sudah menguasai keduanya. Namun yang di cari tak ada juga. Daniel lalu menelfon Istrinya, Marsha mengatakan agar duo Brown makan malam duluan di Mansion.


Suasana di ruang makan sangatlah hening, karena hanya Daniel yang makan, Sean merajuk... ia tak mau makan karena marah dengan Mamanya yang telah menculik Emma semenjak kemarin.


" Pa... dimana Emma, kemana Mam membawanya "


" Papa juga tidak tau Sean, kata mama jika sudah selesai Dinner, mama minta di hubungi... habiskan makananmu "


" Tidak..... "


" Jika kau tak mau, papa tak akan menghubungi mama "


" Aku benci kalian berdua... " omel Sean seperti anak kecil yang mainannya di ambil, ia hanya memotong-motong kanannya tanoa memakannya. Sungguh Sean tak bernafsu makan sama sekali


Daniel hanya tersenyum melihat tingkah anaknya itu. Ia ingat bagaimana dulu saat ia juga mogok makan selama 3 hari karena tak di izinkan menikahi Marsha, bahkan ia sampai masuk RS karena dehidrasi


" Ha ha ha... Sean kau memang anak papa ha ha " ucapnya sambil tertawa lepas


" Apaan si pah.. ya Iyalah kalo bukan anak papa terua aku anak siapa.. tetangga " jawab Sran tak mengerti maksud perkataan papanya


Tak lama hp Daniel berdering.. Daniel mendengarkan dengan seksama perintah dari Marsha lalu ia pun menutup telfonnya.


" Bersiaplah son.. kita akan menjemput mamamu " ucap Daniel

__ADS_1


" Mama saja... Emma di mana? " tanyanya penasaran, Daniel hanya mengangkat kedua bahunya


" Paaa.... ahhhh" Sean meremas rambutnya prustasi, ada apa ini... apa yang terjadi.


Pantasan saja sejak tadi sore HP Emma tak bisa di hubungi. Sean kemudian menghubungi Suprie


" Suprie dimana Emma? "


" Nona ada di dalam kamar hotel tuan bersama nyonya besar "


" Apakah ada yang terjadi ? "


" Sepertinya nona Emma. sakit.. tapi saya tidak tau sakit apa " sahut Suprie


Sean memerintahkan supir agar mempercepat mobil, dalam 20 menit mereka sudah sampai. Dengan terburu-buru Sean dan Daniel menaiki lift menuju kamar terbaik yang berada di lantai teratas hotel.


Sean mengetik pintu kamar.... Marsha keluar lalu menutup kembali pintu kamar.


" Dimana Emma ma...? "


" Sabar Emma ada di dalam, dia sedang di toilet menganti pakaiannya, sepertinya tamu bulanannya datang " bisik Marsha


" Tamu bulanan maksud mama menstruasi? "


" Iyaaa... padahal mama pesankan kamar ini untukmu berbulan madu, mana Mama sudah bayar untuk 3 hari kedepan lagi " jawab Marsha dengan wajah sedih


" Ahhh... mama sih Pake acara menculik Emma... ohhh malam pertamaku yang sangat kelam.. semua ini karena mama, aku tak akan memaafkan Mam " rungutnya


" Hei anak kurang ajar.. berani sekali kau marah pada mamamu, sudah masuk sana pakai saja kamarnya untuk tidur daripada mubazir ...ayo sayang kita pulang, aku akan melunasi janjiku padamu " ucap Marsha sambil mengandeng Daniel


" Bye bye son... nikmati saja kamarnya ya... ha ha ha " gelak tawa Daniel membahana di sepanjang lorong


Dengan lesu Sean masuk ke kamar, betapa indah kamar yang di siapkan Mamanya, ranjang bahkan penuh dengan bunga begitu harum dan romantisnya kamar ini... seandainya........ Sean duduk dengan prustasi di sofa sambil menutup ke dua matanya


Entah bagaimana perasaannya saat ini, ada rasa dongkol.. marah... rindu... ingin bercinta campur aduk sudah seperti gado-gado... 😭😭😭


Kletek bunyi pintu kamar mandi di buka


" Sean kau sudah datang? " tanya Emma


" Hemmmmm" sahutnya tanpa menoleh, ia masih prustasi


" Seannnnnmn" panggil Emma dengan suara yang sangat mengoda membuat Sean berdiri dan menoleh, betapa kagetnya Sean melihat Emma yang duduk bersandar di ranjang dengan pose yang begitu mengoda dan memakai lingerie berwarna merah itu, Emma terlihat seperti salah satu model Victoria Secret... air liurnya menetes


" Ya sayang...... "


" Landasan siap..... " ucapnya


" Kau tidak datang bulan? " Emma hanya mengelengkan kepalanya, senyum sumringah Sean langsung mengembang.. ia membuka jaketnya dan melemparkannya ke sembarang arah


" Oke bersiaplah cantik.... herkules akan mendarat..... " ucapnya sambil menyeringai penuh kemenangan


See you next eps


Vote terus ya... biar ceritanya semakin seru


love you all

__ADS_1


Salam membaca


__ADS_2