
Di sudut sebuah ruangan... di atas meja bundar telah terhidang 2 gelas kopi panas dan 2 susu coklat panas di temani sekotak besar macarons. warna warni
4 orang pemilik gelas tersebut kini sedang duduk manis mengelilingi meja bundar tersebut.
" Bagaimana pa... papa menyukai pilihan Ku kan ? sudah seminggu papa bersama nya "
" Iya uncle... bundaku baik dan cantik kan? "
" Ya uncle suka. dengan bundamu... Raka, tapi sepertinya bundamu tak suka denganku "
" Itu hanya masalah waktu tuan Eric, yang penting tuan suka dan kedua anak ini juga tak masalah...nyonya Ida hanya belum sembuh dari lukanya, berilah ia waktu " ucap Andre
" Baiklah... anak-anak masih ada waktu seminggu, bantu aku untuk mendapatkan hati Miss Ida, okay!! "
" Sipp uncle!! "
" Ok papa...!! "
" Siapppp... boss " hormat Andre
Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Raka dan Richard menjodohkan Erik dan Ida? now we back to the past
Flassback on
Setahun lalu Raka dan Richard berkenalan via medsos di sebuah game on line. Mereka akhirnya menjadi sahabat walau hanya bisa bertemu via medsos. Mereka juga tak segan menceritakan masalah pribadi, Richard menceritakan perceraian mama dan papahnya dan beberapa minggu lalu ternyata Raka pun mengalami hal yang sama.
Karena merasa senasib akhirnya keduanya berencana untuk menjodohkan kedua orang tua mereka, namun bagaimana caranya ? mereka terpisah jarak yang sangat jauh.
Pucuk di cinta ulam pun tiba. Raka mengabarkan akan ke Paris selama 2 minggu, itulah kesempatan yang bisa di gunakan. Richard meminta pertolongan Andre untuk memesan kamar di hotel yang sama dan waktu yang sama dengan Raka tanpa di ketahui sang papa.
Andre sebenarnya kepo untuk apa anak bosnya itu memintanya memesan kamar tersebut, setelah Richard bercerita akhirnya Andre memutuskan untuk membantu Richard menjodohkan bosnya itu, apalagi setelah melihat foto ibunda Raka yang tak lain dan tak bukan adalah wanita yang pernah di selidikinya.
" Benar kata pepatah... kalau jodoh tak kemana " ucap Andre. Richard pun merayu papanya agar mau mengantarnya liburan ke Paris, Eric sebenarnya curiga mengapa anaknya tiba-tiba saja memaksanya liburan ke Paris, padahal beberapa bulan lalu ia mengajaknya liburan Richard menolaknya mentah-mentah.
Setelah di desak akhirnya Richard berjanji menceritakan alasannya jika mereka sudah sampai di Paris. Akhirnya hari perjanjian tiba, Richard mengajak Eric untuk makan siang di restoran yang berada di lantai 2 menara Eifel.
" Papa.. alasanku mengajak papa ke Paris adalah untuk menjodohkan papa dengan mama nya sahabatku, kami berharap bisa menjadi saudara " ucapan pelan itu begitu mengagetkan Eric,
__ADS_1
" What.... son... mengapa kau melakukan itu? "
" Papa... aku ingin punya keluarga yang lengkap dan harmonis, dan aku ingin punya saudara yang bisa kuajak berbagi suka dan duka " jawaban anaknya itu menohok Eric
Anaknya mengeluarkan isi hatinya dengan begitu gamlang.
" Son tidak semudah itu untuk papa mencari seorang istri... mama baru untukmu , kita harus setidaknya menyukai orang yang akan kita nikahi son " jawab Eric bingung
" Aku tau pah... setidaknya hargailah usaha kami, berkenalanlah dulu dengan bundanya Raka, jika papa tak suka ya sudah "
" Apa bundanya Raka tau akan hal ini? " tanya Eric
" Tidak pah... itu dia Raka... sahabatku. "
" Raka..!! "
" Richard...!! " Keduanya melakukan tos dan berpelukan, Richard mengenalkan Raka pada papanya, mereka pun berbincang sejenak... Erik mengaruk kepalanya yang tak gatal , melihat ke dua bocah itu sangat bersemangat membuatnya tak tega untuk menolak.
Erik melirik ke arah Andre
" Andre... jangan bilang kau juga terlibat di sini, sepertinya kau minta di pecat ya " tanyanya pada Andre
Tak lama restoran di hebohkan dengan hilangnya seorang anak... kedua bocah itu pun tertawa
" Ayo kita mulai misi ini.. " ucap Raka
" Ayo... papa... ayo ikuti kami " ucap Richard yang langsung berjalan dengan Raka menuju ke meja Raka.
Eric sangat kaget saat mengetahui wanita yang merupakan mama dari Raka... ya wanita itu sangatlah cantik... ia juga mengenalnya... wanita itu adalah Ida sahabat Emma yang pernah menabraknya di pesta Emma
" Oh Tuhan... mengapa dada ini berdetak kencang saat melihatnya... " ucap Eric dalam hati
Flassback off
" Tuan... nyonya Ida sudah selesai spanya " lapor Andre... ya mereka saat ini sedang berada di sebuah restoran di sebelah sebuah Spa. Ida mendapat voucer Spa... tentu tak akan di sia-siakan olehnya.
" Bunda... sudah selesainya, ayo kita pergi menonton " sambut Raka begitu Ida sampai
__ADS_1
" Menonton? apa kalian tidak lelah sudah seharian jalan-jalan " tanya Ida
" Tidak Bunda... ayo kita pergi " jawab Richard, kedua R itupun mengandeng tangan Ida... mau tak mau Ida menurut padahal ia tak suka... karena ia tau jika nonton anaknya pasti memilih jendre horor.....
Ya sekarang di sinilah Ida... di sebuah bioskop mewah namun ia takut... mengapa ? karena mereka akan menonton film horor
" Mengapa kau diam saja dari tadi bunda? " tanya Eric mengolok Ida
" Aku takut film horor... mengapa juga sih milih film ini?? " cicit Ida
" Jangan tanya padaku...tanyakan kedua anak di depan kita itu " tunjuk Eric pada 2 R yang duduk si depan mereka
" Raka..... bunda duduk sama Raka aja ya... please!! " bisik Ida pada anaknya
" Tidak bunda... Raka maunya sama Richard " tolak Raka, Ida hanya bisa menghembuskan nafas kecewanya.
" Gimana sih.... kok aku duduknya di sebelah Eric, kalo nanti takut.. ngak sengaja meluk dia kan ngak enak, dikira aku suka lagi sama dia " rutuk Ida dalam hati... tangannya mengetok kepalanya berkali-kali
" Hentikan tanganmu itu, ngak lucukan kalo kepalamu bocor gegara menonton, sudah nanti kalau takut peluk saja aku... ngak papa, aku tak akan mengolokmu " bisik Eric
" Huh modus "
" Ya sudah... kalau kau mau peluk saja lelaki di sebelah itu " tunjuk Eric pada lelaki brewok dan gemuk di sebelah Ida
" ih najis.... " sahutnya tanpa bisa di rem membuat Eric langaung tertawa geli melihat Ida yang menutup mulutnya sehabis mengucapkan kata najis, Ida mencubit lengan Eric karena menertawakannya
" Awas kau ya... 😡😡"
Ida langsung terdiam karena film telah di mulai. Benar saja baru detik pertama Ida sudah menjerit ketakutan, ia pun reflek memeluk Eric...Ida benar-benar takut. Sepanjang film di putar ia hanya menyusupkan wajahnya ke dada Eric, Sedangkan Eric dengan senang hati merangkul Ida
Diam-dian 2 R melirik ke belakang, dan tersenyum senang melihat Eric yang memeluk Ida
" Yesssss..... " ucap Keduanya sambil mengacungkan jempol mereka, Eric pun membalas dengan mengacungkan jempolnya juga....
" Ahh senangnya... dipeluk selama 1.5 jam begini he he... anak anak yang pintar " ucap Eric sambil tersenyum mesum... karena Ida tak menyadari sesekali Eric mencium kepala Ida... dasar duda karatan... he he sabar ya, sebentar lagi dah ngak karatan lagi kok... 😆😆😆😂😂
See you next eps
__ADS_1
Happy reading selalu sista