
Hai hai pembaca setia ATM, dah senin lagi ya... Yup seperti biasa thor selalu menantikan...3 hal...
VOTE.... 😍
VOTE.... 😍😍
DAN..
VOTE... 😅😅
Ngak bosan-bosan selalu thor mengingatkan, supaya ATM naik rangkingnya ya sista
🐝🐝🐝🐝
Sambil menyetir Jhon menelfon pihak RS agar bersiap menyambut kedatangan nyonya Brown, dan tak lupa ia meminta pelayanan terbaik.
Selesai menelfon RS... Jhon lalu menelfon rekannya yang sedang mengawal Sean. Ia meminta tlp nya di berikan pada Sean
Sementara itu di kantor besar PT. kila, rapat season ke dua baru saja di mulai setelah istirahat makan siang.
Sean kembali memimpin rapat, Daniel dan Marsha merasa sangat bangga melihat anak mereka bisa di andalkan memimpin perusahaan mereka.
Sedang serius2nya tiba-tiba salah seorang pengawalnya masuk dan berbisik pada Sean
" Maaf tuan... ada telfon penting dari Jhon " ucapnya... Sean langsung mengambil Hp tersebut, ia sangat mengenal Jhon... tak mungkin Jhon menganggunya jika tidak benar2 benar penting
" Hallo Jhon.. ada apa? " tanyanya
" Ahhhhh Sakittt.... "
" Au Au Au oh Emma... kau sungguh kejam, rambutku au au "
Alis Sean berkerut mendengar teriakan Emma dan Billy bersahutan
" Apa yang terjadi ? mengapa Emma berteriak!!! " bentaknya membahana mengagetkan seisi ruangan
" Nyonya Emma sepertinya akan melahirkan tuan... kami dalam perjalanan ke rumah sakit, sebaiknya anda cepat menyusul... " jawab Jhon dan langsung memutus panggilan
" A... a... apa.... brak... " HP di tangannya meluncur bebas ke lantai dan pecah berantakan,
" Ada apa Sean? " tanya Marsha cemas
" Emma mau melahirkan " ucapnya terduduk lemas
" Mengapa kau malah duduk disitu.. ayo kita ke rumah sakit sekarang, rapat bubar!! " teriak Marsha
Ketiganya langsung meluncur ke RS.
" Sean kau ini bagaimana sih... kok ngak bilang2 kalo istrimu sudah waktunya melahirkan malah kamu tingga rapat " omel Marsha
" Belum Mam... kata dokter kemarin 2 minggu lagi baru waktunya melahirkan , ia malah makan siang dengan Ida dan Cece mam... lihatlah ini foto di medsos nya " jawab Sean sambil memperlihatkan laman medsos Emma yang berfoto ria dengan 2 sahabatnya
Sementara 2 generasi Brown meluncur , Billy dan Emma dah sampai ke tkp. Begitu mobil memasuki RS beberapa perawat dan dokter telah menunggu di pintu masuk sebuah ranjang telah disiapkan
Jhon menghentikan mobil dengan gesit lalu membukakan pintu untuk Emma, ia pun mengangkat Emma yang sudah kesakitan dan merebahkannya di ranjang. Dokter dan perawat segera membawa Emma ke ruang persalinan.
Billy pun keluar dari mobil... Jhon yang melihatnya langsung kaget
" Astaga.... Bill kau seperti habis di pukuli karena ketahuan berselingkuh " ucap Jhon melihat penampakan Billy yang sudah ngak jelas bentuknya 😅😅
" Itulah Jhon apa salah dan dosaku... bos yang berbuat aku yang kena getahnya hik hik hik " ucapnya lebai seorang suster berlari mendatangi keduanya
" Tuan tolong di urus administrasinya, dan yang bernama tua Billy diminta masuk ke ruang bersalin " ucap perawat tersebut
" A... apa... tidak... tidak, Jhon kau saja yang masuk " tolak Billy
" Ngak bisa lah Bill... kan kamu yang di minta masuk... sudah aku harus mengurus administrasinya dulu " tolak Jhon dan segera menuju keruang admin
__ADS_1
" Jhon... Jhonnnnn tolong aku " ratap Billy namun Jhon sudah menghilang
" Ayo tuan.... cepat!! " ucap si perawat... mau tak mau Billy pun mengikutinya
Sementara itu di ruang persalinan, pakaian Emma sudah di ganti oleh perawat, kini Emma tengah berbaring di ranjang... dokter tengah melakukan pemeriksaan pembukaan
" Nyonya... anda sudah bukaan 3, apakah semalam anda melakukan hub suami istri? " tanya sang dokter
" Ia dok... mengapa? " tanya Emma
" Seharusnya anda melahirkan 2 minggu lagi tapi sepertinya lebih cepat karena aktifitas semalam, bagaimana apakah anda masih ingin melahirkan normal atau cesar saja? " tanya dokter lagi memastikan
" Ahhh ahhh sakit.. apakah bisa saya melahirkan normal dok...? " tanya Emma lagi
" Menurut saya bisa karena keadaan anda sangat vit dan janin anda juga sangat sehat " jawab dokter
Billy pun tak lama masuk dengan memakai baju sterilnya, ia kaget melihat posisi Emma yang di kerubuti suster dan dokter
" Billy... telfon Sean... aduhhhh Ahhhhh " pinta Emma yang tengah kesakitan
Sebenarnya sedari tadi Sean menelfon Billy, namun karena Billy beberapa hari ini mensilence HP nya, ia pun tak mendengarnya
Billy pun menelfon Sean
" Hallo.... daddy " sapa Emma begitu tersambung
" Hallo sayang... apa kau baik2 saja ? "
" Sepertinya aku akan melahirkan... cepatlah kemari " pinta Emma
" Iya sayang aku dalam perjalanan, sabar ya tunggu aku!!... cepat menyetirnya... apa tidak kau injak gas nya hah!!! " bentak Sean pada supirnya
10 menit berlalu... Emma masih dalam mode kesakitan, bahkan perutnya kini terasa berputar, keringat memenuhi keningnya. Billy yang berada di sampingnya sudah pasrah di jambak dan di cakar kembali oleh Emma... ia seakan berada di dunia lain saat melihat Emma terus mengeluarkan darah
Dokter kembali memeriksa Emma
" Bukaan... apa yang di buka dok.... " tanyanya ngilu melihat dokter memasukkan tangan ke ****** Emma
Dokter hanya tersenyum tanpa mau menjelaskan karena Emma kembali merasa kesakitan....
Dokter kemudian memerintahkan perawat untuk menyuntikkan perangsang dan menyiapkan infus untuk persiapan
" Sakittt... mama. sakit maa... " teriak Emma lagi..Billy sudah sepucat kapas melihat kondisi Emma saat ini, ia sudah tak merasa sakit pada tubuhnya apapun yang di lakukan Emma padanya
Tak lama dokter dan perawat bersiap... sepertinya waktunya telah tiba
" Billy apa Sean belum datang? " tanyanya dengan berlinang air mata
" Bos masih di jalan... sebentar lagi datang, sabarnya... aku akan menemanimu sampai bos datang " hibur Billy sambil menghapus keringat di kening Emma
" Sudah bukaan 10...ayo nyonya kumpulkan tenaga dan mulailah mengejan " ucap dokter, Emma pun menurut ia mengejan beberapa kali namun belum berhasil juga , tangannya berpegangan kuat pada lengan Billy
" Ayo nyonya sekali lagi... kepalanya sudah terlihat !!!" ucap dokter lagi, Emma memantapkan hati... ia harus kuat, kedua bayinya harus keluar dengan selamat
" Heeeeeeeekkkhhh" ejannya kuat membuat Billy ikut mengejan juga dan
Blurrrt...... keluarlah seorang bayi bercampur darah membuat dokter sangat senang, dokter segera mengangkat bayi tersebut dan menepuk2nya agar menangis dalam sekejam
" Oek oek oek.. " suara nyaring tangisan bayi memenuhi ruangan, Dokter tersenyum dan memperlihatkan pada keduanya, bayi merah yang masih bercampur darah
" Lihatlah nyonya... baby boy yang sehat telah keluar... anda ingin mengendongnya tuan?? " goda sang dokter pada Billy
Billy yang melihatnya langsung pusing ia sudah tak tahan lagi
" Brukkk..... " Billy pun pingsan
Kegabutan pun terjadi karena kepingsanan Billy membuat perawat harus menangani Billy juga
__ADS_1
Dokter meletakkan baby Boy tersebut ke dada Emma.....
" Biar dia merasakan kehangatan anda nyonya " ucap dokter... Emma menangis melihat putranya yang begitu tampan.. akhirnya ia memiliki anak... ia memeluknya pelan namun kejadian tak bertahan lama berbeda beberapa saat perutnya kembali sangat sakit karena sang adik juga ingin keluar
Akhirnya baby boy di amankan... Emma bersiap untuk kelahiran anak ke duanya
Di luar ruangan Sean dan kedua orang tuanya baru saja sampai, mereka berlarian menuju ruang bersalin. Saat sampai di pintu 2 orang perawat keluar sambil mendorong brankar...
" Emma...? " tanya ketiganya
" Bukan ini keluarganya... dia baru pingsan setelah melihat nyonya Emma melahirkan " jawab Suster tersebut
" Billy... ya ampun mengapa kau sampai pingsan... dasar cemen " omel Sean
" Sudah biar mam mengurua Billy... kau masuk sana... ya ampun senangnya cucuku telah lahir, apa jenis kelaminnya? " tanya Marsha senang
" Yang pertama keluar adalah baby boy kini nyonya tengah bersiap melahirkan bayi kedua... permisi, tuan anda silahkan masuk semenjak tadi nyonya Emma mencari tuan " ucap perawat tersebut
Bergegas Sean masuk dan mengenakan pakaian steril, ia lalu melangkah memasukinruangan semakin mendekat semakin terdengar teriakan kesakitan Emma, matanya nanar melihat beberapa laki2 dan perempuan mengelilingi Emma dan melihat tubuh istrinya yang setengah telanjang itu
" Apa yang kalian lakukan disini hah??? mengapa kalian membiarkan istriku berdarah dan kesakitan " teriaknya marah membuat kaget seisi ruangan
" Daddyyy... kemari, temani aku hik hik hik " panggil Emma sambil menangis wajahnya terlihat pias dan kelelahan. Sean segera melangkah mendekati Emma....dipeluknya istrinya yang tengah berbaring
" Tenang sayang aku disini " bisiknya sambil menciumi pipi Emma
" Aahhhhh sakittt " teriak Emma tiba2 dan iapun menjambak keras rambut Sean membuat sean kesakitan, namun ia diam saja karena Emma yang melakukannya. Matanya hanya melotot pada para dokter
" Lakukan sesuatu... iatriku kesakitan!! " bentaknya
" Iya tuan... kami hanya bisa membantu proses nya... ayo nyonya kepala bayi sudah terlihat, kita ulang proses tadi " ucap sang dokter, Emma pun mengambil nafas panjang... tangannya menarik tangan Sean dengan keras, ia pun mulai mengejan kembali namun yang keluar hanya darah
Sean terpusat melihat darah yang begitu banyak keluar
" Dokter... istriku bisa kehabisan darah... lakukan sesuatu " teriaknya panik... dokter dan perawatpun ikutan panik melihat Sean yang mulai naik darah
" Daddy diam saja.... Ahhhhh " titah Emma
" Ya sayang... "
" Kita mulai lagi ya nyonya... ayo cepat Kasian bayinya jika kelamaan di dalam " ucap sang dokter lagi
Kembali Emma mengejan kuat.... kali ini rambut Sean yang jadi korban
dannnnn........ keluarlah si bayi kedua.
Mata Sean membulat melotot melihat kejadian di depannya...wajahnya pun memucat kembali
Dokter menyunting tali pusar lalu kembali membalik dan memukul pelan sang bayi lalu terdengarlah suara tangisan walau tak senyaring yang pertama...
" Nyonya tuan.... bayi kedua anda telah lahir dengan selamat... lihatlah seorang baby girl yang cantik " ucap dokter membawa sang bayi yang masih telanjang itu mendekat untuk meletakkannya di dada Emma
Sean malah mundur takut, begitu sang dokter sampai di depannya....
Brukkk.... Sean pun pingsan juga. kembali perawat harus mengurusi seorang lagi yang pingsan
" Seannn....??? " panggil Emma
" Pria pertama ko... ini pria keduanya juga ko nyonya ha ha ha " tawa sang dokter sambil meletakkan baby girl di dada Emma
Gimana proses melahirkan Emma ?
Semoga kita semua kalo melahirkan selamat seperti Emma dan the babys
Selamat Emma... love you akhirnya kau mempunyai anak... kau tidak mandul
See you next eps
__ADS_1
Happy Reading selalu