Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
266. Draco-Draco


__ADS_3

" Draco... ayo makan malam sudah siap!! " panggil Ida, Draco pun segera keluar


" Mengapa kau yang memanggilku di mana monyet tua itu? " tanya Draco celingukan mencari Eric


" Dia masih di Kamar mandi " jawab Ida " OMG.. jangan katakan dia langsung tancap gas tadi.. " ucap Draco sambil mengelengkan kepala melihat rambut Ida yang setengah kering


" Begitulah laki-laki.. kau juga akan mengalaminya Nanti " jawab Ida sambil tertawa


" Entahlah Da... sepertinya memang dewi Asmara tak mau menghampiriku... aku kurang beruntung dengan wanita " jawab Eric sambil mengikuti Ida ke ruang makan


Makanan sudah tersedia... Draco mencium wangi yang luar biasa dari atas meja...


" Hemm wangi apa ini Da ? sepertinya enak sekali?? " tanya Draco sambil mengendus Makanan di atas meja


" Apa ini...?? " tanyanya sambil mengambil sebuah dan menciumnya


" Itu namanya sate lilit.. cobalah, sedangkan ini namanya ayam betutu dan ini sambal untuk cocolannya, kau bisa memakannya dengan nasi atau potato " jelas Ida. Namun Draco meletakkannya ya kembali.. ia menunggu hingga semua berkumpul lalu Ia mau makan bersama. Sebuah kebiasaan dari keluarganya yang tak mau di rubahnya


Tak lama datanglah Eric sambil senyum-senyum, wajahnya sangat sumringah... di susul oleh Dinda, setelah berdoa yang di pimpin Draco mereka pun mulai makan


" Kau cobalah ini.. Katanya mau merasakan masakan Dinda!! " ucap Eric tetap dengan senyum sumringahnya


" Eric tak bisakah Kau menyembunyikan sedikit saja senyum mu itu.. yang menandakan kau habis bercinta sampe puas!! " tegur Draco kesal


" Uhuk.. uhuk.. uhuk..." Dinda langsung terbatuk mendengarnya


" Ini di meja makan tak bisakah anda lebih sopan berbicara!! " tegur Dinda


" Hai anak manja... di meja makan adalah tempatnya keluarga berkumpul, tempat kita untuk berkomunikasi... kurang sopan apa pemilihan kata2ku, kalau aku bilang bermain **** nah itu baru namanya tidak sopan " jawab Draco sambil menatap Dinda


" Tuan... itu tetap tidak sopan.. membawa masalah ranjang di depan makanan!! " balas Dinda lagi


" Sekarang katakan padaku, apakah sopan kau tidur bersama kakakmu Sedangkan kakakmu itu sudah bersuami.!! "


" Itu bukan urusan anda tuan..! "


" Ya itu urusanku... Karena hal itu sekarang aku harus berada di sini padahal di London aku bisa melihat si cantik Emma " balas Draco lagi


" Sudah.. sudah.. kalian harus datang bertemu sudah seperti Tom and Jerry, Nanti kunikahkan kalian berdua pasti rame ha ha ha " potong Eric.. Draco dan Dinda sama-sama menatap Eric sambil menyipitkan matanya mereka


" Dasar biang kerok.. " desis Draco


" What... hei bro, sesekali saja temanmu ini minta tolong sepertinya kau ngak iklas banget " protes Eric


" Ya Gimana mau iklas disuruh menjaga gadis manja seperti ini.. adanya nanti sebentar2 mewek... oh hidupku yang malang " omel Draco


" Aku bukan gadis manja... " giliran Dinda yang protes

__ADS_1


" Ya kamu bukan saja manja tapi juga bodoh..masa pacaran sama suami orang " jawab Draco... wajah Dinda langsung memerah.. ia pun berdiri Sambil menunjuk wajah Draco


" Apa bedanya denganmu yang menyukainya istri orang, berarti tuan juga bodoh wek.... " ucapnya sambil meleletkan lidahnya


" Disitulah bedanya aku dan kau nona manja.. aku hanya menyukai.. sedangkan kau memacari " sahut Draco sambil melotot


" Itu karena tak di beri kesempatan, kalau di beri juga palingan tuan pacara " balas Dinda menohok Draco


" Sudah... sudah... kalian berdua diam dan duduklah... makan dulu, nanti selesai makan baru ribut lagi!! " suara Ida menengahi keduanya..akhirnya mereka pun makan dengan tenang.. Walaupun sesekali Draco dan Dinda saling melotot


Ida dan Eric sesekali saling pandang dan tersenyum galau, niatannya mereka untuk menjodohkan keduanya sepertinya akan sulit berhasil. Selesai makan mereka pindah ke ruang keluarga... Draco kembali mengendong baby Erica.. ia sangat menyukai bayi cantik itu...


" Draco... aku setuju dengan penawaranmu, jadi tepati janjimu tadi siang!! " kode Eric... Draco terdiam


" Sebentar sepertinya aku harus berfikir ulang... " ucapnya sambil menatap Dinda


" Apa liat-liat!! 😡😡 " tegur Dinda jutek... Draco diam saja.. otak cerdasnya sedang menimbang untung rugi dan resiko repotnya harus mengurus seorang anak manja seperti Dinda. Tapi itu adalah sebuah tantangan... dan dia sangat suka tantangan


" Dinda.. apa benar kau bukan anak manja?? " pancing Draco


" Tentu saja.." jawabnya cepat


" Kuliah jurusan apa kemaren ? "


" Sekolah Tinggi Pariwisata di Trisakti..Jakarta, Kenapa nanya2 petugas sensus?? " sahutnya keky..Draco menarik nafas panjang.... Sabaarrrr... ini untuk hotelmu... masa depanmu.... ucapnya dalam hati


" Aku adalah pekerja yang baik.. rajin..dan discipline " jawabnya bangga


" Ok deal... Kau jadi asistenku.. besok pagi kita berangkat, siapkan kebutuhanmu malam ini... setelah sarapan besok kita langsung berangkat. Ingat.. tidak ada malas dan manja dalam kamusku.. mengerti!! " ucap Draco panjang kali lebar


" Siapa juga yang mau kerja padamu!! aku sudah punya pekerjaan di Jakarta " tolak Dinda


" Dinda.. kakak sudah mengurus surat pengunduran dirimu di Jakarta, Kau pengangguran sekarang.. sebaiknya kau bekerja pada Draco untuk mengasah kemampuanmu " potong Ida


" Apa..!! kakak kok tega sih, susah tau kau mau kerja di tempat itu !!" protes Dinda dengan mata berkaca-kaca


" Mewek sudah.. Sana lari kekamarmu dan menangislah semalaman, besok pagi mau tidak mau aku tetap membawamu!! " ucap Draco sambil berlalu meninggalkan ruangan rumah.. ia mau istirahat.


" Kakak.. kakak kok tega sih, Dinda si suruh kerja sama orang seperti itu!! " protes Dinda sepeninggal Draco


" Dinda.. Draco itu pengusaha hotel terkenal, bisa bekerja menjadi asistennya sangatlah baik untuk karirmu, percayalah padaku.. Draco itu basicnya sangat baik, namun dalam bekerja memang dia sangat Profesional... dan mulutnya suka ceplasceplos ..itu saja " ucap Eric. Akhirnya Dinda hanya bisa pasrah.. ia tak enak mau melawan Kakak iparnya


" Awas Kau tuan Draco.. aku akan membuktikan betapa hebatnya aku dalam bekerja ..lihat saja nanti " omelnya sambil mengemasi barang-barang nya


🐦🐦🐦🐦


Ceritanya dah di London ya say....

__ADS_1


Sudah 3 hari Draco wara wiri dengan Dinda. Dinda membuktikan betapa ia hebat dalam bekerja, Draco diam-diam salut dengan kinerja seorang anak manja seperti Dinda.. apalagi umurnya masihlah muda baru 22 tahun.


Hari ini Draco sedang menuju ke sebuah butik pakaian pesta di London.. Ibu dan papahnya sedang menunggunya di sana. Mereka sedang memilih pakaian untuk acara pertunangan keduanya yang nantinya akan menjadi acara pernikahan namun masih di sembunyikan dari Megan.


Draco pun membawa Dinda ke butik.


Sesampainya di butik.. Ibunya sudah memilih sebuah gaun cantik berwarna peach Sedangkan Jhon memakai Tuxido berwarna hitam... Draco langsung memeluk keduanya dengan bahagia.


" Siapa gadis cantik ini nak?? " tanya Megan


" Ohh ini asistenku selama di London Mah.. namanya Dinda , Din.. ini mamahku Megan " Draco pun mengenalkan Dinda pada keduanya


" Cantik sekali... cocok kalau jadi menantuku!! Bukan begitu Jhon?? " tanya Megan


" Uhuk.. uhuk.. uhuk.. " Dinda langsung terbatuk


" Kenapa Sayang...?? " tanya Megan


" Tidak apa-apa nyonya... "


" Bagaimana kau mau jadi menantuku?? " tanya Megan membuat Draco melotot


" Mamah.. Jangan mulai lagi " omelnya..


" Tidak nyonya... pria seperti dia bukan selera saya!! " jawab Dinda tegas membuat kaget ketiganya


" Ya mah seleranya Dinda itu suami orang " sambung Draco ketus..


Dinda melotot marah... Ia menginjak kaki Draco dengan keras...


" Cukup sudah hinaanmu padaku, boss tua !! " ucapnya marah


" Apa kau bilang aku tua.. hei umurku belum lagi 30, tua dari mana?? " protes Draco


" Draco!! mamah tak pernah mengajarimu kasar dengan seorang wanita " tegur Megan membuat Draco langsung terdiam


" Maaf mah " ucapnya


" Jangan Minta maaf dengan mamah, minta maaflah sama asistenmu.!! " ucap Megan tegas... mau tak mau Draco pun mendekati Dinda


" Maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi " ucapnya pada Dinda... Dinda diam saja.. namun nampak dadanya naik turun dengan cepat tanda ia sedang menahan amarahnya juga... air matanya yang sudah berada di ujung bulu matanya


Draco mengambil tissu lalu memberikannya pada Dinda


" Ini... Maafkan aku ya... " ucapnya lembut...Dinda menatap Draco dengan matanya yang berkaca ..ingin sekali Ia memaki-maki nya namun tidak enak dengan orang tua nya itu. Akhirnya Ia hanya mengambil tissu di tangan Draco dan menjauh lalu duduk di bangku membelakangi ke tiganya sambil mengusap air matanya.


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2