Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
125. Amarah


__ADS_3

" Ya karena ibadah itu adalah kewajiban kita sebagai umat untuk mengingat dan bersyukur atas semua yang telah di berikan Allah pada kita. Memakai pakaian tertutup atau menutup aurat juga salah satu kewajiban Muslimah tuan " jawab Fatimah


" Tapi banyak di luar sana muslimah yang tidak menutup tubuhnya seperti kamu? " tanyanya lagi... Zahra tersenyum mendengarnya


" Ternyata tuan kepo juga ya.. he he, yang itu pilihan mereka tuan dan masalah dosa kan urusan masing-masing " jawab Zahra


" Saya ngak kepo ya.. cuman penasaran, kita maksi dulu ya dah laper nih " Billy lalu memarkirkan mobilnya di sebuah Restoran langganannya


Keduanya makan sambil berbincang seputar tugas-tugas Zahra , asik makan tiba-tiba


" Zahraaa....oh ternyata selama ini HP mahalmu itu di kasih ama pacar kayamu ini ya... hih judulnya aja Muslimah alim ternyata pacaran juga " celetuk ketus seorang gadis yang datang bersama beberapa temannya dan rupanya adalah teman smu nya Zahra


" Apaan sih Ren.. tu mulut di jaga ya... tuan ini bos aku bukan pacar aku, dan hp ku ini memang di kasih ama nyonya Emma bukan dari lelaki " jawab Zahra kesal karena mulut Rena cs tak pernah baik padanya, Billy diam saja sambil meneruskan makannya


" Bener tuan ini bosnya Zahra ? bukan sugar daddy nya Zahra? " tanya Rena membuat wajah Zahra menjadi merah karena menahan marah dan malu atas ucapan Rena .


" Astagfirullah Ren... kamu boleh menghina aku tapi jangan menghina orang lain yang tak tau apa-apa " sahut Zahra


" Maaf tuan Billy " lanjut Zahra sambil menunduk di depan Billy, ia takut bos nya itu akan marah dan memecatnya. Billy sebenarnya paham keadaan ini, persis seperti apa yang di alami Lisa dulu, pembulian karena rasa iri dengki


" Perkenalkan nama saya Billy, saya wakil ceo PT. Kila... Zahra adalah asisten pribadi saya, ada masalah?? " tanya Billy sambil berdiri membuatnya terlihat semakin tampan... hati gadis-gadis di depannya terasa mau mencelot keluar dari tempatnya, termasuk Zahra


" Oh engak.. ngak ada masalah, perkenalkan saya temannya Zahra nama saya Rena " jawab Rena


" Kalo ngak ada masalah.. Minta maaflah pada asistenku, Kau sudah menghinanya " ucap Billy menohok Rena dan teman-temannya


" Ma maaf ya Zahra " ucap mereka dengan terpaksa. Billy mengeluarkan dompetnya dan memberikan salah satu kartunya pada Zahra


" Zahra mulai sekarang simpan kartu ini untuk semua pengeluaranku dan kamu, ngak usah pake izin pake Gesek aja sepuasmu , ayo kita berangkat " ucap Billy lalu meninggalkan meja tanpa menyapa Rena cs


" Baik tuan... " sahut Zahra lalu membawa kartu tersebut ke Kasir. Rena cs hanya bisa memandang iri pada Zahra


" Enak banget ya Zahra kerja ama bos tajir, muda cakep ngak pelit pula ...pengen juga dong kayak Zahra " ucap salah seorang teman Rena, membuat Rena semakin dongkol


Di Mobil...

__ADS_1


" Terimakasih ya tuan.. sudah membela saya di depan teman-teman saya " ucap Zahra sambil menyerahkan kartu Billy tadi


" Pegang saja kartunya Zahra, jadi nanti kalo mau membeli segala keperluan ku kau tinggal gesek saja..tidak usah di pikirkan.. orang2 seperti Rena itu memang harus di beri pelajaran " jawaban Billy membuat hati Zahra senang sekali, ia berjanji akan bekerja sebaik-baiknya pada tuan Billy.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


London.....


Hampir 2 bulan sudah Emma dikurung oleh si Kucing garong di mansion baru mereka. Perut Emma kini semakin membesar..hari-harinya di sibukkan dengan mempersiapkan kamar untuk calon buah hati mereka serta mempersiapkan ruang bermain baik di dalam maupun di luar ruangan.


Pengurungan Emma membuat Marsha gerah, berkali-kali Ia mengajak Emma ke spa , ke arisan atau undangan dari madam Sousa... Sean selalu melarangnya. Emma hanya bisa diam jika keduanya terlibat cekcok , sesekali Sean mengancam akan membawa Emma pindah ke Indonesia jika Marsha tak mau mengalah.


Namun bukan Marsha namanya jika tak bisa mengalahkan seorang Sean O Brown he he bapaknya aja bertekuk lutut apalagi anaknya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Rencana telah disusun... hari ini Daniel menjemput Sean karena ada rapat Direksi yang wajib di hadirin oleh Sean.


" Sayang aku berangkat ke kantor dulu tidak lama hanya beberapa jam, Hati Hati di rumah ya " pamitnya sambil memeluk Emma yang masih mengantuk di ranjang, Sean menciumi pipi Emma yang semakin Chabi itu berkali-kali. Seperti biasa semalam si Kucing garong menganggunya lagi dengan alasan tak bisa tidur jika tak di beri jatah.... hadehhhπŸ™„πŸ™„πŸ™„


" Hemmm iya daddy... Hati Hati de jalan ya " jawab Emma lalu mencium tangan suaminya itu, dengan berat hati Sean pun ke kantor sambil mengomel pada papanya karena menganggu cutinya yang masih lama.


" Emma ayo bangun sayang, temani mama ya "


" Kemana mam, mam sudah izin sama Sean kan? " tanya Emma


" Kita berbelanja pakaian bayi setelah kita ke tempat madam Sousa..ya ya ayolah sudah berapa bulan mam ke tempat Sousa sendirian... Kau kan tau betapa nyinyirnya mulut mereka itu "rayu Marsha


" Nanti kalau Sean marah gimana mam ? Emma tak mau ada masalah " jawab Emma serba salah


" Tak usah kau pikirkan anak durhaka itu, kalau marah palingan marahnya sama mama..ngak mungkin Ia berani marah sama kamu...ayo lekas mandi dan sarapan, undangan Sousa jam 10 " ucap Marsha tak mau di tolak, akhirnya Emma pun mengalah


Setelah satu jam melakukan segala ritual paginya termasuk minum susu dan vitamin hamilnya, kini Emma telah siap dengan dress pilihan Marsha


" Mam Sebenarnya aku malu ke tempat madam Sousa... lihatlah badanku tambah melar begini Mam " ucap Emma tak percaya diri


" Namanya juga lagi hamil Sayang... tentu saja tubuhmu tambah melar, Nanti sehabis melahirkan pasti akan normal lagi " ucap Marsha sambil mengoleskan lipstik ke bibir Emma

__ADS_1


" Mam tidak usah pake lipstik nanti Sean marah "


" Ahhh... anak itu mengapa sih cerewet sekali padamu Emma, sudah pake saja...lupakan saja suamimu itu dulu " ucap Marsha kesal


Dengan dikawal para bodyguardnya, keduanya meluncur ke Mansion Madam Sousa.


Sementara di Kantor besar, rapat direksi baru saja di mulai beberapa menit, salah seorang pengawal Sean datang membisikinya


" Maaf tuan Sean saya mendapat laporan dari Mansion, nyonya besar baru saja membawa nyonya Emma ke rumah madam Sousa "


Wajah Sean langsung berubah, yang tadinya penuh senyuman menjadi menyeramkan... ia kesal sekali pada Mamanya karena telah membawa Emma tanpa meminta izin padanya.


" Ada apa Sean? " tanya Daniel


" Mam menculik istriku lagi, awas saja aku akan menghukum mam " jawabnya kesal.... Daniel hanya bisa menarik nafas panjang... oh anak dan mama ini kapan akan akur keluhnya dalam hati


" Sean sudah kita selesaikanlah dulu rapat nya, okay... "


" Jangan bilang papa sudah tau rencana mam ini? " selidiknya


" Tentu saja tidak, tapi kau kan tau sifat mamamu itu... Ia tak bisa di larang " jawab Daniel membuat Sean tambah melotot


" Jhon... Kirim tambahan pengawal pada istriku dan mam, suruh melapor tiap sepuluh menit " titahnya


" Siapp boss....!! "


Rapatpun di lanjutkan dengan suasana tegang karena Sean kembali marah-marah sepanjang rapat.


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya


Emma dengan dress hamilnya tetap cantik sista


__ADS_1


__ADS_2