
Hai hai sista.... kendor banget nih vote untuk 🏧, yang belum beri vote Monggo ya sis ditunggu
Sedikit pemberitahuan ya sis.. supaya kalian ngak salah sangka dengan kharacter si Billy, Billy orangnya itu bukan yang alay2 amat ya macam Jiraxxx... aslinya dia macho normal cuma telat tumbuh dan rada manja.
Eps ini kembali otak thor rada sengklek... so yang masih di bawah umur si skipp aja ya eps ini daripada ntar bingung bacanya... 😂😅🙏
🐓🐓🐓🐓
Kita kembali ke London ya sista... di Mansionnya Sean. Pagi ini Billy.. Suprie dan Zahra telah tampil rapi dengan pakaian kerja masing-masing. Setelah sarapan mereka segera berangkat ke kantor pusat PT. Kila.
Jejak langkah mereka yang diiringi bodyguard nampak terdengar membahana. Para pekerja memperhatikan sebuah wajah baru yang berpenampilan berbeda berjalan di belakang Billy. Ya dia adalah Zahra si aspri nya Billy.
Lisa yang lebih dulu sampai menyusul Billy ke ruangan barunya, ruangan yang biasa di tempati Sean.
Begitu pula dengan Elena , biasanya Ia menemani papanya... namun kini ia pun mulai mendekati Billy.
Keduanya sampai bersamaan... tak ada perbincangan di antara mereka hanya saling lirik menilai penampilan masing-masing.
" Tok tok tok..... "
" Masuk.... " suara Suprie terdengar, Elena langsung membuka pintu dan masuk... terlihat Billy dengan setumpuk berkas di depannya, dan di sampingnya Zahra sedang membukakan berkas tersebut untuk di tandatangani.
Hati Lisa langsung serasa diremas, biasanya kan dia yang berdiri membukakan berkas untuk Billy.
" Siapa dia Bill...? " tanya Elena, Billy yang sedang sibukpun mengangkat wajahnya... terlihat 2 gadis cantik berdiri di depan mejanya
" Namanya Zahra di aspriku... Zahra itu Lisa dan Elena, ada apa kalian ke mari ? " jawab Billy singkat dan padat
" Bill... asprimu kan aku, mengapa kau mengantiku? " tanya Lisa
" Tidak apa-apa... aku hanya butuh penyegaran, bekerjalah kembali di posisimu yang sekarang...dan kau Elena, ada apa ? "
" Aku mau mengajukan diri menjadi asprimu... aku sedang magang " ucapnya sambil duduk di meja Billy
" Aku sudah punya aspri... tuh si Suprie yang belum punya, magang aja sama Dia " sahut Billy... Elena melirik ke arah Suprie lalu memonyongkan bibirnya
" Ngak mau Bill... aku maunya jadi asprimu aja ya..... " tolaknya manja sambil menarik dasi Billy...membuat Lisa melotot
" Permisi Nona... tuan sedang bekerja jangan di ganggu " tiba-tiba saja Zahra melepaskan tangan Elena dari dasi Billy
" Eh memangnya kamu siapa berani mengusir aku hah.. " protes Elena marah
" Suprie...... " ucap Billy yang di mengerti oleh Suprie, Suprie lalu mengiring Elena keluar dari ruangan Billy
" Tunggu dulu.... please Bill, terima magangku yah... aku janji akan menjadi aspri yang paling Baikkkk " ucap Elena lagi
__ADS_1
" Aku akan memikirkannya, sekarang pergilah " usir Billy, Elena pun pergi Namun tidak dengan Lisa... Ia tetap berdiri dengan air mata yang menetes. Lisa tak menyangka Billy kini berubah
" Billy... kita perlu bicara " pintanya, Billy kembali menatap Lisa
" Bicaralah.... "
" Berdua... "
" Lisa tak ada hal yang kututupi dengan Zahra atau Suprie, katakan saja " ucapnya sambil menatap Lisa
" Kau berubah Billy, apa kau sudah tak menyukai aku Lagi ??" tanyanya dengan suara bergetar
" Nona.. sekali lagi, ini di Kantor dan jam kerja... jika ada Ingin membicarakan masalah pribadi sebaiknya saat jam kantor usai " ucap Zahra dengan sopan
" Kau dengar Lisa...! " sahut Billy, Lisa segera keluar dengan perasaan sakit hati dan cemburu... Billy bahkan lebih membela asprinya itu sekarang
Sekeluar Lisa....
" Bill... tega banget lo sama Lisa, dia nangis lho...mentang-mentang sekarang banyak cewek yang ngerubutin lo... Lo jadi gitu" ucap Suprie
" Apaan sih perkutut pendek, ngak usah urusin masalah gua... lagian Zahra bener kok... ini masih jam kerja dan lihatlah betapa banyak pekerjaanku, urusan pribadi nanti saja" jawab Billy
" Apa maksudmu perkutut pendek, Eh Bill punya gua ama lo aja masih panjangan punya gua.... " protes Suprie di bilang perkututnya pendek
" Lha gimana ngak pendek... perkutut lo kan sudah dipotong, gimana mau panjang he he "
" Hah ada helmnya? gimana maksudnya... , kerjaan kok ngibul aja "
" Ngak percaya? sini gua kasih liat... " ucap Suprie berdiri hendak membuka celananya
" Mana....??? " tantang Billy lalu berdiri hendak melihatnya
" Bapakkkk..... apaan sih, ada Zahra di sini!!! " teriak Zahra sambil menutup wajahnya yang memerah
" Eh lupa.. ada anak perawan di mari, sana keluar dulu.. Nanti kamu pingsan lagi liat punya bapak he he " ucap Suprie tanpa dosa
Tanpa di perintah 2 x... Zahra ngacir keluar ruangan sambil menutup kedua pipinya
" Cepat buka....!! ada helm apaan " titah Billy
" Ok.. siapa takut... tapi kamu buka juga perkutut.lo, jadi bisa di bandingkan dengan punya gua ha ha " tantang Suprie dengan percaya diri
" Ih ngapain gua buka punya gua... ke enakan elo dong Pri.. punya gua masih perjaka ting-ting , cuma istri gua nanti yang boleh liat " tolak Billy
" Belum tau kamu Bill... perkutut gua ini sizenya jumbooo, kamu pasti kalah" ucap Suprie lagi
__ADS_1
" Udah ngak usah banyak cingcong... cepetan bukaa, kerjaanku banyak ini !!! " Suprie pun melepas ikat pinggangnya lalu menurunkan celana panjangnya juga cd nya, dia pun menepuk2 perkututnya agar bangun agar helmnya kelihatan
" Nak lihat baik2... ada helmnya kan, bedakan ama punyamu yang ngak pernah sunat , Kalo di sunat itu Bill perkutut kita juga jadi keras seperti ulin... perempuan pasti ketagihan he he " jabar Suprie dengan pdnya
Billy mengamati perkutut Suprie yang memang bentuknya seperti ada helmnya
" Hebat juga... bentuknya bisa jadi begitu, ngak sakit bro waktu di sunat " tanya Billy penasaran
" Ya sakitlah... sekitar seminggu lebih, habis itu ya udah selesai..... "
" Boleh gua pegang ngak? " tanya Billy
" No no no hanya nyonya yang boleh pegang " tolak Suprie
" Nyonya? memang nyonya Marsha pernah pegang perkutut lo Prie? " tanya Billy ngak nyampung
" Dasar lelaki telat tumbuh... nyonya itu maksudnya istri gua... bukan nyonya besar dasar oon " maki Suprie kesal.
Sedang asik membahas perkutut berhelm.. tiba-tiba
" Kletek..... apa apan kalian berdua hah!!! " teriakan Sean melihat kelakuan ipin upin membuat kaget keduanya
Suprie bergegas memasukkan perkututnya dan memperbaiki pakaiannya lalu memberi hormat
" Maaf tuan...tuan besar" ucapnya gugup
" Bagaimana perusahaannya bisa maju jika kalian berdua malah main pedang2an, ngak puas kamu sama istrimu Prie hah "
" Eh jangan nuduh gitu dong bos.. kita bukannya lagi main pedang2an, tadi aku cuman lagi liatin perkututnya Suprie.... perkututnya Suprie ada helmnya bos... antik " protes Billy membuat Sean tambah mendelik
" Pah.... sebaiknya mereka berdua kita kirim ke antartika aja , biar perkutut mereka pada mengkerut sekalian " adu Sean pada Daniel
Nah lho.... kapok... ipin upin juga meneliti perkutut kok di kantor jam kerja lagi.... jiahhhhh
See you next eps
Jangan lupa untuk
LIKE.....
KOMEN....
VOTEE
untuk ATM ya.... dilarang protes alur kali ini ya... udah dibilang otak thor lagi sengklek
__ADS_1
Bye bye see you da dah 😘😘