Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
77. Iklaskan aku


__ADS_3

Mendengar pertanyaan anak Eric.. semua terdiam.. Tak lama Marsha berdiri dan mendekati anak tersebut


" Siapa namamu anak tampan? "


" Richard.. "


" Well Richard tante tadi adalah dokter yang akan mengobati papimu, setelah papimu sembuh kau bisa menemuinya Nanti.. okay. "


" Benarkah... hore... " Richard melompat kegirangan


Sementara itu di dalam kamar


Emma berjalan ke arah ranjang Eric, nampak Eric yang berbaring dengan infus di salah satu tangannya. Mendengar bunyi hinghill Eric membuka matanya yang terpejam. Ia melihat wanita yang di nantinya kini sedang berjalan ke arahnya...senyum langsung mengembang di bibir pucatnya


Eric segera berusaha duduk


" Berbaring saja Eric, kau masih sakit " ucap Emma mendekat


" Tidak Emma... bantu aku duduk, aku ingin melihatmu dengan jelas " pintanya, Emma pun membantu Eric untuk duduk


Kini Eric sudah duduk dengan nyaman sedangkan Emma duduk di sisi ranjang karena di sekitar ranjang tak ada kursi


" Mengapa kau sampai seperti ini Eric? mengapa kau tak mau menemui keluargamu ? " tanya Emma


Eric hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Emma


" Aku sangat kecewa dengan mereka semua, mereka tak pernah mengerti kebahagiaan yang kuinginkan....aku putus asa Emma, aku sudah tak punya tujuan hidup kini " jawabnya terus memandangi wajah cantik di depannya


" Memangnya apa kebahagiaan yang kau inginkan? Kau sudah punya semua Eric.. keluarga.. anak... istri.. harta apa semua itu belum membuatmu bahagia? " tanya Emma


" Kebahagiaanku sederhana Emma, aku hanya ingin bersamamu.. itu saja, namun tak seorangpun mau mengerti aku... bahkan juga kau Emma, lalu untuk apa aku hidup " jawabnya, Emma terdiam... Eric kemudian memegang kedua bahu Emma


" Emma... ikutlah bersamaku, kita kawin lari saja..aku sudah bekerja keras selama ini, tabunganku cukup untuk kita seumur hidup " ucap Eric, Emma terdiam


" Kita berdua berhak untuk bahagia Emma, kita sudah saling mengerti satu dengan yang lain dan aku tau kau masih mencintaiku walaupun tak sebesar aku mencintaimu " ucapnya mengebu... Emma kembali terdiam... ia menarik nafas panjang


" Kita Memang berhak bahagia, Namun tidak dengan menyakiti orang lain Erik. Kita berdua sudah berusaha untuk bersama namun kita memang ditakdirkan untuk berpisah Eric. "


" Tidak.... jika kita berusaha kita pasti bisa Emma, tak bisakah kita egois kali ini sayang " kekeh Eric

__ADS_1


" Eric aku sudah memiliki suami, kedatanganku ke mari agar kau bisa mengiklaskan ku bersama Sean dan kau jangan lupa kini kau seorang ayah... Kau punya kewajiban memberikan kasih sayang pada anakmu " ucap Emma, Eric hanya terdiam


" Tidak bisakah kita untuk bersatu kembali Emma... please, aku sangat mencintaimu.. dadaku sudah dikuasai olehmu, tak ada siapapun bisa memasukinya " ucap Eric mengiba


" Tidak juga kah anakmu.. darah dagingmu sendiri Eric, walau kau tak mencintai ibunya namun separuh darahmu mengalir di nadinya..mengapa kau begitu tega tak mau menemuinya. Biarkan aku menjalankan rumah tanggaku Eric dan kau dampingi anakmu..di usianya ini sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah " nasihat Emma


Eric memandangi wajah wanita yang sangat di rindukannya itu......


" Itukah yang kau inginkan Emma? kau yakin "


" Ya Eric... "


" Baiklah aku akan menurutimu, tapi aku ada permintaan terakhir "


" Apa itu Eric? "


" Aku ingin menciummu.... setidaknya biarkan rasa rinduku selama 10 tahun ini sedikit terobati " pintanya, Emma terdiam.. kini ia istri Sean, jika ia mengambilkan permintaan Eric apakah Ia termasuk selingkuh?


" Tapi Eric aku sudah berauami, tak pantas untuk melakukannya dengan pria lain "


" Aku tak memintamu mendua Emma Walaupun jika kau menginginkannya aku tak keberatan "


" Tapi setelah itu kau janji akan menemui anakmu dan merawatnya ya "


Di pegangnya kedua pipi Emma, di pandanginya bibir sexy yang selama 10 tahun ini berkeliaran di otaknya. Eric mencium Emma dengan begitu lembut... rasa ini tak berubah... rasa Saat mereka berciuman pertama kali 10 tahun yang lalu


" Emma... balas ciumanku.. please " bisik Eric... Emma pun akhirnya membalas ciuman itu... ciuman hangat yang mengelora, lama sekali Eric tak pernah merasakan rasa nikmat ini...rasa yang hanya bisa di dapatinnya dari seorang wanita saja yaitu Emma... Emmanya


Ciuman berlangsung sudah cukup lama, Emma berusaha menghentikan ciuman panas itu namun Eric tak mau melepaskannya akhirnya dering ponsel mengagetkan keduanya dan Emma bisa melepaskan pelukan Eric.


Emma mengambil hp nya.. terlihat nama Sean di sana, Emma menjawabnya sambil menjauhkannya dari Eric


" Ya Sean... "


" Keluarlah Sayang.. sudah 20 menit Kau di dalam, sudah cukup kita perlu bersiap untuk berbulan madu " suara Sean terdengar bergetar... Emma tau Sean berusaha menahan rasa cemburunya


" Baik... aku segera keluar " Emma pun melihat ke arah kaca lalu memperbaiki make upnya yang sedikit berantakan. Emma lalu membersihkan bibir Eric


Wajah Eric sudah tidak pucat lagi, gurat bahagia terlihat di wajahnya. "Eric aku pamit..jaga dirimu baik-baik dan hiduplah dengan baik, aku sudah bahagia dan aku yakin kaupun akan bahagia juga " ucap Emma, Eric kembali menarik tangan Emma di peluknya Emma dengan erat

__ADS_1


" Eric.... lepaskan " pintanya


" Sebentar saja, please " Eric memeluk Emma untuk terakhir kali.


" Emma aku akan menunggumu sampai kapanpun... aku akan tetap menunggu, aku yakin suatu saat kita pasti akan bersama " ucap Eric dalam hati.. ia lalu melepas pelukannya di kekecupnya kening Emma


" Pergilah Sayang.. aku iklas kau bahagia, Karena kebahagiaan mu adalah kebahagiaanku juga " ucap Eric sambil tersenyum


" Terimakasih Eric, kudoakan Kau juga bahagia " ucap Emma.


Emma menarik nafas panjang sebelum membuka pintu, Sean maafkan aku sekali ini saja....


Emma kemudian membuka pintu kamar, Ia lalu menghampiri anak Eric


" Haii tampan masuklah... papamu mencarimu " ucapnya


" Sungguh... tante dokter ? papi sudah sembuh... horeee " Arthur langsung berlari ke kamar di ikuti Amanda


Emma menghampiri Sean


" Ayo sayang kita pulang " ajak Emma


" Kau baik-baik saja Sayang? "


" Tentu.. Ayoo " mereka kemudian keluar dari RS, sepanjang jalan Sean menatap wajah Emma


" Ada apa Sean, mengapa kau memandangiku seperti itu? " tanya Emma


" Apa yang kau bicaralah dengannya, mengapa Begitu lama kau di dalam? " selidik Sean


" Aku memintanya mengiklaskan aku bahagia denganmu, dan agar dia tidak menyia-yiakan Anaknya " jawab Emma


" Sungguh... kalian tak melakukan yang aneh-aneh kan "


" Tidak sayang " ucap Emma sambil merebahkan kepalanya di dada Sean


" Maafkan aku Sean... sekali ini aku berbohong padamu, aku janji tak akan mengulangnya lagi " ucap Emma dalam hati


Sebenarnya hati Sean sangat curiga namun kali ini Ia memilih untuk percaya pada Emma, ia teramat mencintainya Dan teramat takut kehilangannya.

__ADS_1


See you next eps


Happy reading selalu


__ADS_2