
Masih di tunggu sista... vote vote dari kalian... 😘😘😘
Emma melepaskan pagutannya, ia lalu bergeser dan membenahi pakaiannya, sedangkan Sean langsung merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya, nafas kasarnya terdengar menandakan rasa kesal yang bercampur prustasi yang di rasakannya
" Kalau membunuh itu tidak dosa, sudah kutembak otak kosongnya Billy itu.... " ucapnya kesal
" Hus.... tu mulut di jaga kalo ngomong, lagian bukan salah Billy.. kan papamu yang menelfon, Billy hanya menyampaikan saja " sahut Emma
" Kan Billy bisa saja bilang aku sedang tidur.. tak bisa di ganggu... dasar anak tiri tak berguna tak bisa membaca situasi.... bla.. bla.. bla.. " tak berhenti mulut Sean mengomel
" Siapa tau penting, kan tidak mungkin Billy menganggumu kalau tidak penting, sudah berhenti marahnya " bela Emma
" Kau lebih membela Billy? "
" Tidak Sean.... aku hanya menyampaikan keadaan saja, sudah aku akan mengambilkan telfonnya dan ingat jangan memarahi Billy " ucap Emma sambil membuka pintu kamar
Nampak Billy berdiri sambil memegang hp Sean, wajahnya sudah memucat....
" Maaf Emma aku terpaksa... ini om Daniel sudah berkali-kali menelfon " ucapnya sambil mengantupkan kedua tangannya
" Tidak apa-apa Billy, Sean ngak marah kok.... " sahutnya sambil tersenyum iba pada Billy
Emma lalu memberikan telfon tersebut pada Sean yang masih saja berbaring bahkan kini wajahnya sudah di tutupi bantal, Emma menarik bantal tersebut dari wajah Sean dan memberikan hp nya
Dengan malas Sean mengambil hp tersebut
" Hallo... ya pa... ada apa? " tanyanya
" Mengapa sulit sekali kau di hubungi Sean, papa sudah 5 kali menelfon.. Billy selalu mengatakan kau masih tidur... tidak biasanya kau tidur sampai siang begini " sahut panjang Daniel
" Sudah tak usah mengomel pa... katakan ada apa? "
" Sean..... dasar kau ya anak durhaka... berani sekali kau berkata seperti itu pada papamu " celetuk Marsha... rupanya HP papanya di speaker
Sean menarik nafas panjang
" Ya Mam..... maafkan anakmu ini... ada apa kalian menelfonku? " suaranya di buat sehalus mungkin.
" Kami sangat merindukanmu, bisakah kau ubah pangilannya menjadi VC sayang? " jawab Marsha sambil cekikikan di seberang sana karena ia tau Sean sedang dikamar dengan Emma dari laporan Billy
" No Mam...." sahut Sean pendek
Sementara Sean bertelfonan dengan orang tuanya , Emma memunguti pakaian Sean yang berhamburan di lantai, ia menyusunnya di atas meja.
Emma kemudian keluar dan duduk di sebelah Billy
" Billy apakah kau sudah mandi? "
__ADS_1
" Belum... nanti di hotel saja, apakah aku akan kena marah lagi Emma? " tanyanya
" Kurasa tidak, sepertinya tuan Daniel sudah menjelaskan bahwa ia memaksamu untuk memberikan telfonnya " ucap Emma
" Sudah.. ayo kalian ke mobil saja duluan, sebentar kami menyusul " ucap Emma
Para pengawal dan Billy kemudian menunggu di mobil, Emma kembali ke kamar terlihat Sean sedang memakai hem nya
" Sudah selesai? " tanya Emma
" Hemmm "
" Ayo kita ke mobil... "
" Tunggu dulu... "
" Ada apa? "
" Ke mari..." panggil Sean menepuk pahanya, Emma pun hanya bisa menurut
" Selesaikan ciuman tadi agar aku tak marah lagi dengan Billy.... " titahnya, Emma tersenyum kecut...
" Kau paling pintar mencari alibi. Sean " ucap Emma, tapi demi Billy Emma mengalah
Emma duduk di pangkuan Sean dan memeluk lehernya
" Sebentar saja ya.... semua sudah menunggu di mo...... " Sean langsung mengambil jatahnya... sarapan yang sempat tertunda tadi.
" Prie...kena tampol lagi ngak ya gue "
" Berdoa saja semoga nona Emma bisa melunakkan hati Boss, kalau tidak bye bye ha ha "
" Kau senang sekali sepertinya jika aku sengsara " omel Billy
" Dulu perasaan saat belum ada Emma, aku tak pernah bermasalah dengan boss... kapanpun aku menganggunya ia tak protes apalagi marah, sekarang kok sering sekali memarahiku " Billy bingung
" Billy dulu bos tak ada kegiatan selain bekerja dan bekerja, sekarang bos sudah memiliki kekasih...ada saat tertentu saat ia bersama dengan kekasihnya ia tak mau di ganggu...mengerti, jadi kalau kau tak mau kena marah, pintar-pintarlah membaca situasi dan kondisi " nasihat Suprie panjang lebar
" Memangnya apa sih yang bos lakukan dengan kekasihnya? " tanya Billy polos
" Making baby... maybe... " jawab Suprie sekenanya
Tak lama keduanya diam karena Sean dan Emma sudah turun dari jet nya. Suprie bergegas membukakan pintu untuk keduanya. Wajah Sean nampak bahagia.... sepertinya aman ucap Billy dalam hati
Iring-iringan mobil melaju menuju hotel mewah di kota Pekan Baru. Sepanjang jalan mata Emma tak berhenti mengagumi pemandangan kota yang di lewatinya, ia paling suka melakukan perjalanan seperti ini...senyumnya mengembang dengan indahnya
Sean mengamati wajah wanita cantik di sebelahnya, ia pun turut tersenyum memandang wajah Emma
__ADS_1
" Bibir yang mungil itu... mengapa bisa membuat rasa yang begitu menguncang " ucapnya dalam hati, tangan Sean meraih tangan Emma dan meletakkannya di dadanya sementara Emma asik saja dengan kegiatannya.
Billy dan Suprie malah memperhatikan wajah Sean yang cerah merona bagai matahari terbit
" Aman... aman.... he he kau memang the best Emma.... " ucap Billy.. tangannya mengelus dadanya
" Senang bisa melihatmu seperti ini bos, semoga kau akan bahagia selalu ... aku berjanji akan menjaga nona Emma dengan segenap jiwaku " suara hati suprie
3 mobil mewah itu memasuki area hotel dan berhenti di front Door, setelah Suprie membukakan pintu mobil Sean dan Emma langsung berjalan ke lift menuju kamar vviv mereka, Billy sudah melakukan reservasi via online.
" Apa saja kegiatan kita hari ini? " tanya Sean, Emma pun menjabarkan kegiatan mereka hingga jam 10 malam
Sesampainya di kamar mereka, Emma langsung masuk ke kamar mandi... badannya terasa gerah karena belum mandi. 30 menit berlalu Emma keluar dalam keadaan segar, dilihatnya Sean sedang berkutat dengan laptopnya.. ia nampak serius sekali
Aura ketampanannya semakin terlihat saat sedang serius seperti itu
" Kau tidak mandi Sean? aku sudah siapkan airmu "
" Sebentar lagi.. kemarilah lihatlah... sahamku naik lumayan banyak " panggil Sean
Emma mendekat matanya melihat deretan angka di laptop Sean
" Maaf Sean aku tak mengerti tentang pergerakan saham "
" Duduklah sini... aku akan mengajarimu " ucapnya sambil memundurkan bangkunya
" Tidak usah... " tolaknya, Sean menarik tangan Emma
" Kemarilah.... jangan malas untuk belajar hal hal baru " ucapnya tak mau di tolak, akhirnya kembali Emma duduk di pangkuan Sean.
Sean mengajari Emma cara membaca saham, pergerakan saham, dan sebagainya
Selama mengajari sebelah tangan Sean memeluk pinggang Emma dan dagunya menempel di bahu Emma. Sebenarnya Emma merasa tak nyaman dengan posisi ini, namun apa daya Sean tak mau melepaskannya.
" Apa kau sudah mengerti ? "
" Hemm ya " sahutnya karena merasa gerah sudah 15 menit di posisi itu.
" Kalau kau mengerti, mulai besok pagi tugasmu memperhatikan pergerakan sahamku setiap hari... " titahnya
" Ya boss... sekarang bisakah kau lepaskan tanganmu dari pinggangku, aku mau memakai pakaianku, 5 menit lagi Billy akan datang menjemput kita sarapan
" Tidak usah.. katakan pada Billy kita sarapan di kamar saja berdua, biar dia makan dengan Suprie saja " titahnya lagi sebelum masuk ke kamar mandi
Emma mengetik pesan untuk Billy. lalu ia memesan makanan lewat telfon kamar. Selesai berpakaian Emma menyiapkan pakaian Sean. Tangannya dengan lincah membuka mbah google seputar kota Pekan Baru.....
" wah banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi... Pekan Baru here I Came... 😍😍 "
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote ya