
Sean dan Emma sedang berjalan di sebuah mall yang sangat besar. Keduanya bergandengan dengan sangat mesra, senyum keduanya sangat sumringah.. ya beginilah rasanya jika sedang jatuh cinta, semua terasa begitu indah ucap Sean dalam hati.
Sean selalu mengucapkan syukur yang sangat besar karena telah di pertemukan dengan kekasih hatinya, seorang wanita yang begitu cantik, secantik bidadari... setidaknya begitulah menurutnya.
Saat asik-asiknya berkeliling....
" Emma.... Emma Watson kaukah itu " seorang lelaki tampan memanggil Emma, keduanya berhenti lalu menengok ke arah suara
" Kau....?? " ucap Emma bergetar
" Iya sayang... ini aku, aku sangat merindukanmu " ucap lelaki itu, ia langsung menarik Emma dan memeluknya, Sean sangat murka
" Lepaskan tangan busuk mu dari istriku!!! " teriaknya sambil berusaha melepaskan Emma dari pelukan lelaki itu
Tiba-tiba segerombolan lelaki memegangi Sean hingga ia tak bisa bergerak sedangkan Emma di peluk lelaki tersebut dan di bawa menjauh
" Sean.... tolong aku...." teriak Emma menangis
" Emma... Emmaaa... lepaskan aku keparat... Suprie.... Billy di mana kalian!! " teriakan Sean membahana namun keduanya tak terlihat juga, sedangkan Emma semakin jauh di bawa lelaki itu
" Seannnn..... " panggil Emma, Sean meronta sekuatnya... ia mengamuk
" Emma... Emma.... Emmaaaaaa!!! " Sean berteriak sekuatnya..namun Emma sudah tak terlihat lagi
" Emma.... " Sean terduduk.. ia terbangun dari tidurnya yang begitu mengerikan, keringat membasahi seluruh tubuh kekarnya. Matanya langsung mencari keberadaan istrinya yang ternyata masih bobo cantik di sebelahnya, Sean langsung mengambil nafas panjang
" Untung hanya mimpi... ya Tuhan jika benaran, mungkin aku akan mati " ucapnya pelan.. tangannya yang bergetar meraba tubuh Emma, ia merasa tenang setelah memeluk Emma dengan erat
Bunyi hp membuatnya terpaksa bangun, Sean mengambil hp nya lalu berjalan ke balkon..dadanya masih berdegup kencang
" Hallo Mam... ada apa? "
" Sean.. kalian dimana mengapa belum pulang? sebentar lagi waktunya dinner " tanya Marsha
" Apakah papa pulang dengan uncle Jhon? "
" Ya... "
" Mam aku di hotel, kami tak akan pulang malam ini.. aku tak mau bertemu dengan Uncle dan Elena "
" Ada apa sayang, apakah ada masalah? "
" Semalam Elena memasuki kamarku Mam.. ia menawarkan tubuhnya padaku. huh dasar wanita murahan "
" Apa....? lancang sekali dia, lalu apakah Emma marah? "
__ADS_1
" Tidak Mam... Emma menyelesaikannya dengan baik, dan kau tau mam sepanjang rapat tadi... mata Uncle Jhon selalu melotot pada Emma... aku sangat muak " adunya lagi
" Memang semalam Jhon terlihat sangat memperhatikan Emma... padahal ia sudah tau Emma kekasihmu "
" Jadi mom... kami tak akan pulang selama mereka berdua masih di Mansion, sudah Sean tutup dulu ma.. kami akan bersiap dinner juga " pamit Sean
Marsha meletakkan hp nya.. ia memandang ke arah suaminya
" Kau sudah dengar sendiri Daniel, selesaikan lah.... dia keluargamu, jika aku yang bertindak itu tidak etis " ucap Marsha, rupanya selama perbincangan Marsha menyalakan Speaker hpnya
Daniel menarik nafas panjang, ia sebenarnya juga melihat kelakuan Jhon pada Emma.. namun yang paling membuatnya terkejut adalah kelakuan Elena yang berani memasuki kamar anaknya, sungguh kelakuan yang tak terpuji
Daniel lalu berdiri
" Setelah Dinner, kau langsung saja masuk ke kamar... biar aku yang menyelesaikan mereka " ucapnya lalu berjalan menuju ke ruang makan, di mana Jhon dan Elena sedang duduk
" Malam uncle Daniel.. tante... mana Sean dan Emma " tanya Elena berbasa basi
" Malam Elena.... mereka menginap di hotel malam ini " sahut Marsha dengan senyum yang di paksakan
Makan malam berlangsung dengan hening, hanya Jhon yang sesekali berbincang dengan Daniel
Selesai makan Marsha pamit ke kamar dengan alasan lelah, kini hanya tinggal mereka bertiga
" Jhon.. Elena aku ada permintaan pada kalian " ucap Daniel
" Besok pagi.. kalian kembali saja dulu ke Mansion kalian, Sean bilang dia tak akan pulang jika kalian masih di sini... "
" Tapi Uncle Daniel.. aku senang di sini " protes Elena
" Elena jangan salahkan uncle... itu karena kau sendiri yang tak menjaga tingkah lakumu, mengapa kau berani memasuki kamar Sean dan menganggunya... kau seorang gadis, jagalah harkat dan martabatmu " kata kata Daniel membuat Jhon kaget
" Benarkah itu Elena? " tanya Jhon
" Tapi uncle bukan hanya aku yang disitu... Emma juga di kamar Sean bahkan ia memakai lingerie, mengapa Emma boleh dan aku tidak " protes Elena
" Karena mereka sudah menikah.. sekarang kau mengerti, Jhon didiklah anakmu jika memungkinkan secepatnya kau carikan calon suami yang baik untuknya dari pada nanti Elena bergaul terlalu jauh... kuharap kau tidak tersinggung, kami masih merahasiakan pernikahan mereka atas permintaan keduanya " jawab Daniel
"Jadi kuharap kalian berdua juga bisa menjaga mulut kalian dan kau Jhon, jaga pandanganmu pada menantuku.. .. permisi aku akan kembali ke kamar lebih dulu " pamit Daniel
Elena berlari ke pelukan papanya sepeninggal Daniel
" Pa... aku tak terima, aku sangat mencintai Sean pa... tolong aku " ucapnya terisak. Jhon menarik nafas panjang.. ia juga sangat terkejut dan sedih.. pupus sudah harapannya dengan Emma
" Sudah bersabarlah sayang, lihat saja siapa tau nanti mereka bercerai okay.... tidak mudah untuk menjadi pendamping Sean, kita lihat saja apakah Emma sanggup menjadi istrinya " ucapnya sambil memeluk anak semata wayangnya itu
__ADS_1
Keduanya malah saling tersenyum bukannya menyesal atau malu dengan kelakuan masing-masing ya sista ... hadehhhhh
🍒🍒🍒🍒
Kembali ke kamar hotel....
Sean meletakkan hp nya di nakas, ia lalu naik lagi ke ranjang.. diciuminya wajah Emma berkali-kali sampai Emma terbangun
" Seannn jangan mengangguku, aku masih sangat lelah " protesnya dengan suara manjanya, semakin membuat Sean gemas
" Bangun putri tidur.. kita belum makan malam " ucapnya kembali menciumi wajah Emma
" Kita makan di mall ya, setelah makan aku ingin nonton bioskop " pinta Emma, semula Sean hendak mengiyakan namun mengingat mimpi buruknya membuatnya mengurungkan niatnya
" Tidak.. malam ini kita makan di kamar saja, ayo bangun kita mandi " Sean lalu mengangkat Emma ke kamar mandi, ia memandikan istrinya itu dengan penuh kasih sayang
" Ada apa denganmu Sean, kau nampak aneh malam ini? " tanya Emma
Sean memeluk Emma di bawah pancuran air shower
" Emma berjanjilah kau tak akan pernah pergi dari sisiku, bersumpahlah " ucapnya sambil memandangi manik mata Emma
" Ada apa Sean....? "
" Bersumpahlah Sayang... aku takut, aku teramat takut kamu tinggalkan, aku tak sanggupkah hidup tanpamu. Terserah kau mau mengatakan aku lebai.. selebai-lebainya aku tak perduli " Emma menatap dalam ke mata Sean, dilihatnya cinta dan ketakutan yang teramat sangat, Emma berjinjit dan mencium hidungnya Sean dengan gemasnya
" Baiklah sayang.. aku bersumpah tak akan pergi dari sisimu Walaupun kau mengusirku, karena aku juga mencintaimu " ucap Emma membuat Sean sangat senang, Ia memakaikan baju mandi Emma dan dirinya sendiri. Sean mengangkat Emma kembali ke ranjang, Ia pun membantu mengeringkan rambut panjang Emma.. entah mengapa ia selalu senang melakukannya
" Ee.. Sean jika aku nanti ternyata aku tak bisa hamil... Apakah kau akan meninggalkan aku seperti mas Arya " tanya Emma gugup
" Pertanyaan apa itu Emma, aku tak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi ingat itu!!, Apakah kau Ingin punya anak secepatnya Sayang? kalau aku sih lebih senang kita berdua dulu "
" Tentu saja aku ingin segera punya anak Sean.. umurku sudah 30 tahun " jawab Emma cepat
" Baiklah jika kau begitu Ingin punya anak, Ayo segera kita buat " ucap Sean lalu menerkam Emma kembali
" Sean... aku lapar......"
" Sekali saja.. Baru kita makan, aku janji "
" Seannnnnnn...... "
Namanya Kucing garong ya sista, ngak bisa di kasih angin sedikit langsung main terkam aja
Wess sekarepmu Sean...
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote ya sista