
Hai hai... my lovely audien... Hari ini thor lagi kangen ma kapten Rangga kita mampirin bentar ya barang 1 atau 2 eps untuk melepas Kangen... 😍😍😘
Rangga dan Romy sedang berada di sebuah toko perhiasan, cerita punya cerita ternyata kapten Rangga mau membelikan sebuah cincin untuk melamar si Zahra
30 menit sudah berlalu tak juga ada model yang cucok menurut mereka.
" Permisi mas-mas ganteng, model seperti apa ya yang di cari... nanti saya bantu pilihkah?? " tanya manager toko
" Saya mau cincin yang terbaik, sederhana namun cantik untuk melamar seorang gadis " jawab Rangga
" OK sebentar saya ambilkan yang di dalam... ada barang keluaran terbaru, harga tidak masalah bukan? " tanyanya lagi memastikan, keduanya pun mengangguk, sang manager lalu masuk ke dalam.... tak lama ia pun keluar sambil membawa sebuah baki yang berisi 4 buah cincin emas bertahtakan Berlian.
" Mas ganteng ini cincin emas bermatakan berlian, semuanya koleksi terbaru dan mas orang pertama yang melihatnya " ucapnya sambil meletakkan baki tersebut, Rangga tersenyum pilihannya langsung jatuh pada sebuah cincin yang teramat cantik menurutnya.
" Bungkus yang ini, beri kotak yang cantik " ucapnya lalu memberikan black card nya, Ia tak lagi meminta pendapat Romy
" Selera Bos memang mantap... Zahra pasti senang he he " ucap Romy
Keduanya lalu keluar dari toko, Romy kembali ke rumah dengan motor Zahra sedangkan si Rangga memjemput Zahra ke PT. Kila
Setelah 20 menit nangkring di parkiran... Zahra nampak keluar dari kantornya. Bergegas Rangga menghampirinya, Zahra nampak kaget karena janji Romy hari ini Ia sudah bisa membawa motornya sendiri
" Lho kok mas Rangga yang jemput, mas Romy mana? motor Zahra di mana? " tanyanya
" Udah naik dulu.. ntar mas jelasin di jalan " ucap Rangga, Zahra hanya bisa menurut
" Ade Jangan marah ya... tadi siang Romy di serempet waktu ngejar-ngejar penjahat... Jadi motor ade di bawa ke bengkel lagi " jelasnya... ngak tau bohong ngak ya... 😅😅
" Ohh gitu... trus mas romy nya ngak papa kan? " tanya Zahra khawatir
" Ngak papa... cuman motor kamu yang jadi korban, temanin mas makan dulu ya... mas lapar " pinta Rangga, Zahra hanya mengangguk pasrah... senyum Rangga mengembang sempurna karena keinginannya berhasil
Rangga membawa Zahra ke sebuah cafe mewah di Jakarta
" Mas makan di situ bukannya mahal, Nanti uangnya mas habis lho " ucap Zahra
__ADS_1
" Udah mas bilang ngak papa uang mas habis yang penting cinta mas ngak habis2 " ucapnya sambil tersenyum ke arah Zahra, membuat wajah Zahra memerah
" Mas... is... gombal " sahutnya sambil melihat ke arah lain karena grogi. Rangga membukakan pintu mobil untuk Zahra, keduanya memasuki cafe yang menyediakan menu serba iga itu. Rangga memesan beberapa menu andalan
" Banyak banget mas... Emang mas kuat habisin ini semua? " tanya Zahra melihat meja yang penuh dengan makanan
" Kuatlah... habis makan ini... makan kamu juga masih kuat " sahutnya losong membuat Zahra terbatuk, ia hanya bisa mencubit Rangga gemas
" Tu mulut Kenapa sih... menjurus ke situ terus.... " omel Zahra
" He he.... Jangan marah dong, kalau adek marah Jadi tambah manis ..mas takut diabetes " gombalnya Lagi tambah membuat wajah Zahra merona, Rangga tak menyia-yiakan kesempatan... ia mengajak Zahra berselfie ria....Zahra sebenarnya ogah tapi kau nolak juga ngak enak... akhirnya kembali hanya bisa pasrah.
" De... besok jadikan kita ke Bandung lagi? " tanya Rangga
" Iya... kalo mas mau ke Bandung... Zahra pasti ikut dong, mau lihat dede bayi " jawabnya senang
" Ngak mau bikin dede bayi aja ama mas? " tanyanya tanpa dosa
" Masssss.... kalo masih ngomong gitu, Zahra pulang nih.... " ucapnya ngambek
Rena yang baru datang dengan pacarnya langsung keki melihat Zahra yang sudah berada disitu duluan dengan sang kapten nan gagah plus tampan itu. Apalagi Ia melihat meja keduanya yang penuh dengan makanan
" Gila... tu cemceman nya Zahra ngak be seri duitnya... beb... kamu harus pesankan makanan lebih banyak dari si Zahra miskin itu " pintanya sambil melewati Zahra dan melengos sebal
Zahra yang mendengar hanya pura-pura tak mendengar, untuk apa melayani orang yang seperti Rena itu...pikirnya, namun tidak dengan Rangga... ia sudah hendak berdiri mendatangi Rena... kesabarannya sudah habis sekian kali mendengar hinaan yang di layangkan Rena pada Zahra
Namun Zahra menahan tangan Rangga, ia memegangnya kuat sambil mengelengkan kepalanya...
" Mas... sudah cuekin aja, Jangan terpancing " bisiknya tetap mengenggam tangan Rangga tanpa di sadarinya, Rangga tersenyum melihat tangannya yang di genggam erat oleh Zahra
" Boleh saja... tapi jangan lepas tangan mas selama 5 menit " bisiknya sambil kembali duduk membuat Zahra kaget dan hendak melepas tangannya namun telat... Rangga sudah membawa tangan Zahra ke pangkuannya dan mengenggamnya dengan erat
" Masssss... Lepasin dong " pintanya
" Boleh... tapi mas ributin tu si Rena , mumpung mas bawa senjata ini " balasnya membuat Zahra tak berkutik.... dadanya berdebar-debar, wajahnya kembali merona... entah mengapa ia merasa kepanasan padahal ruangan begitu ademm.... bapak.. ibu... tolong Zahra.... 😥😥
__ADS_1
Tepat 5 menit baru Rangga melepaskan tangan Zahra, mereka lalu melanjutkan makan dalam diam. Rangga mengambilkan banyak iga untuk Zahra
" Habiskan semua... kalau tidak..ade mas hukum lagi " titahnya membuat Zahra memonyongkan bibirnya karena marah
Pagi nan cerah... secerah hati Rangga yang sudah mempersiapkan jiwa dan raga untuk melamar Zahra hari ini. Tekadnya sudah bulat Walaupun Zahra belum memberi jawaban atas permintaan Ta arufnya Minggu lalu.
Berbekal restu dari bu Ami... keduanya meluncur ke Bandung. Sepanjang jalan Rangga selalu mengoda Zahra... Namun Zahra hanya tertawa karena sudah kenyang dengan gombalan Rangga, ia tak mau memasukkannya ke dalam hati.
Kali ini Rangga membawakan paket Pizza xxx untuk pak Sabeni sekeluarga. Kedatangan keduanya kembali di sambut hangat oleh keluarga Zahra. Zahra langsung saja mendatangi keponakannya cantiknya dan bermain sampai puas. Sedangkan. Rangga berbincang dengan pak Sabeni dan menantunya.
Tak terasa sudah waktunya makan siang. Rangga di jamu makan siang oleh keluarga Sabeni. Selesai makan siang merekapun masih bercakap-cakap di ruang tamu... Rangga sudah bersiap untuk untuk mengucapkan maksud kedatangannya kali ini.
Namun belum lagi terucap, Zahra keluar dari dapur dengan terburu-buru
" Mas... kita balik ke Jakarta sekarang ya, nyonya Emma sudah melahirkan... Pak Suprie dan Zahra di minta ke London secepatnya " lapornya membuat Rangga kaget bukan main
" A.. apa...? ade mau ke London.. lama?? " tanyanya kaget
" Ngak tau mas... mungkin seminggu karena karyawan PT. Kila se Indonesia di liburkan selama satu minggu penuh " jawabnya, membuat Rangga langsung lemas. Belum lagi bersuara... Zahra sudah mengambil tas nya dan pamit pada keluarganya
" Zahra... alon-alon atuh, belum turun juga makan siangnya nak Rangga " tegur pak Sabeni
" Maaf pak... habisnya Zahra senang banget mau ke luar negri... Kapan lagi bisa jalan-jalan gratis he he " jawabnya senang
" Tapi de... ada yang mas mau bicaralah sama... "
" Nanti aja ya mas... kalo kita ke sini Lagi, ini pak Suprie cuman nungguin Zahra aja.. udah cap cus " pinta Zahra dengan senyum manisnya membuat Rangga tak bisa menolak, Walaupun hatinya meronta-ronta karena gagal melamar Zahra hari ini.
Akhirnya keduanya pun meluncur kembali pulang ke Jakarta.
Jiahhhh Aduhhh... Kasian bener mas Rangga, doa nya kurang kali mas pol Jadi rencananya tak berjalan dengan lancar... 😅😅
See you next eps sista
Jangan lupa untuk like komen dan vote ATM selalu
__ADS_1