Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
160 . Billy stress tingkat dewa


__ADS_3

Zahra terdiam melihat Billy mematikan vc nya dengan Rangga... selama ini Billy tak pernah marah padanya, akhirnya Zahra mengetik chat dan mengirimnya pada Rangga


( Mas nanti adek vc kalau sudah habis jam kerja, disini masih jam 2.30 siang )


Zahra lalu mematikan hp nya, Ia pun berpindah ke meja Billy dan Suprie


" Tuan kok vc Zahra di putus? " tanya nya pelan


" Aku yang meminta Billy melakukannya, ini masih jam kerja dan kita banyak sekali pekerjaan Zahra... kesampingkan dulu masalah pribadimu, kau lihatlah wajah kacau Billy menandakan betapa kacau kehidupan pribadinya namun ia masih saja mengutamakan pekerjaannya.... itu yang perlu kau pelajari dari kami " jawab Suprie panjang lebar


" Iya... pak Suprie maafkan Zahra, Zahra tak akan mengulangnya " sahut Zahra


" Maaf tuan Billy " lanjutnya, Billy berlahan mengangkat pandangan wajahnya dari laptop ke Zahra... Memang wajah Billy nampak sangat banyak pikiran


" Hemmmm " ucapnya sambil berusaha tersenyum


" Maaf Zahra aku bukannya lagi marah sama kamu, just..... nevermine, lanjutkan pekerjaanmu " ucap Billy lagi. Billy kembali sibuk dengan pekerjaannya begitu pula keduanya, tak lama hp Billy berbunyi... Billy hanya meliriknya, melihat siapa yang menelfonnya... Ia tak bergeming terus saja bekerja


Namun bunyi itu tak berhenti... membuat Suprie kesal


" Di angkat coba Bill... Lo itu stress bukannya tuli " ucap Suprie.. namun Billy cuek saja... Ia tetap saja menghadapinya laptopnya. Suprie mengelengkan kepalanya melihat tingkah Billy, di ambilnya hp Billy lalu memberikannya pada Zahra


" Angkat... atasi si penelfon " titahnya


" Hallo... selamat sore " ucap Zahra


" Sore... ini dari Lisa... bisakah saya berbicara dengan Billy? "


" Maaf Nona... tuan sedang sangat sibuk, anda bisa menelfon kembali jika jam kerja sudah selesai nanti " jawab Zahra sopan.... tak ada suara lagi di sana... panggilannya langsung terputus


Zahra meletakkan kembali hpnya Billy di tempatnya...


" Kantongi saja hp ku, Hari ini aku tak mau menerima telfon dari siapapun di luar pekerjaan " ucap Billy tanpa menoleh, akhirnya Zahra pun mengantongi hp Billy


" Zahra... kau lanjut dulu dengan Billy, aku di panggil Jhon " pamit Suprie


" Baik pak... " kembali hening hanya bunyi ketikan jari Billy yang menari2 lincahnya di atas keyboard yang terdengar


Hp Billy kembali berbunyi... Zahra melihatnya, kini dari wanita yang berbeda.... Elena


" Hallo.... selamat sore " sapa Zahra


" Hallo... Billynya ada, ini dari Elena "

__ADS_1


Zahra memandang ke arah Billy namun lagi2 tak ada respon dari Billy....


" Hallo... maaf tuan Billy sedang Ke toilet baru saja, nanti bisa Nona menghubungi kembali jika selesai jam kerja " jawab Zahra


" Baiklah... selamat sore, sampaikan saja jika aku menelfon okay!! " pesan Elena


" Baik Nona akan saya sampaikan " jawab Zahra


" Ada apa dengan tuan Billy..? apa benar ia sedang stress? tapi kenapa... apakah karena kedua gadis yang menelfon tadi...keduanya memang sama2 cantik, apakah urusan tuan Billy dengan Lisa belum kelar? " Zahra bertanya-tanya sambil memandangi Billy... tak di sangka-sangka Billy tiba-tiba memandangi Zahra juga...mata Billy terlihat memerah


" Ada apa ? ada yang Ingin kau tanyakan? " tanya Billy bahkan tanpa sedikitpun senyum, Zahra hanya tersenyum Kecil.. Ia lalu berdiri dan mengambil camilan yang di antar maid beberapa waktu lalu


" Tidak apa-apa tuan... bagaimana jika tuan istirahat sejenak, saya ambilkan teh ya " sahut Zahra lalu meletakkan 2 gelas teh dan camilan di depan Billy. Billy menarik nafas panjang, Ia kemudian menutup laptopnya dan menjauhkannya. Zahra yang melihat kesempatan langsung mengangkat laptop Billy dan juga laptopnya dan menyimpannya di meja sebelah


Billy meminum tehnya dalam diam...


" Tuan... apakah tuan ada masalah? Apakah ada yang bisa Zahra bantu? " tanya Zahra pelan


Billy kembali menarik nafas panjang lalu menghempaskannya


" Apakah pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Billy


" Ya tuan... sudah "


Sesampainya di garasi... Billy memilih sebuah mobil Hammer berwarna hitam, Ia membukakan pintu untuk Zahra


" Naiklah.... " titahnya, setelah Zahra Naik Billy pun menyusul dan menjalankan mobil tersebut ke arah dataran yang lebih tinggi meninggalkan kota


" Kita mau kemana tuan? " tanya Zahra


" Temani aku menghilangkan stress " ucapnya... selanjutnya perjalanan terus tanpa ada perbincangan, Mobil terus naik ke sebuah Bukit... semakin lama semakin sedikit bangunan yang dapat di temui dan jalan semakin rusak.


" Tuan.... kita mau kemana ini, Zahra takut " suara Zahra memecah keheningan


" Jangan takut... sebentar kita sampai " jawab Billy, dan benar tak lama terlihat sebuah bangunan yang lumayan Indah berada di puncak bukit


" Turunlah..... lihatlah pemandangannya indah bukan ? " ucap Billy, Zahra pun turun... ya pemandangan di depannya sangat Indah... mereka bisa melihat pantai yang berada jauh di bawah dengan panorama alam yang sangat menyejukkan hati.


" Tuan fotoin Zahra dong! " pintanya, Billy kemudian memotho Zahra dengan beragam gaya. Hati Billy sedikit terhibur menatap wajah teduh Zahra, Selesai sesi foto Billy mengajaknya Zahra duduk di sebuah bangku couple yang tersedia


" Ceritakanlah tuan... berbagilah beban dengan Zahra, mudahan beban tuan akan sedikit berkurang " ucap Zahra... Billy mengacak-acak rambutnya, tak pernah seumur hidupnya Ia merasa seperti ini


" Kau tau Zahra... rasanya kepalaku ini kau pecah " adu Billy

__ADS_1


" Kemarin Lisa mendatangiku, aku sudah memintanya untuk menunggu hingga acara tuan selesai tapi Ia berkeras Ingin secepatnya berbicara denganmu... akhirnya aku mengalah, kami pergi ke cafe " Cerita Billy


Flassback on


" Katakan apa yang ingin kau katakan Lisa! " ucap Billy


" Billy mengapa kau menjauhiku? "


" Kau sungguh tak tau sebabnya? " tanya Billy... Lisa hanya menunduk


Billy kemudian mengambil beberapa foto yang di berikan Daniel padanya


" Kau sudah memiliki kekasih Lisa... untuk apa lagi aku mendekatimu, Hari itu aku menjemputmu namun apa yg kulihat kau pergi dengannya dan kau berciuman mesra dengan pria ini, lalu kau katakan pria ini pamanmu ?? , apa aku nampak sebodoh itu Lisa?? " ucap Billy tanpa mau menatap Lisa... hatinya terlanjur sakit


" Dengarkan dulu penjelasanku Billy... aku tau aku salah, tapi setidaknya dengarkan dulu please " pinta Lisa


" Baiklah aku mendengarkan... "


" Om Roy adalah rektorku di kampusku, sejak aku masuk semester pertama Ia sudah mendekatiku. Aku juga tertarik padanya... entah mungkin Karena aku kurang kasih sayang seorang papah... perhatian dan kedewasaannya membuatku terlena. Namun aku sadar dia sudah berumah tangga, Jadi aku selalu menolaknya. Sampai saat beberapa bulan lalu aku kembali dari Jakarta, tanpa sengaja kami bertemu lagi...semula kami hanya bertemu sesekali untuk ngopi, namun lama kelamaan aku kembali terlena.." jelas Lisa , Lisa menarik nafas sejenak dan menghirupnya kopinya


" Apalagi semenjak aku kembali kau tak pernah menghubungiku membuatku kesepian, sampai beberapa hari lalu om Roy melamarku pada ibuku. Diluar dugaan mama menolak mentah-mentah dengan alasan om Roy sudah beristri, walaupun om Roy berjanji akan bercerai mama tetap menolak. Ternyata mama akhirnya membuka masa lalunya... jadi papaku bukannya meninggal dunia, papa meninggalkan kami karena lebih memilih kekasih barunya di bandingkan kami. Jadi jika aku menerima om Roy maka kelakuanku sama saja dengan selingkuhan papa... menjadi pelakor kata mamah... aku sangat terkejut dengan kejadian itu Bill... wajahku serasa di tampar seribu kali hik hik " ucap Lisa tersedu


" Karena itu tolonglah aku Bill... aku tak mau menjadi seorang pelakor, selamatkanlah aku please " pinta Lisa... Billy hanya bisa menarik nafasnya


" Bagaimana caraku menyelamatkanmu Lisa? " tanya Billy


" Berpura-pura lah kita akan menikah, jadi Om Roy tak akan mengangguku lagi....please " pinta Lisa


Flassback off


" Kau tau Zahra serasa petir menyambar kepalaku saat mendengarnya, saat aku akan menjawab permintaan Lisa, tiba2 saja hpku berbunyi... om Daniel menelfonku, kau tau apa katanya Zahra?? " tanya Billy


" Apa...?? "


" Om Daniel memintaku belajar menerima Elena, karena ia ingin aku berjodoh dengan Elena... om Daniel tak ingin Elena mendapatkan suami yang tidak baik... om Daniel hanya percaya padaku ....kau tau serasa petir menyambarku untuk kedua kalinya " ucap Bilky sambil mengetok kepalanya berulang kali ke sandaran bangku


" Tuan... jangan tuan, sabar... semua. ada jalan keluarnya " nasihat Zahra sambil menahan kepala Billy


" Jalan keluar apa yang harus kupilih Zahra, kedua-duanya tak ingin kupilih, aku ingin menjadi biksu saja rasanya.."


Nah lho.... Billy kesayangan author kok jadi gini??? sabar ya Bill


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee


__ADS_2