Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
242. Gabut


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja... tak terasa pernikahan Billy-Elena dah di depan mata. Semua anggota keluarga Brown sibuk tak terkecuali Emma. Emma sangat bersemangat menyambut pesta pernikahan Billy. Bahkan beberapa hari ini Emma-Marsha-Elena selalu keluar bersama-sama.


Mereka berbelanja... spa... dan mempersiapkan semua pernak pernik pernikahan bersama-sama. Black card tak berhenti di gesek oleh ketiganya, pria-pria Brown membiarkan saja wanita mereka berlaku sesukanya namun tentunya dengan pengawalan super duper ketat.


Kini ketiganya sedang bersiap menghadiri acara pertunangan anak gadis Saosa. Mendengar keluarga Brown akan mengelar perhelatan besar tentu Saosa tak mau kalah tadah. Jika memaksakan pernikahan akbar serupa pasti tak terkejar... maka Saosa mengadakan pertunangan anaknya seminggu sebelum pernikahan Elena.


Tak tanggung-tanggung ia mengadakannya di Hotel terbaik di London, sebagai penanda ia juga orang yang sangat kaya.


Entah apa maksud dari Saosa.. momen pertunangan anaknya ini ia hanya mengundang para wanita saja , mungkin karena ia janda.. melihat orang lain berpasangan hatinya enep kali... πŸ˜…πŸ˜…


Dikamarnya ...Emma sedang mematut dirinya yang memakai gaun hitam panjang.. ia pun berdandan secantik mungkin, Sean sudah bolak balik menyuruhnya menganti gaun karena menurutnya terlalu sexy namun Emma tak mau.


" Daddy... di sana tamunya wanita semua tak ada lelakinya, apa yang kau khawatirkan Hemm.... " tanya Emma bingung


" Karena aku tak bisa mendampingimu makanya aku resah, sudah kau tak usah datang.. biar mam dan Elena saja " pinta Sean


" Tidak sayang kami akan pergi bertiga, begini saja kalau kau tak tenang... kau ikut kami saja... kau bisa menyamar menjadi bodyguard.. bagaimana?? " usul Emma... Sean terdiam


" Benar juga..jika aku menyamar menjadi Bodyguard aku bisa berada dekat denganmu selama acara.. " ucap Sean senang


" No daddy... pengawal hanya boleh berada di luar Ballroom " jawab Emma


Sean terduduk lesu di sofa mendengarnya....


" Ya percuma saja kalau begitu.. lebih baik aku tak usah ikut " ucapnya lemas.. Emma datang mendekat dan duduk dipangkuan suami gesreknya itu


" Kemari... aku sengaja belum memakai lipstik agar bisa memberimu sedikit nutrisi " ucap Emma lalu mencium bibir Sean dengan mesra, Sean langsung sumringah.. ia pun menyambutnya dengan gembira


Tok.. tok.. tok....


" Emmm.... kami sudah Siappp " suara Marsha terdengar dari luar, Emma pun menghentikan kegiatannya namun Sean tak rela.. ia kembali menarik Emma ke pangkuannya


" Lagi.. masih kurang " ucapnya sebelum melahap kembali bibir sexy itu, mau tak mau Emma melayani keinginan si kucing garong dulu

__ADS_1


Tok.. tok...


" Seannnn....jika kau tak lepaskan istrimu mam akan menjewer kupingmu sampai lepas...!! " suara cemreng nan membahana itu membuat Sean mau tak mau melepaskan istrinya. Ia pun berjalan dan membuka pintu kamarnya sambil merengut...


" Mam... jika begini terus lebih baik kami pindah kembali ke Mansionku saja!! " omelnya


" Kau mau jadi anak durhaka.. meninggalkan Mam dan papahmu yang sudah tua ini berdua saja di Mansion sebesar ini !! " omel Marsha balik


" Mam selalu mengancamku seperti itu... huh menyebalkan!! " ucap Sean sambil berjalan keluar kamar... ia kesal dengan Marsha yang selalu menganggu kesenangannya dengan istrinya


" Pah... sesekali coba papah ikat saja Mam itu di kamar, menyebalkan sekali!! " ucapnya saat melewati papanya... Daniel yang tak tau apa-apa hanya mengangkat kedua bahunya sambil memandangi Marsha


" Ada apa lagi dengan kalian berdua?? " tanyanya pada Marsha


" Biasa anakmu itu... selalu saja memonopolimu Emma.. kami kan sudah mau berangkat!! " ucap Marsha


" Emma istriku wajar aku memonopolinya... Mam sungguh menyebalkan tau!! " sahut Sean terdengar dari kejauhan


" Emma siap Mam...!! " ucap Emma sambil menutup pintu...


" Emma sedang tak ingin memakai perhiasan Mam.. simple is the best " jawabnya


" O m g.... Emma... aku merasa mindermu melihatmu!! " pekik Elena melihat body Emma nan begitu ideal, komentar tersebut tambah membuat Sean sebal


" Sudah kukatakan dari tadi kan sayang, kau terlalu sexy.. ganti saja gaunmu!! " komentarnya


" What.. ganti gaun..?? yang benar saja Sean, ini gaun terbaik yang ada di London..mam yang memilihkannya, sudah ayo sayang ku yang cantik-cantik kita berangkat!! " ucap Marsha tak mau di bantah


" Tambah pengawalan kalian... jika terjadi sesuatu pada mereka awas saja kalian...!! " bentak Sean lalu naik ke kamar twins , ia akan menghilangkan kegabutannya dengan bermain dengan keduanya.


🌺🌺🌺🌺


Tentu saja kedatangan ketiganya langsung menyita perhatian, walaupun sesama wanita namun tak sedikit yang melotot melihat penampilan wanita-wanita Brown. Iri tentu saja.. bagaimana tidak mereka datang dengan kendaraan terbaik...pakaian terbaik disertai aksesories ... juga di kawal dengan sangat ketat... siapa yang tak gigit jari melihat betapa beruntungnya para wanita Brown.

__ADS_1


Sousa mencibir kedatangan mereka dalam hati... melihat mereka bertiga membuat matanya sakit saja sebenarnya, namun tak mungkin ia tak mengundang rivalnya... ia pun ingin memamerkan apa yang bisa di pamerankannya pada Marsha.


Acara berlangsung dengan meriah... para paparazi sangat senang hari ini karena bisa mewawancarai wanita2 kelas atas di London pada acara tersebut.


Beberapa paparadzi memepet Emma sedari tadi.. mereka ingin meminta izin ingin memotret Emma, akhirnya Emma mengizinkan dengan syarat memotret nya di luar Ballroom.


Dengan diikuti para pengawalnya.. Emma di foto di dekat tangga


" 5 menit no more... " ucap kepala pengawal... berpuluh lampu kamera bergantian bersinar.. Selesai dengan urusan paparazi, Emma pun kembali ke dalam ruangan.


Emma tak menyangka bahwa keesokan harinya fotonya memenuhi berita di London... Emma di sebut-sebut sebagai pendamping Brown yang sangat ramah dan cantik. Bagaimana beruntungnya keluarga Brown mendapatkan menantu secantik Emma.


Namun berita baik tersebut malah membuat Sean uring-uringan, kini keseksian istrinya malah di lihat semua orang... dan siapa lagi yang di salahkannya kecuali Marsha karena sudah memilihkan gaun sexy tersebut untuk istrinya .


Keributan kembali terjadi pada keduanya membuat Emma dan Daniel hanya bisa menarik nafas, Marsha sangat marah karena Sean membakar gaun cantik tersebut.


" Kalau Mam masih marah... aku akan membawa anak istriku pindah sekarang juga!! " terdengar suara Sean membentak Marsha


" Kau berani membentakku Sean...!! aku ini yang melahirkanmu " bentak Marsha balik


" Habisnya Mam selalu saja begitu, Mam selalu menindasku.. Sean sudah dewasa Mam... Sean berhak mengatur istri Sean sendiri " protes Sean


" Seannnn... jangan terlalu keras dengan mamamu, tidak baik " bisik Daniel.. Marsha berlari ke kamarnya... begitu pun Sean masuk ke kamarnya di ikuti pasangan masing-masing. Kini hanya tinggal Elena dan Billy yang saling pandang dengan ke khawatiran.. pernikahan mereka di ujung mata namun Marsha dan Sean malah bertengkar hebat.


" Ayang Bill..... bagaimana ini, acara kita bisa-bisa berantakan kalau begini " ucap Elena dengan mata berkaca2, Billy memeluk Elena dan mengecup keningnya


" Sabar ya Ell... kita doakan saja besok keadaan sudah membaik " ucap Billy


Aduh... aduh... kasian sekali kalian, mudahan acara bisa berjalan dengan lancar ya sista...


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya

__ADS_1


Gaun yang membuat ribut.. πŸ€—



__ADS_2