
Hai sista... karena ada yang masih kepengen ketemu ma Rangga dan Zahra thor kasih bonus 1 eps lagi buat mereka berdua ya, thor juga penasaran Zahra nerima apa nolak ya... 🤔🤔🤔... sabar ya yang mau ketemu Billy
Jangan lupa...!!!
Like......... 😍
Komen.....😍😍
Voteee.....😍😍😍
" Kalau ta'aruf sama mas mau ngak, mas mau halalin Zahra " akhirnya niatnya tersampaikan
" Haaa....???? " Zahra hanya bisa ternganga mendengarnya
" Apaan sih mas Rangga... kalau bercanda jangan masalah ta'aruf dong " ucap Zahra , ia meremas-remas ujung jilbabnya... tak mungkin mas Rangga serius kan...? tanyanya dalam hati
Rangga meminggirkan mobilnya...
" Zahra... mas ngak bercanda, mas serius... bagaimana jawabanmu? " tanyanya sambil memandangi Zahra yang menunduk, mendengar jawaban Rangga... Zahra mengangkat wajahnya dan matanya bertemu dengan mata Rangga... deg... deg... deg, wajah Zahra terasa memanas.. entah bagaimana perasaannya sekarang
Rangga menyentuh tangan Zahra
" Zahra... jawab pertanyaan mas " ucapnya.... tangan Zahra terasa kesetrum saat bersentuhan dengan tangan Rangga, bergegas ia menarik tangannya. Zahra belum juga bisa menjawab... ia sibuk menenangkan jantungnya yang berdendang ngak karuan
Rangga meneruskan perjalanan... sambil mencari spot yang enak untuk berbicara dari hati ke hati
Zahra memegangi kedua pipinya dengan tangannya.... jika ia buff pasti wajahnya kini berubah-rubah warna
" Ya Allah.... ada apa denganku? " cicit Zahra dalam hati
Rangga memasuki parkiran sebuah cafe yang lumayan mewah, ia harus menuntaskan pembicaraannya dengan Zahra sebelum mereka kembali ke Jakarta.
" Zahra.. ayo kita makan dulu " ucapnya lalu membukakan pintu mobil untuk Zahra, keduanya keluar dari mobil dan menuju balkon lantai 2 cafe . Rangga berbicara pada manager cafe.. ia membooking balkon lantai 2 tersebut, ia tak ingin ada yang menganggu mereka.
Sembari menunggu makanan pesanan mereka datang, Rangga kembali menatap Zahra dengan serius
" Zahra... mas menunggu jawabanmu "
" Ngak mas... Zahra ngak mau " jawabnya pelan
" Apaa...?? mengapa kau menolak ajakan ta'aruf dari mas? apa kamu malu kalau punya suami tua sepertiku ? " tanya Rangga lemas
" Ngak mas.... Zahra bukannya menolak Mas, Zahra belum ada kepikiran untuk menikah secepat ini mas, Zahra baru 19 tahun " jawabnya
" Iya kamu baru 19 tahun mas sudah 32 tahun... makanya kamu menolak mas kan karena terlalu tua untukmu "
Zahra mengeleng sambil memandang Rangga
" Sungguh mas bukan itu, ini semua karena Bapak "
" Karena bapak? apa maksudmu "
__ADS_1
Zahra menarik nafas panjang...matanya menerawang memandangi langit
" Bapak sudah tua mas, setua ini bapak masih bekerja... Zahra Kasian sama bapak, makanya lulus smk Zahra langsung kerja. Zahra ingin bapak pensiun biar sekarang Zahra yang bekerja... makanya Zahra belum kepikiran ke arah situ mas " jelasnya panjang lebar... membuat Rangga tersenyum lega
" Jadi masalahnya karena kamu ingin memberikan gajimu pada bapakmu jadi bapakmu tak perlu lagi bekerja ? " tegas Rangga... Zahra pun mengangguk
" Zahra takut kalo Zahra cepat menikah nanti suami Zahra melarang Zahra bekerja... Zahra ngak bisa ngasih uang bapak , kasian mas bapak sudah tua "
" Kalau mas ngak keberatan kamu kerja dan memberi uang pada bapakmu setelah kita menikah gimana? kamu... mau kan menikah sama mas? " todong Rangga
Zahra kembali terdiam.... ia tak bisa menjawab,
" Mas serius melamar Zahra? kita kan baru bertemu beberapa hari mas "
" Apakah harus lama bertemu baru timbul rasa cinta... tidak kan ? cinta itu datang dengan sendirinya Zahra... mas tak bisa menolak jika itu datangnya setelah bertemu denganmu . Satu yang pasti mas ingin jawabanmu secepatnya... " pinta Rangga
Debaran jantung Zahra semakin berdetak kencang.... wajahnya memerah, suatu kehormatan jika pria tampan mas Rangga memintanya untuk di jadikan istri... namun apakah mas Rangga adalah Jodohnya???
" Beri Zahra waktu mas ...Zahra mau sholat istikharoh dulu " ucapnya membuat senyum Rangga tambah lebar
" Percayalah... kau tak akan menyesal walau menikah muda dengan mas, mas berjanji akan selalu membahagiakanmu dan kedua orang tuamu " janji Rangga
" Mas tolong rahasiakan dulu masalah ini ya, cukup kita berdua saja " pinta Zahra
" Okay.. tapi kamu janji juga ya... bersikap seperti biasa saja, jangan menghindari mas " jawab Rangga, Zahra pun mengangguk
Setelah makan keduanya melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. karena kelelahan dan perut kenyang Zahra tertidur begitu memasuki kota Jakarta.
Mobil Rangga memasuki parkiran pukul 12 malam. Rangga membangunkan Zahra namun tak ada tanggapan dari Zahra, ia tertidur nyenyak sekali. Rangga memegang sebelah tangan Zahra lalu mengecupnya.... dadanya terasa di remas-remas untung Zahra tak juga terbangun.
Rangga terus mendekat dan.... Cupp... ia Nekat mencuri ciuman dari bibir Zahra.. Rangga menciumnya pelan ia takut Zahra terbangun, setelah dirasa aman... Rangga kembali mencium untuk yang kedua kali... ia menyesap pelan penuh penghayatan.... dadanya berpacu cepat, rasa panas langsung menjalar ke seluruh tubuhnya
" Ahh Zahra.....tak sabar mas ingin memilikimu " cicitnya dalam hati sambil terus menikmati aksinya... tiba-tiba saja...
tok... tok...tok... kaca mobilnya di ketok membuatnya kaget bukan kepalang
" Asemmm... asemmm... siapa sih ganggu aja " omelnya lalu membuka kaca mobilnya... nampaklah wajah Romi
" Lagi ngapain bos.. kok ngak keluar-keluar? " tanya Romi mesem-mesem
" Ancreetttt kamu Rom... ganggu aja " bisiknya namun Zahra terbangun karena bunyi ketukan dari Romi
" Sudah sampe mas... kok ngak bangunin Zahra? " tanya Zahra sambil mengucek matanya
" Ini baru mau di bangunin, udah gih masuk kamar langsung istirahat !! " titah Romi
" Iya mas... terimakasih ya mas Rangga, malam mas Romi" ucap Zahra sebelum menghilang di balik pintu
" Ayo ngaku... bos ngapain tadi? "
" Tadi aku mencuri ciuman saat Zahra tertidur he he, kayaknya otak kriminalmu pindah ke aku " jawabnya
__ADS_1
" Begitu dong bos...he he Gimana rasanya bibir perawan... enak apa enak banget "
" Enak pake banget banget " jawabnya sambil tersenyum lebar
Hadewwwwww ternyata bukan Eric aja yang mesumm....... Kapten Rangga... itu anak gadis orang, main sosor aja awas ya thor kasih tau pak Sabeni ntar, kalo bibir di Zahra dah ngak perawan Gegara kamu... 😡😡
" Sorry thor... maklum kelamaan jomlo he he liat yang bening langsung pengen nyosor 🤗🤗 "
" Kasih tau aja thor... biar cepat di nikahkan he he " (Romi)
" Kamu Rom memang biang kerok... awas ntar thor jodohin kamu sama si Muniroh biar kapok !! "
" Ampuuunnnn thorrr... mending jomlo aja... he he "
🐹🐱🐹🐱🐹🐱🐹🐱
" Rom.... aku mau nekat ah " ucap Rangga sambil baringan di ranjangnya
" Nekat gimana bos maksudnya? " tanya Romi penasaran
" Minggu depan kalau aku mengantar Zahra ke Bandung.... aku akan melamarnya pada keluarganya " ucapnya sambil mesem2 sendiri
" Jiahhhh sudah kebelet ya bos, emang si Zahra udah di tembak? "
" Sudah lah.... "
" Trus di terima? "
" Belum... dia minta waktu "
" Tapi saya yakin bos... si Zahra pasti terima, soalnya selain ganteng bos kan tajir melin....."
" Shutttt jaga tu mulut, Zahra ngak tau masalah itu sama sekali... biarkan saja dia tau jika sudah menjadi istriku " potong Rangga
" Cie cie yang kebelet nikah... " olok Romi sambil berlari kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamarnya Romi menelfon bu Ami
" Hallo bu.. maaf melapor malam-malam "
" Apa yang mau kau laporkan Rom... "
" Ini rahasia.. top secret... minggu depan bos mau melamar Zahra ke Bandung... laporan selesai "
" Apaaa....???? Ya Allah akhirnya, kerja bagus Rom... bonus double untukmu bulan ini " ucao bu Ami senang
" Thanks big bos Hehe... "
Kalian bingung mengapa Romi memanggil Bu Ami big bos.. ?
Karena Romi adalah Polisi yang di sewa oleh bu Ami untuk memata-matai Rangga dan juga menjadi bodyguard untuk melindungi Rangga tanpa sepengetahuan Rangga....
Mantap bu Ami......
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya selalu thor nanti