
" Aaaaaaaaa.... " teriak Emma, Ia sudah tak bisa menahan tubuhnya dan bruk.... Emma terjatuh menimpa Sean yang masih tertidur
" Ouch... aduh..... sakit... " spontan Sean terbangun dan kaget melihat Emma di atasnya, Emma pun kaget ia berusaha bangun namun terlambat Sean sudah mengeratkan kedua tangannya di belakang pinggang Emma
" Sean.. lepas!! " pintanya
" Apa lepas? enak saja setelah apa yang kau lakukan "
" Memangnya apa yang kulakukan ? aku terjatuh juga tak sengaja siapa suruh kau tidur di bawah sini " jawab Emma kesal
" Aku tak mau tau... yang jelas kau sudah membuatku kaget dan semua badanku sakit tertimpa tubuh mungilmu ini "
" Ya sudahlah... maafkan aku , sekarang lepaskan aku " ucap Emma terpaksa
" Minta maaflah dengan benar "
" Kurang benar apa caraku tadi Sean? " tanyanya, Sean langsung membalik posisi kini Emma berada di bawahnya
" Sean... apa apaan kau, lepas "
" Karena kau tak mengerti bagaimana meminta maaf dengan benar, maka aku akan menghukummu " bisiknya
" Menghukumku....? tidak.. aku tidak mau "
" Baiklah kuberi kau kesempatan untuk meminta maaf dengan benar " ucap Sean sambil tersenyum licik
Emma pun mengambil nafas panjang
" Maafkan aku karena telah mengagetkanmu dan terjatuh di tubuhmu hingga membuat badanmu sakit. Kau maukan memaafkan aku " ucap Emma dalam sekali tarikan nafas
" Tidak... kau tetap di hukum " ucapnya lalu mencium bibir sexy yang sedari tadi seolah-olah memanggil minta di cium
Emma hanya bisa menyumpah dalam hati " Dasar kau bos mesum selalu saja mencari keuntungan dariku" Emma berusaha mengerakkan badannya agar lepas dari Sean, Namun seberapalah kekuatannya di banding si bule somplak itu.
Akhirnya Emma hanya bisa menikmati kemesuman Sean di pagi hari ini.
" Kau pikir bisa lolos dariku cantik, semalam kau bisa lolos tapi pagi ini aku akan mengambil jatahku yang terlewat semalam ha ha ha " ucap Sean kegirangan dalam hati
Pagi ini keduanya nampak terlena, ciuman demi ciuman bersambut menghangatkan pagi yang dingin.
Kini wajah Sean sedang berada di wilayah paforitnya... ya dia sedang asik mendaki 2 gunung kembar milik Emma, hingga membuat Emma mendesah........
" tok... tok... tok... bos sudah siap? "
" Shittt " rutuk Sean kaget
seperti biasa kenikmatan Sean selalu terganggu, Emma memanfaatkan keadaan itu. Emma langsung mendorong Sean sekuat tenaganya lalu berdiri dan langsung membuka pintu lebar-lebar.
" Ada apa Bill, pagi pagi begini " tanya Emma dengan riang gembira karena Billy membuatnya terbebas dari boss mesumnya itu.
" Kata bos pagi ini kita jogging, kalian kok belum siap? "
" Oh ya... asikkk, bener Sean kita akan jogging? " tanya Emma
" Hemmm " sahutnya dengan wajah di tekuk
" Billy masuk aja... aku siap siap dulu ya " Emma kemudian bersiap di kamar mandi
Sean berdiri mendekati Billy dengan wajah seram, Ia sudah bersiap hendak membordir Sekertarisnya itu. Namun Billy sudah membaca gelagat bos nya itu
__ADS_1
" Stopppp... " ucapnya membuat Sean berhenti berjalan
" Bos tidak bisa memarahiku, kan bos sendiri yang meminta di bangunkan jam 06 pas " ucap Billy membela diri sambil menunjukkan SMS dari Sean
" Aku sudah siapppp " Lapor Emma, Ia memakai kaos ketat pink fanta lengan pendek dan hotpant kaos berwarna hitam lengkap dengan Sepatu Lari berwarna putih pink
" Wah.... cantik sekali " ucap Billy sambil memelototi Emma
" Tutup matamu pakai kacamata hitam!! jauhkan pandanganmu dari Emma" titah Sean
" huh perusak kesenangan " gerutu Billy
" Apa kau bilang...? " teriak Sean
" Ngak bos.. ngak.... udah aku tunggu di luar aja.... Hadehhhh " Billy keluar dari kamar sambil mengerutu
" Ada apa Bill? " tanya Suprie
" Au tu bos... tambah hari tambah ngak jelas " jawab Billy kesal dengan kelakuan Sean
Tak lama kemudian di mobil
" Kita mau jogging di mana? " tanya Emma senang, sudah lumayan lama ia tak jogging.
" Aku akan membawamu ke tempat penduduk sini biasa jogging, namanya lapangan Merdeka " jawab Sean
Tak lama mereka sampai di lapangan yang di maksud. Lapangan tersebut terdiri dari 3 lapangan berumput hijau, cukup luas dan ramai padahal ini bukan weeked
Emma dan Sean pun mulai jogging diikuti separuh pengawal sedangkan Sisanya hanya mengawasi dari jauh.
Sean memakai kupluk di kepalanya, membuat Emma teringat, seperti pernah melihatnya... di mana ya.....??
" Sean seperti nya kita pernah bertemu saat jogging ya? " tanyanya penasaran
" Hemm ya , Kau lupa? "
" Dimana? "
" Di perumahan dekat kantorku"
" Oh Iyaa... rupanya bule sombong itu kau ya " akhirnya Emma ingat, Sean tertawa. mendengarnya
Mereka pun berhenti berlari, Sean mengenggam tangan Emma sambil berjalan menyusuri lapangan
" Pertama aku melihat mu saat kau tes , aku sudah ingat denganmu " ucapnya sambil membawa tangan Emma ke dadanya
" Kok bisa? saat jogging kau bahkan tak menegurku "
" Aku memperhatikanmu... itu cukup dan akan terekam selamanya di memoryku, kau wanita pertama yang menarik perhatianku " bisik Sean membuat Emma berbunga
Sementara itu Billy yang berjalan di belakang keduanya tak melewatkan moment itu, Ia mengambil foto keduanya dengan membuat video lalu mengirimnya pada Martha.
Di Inggris... Martha yang kebetulan sedang memegang hp langsung membukanya, Ia langsung menutup mulutnya dengan tangannya, air matanya menetes bahagia
" Oh so sweet hik hik " ucapnya
" Daniel..look your son " ucapnya sambil memperlihatkan video dari Billy
Kedua pasangan itu saling berpelukan dan tersenyum bahagia
__ADS_1
" Aku tak sabar bertemu mereka Sayang "
" Sabarlah... Sean pasti membawa kekasihnya ke sini " ucap Daniel menenangkan istrinya tercinta yang sedang menangis bahagia itu.
πΎπΎπΎπΎ
Satu jam berlalu, Sean mengajak Emma kembali ke hotel
" Sebentar Sean kita minum es degan dulu ya " pinta Emma
" Baiklah..." Jawab Sean, Ia kembali mengenggam tangan Emma sambil berjalan menuju tempat orang berjualan es Degan
" Genggam terus... takut hilang ya bos he he " olok Billy
" Hus Bill... ngak rela banget liat bos bahagia " tegur Suprie
" Bukannya ngak rela Prie... bos aja tuh kebucinan... mesra di mana-mana, ngak kasian apa sama jiwa jomlo aku.ini....ohhhhh" jawab Billy sambil meletakkan tangannya ke keningnya
" Dasar lebai.... " ucap Suprie sambil melepak kepala Billy, keduanya lalu saling melepak sambil berlari lari, persis seperti anak SD yang sedang bermain. Saking asiknya mereka malah menabrak Sean dan Emma membuat Emma hampir terjatuh, untung Sean sedang mengenggam tangannya.
Sean langsung menarik Emma kepelukannya.
" Billy... Suprie... apa. apaan kalian hah " bentak Sean marah
" Maaf bos... tuan " sahut keduanya sambil berdiri dan menundukkan kepala
" Kalian benar-benar ya...lihatlah Emma hampir terjatuh "
" Sean sudah ngak papa, ayo duduk si sini aku pesankan Es degannya dulu ya " Ucap Emma, tak lama 2 buah kelapa untuh di sajiikan di atas meja. Emma dan Sean duduk berdampingan sambil suap suapan Kelapa muda.
Sementara di belakangnya Suprie dan Billy di hukum berdiri sambil mengangkat sebelah kakinya
" Bos kok tega banget sih... hik hik hik " suara cempreng Billy mengagetkan Emma
" Diam... bersuara lagi, Kusuruh kau mengelilingi lapangan 10 Kali " ucap Sean tanpa melepaskan tatapannya Dari wajah Emma yang kemerahan karena habis berlari.
" Mengapa kau cantik sekali " bisik Sean di kuping Emma, membuat pipi Emma semakin memerah.. Melihat kebucinan bos nya semakin membuat Billy dongkol
" Nasip.. nasip... kok gini amat ya.... emak.. bapak dimana kalian.. lihatlah Anakmu yang teraniaya hik hik hik " teriak Billy namun hanya dalam hati ya saudara-saudara π π
Tak lama kemudian Emma membawa 2 gelas es degan dan memberikannya pada Billy dan Suprie
" Udah ayo di minum " ucap Emma
" Nanti bos marah.... "
" Ngak... di Jamin, cepat habiskan 5 menit " ucap Emma lalu Ia menarik Sean masuk ke mobil
Hayyo mau ngapain Emma ma Sean di mobil.... π π π hanya mereka dan rumput bergoyang yang tau ya sista, Thor ngak berani ngintip... takut timbilan... π π π
See you next eps
Dukung terus novel ini dengan like komen dan vote nya
Terimakasih sudah berkenan membaca karyaku
Happy Reading selalu
__ADS_1