
" Dia bernama... tapi kau janji ya Jhon... kau tak akan mengusik hidup anak kita, dia tak jauh. Tuan Bastian membawa mereka pindah dari Paris setelah aku selesai menyapihnya..semula istrinya tak tau jika anak yang mereka rawat adalah anak kita, sampai 10 tahun lalu... tuan Bastian dan istrinya mendatangiku..istrinya baru tau setelah anak itu kecelakaan, golongan darahnya berbeda " ucap Saosa sambil menangis.. Jhon lalu duduk di sampingnya dan memberikan bahunya
" Yang membesarkan anak kita keluarga Bastian..?? jadi nama belakang anakku Bastian? " tanya Jhon
" Ya Jhon.. namanya Draco... Draco Bastian, dia hanya lebih tua beberapa bulan dari Sean.. " jabar Saosa
" Draco... Draco... ha ha ternyata aku punya seorang anak lelaki, apakah kau pernah bertemu dengannya?? bagaimana kehidupannya.. apakah mapan? " tanya Jhon penasaran
" Aku belum pernah bertemu secara langsung.. mereka hanya mengirimi aku fotonya, jangan kau khawatirkan ia adalah satu2nya penerus Bastian, ia seorang pengusaha yang sukses kini.. Draco sudah mengelola seluruh hotel keluarga Bastian.. ada di Oxford.. di sini dan juga satu di Paris, ingat janjimu Jhon.. jangan ganggu dia!! aku sudah berjanji dengan keluarga Bastian akan diam sampai aku mati " tekan Saosa lagi pada Jhon
Jhon segera membuka laman medsos di HP n ya lalu mengetik nama Draco Bastian.... keluar lah semua biodata beserta foto-foto Draco dan kehidupan mewahnya.
" Dia.. dia sangat tampan Saosa.. dan dia belum menikah hik.. hik.. hik.. " Jhon terduduk di lantai sambil menangis, entah itu tangisan bahagia atau tangisan sedih
Saosa hanya bisa diam memandangi Jhon...
" Maafkan aku Jhon.. memang mungkin kau benar.. aku wanita kejam, aku bahkan tak sanggup untuk bertemu dengannya walaupun berulang kali Bastian mengundangku " Ucap Saosa... Jhon hanya diam mendengarnya...
" Ya Saosa.. lelaki anak pungut seperti aku memang tak layak untukmu ataupun untuk Draco... pergilah, jangan pernah menampakkan wajahmu di depanku lagi " usir Jhon tetap menunduk... hatinya sangat sangat sedih kini, betapa tega dirimu padaku Saosa.... betapa tega... rutuknya dalam hati dengan air mata meleleh
" Tidak Jhon.. kau layak sangat layak.. memang aku yang salah, aku tak bisa melawan kedua orang tuaku.. aku wanita hina.. aku wanita kejam, maaf kan aku Jhon.. maafkan aku.. hik hik hik... " jawab Saosa.. Saosa lalu keluar dari kamar Jhon dan bergegas pulang, selama di perjalanan sebisa mungkin Saosa menghilangkan jejak2 tangisannya..ia tak mau membawanya sampai ke Mansionnya.
Jhon berdiri menatap ke luar jendela, entah mengapa air matanya tak berhenti sedari tadi
" Ayah ibu.. Dimanakah kalian? siapakah kalian..? lihatlah nasip anak yang kalian tinggalkan ini.. sekedar mencintai seorang wanita idaman saja tak boleh.. sekedar memeluk anakku saja tak bisa, mengapa hidup begitu kejam padaku " ucap Jhon dalam hati
Alunan musik terdengar dari gagetnya.. ia tau Elena memanggilnya karena itu adalah ringtoon khusus...
" Hallo... " sahutnya pelan
__ADS_1
" Papah.. papah dimana?? Ell mencari papah dari tadi " suara manja Elena begitu menyejukkan hati Jhon yang gundah gulana
" Papah di kamar.. hendak rehat sebentar, ada apa kau mencari papah sayangku " jawab Jhon
" Pah... Ell mau berdansa dengan papah... " pintanya membuat Jhon tersenyum seketika, setidaknya masih ada bidadari kecilnya ini yang teramat sangat menyanyanginya
" Baiklah sayang.. papah akan ke sana sekarang!! " ucapnya lalu mencuci wajahnya agar lebih segar
" Aku tak bisa mengubah masa lalu.. namun setidaknya aku masih bisa menemui Draco di masa depan walaupun bukan sebagai seorang ayah... tunggu papa Draco, papah akan menemuimu secepatnya " tekadnya dalam hati.
Dengan wajahnya yang sudah di cuci.. Jhon nampak segar kembali, ia memasuki lagi Ballromm tempat pernikahan anak gadisnya.. beberapa tamu mengalaminya dan memberi selamat... nampak di dekat panggung.. Elena berdiri menunggunya.. Senyum manis Elena adalah pelibur laranya selama ini.. yah ia tak akan seperti kedua orang tuanya yang meninggalkannya di panti asuhan.. ia akan selalu mendampingi anaknya sampai ia tak mampu lagi.
Elena berlari memeluk Jhon.. Jhon menyambut Elena dengan senyum lebar dan merentangkan kedua tangannya...
" Kemarilah My angel... Selamat sayang.. kini kau sudah memiliki suami dan kini menjadi istri.. papah harapkan secepatnya kau akan memberikan cucu untuk papah " ucap Jhon sambil berdansa
" Tenang saja pah.. Ell akan punya banyak anak.. agar mansion papah ramai.. tidak sepi seperti sekarang!! "
" Papah Ell akan tetap tinggal bersama papah jika papah berada di London.. jika papah ke luar london baru Ell akan tinggal di rumah kami.. Ell tak akan meninggalkan papah kesepian sendirian di Mansion " ucap Elena sambil meletakkan kepalanya di dada Jhon... mata Jhon nampak berkaca
" Terimakasih sayang.. terimakasih karena tak meninggalkan papah, tapi apakah Billy tak keberatan?? "
" Tidak pah.. malah Billy yang mengusulkannya.. papah punya menantu yang pengertian kan?? " ucap Elena senang
" Ya sayang... papah akan mengucapkan terimakasih pada Billy nanti "
" Pah... apa papah tak berfikir untuk menikah lagi?? " tanya Elena
" Mengapa kau bertanya seperti itu sayang? bukannya selama ini kau yang melarang papah untuk menikah? " tanya Jhon balik
__ADS_1
" Ya maafkan ke egoisan Ell.. pah, kini Elena mengerti setiap orang membutuhkan pasangan untuk saling berbagi dan memperhatikan.. begitu juga papah " ucap Elena lagi
" Apakah papah tidak terlalu tua untuk menikah lagi sayang.. wanita mana juga yang mau sama papah yang sudah ini hemm ha ha " Jhon tergelak geli
" Percayalah pah... ada seorang wanita yang menunggu papah, Ell akan terima siapapun wanita itu selama ia benar2 mencintai papah " ucap Elena dan lagupun berakhir.. Semua tamu yang tersisa pun bertepuk tangan... acara telah usai... Jhon mengengam tangan Elena dan menariknya menuju Billy yang berbincang dengan Marsha dan Daniel
" Kuserahkan anakku tersayang padamu mulai saat ini Bill... jagalah dan bahagiakan anakku dengan sepenuh hatimu..jangan sakiti dia.. karena dia adalah permata kami Bill... " ucap Jhon dengan mata berkaca2.
Daniel memeluk Jhon.. ia pun merasakan hal yang sama dengan Jhon.. walau bagaimanapun Elena sudah sejak kecil sering bersama mereka
" Elena sudah bersama pria yang tepat.. jangan khawatir " bisik Daniel
" Aku tau Brother... tak ada pria yang lebih baik selain Billy untuk My angel " jawab Jhon
Akhirnya mereka pun berpisah... Jhon lebih memilih untuk tidur di Mansion Daniel malam ini meninggalkan Elena dan Billy serta Emma -Sean yang sudah lebih dulu ngamar... di hotel.
Dengan senyum indahnya Elena tak melepaskan lengan Billy walaupun di dalam Lift... ia merasa teramat sangat bahagia hari ini...
" Are you happy today chayang Billy?? " tanya Elena sambil bergelayut manja
" Tentu saja... bagaimana denganmu cantik?? " tanya Billy balik, Elena melepaskan lengan Billy.. kini tangannya melingkar di leher Billy
" Will you kiss me.. my hubby?? " pinta Elena... dengan senang hati Billy mencium bibir merah Elena, awalnya hanya sebuah kecupan.. namun lama2 semakin asik keduanya terus saling menyesap.. mereka sangat asik dan tak menghiraukan keadaan sekitarnya lagi, padahal ada 2 pengawal yang sedang mengawal Keduanya saat ini .Kedua pengawal hanya bisa menahan nafas mendengar kecupan yang tak berkesudahan.. 😅😅..
ting... bunyi pintu lift terbuka
" Astagfirullah... Billl Bill... ngak bisa apa nunggu di kamar 😱😱😱" suara Suprie menganggu moment romantis Billy dan Elena, sementara Istrinya hanya senyum2 aja
Jiahhh Suprie baru juga icip2 dah ganggu aja...
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya sista