Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
179. Salah Masuk


__ADS_3

" Bill kau mau makan juga? " tanya Elena sambil meracik bumbu


" Tidak usah... aku sudah makan tadi " jawab Billy, Elena tetap membuat 2 porsi makanan... Kali ini Ia membuat nasi goreng karena ada nasi kemasan di kulkas.


Ngak pake lama 2 porsi nasi Goreng Komplit dah jadi... wanginya membahana di dapur, Billy mencium wangi tersebut namun karena tadi sudah menolak... ia hanya diam saja.


Elena melepas apron nya... ia membawa nasi goreng dan air putihnya dan duduk di sebelah Billy. Elena menunggu nasinya agak dingin lalu memakannya, ia lalu mengambil sesendok nasi gorengnya dan menyuapi Billy


" Buka mulutmu Bill... cicipi masakanku " ucapnya... tanpa suara Billypun membuka mulutnya... dannn... ia pun menoleh ke arah Elena


" Ada apa..? ngak enak? " tanya Elena


" Enak banget... " ucapnya membuat senyum Elena langsung merekah.. ia pun kembali menyuapi Billy


" Aku suapin kamu ya... aku ngak bakalan habis sendirian memakannya, aku tadi membuatnya 2 porsi " ucap Elena bersemangat... akhirnya habislah sepiring jumbo nasi goreng buatan Elena


" Ini minumlah Bill.... " ucap Elena menyorongkan gelasnya ke arah Billy... Billy mengambilnya dan meminumnya hingga habis


" Mengapa airnya hanya separo? " tanya Billy heran...


" He he itu tadi sudah kuminum separuh " ucap Elena membuat Billy baru tersadar jika sedari tadi mereka makan dari piring dan sendok yang sama juga minum dari gelas yang sama


" Kau..... " Billy bingung mau berkata apa..


" Kata papa seorang gadis bisa menjadi istri yang baik jika pandai memasak... kau tak akan rugi menikahiku, aku akan melayanimu dengan baik. Bill... aku janji " ucap Elena sambil tertunduk. Billy memperhatikan bibir merah nan sexy di depannya itu... sekian Kali ia ingin menciumnya namun selalu berhasil di tahannya


" Ell... katakan sejujurnya mengapa kau menyukaiku? " tanya Billy, Elena pun mengangkat wajahnya..pandangan keduanya bertemu


deg... deg... deg....


" Entahlah... yang kutau aku ingin Pria sepertimu menjadi pendampingku dan menjadi ayah dari anak-anakku " ucapnya berlahan... Billy mendekatkan wajahnya, tangannya memegang dagu Elena dan... cup


Ciuman di layangkan Billy ke bibir merah Elena, ia menyesapnya berlahan seolah-olah takut bibir itu akan pecah. Elena memejamkan matanya... ia menikmati cara Billy bermain di bibirnya.... dadanya terasa berhenti berdetak, Hawa panas seketika menjalar ke seluruh tubuh Elena.


Ciuman berlangsung cukup lama... Billy tak dapat menghentikan ciumannya, Ia ingin terus dan terus...apalagi tak ada bantahan dari Elena... Elena bahkan membalas ciuman nya.


Setelah puas akhirnya Billypun mengakhiri ciuman mereka, Elena masih terpana.. Ia serasa masih melayang atas perlakuan lembut Billy.

__ADS_1


" Terimakasih atas makan malamnya. Ini ciuman pertama dan terakhir kita, Elena Kau gadis yang sangat cantik dan juga Kaya... kau terlalu sempurna untukku. Lupakanlah aku ...carilah pria yang dibanding denganmu, Semoga kau berbahagia " ucap Billy lalu melepaskan tangannya dari dagu Elena dan meninggalkannya seorang diri di dapur


Sejenak Elena tak konek dengan apa yang terjadi... setelah ia mampu mencerna....


" Billy..... apa maksudmu? setelah kau membawaku terbang ke awan kau langsung mendorongku ke jurang.... Billy.. Bill " Elena celingukan mencari Billy namun sudah tak terlihat batang hidungnya


Elena meraba bibirnya yang masih bergetar....


" Apakah kau tau Bill... ini ciuman pertamaku, dan rasanya superrrr sekali. Melupakanmu setelah kau mengambil ciuman pertamaku huh enak saja.... aku akan mengejarmu sampai ke negri china jika perlu " ucapnya... dengan riang Elena meninggalkan dapur lalu kembali kekamarnya.


Hatinya sangat senang malam ini, Elenapun tertidur dengan senyum merekah di wajah cantiknya.


Sedangkan Sisanya Billy... dimana Ia berada kini.... 🤔🤔🤔


Sekeluarnya dari dapur Billy mengurung dirinya di ruang kerja Sean. Billy memejamkan matanya, masih terasa nikmatnya bibir manis Elena si benaknya


" Rupanya begini nikmatnya berciuman, pantasan saja bos kalo sudah nempel tak mau lepas dari Emma. Dulu aku juga berciuman dengan Lisa namun mengapa rasa dan sensasinya berbeda. Dengan Elena Ia seakan-akan tak mau berhenti bahkan kini ia sudah menginginkannya lagi, Ada apa denganku " rutuk Billy pada dirinya sendiri yang tak tau diri itu.


Billy kembali membuka laptop Sean... ia kembali bekerja gunakan melupakannya bayang-bayang Elena dari otaknya. Setelah beberapa waktu bekerja... Billy akhirnya mengantuk. Ditutupnya laptop tersebut lalu di bawanya kekamar.


Billy merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjang, dan langsung tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal.


Hari sudah tidak pagi lagi, jam sudah menunjukkan pukul 08 lewat. Elena mengeratkan pelukannya... Ia merasa malas sekali bangun , posisinya ini sudah sangat nyaman... tidur sambil meletakkan kepalanya didada seorang Pria... ah hangat sekali.... cicit nya dalam hati


Wait..... dada seorang pria ??????? tangan Elena meraba2, Ia memang seperti memeluk seseorang dan seseorang itu juga kini sedang memeluk pinggangnya dengan erat. Mata Elena langsung terbuka ia pun mengangkat kepalanya melihat siapa yang memeluknya....


" A apaa... Billy..???? " ucapnya kaget


" Billy... Billy.. bangun Bil.... " panggil Elena sambil menepuk pipi Billy, Ia tak bisa bergerak karena tangan Billy memeluk pinggang nya erat, Billy yang Merasa terganggu lalu membuka matanya.


Pemandangan pertama yang Dilihatnya adalah wajah cantik Elena yang memakai pakaian tidur dan rambut panjangnya terurai... Ia begitu cantik, tapi apa yang di lakukan Elena dibatas tubuhnya????


Begitupun Elena yang terpana melihat. wajah Billy dari dekat


" Mengapa Ia terlihat begitu tampan padahal baru saja bangun tidur?? " cicitnya dalam hati


" Apa yang kau lakukan di kamarku Elena? kau mau memperkosaku ?? " tanya Billy spontan

__ADS_1


" Plakk.... " Elena melepak pipi Billy


" Memperkosamu?? tidak salah ?? dan buka matamu lebar-lebar ini di kamarku Bill bukan di kamarmu. mengapa kau naik ke ranjangku hah " tanya Elena balik


Billy terduduk dan mengamati sekitarnya...memang ia salah masuk kamar rupanya


" Semalam aku mengantuk sekali Ell, sepertinya aku salah masuk kamar ...maaf, tapi mengapa kau tak mengunci kamarmu hah " tanya Billy balik


" Aku memang tak pernah menguncinya kamarku sejak Kecil Bill, sekarang keluar kau sebelum Ada yang tau kalau kita semalam tidur bersama " usit Elena kesal


" Ki ki.. kita tidur bersama? apakah kau akan hamil? " tanya Billy dengan wajah memucat, belum lagi sempat menjawab...


Tok.. tok.. tok..


" Elena... mengapa kau belum bangun? " suara Marsha terdengar dari luar, Elena Jadi panik...


" Bagaimana ini Billy... Ada tante Marsha. di luar !! " cicitnya panik


" Aku bersembinyi di toilet saja " ucap Billy tak kalah panik


Kletek.... bunyi knop pintu di putar...


" Sudah tak ada waktu Bill " ucap Elena, Elena lalu mengulung Billy dengan selimut lalu mendorongnya hingga Jatuh Ke lantai


" Gubrak... aduh Elena... kau gila ya, sakit " teriak. Billy... bergegas Elena menyumbat mulut Billy dengan apapun yang di temukannya


" Elena Sayang... Apakah kau melihat Billy? Sean mencarinya" tanya Marsha begitu masuk


" Tidak tante... aku tak melihatnya sejak semalam he he " Jawab Elena sambil kakinya menendang Billy yang mengeliat


" Lalu mengapa laptop Sean ada di mejamu? " tanya Marsha melihat laptop Sean di meja.... Elena terdiam


apa yang harus kukatakan...... 😰😭


" Itu... Anu... itu.. tante... eeee "


Nah lho Gimana sudah, he he

__ADS_1


See you next eps


__ADS_2