Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
144. Azab


__ADS_3

Sinar matahari mulai menerangi bumi. Sean sudah selesai mandi dan berpakaian. Ia terlihat begitu tampan pagi ini, Sean mendekati ranjang di mana Emma masih berada di alam mimpi, berlahan di bangunkannya Emma... ia tak rela berangkat ke kantor tanpa mendapat ciuman dari istrinya.


Mata indah itu mulai terbuka, senyumpun langsung menghiasi wajah cantiknya ...Sean langsung memberikan Morning kiss seperti biasa


" Bangunlah sayang.. temani aku sarapan sebelum aku ke kantor " pinta Sean... Emma lalu bangun dan langsung ke kamar mandi... subuh tadi sebenarnya ia sudah bangun beberapa kali.. karena ingin buang air kecil


Selesai mandi... Emma dan Sean sarapan di kamar mereka saja, Sean menyuapi Emma dengan telaten sampai Emma kenyang


" Sudah sayang... aku bisa makan sendiri " ucap Emma


" Tidak... kau harus makan dari tanganku... biar lengket he he " jawab Sean..membuat Emma tertawa geli


" Kurang lengket apa aku ini sayang.. keluar rumah saja tak bisa jika tanpa izinmu... kau sudah mengurungku di penjara cintamu, apa lagi yang kau takutkan " ucap Emma sambil menghembuskan nafas panjang


Sean pun menarik Emma ke pangkuannya... di ciumnya pipi chabby itu dengan gemas


" Dengarkan aku... sayang, kau harus selalu berada di pandanganku... agar aku tenang beraktifitas, aku tak mau mengambil resiko apapun yang akan membuatku kehilanganmu... makanya kau tak boleh keberatan aku membuat penjara cinta ini... ini semua karena aku sangat2 mencintaimu... mengerti , sekarang cium aku. " jawab Sean panjang lebar


" Mengerti daddy...... " Emma mengalungkan tangannya ke leher Sean, ia pun mulai mencium suami bucinnya itu. Sean segera menyambut bibir manis itu... ciuman terus berlanjut sampai Sean puas


Emma ikut ke depan mengantar Sean ke mobil.....dengan berat hati Sean pun berangkat ke kantor.


" Billy jaga baik-baik istriku, ingat jangan bermanja2 pada Emma, dia milikku!! " ucap Sean sambil melotot


" Iyaaa boss siapppp....!! " jawab Billy dengan suara ceprengnya


Setelah kepergian suaminya Emma mulai meminta koki untuk memasak berbagai makanan untuk menyambut ke dua sahabatnya. Billy kini sedang berada di kamar bersama Emma... Emma minta di carikan gaun untuknya.... ia sudah mulai merasa susah bergerak... bahkan sebentar2 ia ke toilet karena ingin buang air kecil.


Ida datang bersama Cece dan koko. Ketiganya terperangah melihat mansion Emma


" Omg Emma.... kau benar-benar seperti seorang putri kerajaan, lihatlah rumahmu sebesar istana " puji Cece


" Hemmm apalagi isi rumahmu Emm.... wow.." timpal Ida..Emma hanya tersenyum


" Tapi ini rumah apa penjara ya? " celetuk koko

__ADS_1


" Tentu saja rumah, memangnya kenapa? " tanya Billy


" Saat mau masuk saja begitu banyak pengawal.. dan berlapis, seperti kita hendak menjenguk orang yang di penjara he he..maaf Jangan tersinggung Emma" sahut koko


" Tidak apa-apa Ko... memang demikian adanya, Sean menyebutnya penjara cinta...katanya aku harus selalu berada di bawah pengawasannya agar ia tenang bekerja " ucap Emma


" Ow Ow Ow... so so romantis sekali suami brondongmu Emma... koko kau juga harus belajar dari tuan Sean " ucap Cece


" Apaan sih Ce... kau fikir enak di perlakukan seperti itu " protes Emma


" Ya mending dapat suami yang over protektif dari pada dapat suami super super cuek seperti suamiku si koko ini " celetuk Cece lagi


" Aku lho ngak super duper cuek sayang... aku cuma sibuk " jawab Koko


" Alah kau itu Ce... suami begitu aja perutmu belendung terus...apalagi dapat yang kayak Sean... bisa bisa jadi kesebelasan anakmu ha ha ha " semua tertawa mendengar celotehan Ida.


Emma mengantar sahabatnya berkeliling mansionnya, mereka bahkan mengintip kamar twins dan kamar Emma, biasa emak2 jiwa keponya meronta-ronta... 😅😅


Selesai berkeliling, mereka makan sambil bercanda ria, bahkan 3 jam berlalu tanpa terasa. Ida dan Cece koko pun pamit karena mereka harus berangkat sore ini.


Namun tiba-tiba saja perutnya terasa sakit...


" Ahhh ahhh Billy... perutku sakit Bil.. " panggil Emma, Billy pun langsung berdiri dan mendekati Emma


" Apakah kau akan melahirkan Emma... bagaimana ini aku telfon Sean dan tante ya!!! " ucap Billy panik


" Jangan Bill... mereka sedang rapat penting, kata dokter sih masih 2 minggu lagi baru melahirkan , mungkin ini hanya kontraksi palsu " cegah Emma... Billypun bernafas lega


Emma pun berdiri Ia hendak ke kamar namun tiba2 saja air seperti tumpah dari rahimnya....


" Billy... Billy.... ada air keluar lihat.... " ucap Emma keduanya lalu memperhatikan kaki Emma, nampak air mengalir sampai membasahi lantai... Billy terlonjak kaget


" Emm....airnya bercampur da.. da.. darah.... " teriaknya panik


" Jhon.... Jhonnnnn... Jhonnnnn kemari, Emma.. Emma berdarah....!!! " teriak Billy bingung bercampur kaget

__ADS_1


Jhon pun datang.. ia langsung memerintahkan maid mengambil tas baby yang sudah di persiapkan, lalu memerintahkan anak buahnya menyiapkan mobil


Emma menarik nafas berkali kali untuk menenangkan dirinya sendiri. Dengan di bimbing Billy Emma kemudian masuk ke dalam mobil.


Jhon segera injak gas begitu Emma duduk


" Ah... Billy sakit..... ahhh.... " Emma menjerit sambil menarik pakaian Billy bahkan tangannya kadang mencakar lengan Billy


" Au Emm... jangan cakar aku.. sakit " rengek Billy.


namun Emma tak menghiraukannya, rasa sakit di perutnya membuatnya memerlukan pelampiasan


" Ahhhhh sakittt...... " teriak Emma sambil menjambak rambut Billy


" Auuu sakittt" sahut Billy


" Ahhh.... Billl..... keluar lagi... " jerit Emma saat ia merasa ada cairan yang keluar, kembali Emma memegang baju Billy dan menariknya hingga nyaris robek


" Tarik nafas Emm... bernafas.... auu jangan kau cakar aku emmm auuu" Billy sudah tak tau lagi sudah... tubuhnya terasa di pukuli, rambutnya rontok... bajunya hampir robek belum lagi cakaran di mana mana


" Jhonnnnn tak bjsakah lebih cepat kita sampai di RS, lama-lama aku yang akan mati " omel Billy


" Ahhhhhhhh" teriak Emma


"Auuuuuauuuu Emmaaa... bisa botak aku hik hik "


" Sudahh Billy kau diam saja, perutku ini sangat sakit ahhh "


" Sakit Emm... hik hik... " akhirnya Bilky harus pasrah mendapat cakaran, jambakan bahkan tendangan dari Emma


" Ya Tuhan..... Bos bos kau yang berbuat mengapa aku yang kena azab hik hik hik " tangis Billy


see you next eps


para depan mengisahkan keseruan Emma saat melahirkan...

__ADS_1


happy reading selalu


__ADS_2