Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
74. Tak Bolehkah aku bahagia


__ADS_3

Haiii ketemu lagi dengan ATM, Terimakasih masih setia membaca novel ini


Eric membanting semua barang yang ada di ruang kerjanya. Akhirnya ia pulang dengan tangan kosong setelah menunggu Emma selama berjam-jam, namun Emma tak keluar lagi dari kamarnya.


" Bruce.. benarkah ada surat dari Emma beberapa tahun lalu? mengapa tak sampai padaku " tanya Eric.. Bruce terdiam berusaha mengingat... Usianya sudah tak muda lagi


" Seingat saya ..pada tahun yang di sebutkan Nona Emma itu, anda sedang melakukan kunjungan kedinasan ke beberapa negara. Saya ingat memang ada beberapa surat datang dari university's namun semua surat di ambil Istri anda " jawab Bruce


" Jadi... Amanda yang menerimanya? " tanya Eric


" Sepertinya begitu tuan, namun apakah nyonya yang membalas surat itu atau bukan saya tidak tau " lanjut Bruce...Eric terdiam


" Bagaimana dengan surat yang setiap tahun kukirim untuk Emma, mengapa Emma mengatakan tak pernah menerima Kabar apapun dariku, Kau mengirimkan suratku kan Bruce ? " selidik Eric


Bruce terdiam... Ia menunduk lama..


" Bruce katakan... surat itu kau kirim kan? hanya kau yang kupercaya Bruce!! " bentak Eric


" Maaf tuan.. semua Surat yang akan dikirim keluar dari mansion ini di sortir dulu oleh istri anda, jika nona Emma tak menerimanya berarti surat itu memang tak pernah keluar dari Mansion ini " jawab Bruce sambil menunduk


" Dan kau tak pernah memberitahuku tentang hal itu selama ini, bangsat Kau Bruce..mengapa kau begitu tega padaku, katakan Bruce tak bolehkah aku bahagia dengan wanita yang ku cintai, katakan Bruce....!! " Eric kembali berteriak kesal


" Maafkan saya tuan.... saya di ancam oleh ayah tuan, jika saya tak membantu Istri tuan.. maka biaya kuliah anak saya akan di hentikan, sekali lagi maafkan saya tuan.... anda boleh membunuh saya jika anda menghendaki, saya tak akan melawan " ucap Bruce sambil bersujud di lantai


" Ha ha ha... uang, lagi-lagi karena uang....kau begitu tega padaku Bruce, itu hanya alasanmu... Kau tau jika kau berterus terang padaku pasti aku akan membiayai Anakmu, namun kau dibutakan oleh uang Bruce...kini kau puas bukan melihatku hancur lembur seperti ini? " ucap Eric sambil menangis


" Tuan... "

__ADS_1


" Tinggalkan aku sendiri, mulai sekarang pergilah kau ke mansion papa... aku tak membutuhkan orang sepertimu "


" Tidak tuan... "


" Pergi kataku!!! " Eric melemparkan semua barang di depannya ke arah Bruce, Eric kemudian menuju ruang bersantai.. ia mengambil beberapa botol minuman keras dan membawanya ke kamarnya


Eric sangat sangat kecewa, Ia di hianati orang kepercayaannya. Pantas saja Emma marah padanya, semua suratnya tak pernah terkirim. Apa yang kini bisa di lakukannya, pembelaannya tak akan mengubah apapun... Emma kini sudah menjadi milik pria lain.


Kini Eric hanya bisa melampiaskan kekecewaannya dengan minuman yang selama ini tak pernah dia sentuhnya


" Emma... Emmaa.... Emmaaaaaa!! " teriak Eric berulang karena mabuk. Bruce hanya bisa menunggu di luar kamar sambil menelfon tuan besarnya karena ia khawatir dengan keadaan Eric yang sudah di rawatnya semenjak Kecil.


Bruce sebenarnya tidak mau menghianati Eric, namun melihat Amanda yang begitu mencintai Eric...Bruce merasa Amanda adalah wanita yang tepat mendampingi tuan mudanya itu. Namun ternyata Eric Benar-benar hanya mencintainya Emma, bertahun-tahun Amanda berusaha memikatnya dengan berbagai cara namun cinta Eric tak berubah


☕☕☕☕


" Ada apa sayang, mengapa kau termenung? " tanya Daniel


" Aku hanya kasihan pada anak kita, Emma adalah cinta pertamanya dan Sean sangat mencintainya, bagaimana jika Emma berubah dan memutuskan untuk kembali pada cinta pertamanya. Aku takut Daniel, aku takut nanti anak kita akan patah hati dan trauma hik... hik... hik... " Marsha menangis sedih


Daniel memeluk istri mungilnya itu


" Tenanglah sayang, Kurasa Emma tak akan berbuat sekejam itu... Ia wanita yang baik " ucap Daniel menghibur Marsha


" Tapi bagaimana jika.... "


" Sudah... doakan saja yang baik untuknya anak kita , sekarang tidurlah sayang " Daniel memeluk istrinya yang masih sesegukan itu

__ADS_1


" Ya Tuhan... tolonglah buat Hati Emma tetap setia pada anakku " seuntai doa dan harapan di lantunkan Daniel di dalam tidurnya.


🐝🐝🐝🐝


Hari sudah menjelang pagi, Emma terbangun karena mendengar dengkuran halus di kupingnya. Di bukannya kedua matanya... nampak Sean yang memeluknya erat masih tertidur dengan nyenyaknya.


Sejenak Emma memandangi wajah tampan itu, ya lelaki tampan yang kini sudah menjadi suaminya. Lelaki yang menerima ia apa adanya, seorang janda yang mungkin mandul. Emma tau betapa beruntungnya ia saat ini.


" Maafkan aku sayang, jika sempat Sedikit goyah dengan kedatangan Eric... padahal semalam adalah hari ulang tahunmu namun aku Malah memberikan air mataku di dadamu " ucap Emma dalam hati.


Berlahan Emma bangun dan pergi ke kamar mandi, Ia membersihkan tubuhnya sampai benar-benar bersih. Di ambilnya sebuah lingerie hijau lalu di pakainya, Emma berdandan secantik mungkin dan membalurkan wewangian di sekujur tubuhnya.


Tak terasa satu jam berlalu dan kini ia sudah selesai dengan persiapannya. Emma Naik ke atas ranjang, di ciuminya wajah Sean berkali-kali sampai Sean bergerak dan membuka kedua matanya


" Bangun pangeran tidur... Kau akan menyesal jika tak mau bangun " bisik Emma dengan sensual membuat mata Sean langsung membulat


Dilihatnya Emma yang sedang mendudukinya, Ia nampak begitu cantik... terlihat seperti seorang Peri dan ia begitu wangi..membuat si boy langsung siaga 86.......


Apakah yang terjadi selanjutnya?


Happy morning or bad morning


Sekian dulu episode ini sista


Nantikan Eps ATM selanjutnya


Vote nya tolong dong di tambah sista, biar Sean dan Emma jadi semangat... 🤗😘😘

__ADS_1


__ADS_2