
Hai hai semua... ngak kerasa sudah sampai eps 200 ya... ini adalah novel terpanjang yang pernah saya tulis. Terimakasih atas semua dukungan kalian baik berupa like, komen, vote ataupun berupa hadiah dan koin.
Mungkin nitizen pada bertanya kenapa sih di setiap eps.. semua penulis selalu mengharapkan like komen dan vote dari kalian? karena feedback dari kalianlah yang menentukan posisi kami di noveltoon ..ocre.... so jangan pelit2 ya untuk memberi dukungan pada kami sang penulis ...😍😍😘
🦁🦁🦁🦁
Sean yang sudah mengeker Emma dari jauh mengomel sambil berjalan mendekatinya...
" Istri nakal.... aku akan mengikat tangan dan kaki mu dan memasukkanmu dikamar dan kau tak akan kemanapun sampai bulan madu kita berakhir " omelnya marah membuat ke 4 pengawalnya tersenyum lebar
Berbeda dengan sikap sean yang membara dan berjalan dengan wajahnya yang memerah... Emma berjalan dengan tenang setenang air dilautan... 😆😆😅, begitu mereka berhadapan....
" Emma...!! berani sekali kau keluar seorang diri, apa kau tak takut bahaya hah!!! " hardik Sean mengagetkan orang di sekitar sambil memandang keduanya sekilas... Emma hanya menatap wajah Sean dengan wajah dingin.. Sean hendak menarik tangan Emma... namun dengan cepat Emma menjauhkan tangannya
" Anda siapa...?? " ucap Emma sambil mendorong dada Sean yang menghalanginya lalu berjalan melewati Sean
" Whatttttt...???? " Sean dan ke 6 pengawalnya melongo terdiam seperti orang bodoh... sedetik...dua detik.... tiga detik
Mereka bertujuh saling tatap
" Dia.... istriku kan...?? " tanya Sean memastikan pada anak buahnya, ke enamnya langsung mengangguk
" Iya tuan... dia nyonya Emma " ucap mereka
" Lalu mengapa ia tak mengenaliku hah??!? 🤔🤔 " tanya Sean lagi
" Mungkin nyonya amnesia tuan, siapa tau terjatuh di kapal tadi " sahut salah seorang pengawalnya
" Kejar tuan... nanti nyonya hilang lagi !! " ucapan tersebut langsung menyadarkan Sean, Sean bergegas mengikuti Emma diikuti ke enamnya
Emma yang berjalan berlahan, tersenyum mendengar pembicaraan Sean dan pengawalnya
__ADS_1
" Rasain... emang enak dikerjain " ucap Emma sambil terus berjalan menuju tempat penjualan sovenir
Sedangkan sang pria tampan tetap saja mengikuti tanpa suara... ia seperti nya mengenali pria yang menegur wanita cantik incarannya itu.
" Emma... Emma tunggu, aku ini Sean.... suamimu sayang masa kau tak mengenaliku? " protesnya..Emma diam saja, ia asik memilik sovenir di toko cinderamata
" Sayang.... ini tidak lucu!!! " ucap Sean lagi lalu memegang tangan Emma, Emma memandangi wajah Sean
" Kau bilang kau suamiku?? " tanya Emma lagi
" Iyaa... ada apa denganmu? kau sungguh lupa denganku?? " tanya Sean sudah prustasi, rasanya ia hendak menangis saja jika istrinya sampai tak mengenalinya... Emma hanya tersenyum datar
" Jika kau memang suamiku...... bayar semua belanjaannya " ucap Emma sambil memberikan semua pilihannya pada penjual dan kembali pindah ke penjual di sebelahnya
" Siapp sayang!! " ucap Sean, ia lalu membuka tas nya dan mengeluarkan segepok uangnya dan melemparnya pada pengawalnya
" Urus belanjaan Emma!! " titahnya, Sean kembali merapat di sebelah Emma yang sedang memilih berbagai kaos oblong
" Sayang.... please... berhentilah mengacuhkanku, aku tak tahan!! " rengeknya membuat ke enam pengawalnya saling lirik dan mengelengkan kepalanya melihat tingkah bos nya yang kini berubah 360'. Emma diam saja... ia menyerahkan setumpuk kaos pilihannya dan menatap Sean kembali
" Ya sayang tenang saja, kau pilih saja semua yang kau suka " ucap Sean senang, Emma berjalan kembali sampai ia melihat toko yang menjual beragam gaun pesta, matanya terpana pada sebuah gaun tanpa lengan berwarna pink berbahan brukat. Emma menatapnya dan tersenyum senang
" Cantik sekali.... " ucapnya sambil memegangnya
" Kau Suka sayang....?? bungkus!! " titah Sean tanpa melihat harga lagi
Emma terus berjalan menyusuri setiap tempat penjual... ia benar-benar menikmati momen cuci matanya. Sang pria tampan mengikuti dengan banyak tanda tanya di pikirannya
" Ia itu benar2 Sean, sahabatku... mengapa ia mengikuti dan membayarkan semua belanjaan wanita itu, apakah Sean suaminya?? tapi Sean tak ada mengundangnya jika ia benar menikah?? " ia ingin sekali menyapa Sean namun ia masih penasaran apa yang akan terjadi antara Sean dan wanita incarannya itu. Akhirnya ia tetap mengikuti dengan sabar.
Sampai akhirnya Emma merasa lelah dan lapar, Emma lalu berhenti di sebuah resto yang indah. Emma masuk... Sean segera meminta meja dengan view terbaik
__ADS_1
Sean menarikkan kursi untuk Emma dan memesan semua makanan yang di rekomendasikan. Keduanya makan dalam diam... Emma makan dengan cuek, sedangkan Sean makan sambil memandangi wajah cantik istrinya itu.
Selesai makan Emma berjalan lagi ke arah pantai... ia menikmati panorama pantai nan menyejukkan hati. Ia lalu duduk di bangku couple yang di sediakan, Sean langsung duduk di sebelahnya
" Sayang... sudah ya.. please... jangan cuekin aku, aku tak tahan.. aku janji akan menuruti semua maumu selama sisa masa bulan madu kita " ucap Sean.. di genggamnya sebelah tangan Emma lalu di ciumnya mesra
Emma tersenyum sambil menatap wajah sayu Sean... akhirnya ia luluh juga. Emma berpindah dan duduk di pangkuan Sean, tangannya melingkar di leher Sean...
" Do you Miss me daddy?? " bisiknya sensual... telunjuk Emma di jalankan dari leher Sean berlahan turun sampai ke perut Sean.... otomatis membuat boy nya siaga 45...sebegitu berpengaruhnya sentuhan seorang Emma pada diri Sean.
" Tentu saja sayang... aku sampai sulit bernafas rasanya " ucap Sean
" Kalau begitu... suruh pengawal kita berbalik " bisik Emma lagi
" Berbalik...!!! " ucap Sean tanpa melepaskan tangannya yang sudah melingkar di pinggang Emma, ke enam pengawal tadi lalu langsung membalik badan mereka
Emma melayangkan ciuman mesranya pada Sean... yang tentunya di sambut dengan penuh semangat oleh Sean, ia tak akan menyia-yiakan kesempatan Emas ini. Keduanya tenggelam dalam kemesraan tanpa menghiraukan sekitarnya.... dimana pengawalnya ada yang sampai mimisan karena mendengar suara-suara gaib yang begitu membara.
" Hah... hah.... Sayang... aku sudah tak tahan, ayo kita ke kamar " ucap Sean sudah gelabakan seperti cacing kepanasan. Dengan menjentikkan tangannya... pengawalnya segera datang membawa mobil.
Sean dan Emma langsung masuk ke mobil dan melanjutkan kegiatan mereka... sang supir dan seorang pengawal yang duduk si bangku depan akhirnya menekan tombol kaca pemisah, dari pada sengsara tak ada pelampiasan.
Sang pria tampan yang menyaksikan interaksi Sean dan wanita cantik itu pun akhirnya membuntuti mobil yang membawa Sean. Senyumnya langsung mengembang karena Sean ternyata menginap di hotel miliknya.
" Well Sean.... wanitamu sangat cantik, aku sangat menyukainya... kuharap kau mau berbagi sebagaimana kita dulu kuliah selalu berbagi benda " ucapnya lalu masuk ke kamarnya dan mulai menghubungi beberapa anak buahnya untuk mempersiapkan sesuatu.
Jiahhh... siapakah sang lelaki tampan itu? mengapa ia seperti nya sangat mengenal Sean??
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1
Sean nan tampan