
Saat sedang menunggu Sean dan Emma di ruang makan, maid datang dan melaporkan kedatangan Jhon Brown dan Elena di Mansion. Daniel menyuruh maid untuk membawa keduanya langsung ke ruang makan.
" Hai semua apa khabar... kalian merindukanku? " sapa Elena centil begitu masuk dan langsung memeluk Marsha
" Tentu saja sayang, apakah perjalanan kalian melelahkan? sebaiknya malam ini kalian menginap saja di sini " sambut Marsha
" Hai Jhon.... silahkan duduk sembari menunggu Sean " sapa Daniel
" Sean di sini.. papa kita menginap di sini saja ya... " pinta Elena begitu mengetahui Sean ada si situ
" Tentu sayang, lagi pula besok papa akan sibuk dengan rapat di kantor besar.. kau bisa menemani Marsha di sini " sahut Jhon
" Apakah Sean pulang untuk menghadiri rapat besok Daniel? " tanya Jhon
" Tidak juga... kami memanggilnya karena dia akan bertunangan hari minggu nanti "
" Apa... bertunangan? dengan siapa " Elena sangat terkejut
" Tentu saja dengan Emma..dengan siapa lagi hem... " jawab Marsha senang
" Tante..... aku.. akukan menyukai Sean, mengapa tidak denganku saja.. apa kurangnya aku tante " rayu Elena
" Elena.. jika Sean menyukaimu, tante tak akan menghalangi. Masalahnya Sean sudah jatuh cinta dengan wanita lain..kami tak bisa memaksakan kehendak kami Elena " jawab Marsha tegas
Sementara perbincangan menghangat di ruang makan, kegabutan juga terjadi di kamar Sean. Emma dan Sean mandi dengan cepat. Sean memakai baju casual dengan cepat, sedangkan Emma masih pontang panting mencari dress yang bisa menutupi bekas kissmark di leher dan dadanya yang bertambah banyak, ia tak punya waktu untuk menutupinya dengan make up.
" Sean.. lihatlah ulahmu, bagaimana ini " ucap Emma marah, Sedangkan Sean santai saja
" Memangnya kenapa kalau orang melihat, toh kita sudah sah " sahutnya santai sambil menyisir rambut basahnya
" Sini kubantu mengeringkan rambutmu " Sean kemudian mengambil hairdryer lalu mengeringkan rambut panjang Emma sambil sesekali mencium wangi rambut nya.
" Sean kau ke bawah saja duluan, tolong ulur waktu sedikit untukku " pinta Emma
" Aku tak apa-apa menunggu sayang"
" Sudah pergi sana.. nanti mama marah " usirnya lalu menarik Sean keluar dan menutup pintu
" Tenang Emma.. berpikirlah cepat, oh Sean semua ini gara-gara kamu " omel Emma dalam hati
Emma segera berlari ke lemari dan membukanya lagi... Aha ada sebuah dress yang akan menutupi leher dan dadanya, ia pun langsung memakainya. Ia lalu memakai bedaknya tipis dan mengoles lippglos di bibirnya... rambutnya yang setengah basah di gelung asal saja... ces..ces Yap selesai.. Emma lalu mencari alas kaki yang sesuai.
🍉🍉🍉🍉
Saat Sean sampai di ruang makan ia kaget melihat Jhon dan Elena yang sudah duduk manis .
" Haii Uncle Jhon.. hai Elena " sapanya dingin... ia masih ingat bagaimana Jhon berusaha mendekati Emma
" Haii Sean.. aku kangen.. muahh" Elena langsung memeluk dan mencium pipi Sean, Sean langsung menjauh dari Elena dan duduk si kursinya tanpa bersuara apapun
__ADS_1
" Sean mana Emma? " tanya Marsha
" Sebentar lagi ma... hidangkan saja makanannya " Marsha lalu menyuruh pelayan menghidangkan makanan pembuka
" Apa kabar Sean, benarkah kau akan bertunangan dengan Emma... sudah kau pikir baik baik? " tanya Jhon
" Baik Uncle... ya aku sudah mantap... Mam juga sedang mempersiapkan pernikahan kami " sahutnya santai.. Elena yang mendengarnya langsung cemberut, hatinya sangat sakit dan sedih mendengarnya
Begitu pula dengan Jhon... pupus sudah harapannya untuk mendapatkan Emma.
" Selamat Malam... maaf terlambat " suara merdu Emma membuat semua mata mengalihkan pandangan mereka
Emma nampak cantik sekali malam ini, ia memakai minidress cheongsam berwarna merah yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Semua mengagumi kecantikan dan keseksian wanita asia tersebut. Terutama Sean dan Jhon. Jhon sampai ternganga melihat Emma yang sedang berjalan berlahan sambil tersenyum itu, Jhon langsung berdiri dan memeluk Emma lalu mencium pipinya membuat Emma kaget bukan kepalang
" Hai dear... apa kabar, kau semakin cantik saja " sapa Jhon
" Lepaskan tanganmu dari kekasihku Uncle Jhon... " suara Sean terdengar meninggi, Sean langsung berdiri dan mengandeng Emma agar duduk di sebelahnya
" Easy boy... uncle hanya berusaha ramah dengannya " sahut Jhon lagi, namun matanya tak lepas memandangi Emma
" Sudah.. ayo kita mulai makannya " Daniel menengahi pembicaraan
" Emma ternyata baju itu sangat cocok di badanmu.. padahal mama membelinya tanpa melihatmu lebih dulu " ucap Marsha senang
" Ya ma.. terimakasih, makanya malam ini Emma pakai agar mama bisa melihatnya " jawabnya sopan
" Apa menantu... tante mereka kan hanya berpacaran!! " protes Elena
" Ya tak lama lagi kan jadi menantu... tak ada salahnya Mam memanggilnya begitu " sahut Sean
Makan malam berlangsung sedikit tegang, selesai makan mereka duduk di ruang keluarga sambil berbincang. Sean terus memeluk pinggang Emma sepanjang malam, ia tak melepaskannya sedikitpun. Ia ingin menunjukkan pada Jhon siapa pemilik Emma. Sedangkan Jhon dengan tanpa malunya selalu menatap ke arah Emma, membuat Emma merasa tak nyaman.
" Ahh akhirnya bisa istirahat juga " ucap Emma begitu sampai di kamar, ia langsung berebah tanpa menganti bajunya lagi... ia sangat lelah dan mengantuk. Sean yang keluar dari kamar mandi tak bisa berkata apa-apa lagi mendapati Emma yang sudah tertidur dengan begitu lelapnya tanpa menganti bajunya.
Setelah memakai celana piyamanya, Sean berusaha membuka dress yang di kenakan Emma... ia berencana mengantikan nya dengan baju tidur, namun dress itu susah sekali di buka. .Emma yang merasa terganggu akhirnya membuka matanya
" Ada apa Sean... bisakah tak mengangguku malam ini, aku lelah sekali " pintanya
" Ya aku tau sayang.. aku hanya mau mengantikan dress mu ini, tidak baik memakai pakaian yang ketat saat tidur " ucap nya sambil menarik Emma agar duduk
" Sudah aku ganti sendiri aja di kamar mandi, aku tak percaya padamu kucing garong.... " omel Emma sambil berjalan berlahan ke toilet
Saat Emma di kamar mandi pintu kamar tiba-tiba di ketuk, dengan malas Sean membukanya. Begitu pintu terbuka ....nampak Elena berdiri di depan pintu hanya memakai pakaian tidur tipisnya, ia langsung masuk begitu pintu terbuka
" Haii... apa yang kau lakukan di kamarku? keluar!! " bentak Sean kesal
" Seaannn... aku hanya ingin berbincang denganmu, apa tidak boleh.. sepanjang malam wanita itu memonopolimu bagaimana aku bisa berbincang denganmu " sahutnya manja... Elena duduk di sofa sambil mengaitkan kakinya hingga menampakkan paha mulusnya
" Katakanlah apa yang ingin kau katakan.. setelah Itu keluarlah "
__ADS_1
" Sean... jangan menikah dengan janda itu... menikah denganku saja, aku masih perawan, lebih muda, lebih cantik dan lebih kaya "
" cih... memangnya kenapa jika aku menikah dengan Emma, aku tak masalah dengan semua itu karena aku mencintainya " ucap Sean, Elena langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Sean dari belakang
" Sean sejak kecil aku sudah mencintaimu.... kau juga pasti bisa mencintaiku bukan, sungguh aku menjaga perawanku ini hanya untukmu dan kau boleh mengambilnya malam ini " ucap Elena lalu melepas lapisan luar bajunya di depan Sean
" Apa yang kau lakukan Elena, pakai kembali bajumu!! " bentak Sean
Emma yang sedari tadi sudah selesai menganti bajunya sebenarnya mendengar kedatangan Elena karena pintu toilet tidak tertutup rapat, namun ia ingin tau apa yang diinginkan gadis itu...akhirnya ia hanya mencuri dengar dari pintu toilet yang renggang... senyum menghiasi wajahnya mendengar percakapan keduanya.
Dengan cepat Emma menganti baju tidurnya dengan lingerie berwarna pink yang tersedia ..kau akan mendapat pelajaran malam ini gadis centil... ucapnya dalam hati. Berlahan Emma keluar dari toilet... ia lalu duduk di ranjang dan memasang pose Sexynya
" Sayang....berapa lama lagi aku harus menunggu ? " suara mengodanya mengagetkan Elena, ia langsung melihat ke arah ranjang. Betapa kagetnya Elena melihat Emma yang berada di ranjang memakai lingerie yang begitu sexy
" Apa yang kau lakukan disini wanita murahan? " teriaknya pada Emma
" Wanita murahan ?... aku adalah kekasih Sean, wajar aku berada di ranjangnya, Sedangkan kau?..... gadis perawan.... apa yang kau lakukan di kamar seorang pria malam malam begini dan mengodanya .. siapa yang lebih murahan hah " sahut Emma tanpa meninggalkan ranjang
Elena berjalan mendekati ranjang... ia kesal sekali, ingin sekali rasanya ia mencekik janda gatal itu, namun tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Sean, Sean menariknya sampai keluar dari kamar
" Suprie..... jangan sampai gadis ini mendekati pintu kamarku !! " titahnya dan langsung menutup pintu lalu menguncinya
" Sean.... kau terlalu hik hik hik... " Elena lalu berlari kembali ke kamarnya, Sementara Sean mendekati Emma dengan seringai yang lebar... Emma yang melihatnya langsung masuk ke dalam selimut
" Hentikan senyuman mesum mu itu Sean, kau tak kuberi jatah malam ini " suara Elena terdengar jelas dari balik selimut
" Mengapa... kau cemburu ya he he " Sean semakin mendekat, ia bahkan berjalan sambil melepas celana piyamanya
" Cemburu.. huh Sorry ya.. aaaaa" Sean tiba-tiba menarik selimut Emma dan menerkamnya
" Tak ada penolakan sayang, siapa suruh kau mengodaku dengan pakaian sexy ini " ucapnya dengan suara yang mengebu dan krekk bunyi lingerie yang di robek membuat Emma marah
" Seannn kau tau betapa mahalnya lingerie ini " protesnya
" Kau lebih sexy tanpa memakainya sayang.... "
" Dasar kau kucing garong... auwww"
Dan kalian sudah tau apa yang terjadi selanjutnya... 😊😊😄😄
See you next eps
Insha Allah nanti sore up lagi
Terimakasih sudah membaca novel aku, jangan kendor untuk nge vote novel ini ya.... love you all
Cheongsam Emma
__ADS_1