Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
217. Saosa oh Saosa


__ADS_3

" Saosa... haii " jawab Marsha kaget sedangkan Daniel malah melotot


" Bagaimana kalau kita ngopi bersama, tumben tumben kita bertemu secara tak sengaja seperti ini " ajak Saosa sambil terus menatap Daniel pujaan hatinya


" Boleh.. kebetulan ada yang ingin kubicarakan denganmu " sahut Marsha


" Tidak.... " sahut Daniel membuat Saosa bingung dengan 2 jawaban yang berbeda


" Jadi bagaimana ini?? " tanya Saosa


" Saosa mulai sekarang menjauhlan dari istri dan keluargaku... jangan pernah lagi menghubungi istri atau menantuku... selamanya, mengerti!! " bentak Daniel lalu menarik tangan Marsha meninggalkan Saosa yang terbengong dengan sikap Daniel


" Daniel kau sungguh tak sopan!! mengapa kau menolaknya, aku kan ada pertanyaan untuk Saosa juga " protes Marsha


" Pertanyaan apa? dan kau akan percaya semua yang dia katakan begitu? sudah kukatakan apapun yang di ucapkannya itu bohong " ucap Daniel kesal, Marsha menarik tangannya dengan keras


" Kalau begitu jawab pertanyaan ku tadi, apa benar Saosa pernah mengandung anakmu Daniel...???!!" tanya Marsha lagi


" Tidak.....!! " jawab Daniel


" Aku tak percaya, ya Tuhan aku tak menyangka.. dulu rumah tanggaku hancur karena pihak ke tiga dan setelah 30 tahun aku baru tau bahwa ternyata selama ini aku juga adalah pihak ketiga.... aku benci kau Daniel... aku benci dengan kebohonganmu!! " teriak Marsha, ia berjalan cepat berusaha menjauh


" Marsha... aku tak berbohong, Saosa tak pernah mengandung anakku dan kau juga tak pernah menjadi pihak ke tiga " jawab Daniel sambil berusaha mengejar Marsha


" Aku tak percaya padamu Daniel.... kau jahat... jahat, aku mau kita pisah "


Jederrrrr... bagai petir di siang bolong, Daniel sangat terkejut mendengar permintaan Marsha


" Apa kau sudah gila Marsha?? " teriak Daniel prustasi


" Ya aku sudah gila... karena tak menyadari betapa menjijikkan nya aku selama 30 tahun ini " sahut Marsha, Daniel langsung menarik tangan Marsha dan menahannya


" Katakan padaku darimana kau dengar berita sampah itu, hah!! " tanya Daniel


" Kau tak perlu tau " kekeh Marsha


" Yang penting sekarang aku mau kita pisah, aku akan menghilang dari hidup kalian berdua... cukup sudah 30 tahun aku menjadi penghalang bagi Saosa... ya Tuhan, pantas saja sampai sekarang Saosa masih saja begitu memujamu... " omel Marsha, ia langsung berlari menjauh padahal sudah dekat Mobil, Daniel tak tinggal diam... ia langsung menarik Marsha dan mengangkatnya seperti sekarung beras


" Lepaskan aku Daniel... lepaskan!! " teriaknya sambil memukuli punggung Daniel


" Dalam mimpimu Marsha, semenjak dahulu sampai akhir hayat aku tak akan pernah melepaskanmu... ingat itu, kau milikku dulu... kini dan nanti... selamanya " kekeh Daniel


Jhon lalu membukakan pintu mobil bagi Daniel, Daniel memasukkan Marsha ke bangku belakang, lalu ia juga masuk tanpa melepaskan tangannya dari tubuh istrinya, Daniel sungguh tak akan membiarkan Marsha lepas dari dekapannya.


Sean yang menyaksikan perkelahian kedua orang tuanya hanya bisa diam... dia bingung... siapa yang harus di bela... mamanya ataukah papanya. Sean masuk dan duduk di depan di sebelah Jhon.

__ADS_1


" Mam..... jangan seperti ini, masa lalu tak bisa di ulang lagi.... jangan bertengkar dengan papah " ucap Sean


" Diamlah Sean.... kau tak usah ikut campur " bentak Marsha


" Sumpah demi Tuhan Marsha... Saosa tak pernah mengandung anakku, entah dari mana kau mendengar berita hoax tersebut "


" Hah berita hoax katamu, seolah2 kau begitu yakin janin tersebut bukan anakmu, semua orang dimasa lalu tau siapa kau Daniel..wanita mana yang tak pernah kau tiduri " ucap Marsha lagi


" Sudah kubilang.. janin itu bukan anakku!! "


" Sampai kapan kau akan berbohong padaku ... bertobatlah Daniel " bentak Marsha


" Apa yang harus ku tobatkan Marsha, bagaimana Saosa mengandung anakku jika aku saja tak pernah menidurinya... " ucap Daniel akhirnya


" Tak pernah menidurinya katamu, apa kau tak tau... selama ini ia bercerita pada teman2nya bagaimana kau melakukannya berkali-kali Daniel saat kau menjadi kekasihnya dulu "


" Pria itu bukan aku Marsha... "


" Lalu siapa... hantu.. atau kau punya kembaran hah ???!!!"


Daniel meremas rambutnya berulang sambil menarik nafas dengan kasar... nampak sekali ia sangat kalut...


" Kau akan sangat menyesal karena tak mempercayaiku Marsha " ucapnya kemudian


" Baiklah Marsha... aku akan membuktikannya padamu, walaupun untuk itu aku harus melanggar sumpahku pada seseorang. Namun ingatlah karena ini... hukumanmu akan bertambah berat " ucap Daniel lagi... Daniel kemudian mengeluarkan hp nya dan menelfon seseorang


" Dimana kau?? " tanyanya pada di penerima telfon


" Aku ada di Mansionku " jawabnya


" Aku dan Marsha akan ke sana sekarang, maaf aku melanggar sumpahku 30 tahun lalu. Tapi kau harus menjelaskan pada Marsha apa yang terjadi antara aku... kau dan Saosa 30 tahun yang lalu... jika tidak rumah tanggaku akan berakhir karena tak ada lagi kepercayaan " ucap Daniel sambil memandangi wajah Marsha....Wanita yang sangat... sangat dicintainya itu.


" Jhon... kita ke Mansion Jhon... papa nya Elena " titah Daniel.. membuat Sean.. Marsha... bahkan Jhon terkaget-kaget.


" Apa hubungannya semua ini dengan uncle Jhon ? " tanya Sean penasaran, namun Daniel diam seribu bahasa


" Papah..... " desak Sean lagi..Daniel memejamkan matanya sambil memijit kepalanya


" Jhon adalah ayah dari janin yang di kandung Saosa 30 tahun yang lalu " ucap Daniel akhirnya..membuat ketiganya seketika menoleh ke arah Daniel....


" Whatttt.....???? " ucap ketiganya bersamaan


" Jika demikian mengapa Saosa menyebarkan bahwa ia melakukannya denganmu.. bahkan berkali-kali ?? " sosor Marsha tak begitu saja percaya


" Karena Saosa juga tak tau " ucap Daniel lagi

__ADS_1


" Bagaimana mungkin Saosa tak bisa membedakan mana kau atau Jhon, sudahlah Daniel... apakah kau ingin melimpahkan kesalahanmu pada Jhon kini?? " cecar Marsha


" Jhon... balik ke Mansion saja, aku sudah muak dengan semua ini. Aku akan pulang ke Indonesia... dan tak satupun dari kalian bisa melarangku " ucap Marsha, Jhon meminggirkan mobil yang di kendarainya


" Bagaimana tuan... kita lanjut atau kembali?? " tanya Jhon bingung dengan perintah keduanya


" Masalah ini harus diselesaikan, aku tak mau Marsha kecewa padaku karena menganggap aku seorang pembohong... kau akan mendengar semuanya dari Jhon Marsha... bukan dariku agar kau percaya " ucap Daniel lagi, karena tak ada sanggahan dari Marsha akhirnya Jhon melajukan kembali mobilnya menuju ke Mansion Jhon Brown.


Sisa perjalanan di lalui dalam keheningan... karena baik Daniel ataupun Marsha tak ada yang membuka bibir mereka... sampai HP Sean berbunyi..


" Hallo sayang.. ada apa kau menelfon " tanya Sean begitu membuka vc dari Emma.... nampak wajah kedua anaknya yang sedang di gendong oleh Emma


" Haii daddy..we miss you, bagaimana dengan Mam.. apakah sudah ketemu?? apakah Mam baik-baik saja?? " tanya Emma khawatir


" Haii princess My swetty.... hai Prince... daddy juga rindu kalian, tapi daddy masih ada urusan dengan grandpa dan grandma " jawab Sean sambil mengarahkan kamera hp nya ke arah Marsha dan Daniel, Marsha langsung saja tersenyum melihat kedua cucunya


" Haii kesayangan oma... sabar ya... sebentar oma pulang, oma akan menyanyikan lagu nina bobo untuk kalian muah.. muah... muah " ucap Marsha dengan mata berkaca2


" Baiklah oma.. kami menunggu oma di kamar, lekas pulang oma bye bye " ucap Emma sambil mengarahkan tangan keduanya di layar kaca


" Baiklah sayang... jika kami kemalaman, kau tidurlah lebih dulu.. okay... I love you " ucap Sean


" We love you too daddy...muahhh " suara Emma pun menghilang... kini terdengar isak tangis Marsha...


" Yakin Mam mau ke Indonesia dan berpisah dengan kedua cucu Mam??? " tanya Sean lagi membuat Marsha tambah terisak


Jiahhhhh.... thor mau cari udara segar dulu, ngap rasanya nimbrung di mobil bareng mereka.


Pengen tau apa yang sesungguhnya terjadi 30 tahun lalu???


Pantengin terus ATM, jangan lupa


LIKE...


KOMEN...


VOTE....


KOPI...


KOIN...


POINT....


Semuanya deh diterima dengan senang hati.... love you all

__ADS_1


__ADS_2