Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
178. Ternyata.....


__ADS_3

Hai hai sista... maaf baru up lagi, biasa mendekati lebaran emak-emak pada sibuk urus ini itu...πŸ˜…πŸ˜…


Eps ini seperti janji thor... kita akan menengok Billy dan Elena sejenak


πŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—Ό


Seminggu sudah Billy bedrest di mansion Daniel, kini ia Jauh lebih baik. Apalagi Elena dengan dengan tekun merawatnya. Sore ini Billy berjalan ke kamar twins, ia ingin bermain-main dengan kedua bayi mengemaskan tersebut.


Semakin Ia mendekati kamar... semakin terdengan ribut suara wanita yang berbincang, dengan berlahan Billy mengintip dari sisi pintu yang terbuka... Ia melihat Marsha.. Emma dan Elena sedang berbincang sambil menimang keduanya...


Senyum tipis terukir di bibirnya melihat keindahan di depannya... ya keindahan yang Tuhan perlihatkan di depannya, 3 wanita beda generasi yang sama-sama cantik dan semua menyanyanginya.


Elena memang cantik... Billy pun tak menampik hal itu, kian ke sini Billy sudah bisa melihat perubahan pada perilaku Elena, namun apakah gadis itu sudah bisa memasuki hatinya... Billy ragu.


" Billy... kemarilah, bergabunglah dengan kami " panggilan Emma mengagetkan Billy dari lamunannya. Billy pun masuk ke dalam kamar dan duduk di sofa di sebelah Emma yang sedang menyusui Prince.


Elena yang sedang mengendong Princess kemudian duduk ke sebelah Billy


" Billy pegangkan dulu Princess, aku mau memperbaiki jempitan rambutku " pinta Elena, Billypun menyambut Princess keponakannya cantiknya. Dengan gemas Billy menciumi nya


" Haii cantik... uncle Billy akan menjagamu sampai kau dewasa nanti... kalau ada yang nakal dan menganggumu bilang sama uncle... Uncle akan menghukumnya OK " ucapnya sambil menciumi Princess


" Sudah Bill... kemarikan dia " pinta Elena


" Tidak biar Princess denganku " tolak Billy

__ADS_1


" Bill... aku baru saja mengendongnya... Kemarikan!! " kekeh Elena sambil berusaha mengambil Princess, tangannya berpangku di paha Billy karena Billy menjauhkan Princess. Keduanya ribut tak ada yang mau mengalah... Marsha sampai pusing mendengarnya


" Sudah... kemarikan Princess, kalian ribut saja " ucap Marsha lalu mengambil Princess tadi tangan Billy


" Tanteee..... yahh... " protes keduanya


" Sudah pergi dari sini, ribut saja... kalau mau punya bayi kalian buat saja sendiri " ucap Marsha tanpa dosa


Billy langsung saya manyun mendengarnya.


" Emang kalo buat langsung jadi ...kan lama tan... " ucap Billy


" Makanya cepat kalian menikah... biar babynya cepat jadi " celetuk Emma membuat Billy terbatuk


" Enak saja... siapa juga yang mau cepat menikah, umurku masih muda " jawab Billy segera.. kini giliran Elena yang manyun


" Punya istri itu enak lho Bill, ada yang ngurusin... ada yang layanin " ucap Emma menimpali


" Iyaa Bill..ada yang nemanin di ranjang, Jadi ngak kedinginan ha ha ha " sambung Marsha lagi


" Ya ya terserah... hantu aja mati kalo di Keroyok... apa lagi aku..." ucap Billy pasrah sudah..Billy heran mengapa semua orang menginginkannya menikah dengan Elena.


Selama ini ia pura-pura bersikap menjengkelkan pada Elena dengan harapan Elena mau menjauh darinya. Billy sadar diri dia hanyalah anak yang dipungut dan di besarkan oleh keluarga Brown... Ia tak layak bersanding dengan seorang Elena Brown . Billy Merasa tak percaya diri.


namun berapa kalipun Ia bersikap ketus pada Elena... ia tetap sabar padanya, apakah gadis itu benar-benar tulus menyukainya yang hanya anak pungut ini.

__ADS_1


Tak lama Sean datang..


" Bill... ini ada pekerjaan, kau kerjakan di Mansion saja " titah Sean seraya memberikan sebuah laptop pada Billy


" Daddy... mengapa kau memberi Billy pekerjaan... ia belum sembuh benar " protes Emma


" Tidak apa-apa Emm.... aku juga bosan tidur terus " jawabnya lalu keluar membawa laptop dari Sean. Billy mulai bekerja di ruang kerja Sean... Seminggu menganggur membuatnya rindu untuk bekerja kembali.


Selesai makan malam Billy kembali bekerja... namun kini ia pindah ke ruang keluarga, Ia bekerja sambil menyetel televisi. Elena sudah 2 kali menyuruhnya Billy untuk tidur, Namun namanya Billy yang sudah biasa bekerja sampai larut... oermintaan Elena hanya lewat kuping kiri dan keluar kuping Kanan.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Elena yang Merasa kelaparan keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah. Ia ingin membuat makanan... Namun Ia melihat Billy Masih asik bekerja... Ia pun menghampiri


" Bill... sudah jam 11 malam, mengapa kau belum tidur juga? " tanyanya


" Sebentar lagi... " sahutnya tanpa menoleh, Elena mengangkat laptop Billy lalu membawanya ke arah dapur


" Elena... apa yang kau lakukan, kembalikan Laptopku " protes Billy


" Kerjanya pindah ke dapur saja... temani aku masak ya, aku takut di dapur sendirian " jawabnya... Billypun akhirnya mengikuti Elena ke dapur


" Mengapa sih manjamu tak juga Hilang, masak saja minta di temani " omel Billy


" Itu Bukan manja Billy Sayang, kalau aku manja aku tak akan memasak sendiri... aku akan menyuruh maid untuk memasakkannya Bill..." jawab Elena sambil memulai memasak, Billy memperhatikan Elena yang memasak denga lihainya.


Satu kelebihan Elena adalah Ia sangat pandai memasak... Billy memperhatikannya sambil tersenyum. Elena memang adalah calon Istri dan ibu yang baik...bahkan Menurut Billy terlalu baik untuknya, itulah mengapa Ia tak mau lebih dekat dengan Elena... banyak lelaki kaya dan lebih mapan yang selalu mendekatinya...Elena berhak untuk mendapat Pria yang kebih baik darinya.

__ADS_1


See you next eps


__ADS_2