
Terimakasih yang sudah setia menanti up novel aku, harap maklum kalau slowly up karena thor juga bekerja merangkap ibu rumah tangga..so sabar ya kalau jam up nya Tidak menentukan, yang pasti saya usahakan up setiap hari... 😍😍
Mata Emma bersinar terang, Ia telah puas googgling tempat Wisata yang akan di kunjunginya
Sean keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian yang telah di sediakan Emma
" Apakah sarapan sudah siap Emma, aku lapar sekali "
" Sudah.. kemarilah, aku juga lapar " jawab Emma dari meja makan, Sean mendatanginya lalu duduk di sebelah Emma
" Emma pasangkan dasiku " ucap Sean manja 😅 padahal bisa pasang sendiri... begitu ya sista kalo lagi bucin berat tingkat dewa
" kita sarapan dulu ya.. setelah sarapan baru kupasangkan " sahut Emma, keduanya sarapan sambil berbincang ringan
Mata Sean tak pernah lepas memandangi Emma
" Mengapa kau terus melihatku... apakah ada sesuatu di wajahku? " tanya Emma risih
" Tidak.. aku hanya suka memandangi wajah cantikmu itu, aku ingin selamanya seperti ini "
" Seperti ini? apa maksudmu "
" Ya seperti ini bisa melakukan apapun bersamamu " ucap Sean lalu mendekatinya dan cuppp... memberikan kecupan di pipi Emma
Bluss... pipi Emma menghangat
" Ih... Sean.. apaan sih... " protesnya
Sean tersenyum senang melihat Emma cemberut, Ia berdiri lalu duduk di sofa
" Kemarilah.. pasangkan dasiku, jangan seperti anak kecil sedikit-sedikit marah " ucap Sean, Emma berjalan menyusul Sean ke sofa. Sean menepuk pahanya
" Tidak usah... aku berat Sean nanti pahamu kram " tolak Emma halus
" Seberat apasih badan kecilmu itu, lekas kemari !! " mau tak mau Emma duduk di paha yang kokoh itu, Ia mulai memasangkan dasi Sean sementara ke dua tangan kekar Sean memeluk pinggangnya, Emma tambah mengerucutkan bibirnya
" Dasar bos mesum.. pintar sekali mencari kesempatan huh " omelnya pelan
" Ha ha ha.... Kenapa bibirmu tambah maju... minta di cium ya "
" No... no... no " jawab Emma segera
" Emm Sean.. Nanti beri aku waktu ya.. aku mau jalan-jalan ke tempat Wisata di sini " pintanya
" Kita disini bekerja Emma, Kenapa kamu senang sekali jalan-jalan ? " tanya Sean heran
" Ya buat hiburan lah... biar ngak cepat tua.. ya ya boleh ya, setengah hari saja " rayunya
__ADS_1
" Boleh.. dengan satu syarat.. Kau tidur di ranjang denganku, bagaimana? "
" Tidak.. aku tak mau Sean "
" Mengapa sih kau takut sekali seranjang denganku, aku tak akan melakukan apapun padamu.. hanya memelukmu "
" Tidak Sean, kita bukan suami istri.. jika seranjang aku takut nanti terjadi hal hal yang tak diinginkan...sudahlah jika tak boleh ya sudahlah " ucap Emma dengan wajah yang nampak sedih, ah padahal aku sudah memilih beberapa tempat yang ingin kukunjungi...cicit Emma sedih
" Setidaknya izinkan aku ke Pasar Bawah untuk membeli oleh oleh, percuma kau berikan aku black card jika tak ada waktu untuk memakainya " ucap Emma lagi
" Baiklah.. kita lihat nanti OK, sekarang cium aku dulu " pinta Sean
Emma diam sambil memandangi wajah tampan di depannya..." kau sangat tampan dan mengoda Sean seandainya kita bertemu saat aku masih gadis aku pasti yang akan mengejarmu lebih dulu " ucapnya dalam hati
Tanpa suara keduanya mengecap rasa masing-masing , rasa yang sangat menguncang dada. Emma menarik bibirnya lebih dulu
" Cukup... banyak pekerjaan menanti kita " ucapnya lalu berdiri meninggalkan Sean di sofa
Emma menyiapkan peralatan tempur mereka hari ini, berupa 2 buah laptop dan pakaian ganti, malam ini mereka akan lembur di PT. Kila cabang Pekan Baru
Sesampainya di Kantor PT. Kila.. berpuluh karyawan berbaris menyambut kedatangan mereka, segenap jajaran Direksi juga hadir. Dengan gaya khas nya Sean berjalan memasuki anak perusahaannya, matanya menatap ruangan demi ruangan yang di lewatinya.
Kali ini Billy sendirian memeriksa keuangan, sedangkan Emma ikut mendampingi Sean melakukan rapat Direksi. Rapat dilakukan sampai sore hari, setelah rapat selesai Emma dan Sean beristirahat sejenak di ruangan yang di sediakan.
Selesai beristirahat dan mandi keduanya menyusul Billy yang masih berada di department keuangan. Mereka bertiga mengeroyok pemeriksaan keuangan perusahaan agar cepat selesai.
Sudah jam 10.30...mata Emma sudah tak tahan lagi, Emma pun tidur di sofa tanpa meminta izin lagi, sementara Billy dan Sean meneruskan pekerjaan mereka sampai jam 1 malam.
" Baiklah... Kira kira besok bisa selesai ngak? " tanya Sean
" kayaknya belum bisa.. ini aja baru setengah, belum memeriksa laporan yang lain " jawab Billy
Sean mengangkat tubuh mungil Emma sampai ke mobil dan langsung menuju hotel. Sesampainya di kamar Sean menbaringkan Emma di ranjang, seperti biasa Sean hanya tidur memakai celana piyamanya saja, Ia berbaring di sebelah Emma lalu menarik tubuh mungil itu kepelukannya setelah puas memandanginya.
" Mengapa kau memiliki banyak sekali ketakutan Emma, sebegitu tersakitinya kah kau menjalani pernikahan pertamamu itu? " gumam Sean sebelum tertidur karena sangat lelah
Hari ke dua pun berlalu dengan sangat melelahkan , walau bekerja sedemikian keras pekerjaan mereka belum kelar juga.
Emma terbangun dari tidurnya saat mobil sampai di hotel, Ia dan Sean memasuki kamar dengan lemas karena kelelahan
Sean sudah terbaring di ranjang saat Emma keluar dari kamar mandi, Ia pun menuju sofa
" Emma tidurlah di sini, percayalah padaku... semalam kita tidur seranjang apakah ada yang terjadi? tidak kan " tanya Sean
Karena sudah sangat lelah, Emma pun menurut Ia menaiki ranjang dan langsung tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal. Sean sengaja menunggu Emma nyenyak, kembali Ia meraih tubuh Emma dan memeluknya. Memeluk dan mencium wangi tubuh Emma sudah seperti candu baginya.
Hari ke 3 di Pekan Baru, selesai makan siang Sean memanggil Suprie " Suprie.. bawa beberapa anak buahmu, kawal Emma jalan-jalan. Ingat jangan sampai lengah, Jaga Emma baik baik " titahnya
__ADS_1
" Baik boss " sahutnya
" Boss... aku boleh ikutan Emma ya " ucap Billy
" Tidak... pekerjaan kita masih banyak " tolak Sean
" Tapi Emma boleh jalan-jalan, kenapa aku tidak bisa, bos tidak adil " protes Billy
Pletak.. Sean mengetok kepala Billy
" Emma itu kekasihku wajar dia sedikit bersenang-senang, Kau mau jadi kekasihku juga ? " ucap Sean
" Ih amit-amit cabang baby..... "sahut Billy
" Emma jangan lupa belikan aku juga oleh-oleh ya " pesan Billy
" Rebes... Sean aku pergi dulu ya... terimakasih " pamit Emma senang, senyumnya langsung sumringah karena Sean memberinya kesempatan jalan-jalan
Sean menunjuk pipinya.... Emma pun mendekati... Cupp Emma mencium pipi Sean sekali...
" Lagi... " cupp
" Lagi..." cupp
" Oh Tuhannn...boss ternyata kau beneran bucin, akhirnya aku terbebas dari gosip gosip miring, Emma kau memang yang terbaik " teriak Billy takjub melihat kelakuan Sean
Pletak.... Lagi lagi kepala Billy kena tampol kali ini oleh Suprie
" Dasar otak udang, namanya juga kekasihnya ya wajar dong ..lo aja yang katro , liat cipika cipiki aja heboh " omel Suprie
" Ayo pak Suprie kita berangkat " Emma berjalan menuju tempat mobil mereka di depan perusahaan di ikuti 5 pengawal.
Suprie membukakan pintu mobil untuk Emma, lalu mereka berangkat
" Kita ke mana dulu Nona? " tanya Suprie
" Kita ke PASAR BAWAH dulu pak, belanja oleh oleh.. " sahut Emma
Sementara itu di belakang mobil Emma......
" Ikutin terus mobil itu.. Jangan sampai kehilangan jejak " titahnya seseorang pria pada supirnya
" Akhirnya aku menemukanmu Emma... aku akan membawanya pulang " ucapnya sambil menghisap rokoknya.
See you next eps
Masih di tunggu vote kalian ya
__ADS_1
PASAR BAWAH... Pekan Baru