
Hai hai sista... lama tak menyapa kalian, sebagian nitizen ada yang mengeluhkan alur cerita ATM dan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca...karena tak sesuai dengan ekspektasinya.
Thor juga pernah beberapa kali membaca novel merasakan hal yang sama... so no problem, masing-masing punya hak untuk berpendapat ya sis... love you all.
🐠🐠🐠🐠
Tak lama dokter datang dan memeriksa Billy, darah Billy juga di ambil dan langsung di bawa perawat ke Lab, sementara dokter menyimpulkan Billy terkena gejala typus dan harus bedrest minimal seminggu.
Dokter juga memasang infus di tangan Billy
" Baiklah tuan dan nyonya Daniel harap di perhatikan semua yang sudah saya katakan tadi. Tuan Billy bisa saja rawat jalan asal benar-benar di rawat dengan ketat. Jika tak ada yang merawat, perawat saya bisa tinggal disini mengurus tuan Billy " ucap Dokter Steven
" Tidak usah.... saya saja yang merawat Billy " ucap Elena
" Jangan Elena biar perawat saja.. kau pergi saja ke kantor " tolak Billy
" Sean sudah memintaku untuk merawatmu sampai sembuh Bil.... Sean dan Emma yang akan mengantikan kita ke kantor " jawab Elena... Billy hanya bisa terdiam, sebenarnya ia sedih karena Emma tak ada, ia lebih senang jika Emma yang merawatnya. Kecerewetan dan perhatian Emma membuatnya merasa benar-benar memiliki seorang kakak.
" Billy... sudah sekarang istirahatlah, kau dengarkan kata dokter tadi kau harus bedrest selama seminggu... biar Elena yang mengurusmu " ucap Daniel membuat Billy tak berkutik, ia hanya bisa mengangguk
Setelah meminum obatnya.. Billypun tertidur, Marsha keluar untuk mengurus kedua cucunya. Kini tinggal Elena dan Daniel yang menunggui Billy.
" Ell... bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Billy? apakah ada kemajuan " tanya Daniel
" Sepertinya sulit om... Billy tak menyukaiku " sahut Elena sambil menyelimuti Billy..dielusnya rambut hitam Billy berlahan
" Bersabarlah Elena... Billy pria yang baik... sabar.. pintar dan pekerja keras, tak rugi kau memiliki suami seperti dia. Berjuanglah sedikit lebih keras.. okay " nasihat Daniel
" Ya om... Ell sudah terlanjur jatuh cinta pada Billy, Ell akan berjuang " sahut Elena sambil memandangi Billy yang sedang tertidur pulas.
🍄🍄🍄🍄
Langkah kaki Sean dan rombongan terdengar membahana di lorong kantor. Semua karyawan menunduk hormat melihat penerus Klan Brown itu. Wibawa Sean memang terlihat sangat jelas, Emma yang berjalan di sebelahnya pun tak luput dari perhatian.
__ADS_1
Kecantikan Emma diakui menyeimbangi ketampanan suaminya walaupun usianya lebih tua 3 tahun. Sesampainya di ruangan... mereka sudah di suguhi bertumpuk dokumen di atas meja.
Tanpa banyak komentar keduanya langsung bekerja agar secepatnya selesai, karena Emma tak mau sampai sore di kantor. 3 jam berlalu tumpukan segera menipis, Keduanya beristirahat sejenak duduk di sofa sambil minum dan memakan camilan.
Sean meminta Emma duduk di pangkuannya, ia mengendus-endua wangi tubuh Emma... tangannya seperti biasa meraba sesukanya
" Ahh sayang... apakah masih lama lagi? aku sudah meriang rasanya " bisiknya sambil mengigit kuping Emma gemas
" Sabar daddy... 2 minggu lagi ya, kan kemaren sudah di treatment " jawab Emma
" Iya... tapi aku tak puas sayang... hanya sekedar keluar... ngak asik ngak puas " protesnya... ia bahkan sampai menjilati leher Emma... hasratnya benar-benar memuncak sudah hampir sebulan boy nya tak masuk sarang.. 😭😭
Emma berusaha melepaskan dirinya dari si kucing garong yang sedang birahi itu.. bisa berabe kalo di biarkan
" Sean... sebentar lagi rapat akan segera di mulai, bolehkan aku menunggu di sini saja... aku sedikit lelah " ucapnya mengalihkan pembicaraan
" Kau lelah... ayo kita istirahat di kamar saja... aku.... aku ingin memelukmu ya " bisiknya tetap mengendus seluruh tubuh Emma, tangannya pun mulai berkelana meraba paha Emma dan terus naik dan naik. Emma mati matian menahan desahannya, sekali saja desahan keluar dari bibirnya...Sean akan langsung menyerangnya.
Ketukan di pintu menyelamatkan Emma dari birahi si kucing garong
" Masuk..!! " jawab Emma setelah memperbaiki pakaiannya yang berantakan, masuklah sang sekretaris memberitahukan bahwa rapat telah siap.
Sean akhirnya ke ruang rapat.. setelah mencuci wajahnya berkali -kali
" Ingat sayang.. setelah ini jangan pernah hamil lagi, 2 anak cukup... kau tak tau betapa menderitanya aku " omel Sean membuat Emma tertawa
" Aku yang kesakitan melahirkan mengapa kau yang menderita? " tanya Emma
" Ya karena aku yang harus berpuasa setelahnya...tak kah kau kasihan pada si boy... look ia sangat merindukanmu sampai sekarat " ucap Sean lalu mendekatkan boy ke badan Emma, Emma mencubit pinggang Sean
" Sudah pergi rapat sana... jangan lama2 , jam makan siang aku pulang " titahnya... Sean memasuki ruang rapat dengan perasaan gusar dan tanpa senyum di wajahnya... semua peserta rapat langsung pucat melihat wajah bos mereka
" Mati kita juga wajah bos sudah seperti ini... siap kan kuping dan mental kalian ".bisik salah seorang karyawan. Dan benar saja... 2 jam berlalu dengan omelan omelan mesra dari Sean. Jangankan bersuara... sekedar bernafas saja jika bisa si tahan sebaiknya di tahan dari pada kena bom dari Sean.
__ADS_1
Sebuah telfon dari Emma menyelamatkan peserta Rapat, bergegas Sean membubarkan rapat dan berjalan kembali keruangannya. Keduanya laku kembali ke Mansion Daniel. Emma sangat rindu pada kedua buah hatinya... ia langsung mandi dan menyusui keduanya. Elena menemani Elena... ia sangat senang bermain dengan twins.
" Bagaimana keadaan Billy? " tanya Emma
" Billy terkena gejala typus.. harus bedrest selama seminggu... aku akan merawatnya dengan baik " sahut Elena
" Ell... apa kau menyukai Billy ? "
" Ya... he he " jawab Elena malu-malu
" Boleh kutau apa yang membuatmu menyukai Billy... setauku dulu kalian selalu berkelahi " tanya Emma penasaran
" Saat aku melihat betapa Billy mau menemanimu melahirkan dan ia begitu sabar walau di cakar sampai pingsan... aku merasa ia begitu sexy... ia akan menjadi suami yang baik dan tentu juga akan menjadi ayah yang baik. Aku jadi ingin punya banyak anak dengannya....selama ini aku kesepian karena menjadi anak tunggal, aku ingin nanti rumah kami ramai dengan suara tawa anak2 kami" jelas Elena panjang lebar
Emma tersenyum mendengarnya... saat Emma mendengar dari Marsha perihal Billy dan Lisa..ia merasa sedih untuk keduanya. Namun kini jika memang ada seorang gadis yang betul2 tulus mencintai Billy... Emma akan mendukungnya.
" Aku akan membantumu... aku yakin Billy juga menyukaimu " ucap Emma
" Benarkah.... Oh Emma kau sangat baik, kalian sangat beruntung twins memiliki mama yang sangat baik dan juga cantik... " ucap Elena senang
" Emm... bolehkan aku bertanya? " bisik Elena
" Tentu saja.... apa yang ingin kau tanyakan? "
" Bagaimana caranya membuat baby twins??? he he "
" What.... 😱😱 ?? " Emma bingung mau menjawab apa?
Nitizen yang tercinta kalo bisa jawab tolong Emma di bantu ya, soalnya thor juga ngak bisa jawab...😂😂
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee
__ADS_1