Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
246. Terkuaknya Rahasia Besar


__ADS_3

Di aula hotel tempat di adakannya acara, acara masih berlangsung dengan meriah. Madam Saosa datang dengan memakai pakaian terbaiknya. Kali ini ia datang seorang diri.. kedua anaknya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dengan penuh percaya diri ia memasuki tempat acara.. tak lain dan tak bukan ia hanya mencari rivalnya...Marsha.


Namun ternyata Marsha berada di pelaminan menemani Jhon... mau tak mau Saosa harus bertemu dengan Jhon, lelaki yang selama puluhan tahun di hindarinya. Mata Saosa mengawasi Jhon dari kejauhan


" Mengapa semakin lama Jhon tua semakin tampan saja?? bahkan di bandingkan dengan Daniel ia tetap lebih tampan" ucapnya tak percaya dalam hati, sebenarnya saat masa mudanya... Saosa lebih menyukai Jhon namun Jhon hanya anak angkat keluarga Brown, jika ia menikah dengan Jhon maka keluarganya akan di tertawakan para bangsawan London karena itulah Saosa berkeras mengejar Daniel karena harta dan tahtanya.


Sambil menenangkan perasaannya yang campur aduk.. Saosa mendekat ke arah Marsha dan Jhon.. ia harus menyapa keduanya terlebih dahulu sebelum bisa menyapa mempelai pengantin.


" Oh haii Saosa.. senangnya kau datang di acara kecil kami ha ha ha " sambut Marsha...


" Tentu aku harus datang Marsha karena tak lama lagi aku yang akan mengundangmu di acara pernikahan anak gadisku " jawabnya tak mau kalah sambil melirik Jhon yang hanya menunduk... Jhon bahkan tak mau menatap Saosa.. entah karena marah atau malu... hanya Jhon yang tau


" Ehem... selamat atas pernikahan putri mu Jhon " tegur Saosa berbasa basi.. Jhon pun mengangkat wajahnya, mata keduanya bertemu.... sesaat keduanya saling pandang dalam diam


" Terimakasih... " jawab Jhon lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.. merasa di cuekin Saosa pun langsung mendatangi Billy dan Elena lalu mengucapkan selamat pada keduanya


" Mengapa kau tak ramah pada Saosa.. Jhon? kau masih sakit hati karena masa lalu?? " tanya Marsha pada Jhon


" Entahlah Marsha.. kapan sakit hatiku ini bisa sembuh, Saosa adalah wanita yang teramat kejam... ia lebih senang mengugurkan bayi kami dari pada menerima kenyataan aku adalah ayah dari bayi di kandungannya " jawab Jhon


" Tapi bukannya Saosa terjatuh.. ia tak sengaja keguguran Jhon " bela Marsha " Itu yang dia katakan pada orang2 Marsha, pelayan pribadinya memberitahuku bahwa Saosa memesan obat untuk mengugurkan bayi kami...sampai kapanpun aku tak akan memaafkan kekejaman nya " ucap Jhon lagi... Marsha jadi bingung.. cerita yang mana yang benar.. versi Jhon atau versi yang lain.


Marsha hanya bisa menghela nafas panjang... ia tak bisa berbuat apapun untuk masa lalu.


" Satu hal yang perlu untuk kau tau juga tentang Saosa... tidak hanya sekali ia melakukannya..ia aborsi berkali2 sebelum menikah dengan mendiang suaminya ini. Ya Saosa sangatlah binal dan liar di masa mudanya, menyesal aku pernah menyukainya dulu " bisik Jhon lagi membuat mata Marsha langsung membulat


" Oh Jhon.. darimana kau mendengar berita itu? " tanya Marsha tak percaya


" Saat ia keluar dari London... karena Daniel menikah denganmu dan aku ke Indonesia, Saosa pindah keluar dari London bersama Verna... Beberapa tahun setelahnya kami tak sengaja bertemu, Verna menceritakan semua kenakalan Saosa padaku... aku hanya mendengarkannya... aku tak mau mengomentarinya " jelas Jhon lagi


" Tapi belum tentu Verna jujur.. siapa tau di berbohong Jhon, tak adil bagi Saosa jika kau hanya melihat dari satu sisi " protes Marsha

__ADS_1


" Well aku tak memintamu untuk percaya padaku Marsha... namun jika kau penasaran tanyakan saja langsung pada Saosa " jawab Jhon lagi sambil melirik jijik pada Saosa.. Marsha terdiam tak percaya mendengar cerita masa lalu Saosa nan begitu buruk.


Saosa juga yang tak sengaja melirik Jhon.. terkejut pada pandangan Jhon yang seolah2 begitu jijik padanya. Selesai bersalaman pada pengantin Saosa turun dan berjalan berlahan ke pinggir ruangan.. dadanya terasa begitu sakit saat melihat tatapan mata Jhon yang begitu merendahkannya.


" Ini tak bisa di biarkan.. aku harus melakukan sesuatu, aku tak mau di masa tuaku aku merasakan penyesalan " ucapnya dalam hati, Saosa lalu menulis sebuah memo. dan melipatnya.. ia minta seorang pelayan yang melintas untuk menyerahkannya pada Jhon. Setelahnya Saosa pun menuju ke balkon barat hotel.


10 menit berlalu namun Jhon tak datang juga... Saosa merapatkan pakaiannya karena merasa kedinginan..cuaca sudah mulai memasuki musim dingin.. anginnya sungguh akan membuatnya masuk angin.. namun Saosa bersabar.. ia akan menunggu Jhon 5 menit lagi


Saosa merasa terkejut ketika sebuah jas di sampirkan ke bahunya.. lumayan menghangatkan bahunya yang terbuka, Saosa menoleh.. mata Indahnya bertatapan dengan Jhon beberapa saat... segera Saosa mengalihkan pandangan matanya saat dadanya mulai berdesir... mengapa rasa itu masih ada


" Katakan apa yang ingin kau katakan Saosa, kau tau aku tuan rumah di acara ini.. aku tak bisa lama " ucap Jhon dingin.. Saosa berjalan dan duduk di bangku couple yang tersedia.. matanya menatap nanar ke jalan raya


" Mengapa kau menatap begitu hina padaku Jhon, aku tak terima?? " itulah yang keluar dari bibir merahnya


" Kurasa itu wajar saja, setelah apa yang kau lakukan padaku Saosa ..kau sangat cantik tapi kelakuanmu melebihi binatang.. kau membunuh anak kita " jawab Jhon sambil tersenyum miring..Saosa menarik nafas panjang, jelas ia berfikir sangat keras kini


" Aku tidak sekejam itu Jhon.. anak kita masih hidup.. " ucapnya pelan namun Jhon tetap mendengarnya... ia berjalan mendekat dan menarik lengan Saosa dengan kesal


" Ya aku membelinya... tapi aku tak pernah meminumnya Jhon, aku membuangnya di toilet hik hik hik aku tak sanggup melakukannya" ucap Saosa terisak


" Apa..?? jadi... " teriak Jhon kaget, Jhon segera menarik Saosa keluar dari balkon yang dingin tersebut.. mereka memasuki lift, tangan Jhon tak mau melepaskan tangan Saosa. berapa kalipun Saosa menariknya


" Jhon.. kita mau kemana?? " tanyanya takut


" Ke tempat dimana tak seorangpun akan mendengar pengakuanmu!! kau berhutang penjelasan padaku Saosa " ucap Jhon, Jhon membuka kamar hotel yang sudah di pesankan untuknya


" Masuk!! " ucapnya.. Saosa pun menurut.. ia masuk lalu duduk di sebuah sofa yang tersedia..Jhin pun duduk si depannya dengan tatapan penuh rasa penasaran


" Aku menunggumu Saosa...!! " ucapnya lagi.. Saosa melepas jas di bahunya terlebih dahulu


" Dulu aku berpura-pura keguguran agar orang tuaku tak lagi memaksaku melakukannya, Dokter Robert mau menolongku.. aku lalu pergi ke Prancis dan di tampung oleh kenalan dokter Robert yang istrinya juga sedang mengandung. " cerita Sousa pun di mulai

__ADS_1


" Kami melahirkan selisih sehari.. anak yang kulahirkan sehat sekali namun tidak dengan yang menampungku.. ia mengalami cacat jantung bawaan dari ibunya.. dan meninggal 3 hari kemudian. Sang suami karena tak mau istrinya shock jika tau anaknya meninggal memohon padaku untuk menolongnya.. ia berjanji akan merawat anak yang kulahirkan sebagai anaknya sendiri dan akan mewarisi semua kekayaan mereka.. asal aku mau menyerahkannya dan menutup mulutku pada siapapun " lanjutnya


" Dan kau dengan mudahnya menjual anak kita pada orang lain karena harta?? kau memang tak berubah Saosa harta dan tahta adalah segalanya untukmu!! " omel Jhon


" Apa yang harus kulakukan Jhon... aku masih muda saat itu, setidaknya anakku tak akan kesusahan seumur hidupnya.. sudah kukatakan aku tak sekejam itu Jhon.. aku tetap menyusui anak kita sampai 6 bulan!! " jawab Saosa


" Katakan dimana anakku sekarang Saosa!! "


" Tidak Jhon.. aku sudah berjanji.. aku tak mau menganggunya.. dia sudah bahagia dengan keluarganya.. aku menceritakan ini hanya agar kau tak memandang begitu hina padaku.. aku tak tahan!! " tolak Saosa


" Tak tahan katamu..?? semua itu pantas kau dapatkan karena kau begitu liar di masa mudamu dan melakukannya entah berapa kali!! "


" Melakukan apa Jhon..? " tanya Saosa


" Mengugurkan kandunganmu.. Verna sudah memberitahu semua kelakuanmu padaku " ucap Jhon


" Dan kau percaya.. lalu darimana gelar sarjanaku ku dapat jika aku hanya sibuk mengugurkan kandunganku Jhon. Memang aku yang meminta Verna untuk menjelekkan aku di hadapanmu Jhon " sahutan Saosa membuat Jhon kaget


" Mengapa kau lakukan itu Saosa..?? hah!! "


" Jika kau membenciku.. tak mau muncul lagi di hadapanku.. itu akan membuatku lebih mudah untuk melupakanmu Jhon, melupakan masa laluku " jawab Saosa jujur... Jhon terhenyak.. ia terduduk di sofa seolah tak bertenaga lagi....


" Kau memang sangat kejam padaku Saosa.. " ucap Jhon sambil memandangi wajah yang masih terlihat begitu rupawan walaupun sudah tak muda lagi


" Maafkan aku Jhon.. " ucap Saosa


" Setidaknya katakan padaku.. siapa dan dimana anak kita Saosa.. please!! " ucap Jhon lalu berjongkok di hadapan Saosa sambil mengenggam tangan Saosa.. keduanya kembali bertatapan....


" Dia bernama...... "


Siapa ya...?? 🤔🤔🤔

__ADS_1


Jiahhhh sudah 1350 kata.. sambung besok ya sis... Vote nya atuh...dikencengin sis.. di tunggu selalu ... love you all


__ADS_2