
Hai hai semua met hari Jum 'at, semoga segala urusan di lancarkan hari ini. Met berpuasa juga bagi semua umat Muslim yang menjalankan ibadah di bulan yang suci ini.
Mendengar omelan Sean keduanya melepaskan pagutannya mereka dan sama-sama tertawa
" Sekarang aku tau dari mana asal kemesumanku ini " lanjut Sean
" Pergi kau... anak nakal, menganggu saja " usir Marsha .
Marsha kembali menatap mesra suaminya itu.
" Daniel... katakan padaku, apasih yang membuatmu menyukaiku dulu... hingga kau meninggalkan Sousa yang begitu cantik dan Kaya " tanya Marsha karena pertanyaan itu tak pernah mau di jawab oleh Daniel
" Haruskah aku menjawabnya sayang ? " tanya Daniel balik
" Tentu Daniel... sudah ratusan kali aku bertanya... " jawab Marsha kesal bahkan ia hendak melepaskan pelukannya namun Daniel tak menbiarkannya
" Baiklah... aku akan menjawabnya Sayang, Jangan marah dulu hem... " rayu Daniel. Daniel mengajak Marsha duduk di sofa di samping ranjang baby.
" Dulu entah kapan dimulai... aku suka memperhatikan gestur tubuh mungilmu ini. Kau dulu berbeda dari wanita lain... Kau tak pernah berusaha melihatku... menatapku... bahkan sekedar melirikku, sebagai seorang lelaki yang biasa di puja aku merasa heran padamu. " tutur Daniel
" Aku bahkan sering mengotori ruanganku hanya agar kau bisa berada lebih lama di ruanganku... apakah kau tau ha ha ha "
" Benarkah kau melakukan itu, dasar kau playboy tua " rungut Marsha mencubit perutnya Daniel... Daniel tambah tertawa mengenang kelakuannya sendiri.
" Saat kau tak ke Kantor beberapa hari, aku sangat resah.... aku ingin bertemu denganmu, walau hanya melihatmu rasanya cukup sudah. Karena sudah tak tahan akupun meminta sekretarisku mencari keberadaanmu. Saat mengetahui kau terluka aku begitu panik dan langsung berlari ke tempat kau berada sayang, dan saat kau tertatih membukakan pintu untukku dengan memakai piyama dan rambut hitam yang tergerai indah....itulah saat dimana kau terlihat begitu mempesona bagiku, Kau terlihat begitu indah, sexy, cantik... semua campur jadi satu, kau terlihat bagaikan dewi dan langsung menguasai seluruh isi dadaku...mengeluarkan semua wanita yang berada di dalamnya termasuk Sousa Walaupun saat itu wajahmu babak belur " paparnya tanpa jeda
" Namun aku kesal sekali karena kau berulang kali menolakku... kau tau cantik, betapa marahnya aku karena walaupun aku ingin melampiaskan hasratku pada wanita lain untuk melupakanmu... si boy tak mau, Ia hanya mau bangun dan berdiri tegak saat bersamamu...kurasa inilah yang namanya cinta sejati yang selama ini kucari dan aku berjanji pada diriku sendiri jika kau menerimaku aku tak akan pernah menghianatimu " ucap Daniel sambil memandangi manik mata Marsha
" Lalu kau Marsha... mengapa kau begitu sulit untuk menerimaku, apa kurangnya aku.... aku begitu tampan dan juga seorang pengusaha kayaraya ...dan "
" Dan juga seorang playboy kelas kakap... janda miskin sepertiku hanya akan menjadi mainan untukmu Daniel.. itu yang kufikirkan saat itu, Saat Kau memperkosaku rasanya duniaku telah hancur lebur " sela Marsha
" Tapi buktinya kan tidak... sampai saat ini kau satu2nya wanitaku sampai nanti aku menutup mata "
" I know that old man... dan aku juga tau betapa Sousa sampai saat ini masih terus berusaha mengejarmu " ucap Marsha
__ADS_1
" Biarkan saja... toh aku tak pernah tergoda dengan wanita manapun Sayang, aku hanya milikmu sampai akhir " ucap Daniel membuat pipi Marsha memerah.. keduanya kembali saling menyesap menyalurkan rasa cinta masing-masing.
Sementara itu di kamar Sean...Emma sudah mandi duluan, Ia kini sedang mengoleskan cream di wajahnya, seminggu sudah ia tak mengurusi perawatan wajahnya.
Kletek.... Sean keluar dari kamar mandi... Ia sudah sangat segar kini, Sean memakai baju yang telah di siapkan oleh Emma.
" Sekarang kau diamlah di sini, aku akan mempersiapkan semuanya dulu " ucap Sean dengan senyum mengembang..di angkatnya tubuh Emma dan meletakkanya di ranjang, ini adalah pekerjaan yang paling menyenangkan baginya.
Sean lalu mengambil air hangat dan washlap yang sudah disiapkan oleh maid... dibawanya ke pangkuan Emma. Sean lalu membuka baju mandi Emma lalu mengosok payudara Emma dengan washlap yang sudah di beri air hangat dengan berlahan... Ia suka melakukannya berlama-lama sambil tersenyum
" Aku kira sapi saja yang di pompa susunya... ternyata manusia juga bisa " ucapnya takjub, Sean mengambil alat pompa dan memasangkannya ke payudara Emma. Selesai memasangkan alat, Sean memperhatikan sampai botolnya penuh lalu membuka nya dan memasukkan asi tersebut ke botol2 kecil dan langsung di masukkannya ke freser Kecil.
Sean menatap botol 2 tersebut sambil tersenyum senang...
" Mengapa kau sepertinya senang sekali daddy? " tanya Emma
" Kau tau sayang... semakin banyak stok asi nya, maka semakin lama malam kita tak terganggu he he " ucapnya sambil mengedipkan matanya pada Emma, Emma hanya bisa mengelengkan kepalanya menghadapinya kemesuman Sean yang sudah mendarah daging.
" Apakah kau tau daddy... jika di Indonesia. baby selalu tidur satu kamar dengan orang tuanya, tidak seperti di sini... di kamar terpisah " ucap Emma
" Oh ya... aku baru tau... setauku memang di sini kami dan baby tidur terpisah , mengapa di Indonesia begitu ? anak nanti akan susah mandiri sayang "
" Emma bukan aku melarangnya... tapi Mam pasti tak setuju, kau lihat betapa antusiasnya mam terhadap twins... intip saja nanti malam pasti mam tidur di kamar baby bersama papah, dan kita tak akan bisa keluar dari mansion ini...karena mam punya 1001 alasan untuk menahan kita " jabar Sean
" Jadi bagaimana... kita akan stay si sini ? "
" Terserah padamu Sayang, jika kau ingin ke Mansion kita... kita bisa kabur diam-diam ha ha ha , sekarang istirahatlah... aku akan ke bawah mengurus persiapan konfrensi pers besok mengenai kelahiran twins " ucap Sean lalu mengecup kening Emma.
Sementara Emma beristirahat, Sean segera ke ruang kerjanya... di sana sudah menunggu Jhon , Billy dan Suprie
" Bagaimana Bill persiapan besok? " tanya Sean
" Persiapan sudah selesai bos, acara akan di laksanakan di aula Kantor besar dan sudah disiapkan layar untuk menampilkan foto2 baby twins " lapor Billy
" Okay... selanjutnya acara syukuran akan di laksanakan minggu depan saja, jadi kita ada waktu untuk mempersiapkannya. Pekerjaan ini Kuserahkan padamu Billy dan Suprie, sementara aku akan mengantikanmu mengurusi masalah perusahaan dulu " titahnya
__ADS_1
" Baik boss... Jadi pada siapa aku berkoordinasi.. tante Marsha atau Emma? " tanya Billy
" Mam saja... Emma tidak perlu disibukkan akan hal-hal tersebut, tapi bertanyalah pada Emma pesta seperti apa yang diinginkannya "
" Maaf tuan... jadi saya dan Zahra tidak usah pulang dulu sampai acaranya selesai ya boss? " tanya Suprie
" Ya... kalian disini saja dulu " jawab Sean
Rapat Selesai dengan cepat... Sean tak mau membuang waktu... Ia pun segera kembali ke kamarnya dan berbaring memeluk istrinya tercinta dan ikut tidur setelah menengoknya si kembar yang juga tertidur pulas.
🍎🍎🍎🍎
Sepeninggal Sean... Billy , Suprie dan Zahra berjalan ke kebun mansion. Mereka duduk di sana untuk mempersiapkan acara pesta kelahiran twins. Baru saja duduk hp Zahra pun berdering... terlihat wajah Rangga yang melakukan vc, Zahra lalu pindah ke bangku yang agak jauh dari upin ipin
" Assalamu alaikum mas " sapanya
" Wa alaikum salam... apa kabarnya kesayangan mas " sahut Rangga
" Iss mas gombal melulu sie " sahut Zahra tersipu
" Jadi kapan adek pulang, mas kangen pake banget nih " todong Rangga karena sudah hampir seminggu Zahra di London
" Sepertinya..... "
" Zahra pulangnya masih lama... masih banyak pekerjaan di sini, telfon lagi nanti... ini masih jam kerja " tiba-tiba saja Billy muncul di belakang Zahra membuat Zahra dan Rangga kaget
Rangga marah luar biasa karena Billy memutus vc nya dengan Zahra... hampir saja di bantingnya hp nya jika ia tidak mengingat Ia tak bisa menghubungi Zahra jika hpnya rusak
" Kurang ajar... jika dekat saja sudah kutembak lelaki sialannn itu " omelnya sambil melempar asbak di mejanya ke Sembarang arah
" Aduh...... bosss sakittttt..... " jerit Romy sambil mengosok kepalanya....
" Yang salah siapa yang benjol siapa... bos bos , udah gundul ni kepala kok masih sial aja sih gue hik hik " ratap Romy dari kursinya
Eng ing eng..... wah Billy cari penyakit ini
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote