
Hai hai sista.. Sebenarnya hari ini thor cape pake banget , pengennya sih libur up tapi kasian ama yang dah pada nunggu di terminal bus mau ikutan lamaran ke Bandung ...jiahhh menghalu kok keterlaluan 😅😅😅
🐔🐔🐔🐔
Jet mendarat dengan mulus di Jakarta, ketiganya turun dari jet dan di jemput oleh 2 mobil yang berbeda. Bu Ami akan langsung pulang Rangga ingin mengajak Zahra membeli sepasang cincin pertunangan.
Sebenarnya Zahra menolak, menurutnya tidak perlu membeli cincin namun Rangga berkeras. Akhirnya seperti biasa Zahra mengalah. Kini mereka sedang dalam perjalanan ke sebuah toko perhiasan terkenal di Jakarta.
Ketika Zahra membuka hp nya ia terkejut melihat foto latar hp nya yang berubah..
" issss mas Rangga nih lancang " ucapnya marah dalam hati... ia melihat ke arah Rangga
" Mas.... " panggilnya... Rangga menoleh sambil tersenyum manis, melihat senyum tersebut membuat rasa marahnya menguap entah kemana
" Kenapa dek? " Zahra hanya mengelengkan kepalanya... ia kembali membuka laman medsosnya
" Astagfirullah.... apa ini? " cicitnya kaget sampai-sampai hp nya mau terlepas dari tangannya
" Ada apa dek ? " tanya Rangga kaget
" Mas ya yang up load foto ini...? lihat deh teman-temanku pada heboh, kan malu mas " protesnya
" Kamu malu punya pacar seperti mas? " tanya Rangga
" Ngak bukan gitu.. Maksud adek ngak usah dulu teman-teman pada tau mas, ntar dikira kegatelan mau nikah lagi " jawab Zahra
" Dek.. kita kan memang mau nikah, biar aja semua orang tau kalau adek sudah punya mas... jadi ngak ada yang berani ganggu " jawab Rangga... Zahra hanya bisa diam, entahlah mungkin Karena kharisma Rangga yang begitu besar membuat Zahra tak pernah bisa melawan terhadap Rangga.
" Lalu ini apa maksudnya? " tanya Zahra lagi sambil memperlihatkan foto Rangga yang menjadi latar wallpaper di hpnya
" Ini maksudnya... kamu hanya boleh melihat mas... kapan saja di mana saja, seperti mas yang hanya melihatmu kapan saja... di mana saja " jawab Rangga lalu memperlihatkan layar wallpaper hpnya yang juga terdapat foto wajah cantik Zahra
Zahra tersipu malu mendengarnya... wajahnya langsung memerah
" Iss mas so sweet banget " ucapnya pelan namun tetap terdengar oleh Rangga.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah toko yang di tuju Rangga memilih 3 pasang cincin yang kemudian meminta Zahra yang memutuskan salah satunya. Sepasang cincin telah Rangga kantongi, ia tersenyum puas... kini tinggal menunggu hari esok, hari yang sangat ditunggu oleh Rangga.
🎎 🎎 🎎 🎎
__ADS_1
Setelah beristirahat sehari di Jakarta, pagi -pagi buta kediaman bu Ami sudah mulai sibuk. Bu Ami sedang mempersiapkan buah tangan untuk acara lamaran anak lajangnya.
Bu Ami sangat bersemangat, akhirnya setelah kini berumur 33 tahun Rangga mau membuka hatinya dan mendapatkan jodoh yang baik pula.
Anak-anak kos juga membantu Bu Ami. Jam 08.00 teng rombongan yang terdiri dari Supir... bu Ami... Rangga..dan Zahra pun meninggalkan Jakarta menuju Bandung, Sedangkan Romi tak bisa ikut karena jam kerja. Kedua adik Rangga akan menyusul dengan mobil masing-masing dari Tangerang.
Sepanjang jalan senyum tak lepas dari wajah Rangga dan bu Ami, sedangkan Zahra merasa gugup ia tak tau apakah bapak dan Ibunya menyetujui lamaran dari keluarga Rangga.
" Zahra.. Kenapa kok sepertinya gugup nak? " tanya bu Ami
" Ngak papa bu... Zahra hanya tidak tau apakah bapak dan ibu Zahra akan menerima lamaran ini apa tidak, Karena Zahra belum memberitahu mereka " ucapnya
" Memangnya kenapa kau tak memberitahu keluargamu Zahra? " tanya bu Ami lagi
" Mas Rangga yang larang... kejutan katanya " jawab Zahra
" Ya sudahlah.. ngak papa, kamu santai aja Zahra ngak usah gugup begitu " nasihat bu Ami sambil memeluk Zahra untuk menenangkannya.
Sementara rombongan Rangga menuju Bandung.... Romi kini sedang berada di Kantor sedang menulis laporan penangkapan yang di lakukannya kemarin. Sedang asik mengetik ... kantor tiba-tiba terdengar heboh mengiringi bunyi sepasang hinghill yang memasuki kantor Polisi.
Seorang wanita cantik yang di kawal 2 lelaki berhenti di depan Romi. Merasa ada sepasang kaki di depannya Romi pun menghentikan kegiatannya.
" Permisi.... mas Rangganya ada? " tanya wanita tersebut, melihat siapa yang bertanya.... Romi langsung tersenyum penuh makna
" Jawab saja pertanyaanku... dimana mas Rangga?!! "
" Boss sedang cuti... beberapa hari lagi baru masuk " jawab Romy, Indah meletakkan hpnya di depan Romi, terlihat foto prewed yang di unggahan Rangga di medsosnya bersama Zahra
" Apa benar unggahannya ini..? Rangga benar-benar berpacaran dengan anak abg ini? jawab!! " tanyanya dengan suara yang agak tinggi, terlihat sekali Indah sangat jengkel
" Mau tau... apa kau tau banget bu....?? Ha ha ha... " jawab Romy santui
" Brak.... Jangan bermain-main denganku!! kau mau dipindah dinas ke hutan hah!! " bentaknya arogan, Indah sebenarnya sangat cantik namun sifatnya ya itulah yang membuat Rangga tak sedikitpun mau meliriknya.
" uhhh takut.... " jawab Romy. Sambil tertawa
" Wahai nona Indah nan cantik dan rupawan...kabar di medsos itu benar Adanya.... Kapten Rangga sangat tergila-gila dengan Zahra... Ia tak bisa tidur... tak bisa makan bahkan tak bisa buang angin saat tak bisa berjumpa dengan Zahra " Jawab Romy dengan lantang
" Cih... aku tak percaya dengan ucapanmu itu , aku akan tetap mengejar mas Rangga...suatu saat pasti mas Rangga akan Jatuh cinta padaku " ucapnya dengan percaya diri
__ADS_1
" Silahkan saja... Tapi satu yang perlu kau tau Nona Indah yang terhormat.... kau sudah terlambat, Hari ini Kapten Rangga sedang melamar Zahra, mengerti.. M E L A M A R... artinya mereka akan menikah dalam waktu dekat, menyerahkan " ucap Romy lagi
" Apaaa...??? bohong... pasti kau bohongkan?? "
" Terserah kau mau percaya atau tidak... Tunggu. saja undangannya okay ha ha " jawab Romy lalu meninggalkan Indah yang sedang shock
💄💄💄💄
Akhirnya mobil yang membawa Rangga sampai di kontrakkan Zainab. Rangga... bu Ami dan Zahra keluar dari mobil
" Assalamu'alaikum... bapak.. ibu.. Zahra datang!! " panggil Zahra, tak lama pintu terbuka dan keluarlah pak Sabeni
" Wa alaikum salam, yang Allah anak bapak sudah pulang, bagaimana keadaanmu nak... sehat.? " tanya pak Sabeni sambil memeluk anak bungsunya itu
" Iya Pak... Zahra sehat, ini Zahra bawakan oleh-oleh dari nyonya Emma " melihat ada tamu lain pak Sabeni langsung menyalami keduanya
" Wah ada bu Ami dan nak Rangga... ayo masuk, istirahat dulu kalian pasti lelah... buu... bikinkan minum buat tamu kita " ucap pak Sabeni, tak lama Zahra keluar membawakan teh hangat untuk keduanya.
" Apa kabarmu pak Sabeni... ibu, selamat atas kelahiran cucu pertamanya " sapa bu Ami
" Baik bu... bagaimana dengan Ibu sendiri, semoga juga sehat semua " balas ibu Zahra
" Nak Rangga ngak kerja? " tanya Sabeni melihat Rangga tak memakai baju dinasnya padahal ini hari kerja.
" Ehem ehem... Pak Sabeni... ibu.. kedatangan kami kemari hari ini adalah untuk melamar Zahra... saya Ingin memperistri Zahra, sudilah kiranya bapak Ibu memberikan restu " ucap Rangga setelah meminum sedikit tehnya
" A. apa.... melamarnya Zahra?? " beo Pak Sabeni.. ia sangatlah kaget, anaknya yang belum setahun lulus smu sudah dilamar. Mata Sabeni menatap istrinya... begitu pula istrinya, keduanya mengangguk setelah beberapa saat.
" Zahra... apa kau sudah tau kalau nak Rangga akan melamarmu? " tanyanya Pada Zahra... Zahra pun mengangguk.
Sabeni terdiam sambil menunduk.... ia menhela nafas beberapa kali
" Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pada bu Ami dan nak Rangga yang sudah menjaga Zahra selama ini. Mengenai lamaran nak Rangga.... saya hanya bisa menjawab dengan berat hati ... lamaran nak Rangga kami tolak " jawab Sabeni
" Aaa..... apa... di tolak ?? " ucap Rangga kaget luar biasa...
Nah lho..... ditolak, gimana dong ini
Ya Allah kasian banget mas Rangga ya
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote