Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
256. Dad


__ADS_3

Sementara Emma dan Sean bersiap ke Bali... di tempat lain nampak Jhon sedang berduaan dengan Megan. Jhon sudah menyatakan perasaannya pada Megan setelah sebelumnya meminta izin pada Draco. Tanpa kendala yang berarti Draco memberi izin Jhon untuk mendekati ibunya.


Dan disinilah Jhon sedang menikmati lagi rasa indahnya bermesraan. Walau usianya meraih 50 tahun.. Jhon masih lah sangat perkasa. Megan yang sudah 2 tahun menjanda pun tak tahan dengan godaan saat melihat otot Jhon yang terpelihara dengan baik.


Sudah 2 hari ini Megan dikurung di Mansion Jhon, mereka menikmati kebersamaan setelah masing-masing lama menjomblo. Terlebih lagi Jhon yang udah lama banget ngak membajak sawah.. begitu sawah tersedia... ia pun tancap gas terus.


Deru nafas keduanya masihlah terdengar..senyum Jhon terlihat tak menghilang selama 2 hari ini. Jhon berdiri setelah memakai baju piyamanya kembali.. ia mengambil sesuatu dari laci dan membawanya ke hadapan Megan yang masih terbaring lemas.


" Megan... aku sudah tak muda lagi begitupun dirimu... aku tak mau membuang-buang waktu dengan percuma, semenjak pertama kali bertemu denganmu..kau sudah mencuri hatiku sayang. Megan... menikah dan hiduplah denganku , jangan membuatku patah hati di usiaku ini please " ucapnya sambil mengecup kening Megan


Air mata Megan mengalir begitu saja, ia pun sangat bahagia kini... ia menemukan tambatan hati yang baru.. walaupun bukan berarti ia melupakan mantan suaminya yang sudah meninggal, Megan mengangguk berkali-kali.. ia tak bisa mengeluarkan suaranya saking bahagianya...


Jhon segera memasangkan cincin di kotak ke jari Megan dan anehnya cincin itu pas...


" Kurasa kita memang jodoh Meg.. kau tau aku membeli cincin ini 2 tahun lalu di Indonesia tanpa melihat ukurannya, aku hanya sangat menyukainya saat aku berkunjung ke Sebuah kota kecil di Kalimantan, dan lihatlah betapa cincin ini begitu pas dan cocok di tanganmu " ucap Jhon senang


Jhon mencium punggung tangan Megan begitu lama... sampai HP Megan berbunyi. Jhon lalu melepaskan jemari Megan dan mengambilkan HP nya


" Dari Draco... " ucap Jhon


" Hallo son.. ada apa? " tanya Meg girang


" Apakah uncle sudah melamarmu atau belum... sudah 2 hari ia menculik mamah? " suara nya terdengar menyelidik


" Sudah son.. baru saja, kau akan punya papah baru.. kau tak keberatan kan mamah menikah lagi? " tanya Meg


" Iya mah.. mamah pantas bahagia, mana uncle Jhon aku mau bicara " pintanya Draco.. Meg lalu menyerahkan hp nya pada Jhon, sembari Jhon menelfon Meg pun masuk ke kamar mandi.


" So kau sudah melamar mamahku, selamat old man .. but kuharap secepatnya uncle mengenalkan mamah pada keluarga Brown " pinta Draco


" Tentu saja.. aku akan menelfon mereka secepatnya, tapi sebelumnya.ada yang ingin kubicarakan.. bisakah kita bertemu " jawab Jhon

__ADS_1


" Sekarang...? " tanya Draco


" Well aku harus mandi dulu "


" Baiklah.. kutunggu uncle di Restoran hotelku, Santai saja aku sedang betbincang dengan sahabatku " ucap Draco dan ia pun memutus pembicaraan mereka.


" Well kau dengar Eric.. aku akan punya papah baru " adu Draco pada sahabatnya, Eric rupanya sedang bersamanya kini.


" Selamat Draco... lalu bagaimana denganmu, kapan kau akan menikah.. aku saja sudah 2 kali menikah ha.ha ha " kelakar Eric


" Aku akan menikah jika saatnya.. Ada wanita yang kusuka tapi Ia bersuami, aku akan menunggu jandanya saja ha ha ha " balas Draco


" Maksudmu Emma...?? " pancing Eric.. Draco diam menandakan hal itu benar adanya


" Man... sebagai sahabatmu aku hanya bisa menyarankan, lupakan Emma dia sudah bahagia dengan suami dan kedua anaknya " ujarnya Eric.. Alis Draco terangkat sebelahnya


" Beneran dia sudah punya 2 anak? Kufikir suaminya bercanda Saat mengatakannya..tapi Ia masih begitu sexy you know " tanyanya penasaran


" Ya.. dan tak lama lagi ia akan mengandung kembali Draco , Ia sudah melepas kb nya beberapa minggu lalu "


" Emma adalah wanita yang memiliki tempat tersendiri di hatiku Draco kau tau itu..tapi mencintai tak harus memiliki.. kami tak berjodoh dan aku tak bisa memaksakan hal itu sampai lihatlah kini aku mendapatkan istri idaman. Aku mengetahuinya dari istriku.. Ida adalah sahabat baik Emma sampai sekarang Draco.. so lupakan saja Emma, biarkan lah ia hidup tenang dengan keluarga Brown " pinta Eric lagi..Eric kemudian memperlihatkan foto Emma bertiga dengan twins. Draco melihat foto-foto tersebut Ia pun menghembuskan nafas kasar menandakan ia. sedikit gusar dan prustasi


" Sepertinya aku memang tak pernah beruntung dengan wanita.. " ucapnya sedih


" Sudah lah jangan bersedih, adik Iparku baru saja datang dari Bali.. Maukah kau berkenalan dengannya, namanya Dinda, siapa tau kalian cocok.. kita bisa menjadi ipar bukankah seru man!! " ucap Eric


" Apakah cantik..? " tanya Draco mulai tertarik


" 11-12 dengan kakaknya hanya saja umurnya Jauh lebih muda.. yah hitung-hitung kau dapat daun muda ha ha ha " gelak Eric


" Baiklah.. Nanti malam aku akan ke temoatmu, kalau sekarang aku tak bisa.... aku sedang menunggu Jhon " ucapnya dan tak lama Jhon datang. Setelah sedikit mengobrol Eric pun pulang.. kini hanya tinggal. Jhon dan Draco

__ADS_1


" Hal penting apa yang uncle Ingin katakan? Apakah menentukan tanggal pernikahan ? " tanya Draco.. Jhon menatap dalam manik mata Draco... Ia bingung mau memulai dari mana


" Draco.. aku hanya berharap setelah semua yang ku katakan Kau akan tetap mengizinkanku aku menikah dengan Megan " ucapnya akhirnya... Draco menunggu


" Say it...!! "


" Begini...sebelumnya kau perlu tau.. pertama kali aku bertemu dengan Meg aku sudah menyukainya.. tanpa mengetahui kalau kau adalah anaknya "


" Apakah masalah jika aku adalah anak Meg? "


" Bukan kau yang bermasalah Draco.. tapi aku, aku baru saja tau kalau kau ada ? Kufikir kau tak pernah dilahirkan " ucap Jhon lagi.. mata Draco melotot bingung


" Bisa kau jelaskan lebih terperinci Lagi... aku tak mengerti uncle .." tanya Draco


" Begini... harap Jangan memotong kisah ini.. dengarkan sampai selesai " ucap Jhon. Jhon pun mulai menceritakan perjalan cintanya dan juga Saosa yang mengandung Draco hingga kini.... Draco terdiam mendengarnya, Ia tak menyangka sama sekali jika Jhon dan Saosa adalah orang tua kandungnya.


Draco terdiam cukup lama...pantas saja sepertinya ada beberapa kali papah atau Mamanya seperti ingin memberitahu sesuatu padanya Tapi tak pernah bisa, itu mungkin karena mereka begitu menyayanginya hingga tak mau kehilangannya.


Jhon menyentuh lengan Draco berlahan....


" Draco.. katakan sesuatu, kau boleh membenciku jika kau memang merasa benci padaku , tapi setidaknya di masa tuaku ini aku tak punya kebohongan yang harus kututupi " ucap Jhon tertunduk


" Lalu kau mendekati mamaku karenaku? " tanya Draco


" Sudah kukatakan padamu Draco, aku sudah menyukai Meg sebelum tau kau adalah anak yang di besarkannya, Tidak ada unsur lain selain aku murni menyukainya " jawab Jhon....


Darah muda Draco bergejolak.. Ingin sekali Ia mengamuk mengetahui Ibu kandungnya tak menginginkannya dan ayah kandungnya tak mengetahui keadaannya, tapi di samping itu semua sepanjang umurnya Ia tak kekurangannya apapun.. kasih sayang maupun materi , Dan Jhon juga bukannya tak mau bertanggung jawab tentang keberadaan dirinya hanya tidak di beri kesempatan untuk itu.


" Draco.... " suara Jhon terdengar bergetar... Draco berdiri tegak di hadapan Jhon.... Jhon bersiap untuk mendapat bogem ataupun makian dari Draco.. apapun itu Ia akan menerimanya dengan iklas....


" Kau tak mau memeluk anakmu dad... " ucap Draco sungguh mengagetkan Jhon, dengan segera Jhon memeluk anak yang selama ini tak diketahuinya, air matanya menetes bahkan mengalir deras... akhirnya ia bisa memeluk anak lelakinya itu

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2