Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
108. Duda vs Janda


__ADS_3

" Kauuu.... " ucap keduanya bersamaan, sesaat keduanya hanya saling pandang. Ida mengalihkan pandangannya lebih dulu


" Oh anda tuan.... maaf apakah anakku merepotkan anda? " basabasi nya, Eric tersenyum


" Tidak... miss Ida, maaf anakku menculik anakmu hingga kau bingung mencarinya ha ha.." jawab Eric... Ida terdiam..mengapa dia memanggilku miss... Apakah ia tau kalau sekarang aku janda, tapi tau dari mana tanya Ida dalam hati... Emma tak mungkin rumpi


" Tidak.. apa apa, baiklah kalau begitu kami permisi " ucap Ida lalu menarik tangan Raka, namun tangan Ida ditahan oleh anak Eric


" Pretty aunty ...dinner with us please.....I want to play with Raka " ucapnya memohon


" Tapi.. Makanan kami sudah datang dear ..siapa namamu? " tanya Ida


" My name is Richard " jawab nya


" Oh hai Richard salam kenal, tapi sekali lagi maaf... sayang makanannya jika tak di makan " tolak Ida halus


" Tidak masalah miss Ida, nanti pesan yang baru saja.. makananmu juga pasti sudah dingin, Mari... " ajak Eric, namun Ida diam saja... bukan sok jual mahal tapi ia lebih berhati-hati saja dengan orang asing


" Jangan takut... aku tak akan memakanmu ha ha " ucap Eric lagi seakan tau isi kepala Ida, Ida menatap anaknya... Raka pun mengangguk


Akhirnya Ida pun mengalah, Ia berjalan ke meja Eric sambil mengandeng anaknya. Richard dan Raka langsung duduk bersebelahan, Jadi mau tak mau Ida duduk di sebelah Eric


" Ehem.. Raka kok kayak sudah kenal sama Richard? " tanya Ida penasaran melihat Raka begitu cepat akrab dengan anak Eric


" Katanya mereka teman dimana satu game online, mereka sering main bareng ... ntah apa nama gamenya " jawab Eric, Otomatis membuat Ida memandang Eric


" Oo begitu... maaf tuan Eric apa nanti istri anda tak marah jika melihat kami dinner dengan kalian? " tanya Ida


" Ha ha ha... sepertinya kau ketinggalan berita, apa Emma tak pernah memberitahumu.. bahwa status kita sekarang sama?? " Ida mengelengkan kepalanya


" Kami tak pernah merumpikan dirimu tuan, maaf mengecewakan anda " sahut Ida


" Bagaimana keadaan Emma sekarang? " tanya Eric


" Emma baik-baik saja, kemarin ia ke Bali selama 10 hari mengadakan syukuran kehamilannya. Sekarang sudah kembali lagi ke London " jelas Ida

__ADS_1


" Baguslah jika begitu, jika ia bahagia aku juga senang... Walaupun sulit namun kini aku berangsur bisa menerima keadaan ini " jawab Erik tanpa di tanya


" Bunda.. nanti di hotel Raka boleh ya nginap di kamar Richard.. kami mau bergadang main game... " izin Raka membuat Ida terkejut


" Di kamar Richard? apa maksudnya"


" Kita menginap di hotel yang sama dan ternyata kamar kita bersebelaham " Eric bantu menjawab


Ida terdiam... sepertinya rencananya liburannya bakalan berantakan ini...


" Terus bunda sendirian dong... Raka tega biarin bunda sendirian di kamar? " tanya Ida


" Kalo aunty takut sendirian nanti biar papa yang temanin aunty di kamar " jawab Richard tanpa dosa


" uhuk... uhuk... uhuk " Ida dan Eric terbatuk mendengarnya


" Tidak... Tidak, aunty ngak papa sendirian saja.. silahkan saja kalian main game, tapi setelah main game Raka harus balik ke kamar... Walaupun jam berapa okay " akhirnya Ida kembali mengalah...ya Raka adalah kekuatan sekaligus kelemahan terbesarnya, tak pernah Ia bisa menolak anaknya tersebut


Erik mendekat ke kuping Ida lalu berbisik


" Jaga ucapan mu tuan , jangan berbicara vulgar di depan anak-anak !!" omel Ida lalu melanjutkan makan tanpa suara.


Selesai makan Ida mengajak Raka pulang duluan


" Bunda kata Richard kita pulang sama-sama saja " tolak Raka


" Raka... Jangan merepotkan orang nak "


" Tidak masalah miss Ida... kalian tak merepotkan, jika pun merepotkan aku tak keberatan, bukan begitu son? " ucap Eric mengoda Ida... lagi-lagi Ida hanya bisa mengalah, dengan gontai Ia mengikuti anaknya yang sudah seperti dilem dengan Richard.


Sebuah limosin mewah menunggu mereka, Eric mempersilahkan Ida masuk terlebih dahulu... Ida terpana melihat kemewahan mobil tersebut. Tanpa di sadarinya ia duduk sambil tersenyum, ternyata begini rasanya jadi orkay..cicitnya dalam hati


Sepanjang perjalanan Ida diam saja, hanya suara Raka dan Eric yang asik berbincang, keduanya benar-benar cocok.


" Miss Ida... Anakmu sangat lancar berbahasa Inggris, berapa umurnya? " tanya Eric kagum

__ADS_1


" 10 tahun, sejak umur 5 tahun Raka sudah belajar bahasa Inggris tentu saja sekarang ia sudah mahir " jawab Ida sambil memandangi anaknya


Tak terasa mereka sampai di hotel, setelah mandi dan berganti pakaian, Richard menjemput Raka di kamarnya


" Raka jangan nakalnya, ingat selesai main kembali ke kamar jam berapapun ya... muah... muah " pesan Ida pada Raka


" Ya bunda "


Setelah memakai Daster kebesarannya yaitu daster pendek u can see Ida pun merebahkan dirinya yang merasa sangat lelah.... heran mengapa anak-anak itu tak ada yang merasa lelah ucapnya dalam hati. Dalam sekejap Ida pun terlelap.


👒👒👒👒


" Tok... tok... bunda.... tok... tok... " bunyi ketukan pintu membangunkan Ida, suara Raka terdengar dari luar. Ida pun bangun membukakan pintu


" Raka sudah selesai mainnya, ayo tidur " ucapnya lalu kembali Bobo manja


" Bunda..... "


" hemmm.... "


" Bunda.. Ayo bangun... Richard sama papanya sudah nungguin kita " rengek Raka sambil mengerakkan tubuh Ida


" Memangnya mau kemana malam-malam begini Raka, ayo sudah tidur... bunda sangat mengantuk "


" Mereka mau ke Musium Louvre Miss Ida, dan ini bukan malam sudah jam 9 pagi...kami semua sudah mandi dan sarapan dan kau satu-satunya wanita malah masih tidur, apa kau tak malu " suara seorang lelaki dewasa terdengar begitu dekat membuat mata Ida langsung melek...jangan katakan....


Ida pun duduk di ranjang dan melihat Eric berdiri di pinggir ranjang sambil bersedekap


" Aaaaaaaaa apa yang kau lakukan di kamarku, laki-laki mesum!!! " teriak Ida sambil menutupi dadanya yang tak memakai bra dengan kedua tangannya


He he nah lho... gimana kelanjutannya antara si duda dan si Janda...tunggu lanjutannya ATM besok... love you all


Ida si pretty aunty


__ADS_1


__ADS_2