
Wow ngak kerasa dah eps 161....ini merupakan novel terpanjang yang thor tulis, mudahan yang baca ngak bosan ya...ngak bosan 2 ngasih vote maksudnya... 😂😂 ihh thor ngarep... ya iyalah masa ya iya dong.
Thanks untuk semua yang sudah berkenan membaca novel ini apalagi yang sudah rajin kasih like komen dan votee nya, love love deh buat kalian semua
🐓🐓🐓🐓
" Iss tuan Billy masa segitunya sampai mau jadi biksu... tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan tuan, anda hanya perlu bersabar dan berdoa pada Tuhan " nasehat Zahra
" Sekarang katakan padaku Zahra.... apa yang harus kulakukan? aku sungguh pusing " ucap Billy
" Sekarang Zahra tanya.... tuan Billy lebih menyukai siapa? "
" Ya Lisa lah... kalo sama Elena dari dulu gua gedek sama kemanjaannya.... " ucapnya lalu menunduk
" Tuan... ada sebuah prinsip yang bagus untuk di ikuti "
" Prinsip? prinsip apa? "
" Tuan pernah mendengar LEBIH BAIK DI CINTAI DARIPADA MENCINTAI ? " tanya Zahra
" Maksudnya....?? "
" Dalam kasus tuan.... lebih baik tuan di cintai dari pada mencintai. Maksudnya... lebih baik tuan membuka hati untuk nona Elena yang mencintai tuan dari pada tuan mencintai dan memilih nona Lisa yang didalam hatinya ada pria lain... anda mengerti tuan? " ucap Zahra
" Jadi maksudmu aku terima saja di jodohkan sama kuntilanak itu... tidak aku membencinya... tidak " protes Billy
" Hati-hati lho tuan tu mulut jangan sembarang menghina, benci dan cinta itu bedanya tipiiiiiis banget sampai kadang kita tak tau tiba-tiba perasaan kita sudah berpindah aja he he " lanjut Zahra
" Tuan Billy seharusnya tuan bersyukur " ucap Zahra lagi
" Bersyukur dengan masalahku ini? apa maksudmu Zahra?? "
" Tuan seharusnya bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk memilih di antara 2 wanita cantik itu, banyak orang yang tak bisa memilih atau tak punya pilihan "
Billy terdiam berusaha meresapi setiap nasihat Zahra
" Jadi menurutmu aku ke Elena saja ? " tanya Billy lagi...Zahra hanya mengangkat kedua bahunya
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan Lisa, apakah aku biarkan saja... tak usah menolongnya? " tanya Billy lagi
" Tuan... jika nona Lisa memang punya niat menolak lelaki itu tanpa bantuan tuan atau siapapun ia bisa menolaknya, tak perlu tuan melakukan hal yang nantinya akan membuat tuan susah sendiri, untuk tujuan baik atau tidak yang namanya berbohong itu tetap dosa tuan . Satu lagi tuan...suatu permasalahan itu jangan terlalu dipikirkan yang benar adalah di cari Solusinya secepatnya.. " lagi-lagi kata2 mutiara Zahra keluar
Billy sungguh kagum dengan pola pikir Zahra yang lebih dewasa padahal umurnya masih muda.
" Bagaimana sekarang... perasaan tuan sudah lebih baik? " tanya Zahra setelah beberapa puluh menit mereka berbincang, Billy berdiri lalu menghadap ke arah lautan.....
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriaknya berulang sampai lelah... Billy kemudian kembali ke bangku dan duduk di sebelah Zahra. Zahra menyerahkan sekaleng minuman yang di bawanya dari Mansion pada Billy, Billy lalu meminumnya hingga habis
" Ya... sekarang aku jauh lebih baik!! " jawabnya kini dengan senyum yang merekah , Zahra balas tersenyum.
" Senyummu manis sekali Zahra... seindah matahari " puji Billy
" Iss bisa juga gombal... no sana si Elena yang di gombal " jawab Zahra
" najis gua muji-muji si kuntilanak manja itu " sahut Billy kembali cemberut
" Tuan ngak suka sama Elena yang manja... tuan sendiri suka bermanja-manja " protes Zahra
" Siapa bilang... sama Zahra juga manja " balas Zahra
" Kalo sama kamu itu ngak manja... memang kan kerjaanmu melayani aku..wek.... "
" Iss dasar bos ngak mau ngalah, nih rasain Zahra cibit ih ih " ucap Zahra gemez dengan kebawelan Billy
" Ow Ow sakit.. Zahra... itu tangan apa besi Ow.... " Bilky meringis kesakita
" awas kamu ya kubalas cubit nih.... " balas Billy bersiap hendak mencubit Zahra balik, namun Zahra mengelak dan berlari menghindar... jadilah mereka berdua seperti tom and jerry.
Lelah berlarian keduanya kembali duduk di bangku sambil tertawa-tawa, karena hari sudah mulai gelap mereka akhirnya pulang kembali mansion. Sepanjang jalan pikiran Billy kembali pada Elena, ia masih sulit untuk. bisa membuka diri pada gadis itu.
Entah mengapa sejak pertama kali bertemu Elena beberapa tahun lalu, Billy illfill aja bawaannya. Melihat Elena yang begitu manja dan tukang paksa... itu, sifat Elena itu sebenarnya kurang lebih dengan Marsha namun entah mengapa Elena membuatnya illfill sedangkan Marsha tidak.
Hati-hati lho bang Billy... benci berlebihan bisa jadi cinta nantinya he he
💘💘💘💘
__ADS_1
Sementara Billy lagi asik curhat-curhatan dan kejar-kejaran macam tom and jerry dengan Zahra, .... di Jakarta aura kegelapan nampak mengelilingi Rangga. Setelah menerima chat dari Zahra... Rangga pun menghitung sekian jam sampai jam kerja Zahra usai. Namun ketika ia menghubungi Zahra kembali.... tak bisa di hubungi, dengan kesal di lemparnya hp asal ke sofa.. Rangga merebahkan dirinya di sofa panjang di ruang tamu rumah Mamanya. Berkali-kali Rangga menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil membolak balikkan tubuhnya.
Kelakuan Rangga itu tak lepas dari perhatian bu Ami dan Romi. Keduanya saling lirik... kasihan melihat Rangga yang lagi bucin dan kangen berat ama si Zahra.
" Rom... hibur dulu noh si. Rangga, ibu mau ke kamar dulu " ucap. bu Amy
" Romy takut bu dekat2 ma Rangga kalau lagi meradang begitu, nih ibu liat kepala botak Romy jadi ngak sexy lagi Gegara ada benjolnya kena lempar asbak sama bos di kantor tadi " lapor Romy sambil memamerkan benjolnya pada bu Ami
" Alahhhh cemen amat si lo Rom... baru satu juga benjolnya... belum dua " jawab bu Ami cuek bebek lalu pergi meninggalkan Romy ke kamar
Bu Ami menekan nomor seseorang dan...
" Hallo.... selamat malam bu Amy... apa kabar? " sahut di penerima panggilan
" Baikk sayang..... bagaimana denganmu apakah baik juga? " tanya bu Amy sambil berjalan memasuki kamarnya, Romy yang mendengar panggilan sayang dari bu Amy langsung kepo
" Wah.... lagi puber nih nyonya he he... bakalan dapat bapak baru dong di bos, waduh gua rahasiain aja lah kalo bos tau bisa berabe secara bos sekarang lagi kayak cacing kepanasan gitu " ucapnya sembari berjalan mendekati Rangga yang masih bolak balik kaya sate di panggangan
" Bos sudah atuh.... santai wae, bentar juga nelfon balik Zahranya kalo dah ngak repot, baru juga seminggu ngak ketemu dah kayak gini bos bos... telat bucinnya dah kepala 3 juga... kemaren2 kemana??? " Romy malah mengomel...membuat Rangga merubah posisinya jadi telentang
" Entahlah Rom.... sepertinya aku cinta mati sama Zahra, aku ngak rela jika ia sampai berpaling dariku, kegalauanku bukannya tak beralasan... kau lihat sendiri bos nya cakep gitu mana masih muda, aku takut nanti lama-lama Zahra jadi cinlok ama dia " curhatnya sambil menutup mata...
" Ahhh Zahra mas kangen banget sama kamu..... " cicitnya dalam hati
" Kalau Zahra sampai di embat ama bosnya Gimana bos? " tanya Romy.. yang langsung membuat Rangga terduduk
" Berhenti gua jadi Polisi, gua tembak kepalanya tuh kunyuk... baru puas!! " ucapnya sambil meraba senjatanya membuat Romy terloncat dari sofa
" What.... easy bos... comedown... itu cuma seandainya bos... waduh salah nanya nih..... " ucap Romy tepucat
😆😆😆😆😂😂😂😂
Makanya Rom... dah tau bos nya lagi meradang malah di bumbui.. 😅😅
Okay... see you next eps sista
Selama bulan puasa ...thor up nya malam ya sis
__ADS_1