
Selesai acara tukar cincin dan makan bersama, bu Ami dan rombongan pun pamit pulang. Semula Rangga ingin Zahra ikut dengan mereka namun pak Sabeni melarangnya dengan alasan masih kangen. Pak Sabeni juga akan kembali ke Jakarta besok harinya.
Akhirnya dengan berat hati Rangga pun berpisah dengan jantung hatinya. Di perjalanan Romi menelfon
" Hallo bos...gimana acara lamarannya , sukses kan? " tanya Romi kepo
" Ya Iyalah... Rangga... he he " sahutnya senang
" Selamat ya bos, kapan nih nikahnya... tahun depan? " tanya Romi lagi
" Enak aja tahun depan... sempat jamuran dong, kalau aku sih maunya minggu depan tapi camer minta habis lebaran aja... yah sabar aja sudah " jawab Rangga lagi
" Ok lah kalo begitu bos.. jangan lupa oleh-oleh nya ya he he "pamit Romi
🍷🍷🍷🍷
" Puas...???! " tanya Romi keky setelah menutup telfonnya, gimana ngak keky... ia seorang Polisi dan sekarang berada di Kantor Polisi , terpaksa harus menelfon Rangga karena 2 buah pistol tengah di arahkan ke kepalanya
Wajah Indah memucat... ia sangat kaget dengan kenyataan ini, pria yang sudah 2 tahun di kejarnya kini sebentar lagi akan menikah... ia menangis terduduk di bangku di depan Romi. Rangga adalah paket lengkap menurut Indah... selain tampan, memiliki jabatan dengan masa depan yang cerah.. ia juga kaya. Makanya ia mati-matian berusaha mendapatkan Rangga.
Romi menarik nafas panjang melihat Indah yang menangis.
" Indah... jodoh itu sudah di tentukan Tuhan... ngak bisa di paksa. Kamu sudah mengenal Rangga selama bertahun -tahun tapi hati Rangga tak bisa terbuka untukmu... sedangkan Zahra... mereka baru bertemu hitungan bulan, lihatlah Rangga bahkan sudah melamarnya . Sudah menyerahkan... jodohmu bukan dia " ucap Romi membuat Indah semakin terisak
" Apa kurangnya aku Rom... aku cantik... berpendidikan dan juga punya karir yang bagus di banding gadis abg itu " protes Indah
" Aduh duh duh nona Indah yang cantik nan rupawan, namanya juga orang lagi jatuh cinta itu. buta... yang terlihat cantik di muka bumi ini hanyalah wanitanya.... wanita lain mah ngak keliatan. Contohnya kamu... yang kau lihat tampan itu hanyalah kapten Rangga saja... padahal di sekelilingmu begitu banyak lelaki tampan namun kau tak melihatnya " ulas Romi panjang kali lebar... Indah menoleh kekanan dan ke kiri
" Mana... lelaki tampannya...? " tanyanya... Romy lalu berdiri di depan Indah dan memasang pose bak model ketimpa tronton
" Ini di depanmu... aku kurang tampan apa? hah " ucapnya penuh percaya diri sambil mengedipkan matanya
" Huekkk.... amit amit ih mendingan aku jomlo... ayo kita pulang " ucap Indah pada ke dua pengawalnya
" Oh Indah... I love you pool... " teriaknya membuat indah berjalan semakin laju....
" Beneran Rom... lo suka sama tu anak jendral " tanya rekan si sebelahnya
" Suka...?? sarap kali gua kalo suka sama cewek macam gitu "
" Lha tadi.....?? "
" Itu tadi mantra pengusir setan... buktinya langsung ngacirkan dia ha ha ha " gelak Romi senang sudah bisa mengerjai Indah
" Rom... buset dah tu bos kamu , lihat deh update terbarunya " ucap seorang rekannya di pojok ruangan
Romi lalu membuka laman medsos Rangga... Rangga kembali mengunggah sepasang cincin yang begitu indah... dengan caption #Alhamdulillah... lancar #
Romi tersenyum bahagia....
__ADS_1
" Bos.. bos... sudah saatnya kau bahagia " ucapnya senang
🐹🐹🐹🐹
Lain di Jakarta... lain lagi di London.
Walau hari sudah tak pagi lagi... namun Billy masih berada di tempat tidurnya..Semalaman tubuhnya meriang hingga pagi ini, ia tak bisa bergerak... badannya panas dan lemas sekali.
Maid berkali-kali mengetuk pintunya namun tak ada juga jawaban. Semua orang sudah menunggu di ruang makan. Akhirnya Maid memberanikan diri membuka pintu kamar Billy.
" Tuan... tuan Billy, anda belum bangun... apakah anda baik-baik saja? " tanya maid sambil berjalan mendekati Billy. Nampak Billy bergelung dengan selimut dan bergetar. Maid menyentuh kening Billy
" Ya Tuhan... panas sekali.. " bergegas maid tersebut berlari ke ruang makan
" Tuan... nyonya... tuan Billy badannya panas sekali!! " lapor maid tersebut sesampainya di bawah.
" Apaaa..?? apakah Billy sakit " Emma segera berlari ke kamar Billy disusul yang lain.
Sesampainya di kamar Emma segera menyentuh kening Billy...
" Daddy... badan Billy sangat panas ia ia gemetaran " adu Emma cemas, Marsha pun segera membuka selimut Billy... nampak wajah Billy yang kemerahan akibat dari panas tubuhnya
" Albert.... panggil dokter ke mari, sekalian suruh membawa persediaan obat, sepertinya Billy kelelahan karena memang akhir-akhir ini ia sangat sibuk " ucap Marsha
Emma segera mengambil kompres tempel di kamarnya... ia lalu menempelkan kompres tersebut di kepala Billy
" Buatkan teh hangat untuk Billy " titah Emma...tak lama maid datang membawakan teh hangat lesankan Emma
Setelah di bantu Emma, Billy pun kini sebentar di ranjangnya. Emma meminumkan teh hangat tersebut dengan penuh perhatian
" Sejak kapan kau begini Bill... mengapa tak memberitahuku?? " tanya Emma
" Entahlah sepertinya sejak semalam " ucap Billy... lalu ia bersender manja di bahu Emma, kepalanya terasa sangat pusing
" Emma kepalaku sangat pusing " ucapnya manja...
Emma mengelus kepala Billy
" Sabar ya sebentar dokter datang " ucap Emma... ia sangat cemas melihat keadaan Billy
Sean yang sedari tadi melihat Emma begitu memperhatikan Billy sudah mulai gerah. Ditariknya istrinya itu lalu memberi kode pada mamanya
" Mam urus Billy ya... twins menangis " ucapnya lalu menarik Emma ke luar
" Sean..... twins baru saja tidur tak mungkin menangis " protes Emma
" Emma...kau itu istriku, tugasmu melayani dan menjagaku dan twins bukan Billy " protesnya
" Sean.. jangan mulai lagi... Billy sakit kan karena kelelahan mengantikan semua tugas yang seharusnya kau lakukan... berempatilah sedikit, Billy hanya punya kita " omel Emma
__ADS_1
Namun Sean tetap menarik Emma ke ruang makan, saat bersamaan Elena baru saja sampai
" Maaf aku kesiangan... apakah Billy sudah berangkat ke kantor ? " tanyanya sambil terengah2 karena habis berlari
" Kebetulan kau datang... hari ini kau tak usah ke kantor, rawat Billy sampai sembuh... biar aku dan Emma yang ke kantor " titah Sean
" Aa... apa. Billy sakit... ya Tuhan.... " Elena langaung berlari ke kamar Billy sedangkan Sean memaksa Emma untuk menemaninya ke kantor. Emma hanya bisa menurut walau dengan wajah merengut, ia tak habis pikir masa sama Billy juga cemburu sih..... 🙄🙄🙄
Tok... tok... tok...
" Billy kau sakit apa?? " tanya Elena begitu memasuki kamar Billy
" Entahlah Elena... badan Billy sangat panas dan mengigil " jawab Daniel, Elena menyentuh kening Billy
" Iya panas sekali, mengapa tidak di bawa ke rs saja tante ? "
" Tunggu sebentar lagi dokter datang, jika Menurut dokter harus di bawa ke rs baru kita bawa " sahut Marsha. Elena duduk di sisi ranjang Billy... ia terlihat cemas
" Bill... mau sarapan apa.. ku ambilkan ya? " tanyanya
Billy hanya diam... jika di kamar tak ada Daniel dan Marsha pasti ia sudah mengusir Elena keluar dari kamarnya. Elena keluar.. ia pergi kedapur mengambilkan sarapan untuk Billy. sekitar 10 menit kemudian Elena sudah kembali dengan membawa sebaik makanan
" Billy dusuklah dulu, aku akan menyuapimu " ucap Elena lalu membantu Billy untuk bersender
" Bukalah mulutmu... ini aku buatkan bubur sehat untukmu. " ucap Elena sambil menyuapi Billy, dengan malas Billy membuka mulutnya... rasanya enak
" kau benar-benar membuatnya sendiri? " tanya Billy
" Hemm... Enakkan, aku kan pandai memasak " jawab Elena
" Ayo buka lagi mulutmu... bubur ini baik untukmu.. aku juga menambahkan rempah di dalamnya agar perutmu hangat " ucap Elena panjang lebar sambil terus menyuapi. Billy
Daniel dan Marsha mengamati Keduanya dari ujung kamar.
" Kuharap mereka berdua berjodoh " bisik Daniel
" Tapi sepertinya Billy kurang menyukai Elena " sahut Marsha
" Well... lama-lama ia akan luluh... sama sepertimu sayang " bisik Daniel
" Dasar kalian keluarga Brown memang suka memaksa.... " cibir Marsha membuat Daniel tertawa
Sementara itu Billy hanya bisa pasrah disuapi oleh Elena karena mata Daniel dan Marsha tak berkedip memandang ke arah nya
" Ya Tuhan kapan aku terbebas dari kunti jelek ini.... Emma di mana kau... hik hik hik.... " jerit hati Billy
Maaf jika ada typo, thor lagi sibuk banget tapi tetap usahakan up
See you next eps,
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votee nya