
Mereka pun bergeser ke ruang keluarga
" Billy sekarang ceritakan apa yang terjadi semalam!! " pinta Sean yang duduk sambil memeluk pinggang Emma
" Begini. bos... semalam aku kan bekerja sampai larut... kalo tak salah jam 12 malam aku sudah sangat mengantuk.. Jadi akupun masuk ke kamar dan langsung tertidur begitu menyentuh bantal. Dan ternyata tadi pagi aku terbangun di kamar Elena, semalam rupanya aku salah masuk Kamar... itu saja, aku tak melakukan apapun " jelas Billy membuat semua bernafas lega
" Lalu mengapa kau bilang Billy menidurimu Ell? " tanya Jhon
" Aku tidak bilang Billy meniduriku pah... aku bilang kita tidur seranjang, dan Billy sudah 2 kali menciumku " ucap Elena membuat Jhon kembali melotot ke arah Billy
" Jadi kau sudah tidur di ranjang yang sama dengan anakku dan menciumnya hah...?? " tanyanya marah
" Ya.. om Jhon itu benar " Sahut Billy
" Dan kau tak mau menikahinya?? mengapa.. apa kau punya wanita lain?? " berondong Jhon
" Karena.... Karena.... " Billy diam tertunduk
" Katakan dengan jelas alasanmu brak.... " Jhon sampai mengebrak meja
" Karena Elena adalah seorang gadis dari Klan Brown... Sedangkan aku hanya anak pungut, Elena berhak mendapatkan suami yang sederajad dengannya dan pria itu bukan aku " ucap Billy
Semua terdiam mendengar alasan yang diungkapkan Billy
" Billy... kami tak pernah menganggapmu sebagai anak pungut, kami menyanyangi mu sebagai anak kami selama ini " ucap Marsha yang di angguki oleh Daniel
Jhon meraup wajahnya kasar..... ia melihat ke arah anak gadisnya yang terlihat selalu menatap Billy.... ia tau anaknya kini sedang jatuh cinta. Jhon menarik nafas panjang berulang
" Kau tau Billy aku juga anak pungut keluarga Brown " ucap Jhon sambil memandangi Billy
" A.. apa? bukankah anda saudara tiri om Daniel? " tanya Billy kaget
" Ya begitulah keluarga Brown Billy.... statusku sama denganmu tapi tuan Brown mengatakan kalau aku adalah anak tirinya agar orang-orang tak memandang sebelah mata padaku, hingga saat ini... Elena saja tidak tau kalau aku anak pungut, bukankah begitu Daniel..?? " ucap Jhon... Daniel hanya diam
" Jadi tak ada alasan derajatmu dan Elena berbeda , kita semua sama di mata sang pencipta... buang jauh-jauh rasa mindermu itu. Selama Kau mencintai anakku dan berjanji akan menjaga dan membahagiakannya itu sudah lebih dari cukup untukku. Melihat Elena bahagia adalah impianku satu-satunya Bill.... " restupun di berikan oleh Jhon
" Horeee.... kita menikah.... akhirnya aku tak jomlo lagi " ucap. Elena senang... membuat kedua pasangan Brown tersenyum senang... Sedangkan Billy hanya tersenyum malu
" Baiklah Jhon menurutmu kapan sebaiknya mereka menikah? " tanya Marsha
" Bagaimana jika bukan depan.. semakin cepat semakin baik " jawabnya membuat Billy kaget
" Se sebulan....??? " tanya Billy kaget luar biasa, ia merasa belum siap untuk menikah diusianya yang baru menginjak 25 tahun itu
__ADS_1
" Mengapa... kau keberatan?? " tanya Jhon dengan mata melotot membuat nyali Billy menciut... Haduhhhh punya camer kok galak banget sie... 😭😭
" Ngak... ngak om.. hanya saja apakah Waktunya cukup untuk persiapannya " jawab Billy tak berani membantah
" Iya uncle... bagaimana jika 1,5 bulan lagi karena aku dan Emma mau bulan madu dulu beberapa Hari Lagi " saran Sean
" Bulan Madu....?? untuk apa kita bulan Madu lagi daddy.?? kita bukan pengantin baru lagi " tanya Emma bingung
" Tentu saja kita pengantin baru lagi... setelah 40 hari istirahat ..si boy perlu dimanjakan kembali " ucap Sean tersenyum mesum pada Emma.. membuat wajah Emma memerah
" Apaan sih Sean... aku tak akan meninggalkan twins.. aku tak akan kemana-mana " tolak Emma
" Kau tak bisa menolak sayang.... Mam akan menjaga twins dan persediaan asi cukup untuk 10 hari, bukankah begitu mam?? " tanya Sean pada Marsha meminta persetujuan Marsha
" Iya...Emma pergilah dengan Sean, jangan khawatirkan twins mereka akan bersama mam " sahut Marsha... membuat Sean tersenyum senang karena perundingannya dengan mamanya semalam berhasil.
flashback on
" Mam... kemarilah ada yang Ingin kubicarakan dengan mam " telfon Sean
" Dimana kau? "
" Aku diruang kerja... ini rahasia jangan sampai papa dan Emma tau kalau mam kemari " pintanya. dengan penuh tanda tanya Marsha pun mendatangi Sean keduanya ruang kerja Sean
" Begini Mam... aku mau membawa Emma berbulan Madu selama seminggu... aku butuh bantuan mam untuk menjaga twins dan membujuk Emma " jawab Sean
" Bulan Madu...??? "
" Ya Mam.... tak usah sok tak mengerti begitu... Mam kan tau penderitaanku selama 40 hari ini, aku ingin bercinta tanpa gangguan dengan istriku hanya Seminggu mam... ya ya bantu aku " rayu Sean... melihat celah yang terbuka lebar Marsha pun memamfaatkannya
" Baiklah... tapi ada syarat dari mam " ucapnya sambil tersenyum
" Mengapa perasaanku jadi tak enak melihat senyum mu itu maksudnya... sepertinya Mam akan memerasku " ucap Sean
" Ha ha ha... anak pintar, Kau memang sangat mengenal Mam "
" Sepertinya aku akan menyesali perundingan ini , apa mau mam katakan?! " ucap Sean lagi
" Mudah saja... kalian tetap tinggal disini, tak boleh kembali ke Mansion kalian "
" Apa...??? Maaaam... ini bukan Lagi oemerasan tapi penghilangan hak asasi , tidak !! yang lain saja " tolak Sean
" Sean... tak kah kau kasihan pada mama dan papamu, memisahkan kami dengan kedua cucu kami. Kami kedua orangtuamu yang sudah renta ini hanya ingin menua ditemani twins, tidakkah kau Ingin melihat kami bahagia son " rayu Marsha
__ADS_1
" Mam tak usah bermain sinetron di depanku mam.... 6 bulan itu saja yang bisa kulakukan untukmu Saat ini, ambil atau tidak sama sekali " ucap Sean gerah
" Satu tahun..... oke " tawar Marsha
Sean berdiri mondar mandir beberapa saat... ia menimbang dan berfikir
" 10 bulan... deal??? " ucapnya sambil menyorongkan tangannya pada Marsha, Namun Marsha tak menyambutnya
" Mam akan memikirkannya.... " ucapnya lalu meninggalkan ruang kerja Sean
Flassback off
" Kalian mau bulan Madu ke mana? aku akan membantu menjaga twins " tanya Elena antusias
" Tebaklah... laut... pulau.... romantis " jawab Sean
" Laut... pulau... romantis.... pasti Bali atau Hawaiian.... iyakan?? " jawab Elena, mendengar Bali Emma langsung senang
" Bali... kita akan ke Bali Sean?? ah senangnya " speak Emma bahagia
" Huh Bali...?? dan nanti di sana kau akan bertemu mantan suami brengsekmu itu... no big no " sahut Sean sewot plus Nada cemburu membuat kedua orang tuanya hanya bisa mengelengkan kepala melihatnya
" Jadi kemana dong?? " tanya Elena penasaran....
" Bora-bora.... " jawab Sean sambil tersenyum miring, ia sudah membayangkan apa saja yang akan mereka lakukan selama seminggu di sana
" Bora-bora dimana itu daddy? " tanya Emma
" Itu Salah satu pulau Wisata si Prancis Sayang, kau pasti tak menyesal ke sana , mam sudah pernah kesana dengan Daniel" jawab Marsha
" Bora-bora.... Billy nanti kita bukan madunya ke sana juga ya " ucap Elena sambil bersandar di bahu Billy
" Ya terserah padamu saja... " jawab Billy setelah mendapat lirikan maut dari Jhon
" Tenang saja paket bulan Madu kalian... aku yang tanggung sebagai hadiah plus sebuah mobil " ucap Sean
" Wah... senangnya... terimakasih Sean 😍😍." tak terkira senangnya Elena membuat Jhon bahagia melihat senyum bahagia putrinya tersayang .
See you next eps
Thor masih galau nih eps depan nengok siapa ya... 🤔🤔🤔
Rangga apa Jhon William.... Kalian mau nengok siapa????
__ADS_1