Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
208. Bertemu si merah


__ADS_3

Bingung dengan judulnya...?? 🤗🤗 ada hal luar biasa yang akan terjadi... jadi jangan lewatkan eps ini. Jangan lupa juga untuk berikan vote kamu untuk ATM karena dah di awal minggu lagi ya sista


🐔🐔🐔🐔


Hari ini Billy sangat bersemangat, ia berencana akan menghadap Daniel dan berbincang serius dengan Daniel perihal masa depannya. Hatinya sudah mantap untuk mempersunting Elena di kunti jelek yang kini telah menjelma menjadi pujaan hatinya.


Billy membaca lagi laporan yang akan di serahkannya pada Daniel sebagai dalih untuk mengobrol dengannya. Jam sudah menunjukkan pukul 11.30, Billypun bersiap untuk ke ruangan Daniel. Ia memastikan penampilannya rapi dan wangi... Walaupun hanya bertemu dengan ayah angkat merangkap bos nya, Ia harus tetap terlihat perfect.


Sementara itu di ruangan Daniel...


Daniel kedatangan sahabat masa mudanya... Ia sangat terkejut dengan kedatangan Harold yang sudah 30 tahun lalu merantau ke Korea.


" Ya Tuhan... Harold kemana saja kau menghilang selama 30 tahun ini, Kukira kau tinggal nama " ucap Daniel begitu melepas pelukannya... air matanya menetes bahagia.. Harold adalah teman suka dan duka nya, mereka harus berpisah karena Harold harus mengikuti keduanya orang tuanya ke luar negri.


" OMG... Daniel kau masih tampan saja... seolah-olah tak bisa menua, bagaimana kau menikah dengan siapa? Monika atau Sousa atau dua duanya ha ha " jawab Harold sambil tertawa... setahunya dulu Daniel adalah seorang casanova


" Tidak dengan keduanya... aku menikahi salah seorang karyawanku.. lihatlah ini foto kami " sahut Daniel sambil menunjukkan Fotonya bersama Marsha..membuat Harold terkejut


" Kau menikahi wanita Asia... kalau begitu kita sama dong, aku selama ini tinggal di korea... tak lama di sana aku berkenalan dengan seorang gadis Korea dan kamipun menikah. Disanalah sekarang aku membangun bisnisku Daniel " ucap Harold juga sambil memperlihatkan foto keluarga dari HP nya.


Keduanya ngobrol sampai lupa waktu.. sampai...


" Tok.. tok.. tok.. om Daniel boleh Billy masuk?? " suara Billy terdengar dari luar


" Masuklah Billy...!! " jawab Daniel, Billy pun masuk lalu memberikan berkas di tangannya pada Daniel


" Ini laporan mingguannya om.. maaf Billy tidak tau kalau om sedang ada tamu, Sekretaris om tidak ada di mejanya tadi Jadi Billy langsung masuk " ucap Billy sambil mengangguk sopan pada Harold


" Tidak apa-apa Billy.. Santai aja, kenalkan ini sahabat om sudah 30 tahun kami tak bertemu.. namanya Harold, Harold ini Billy anak angkatku " ucap Daniel mengenalkan keduanya


Keduanya pun bersalaman.. Harold memperhatikan Billy dari atas sampai bawah... Ia menyukainya


" Sebenarnya ada yang Ingin Billy sampaikan, tapi karena om ada tamu yang sudah Nanti saja .. Billy pamit dulu om.. permisi tuan Harold " pamit Billy sedikit kecewa karena maksud dan tujuannya tak bisa di lakukan.


Sepeninggal Billy...


" Daniel masih Ingatkan kau dengan janji kita sebelum kita berpisah dulu " ucap Harold


" Ya tentu saja Harold, tapi karena kau tak ada Kabar berita selama ini... anakku sudah menikah bahkan sudah memberiku 2 orang cucu " jawab Daniel


Harold menarik nafas panjang

__ADS_1


" Aku lama baru punya anak... setelah melakukan program bayi tabung baru aku memiliki anak kembar sepasang. Karena itulah aku kemari.. anak gadisku sudah cukup umur untuk menikah umurnya sudah 20 tahun, Makanya aku mencarimu. Aku tak mau menikahkan anakku dengan Sembarang orang " jelas Harold


" Lalu bagaimana Ini... Sean sudah berumah tangga ? " tanya Daniel bingung


" Bagaimana dengan anak angkatmu? apakah ia sudah menikah.. kulihat ia pria yang baik " tanya Harold


" Billy....?? Billy belum menikah tapi Ia sudah.... "


" Nah pas sudah... aku tak keberatan anakku berjodoh dengan anak angkatmu, Selama kita masih bisa berbesan... bagaimana?? " todong Harold ...Daniel terdiam.. bagaimana ini???


" Tapi Harold Billy sudah punya pacar "


" Nanti kita bicarakan Lagi Daniel... aku pamit dulu, Nanti malam aku dan keluargaku akan datang tepat waktu... Terimakasih atas undangan makan Malamnya, jangan lupa Billy harus ada nanti malam agar istri dan anakku bisa melihat nya " ucap Harold sebelum meninggalkan ruangan Daniel.


Daniel terdiam... bagaimana ini, Bagaimana caranya menjelaskan pada keluarga Harold dan juga Marsha.... aduh.... matilah aku.... rutuk Daniel dalam hati. Walau bagaimanapun Ia sudah setuju Billy dengan Elena, namun janji juga tetaplah janji...😐😐


Di Mansion Daniel


Setelah Daniel memberitahu Marsha bahwa ia mengundang sahabat lamanya beserta keluarga untuk makan malam di Mansion mereka... Marsha menjadi sibuk. Ia harus mempersiapkan banyak hal.


" Elena hari ini kau tak bisa mengantarkan makan siang dulu untuk Billy awasi twins dulu.. tante sangat sibuk ada tamu mau datang nanti malam, tolong kau hubungi Billy agar datang untuk ikut makan malam di sini " titah Marsha , Elena hanya bisa Menurut.. dengan sedih Ia menelfon Billy


" Ayo sudah kemari.. aku nunggumu sejak tadi. Tadi aku ke ruangan om Daniel.. aku ingin berbicara tentang kita, tapi om lagi Ada tamu... Jadi gagal deh " ucap Billy juga sedih


" Padahal aku sudah pake merah lho " ucap Elena langsung membuat Billy melotot


" Mana...?? aku mau lihat!! " bisik Billy, Ia langsung saja masuk ke bawah meja kerjanya


" Ngak ah.. Nanti sore cepetan aja ke sini, jadi kita bisa bertemu... kutunggu di ruangan twins ya " tolak Elena


" Ell sayang... intip sedikiiit aja, biar aku tenang bekerja ya... ya... " rayu Billy membuat Elena tersenyum... Ia meletakkan hp nya di atas bantal, Elena lalu membuka berlahan resliting baju nya sambil tersenyum malu-malu ke arah Billy


" Sebentar aja ya.... itu hukuman untukmu karena gagal bicara dengan om " ucap Elena lalu membuka Sedikit bajunya, nampaklah gunung kembar Elena yang ditutupi bra berwarna merah


" Glek.. glek.... " mata Billy melotot dengan air liur yang menetes , namun hanya beberapa detik Elena kembali menutupnya


" Ya... ya... Ell... sayang kok Cepat banget " protesnya sambil menghapus air liurnya


" Sudah habis kuotamu.. ingat nanti cepetan datangnya.... Ell tunggu dengan si merah bye bye muahh " ucap Elena lalu memutus vc nya


" Ohhhh Elena..... melihatmu memakai si merah membuat perkututku jadi pusing " ucap Billy dalam hati

__ADS_1


" Hah... perkututku pusing?? akhirnya aku mengerti juga maksudnya mmmyeah.. yeah..... artinya aku sudah dewasa ha ha ha " tawanya senang


Nana yang berada di depan pintu hendak mengetuk tak jadi mendengar Billy yang tertawa-tawa sendiri di dalam ruangan


" Ihh merinding gua.... nih bos apa sudah rada-rada ya... " ucap Nana tak Jadi mengetuknya.


🍇🍇🍇🍇


Mansion Daniel


Dengan terburu-buru Billy langsung mandi begitu sampai di mansion Daniel, Ia harus bersih dan steril saat bertemu Elena karena mereka janjian di kamar twins. Billy memakai pakaian semi formal karena sekalian Akan makan malam dengan tamu malam ini.


Setelah rapi dan wangi.. Billy bergegas ke ruangan twins, berlahan Billy membuka pintu kamar twins... dadanya berdegup kencang, Nampak Elena sedang duduk sambil memberikan susu formula pada Prince. pemandangan yang sangat Indah...


Billy membayangkan saat Elena nanti akan menyusui anak-anak mereka...so sweettt... Billy berjalan berlahan lalu duduk di sebelah Elena, sebelah tangannya langsung memeluk pinggang Elena


" Hai cantik.. bagaimana Kabarnya keponakanku muahh " bisiknya sambil mencium pipi Elena gemez, Elena tersenyum manis sambil memandangi wajah pria yang di selalu membuatnya kangen


" Mereka tumbuh dengan sangat sehat Bill... sutt jangan ribut.. Prince baru saja tertidur " ucap Elena lalu berdiri dan meletakkan Prince ke ranjangnya. Selesai meletakkan Prince... Elena segera duduk di pangkuan Billy. Billy menyambutnya dengan gembira, tanpa kata-kata keduanya menyatukan bibir mereka untuk menghilangkan dahaga kerinduan.


Tangan Billy mulai berkelana.. menurunkan resliting baju Elena sampai habis, tangannya lalu meraba isinya. Billy mengakhiri ciuman mesra mereka... matanya langsung memandang ke arah gunung kembar Elena yang di bungkus oleh si merah , Bibirnya melengkung sempurna melihat keindahan didepan matanya


" Haii merah akhirnya kita bertemu " sapanya.... Billy membuka pengait bra Elena yang kini berada di depan dan terbukalah pembungkus gunung kembar tersebut lalu terlihatlah pemandangan yang sangat luar biasa Bagi Billy.... dadanya langsung berdegup sangat.. sangat kencang.


Billy lalu memandang wajah Elena yang memerah karena malu, ini juga pengalaman pertama Bagi Elena... entah mengapa Elena mau memperlihatkan nya pada Billy mungkin karena Ia sangat mencintainya.


" Elena... bolehkan aku merasakannya?? " tanyanya meminta izin... Elena mengangguk malu, mendapat lampu hijau dari Elena... Billy langsung mengangkat tangannya Ia ingin menyentuh gunung kembar Elena tanpa penghalang...kedua tangannya telah mendarat sempurna di atas kedua gunung... Ia. mendekatkan wajahnya ingin menciumnya.... sedang tegang-tegangnya....


" Oek... Oek... Oek.... " tangisan Prince membuat moment panas itu langsung bubar, Elena langsung mengaitkan kembali Branya dan merapikan bajunya. Ia berdiri dari pangkuan Billy dan mengangkat si Prince yang tiba-tiba menangis dengan kencangnya.


" Prince kau sengaja ya Ingin membalaskan dendam daddymu... huffff " Billy akhirnya hanya bisa berebah sambil menutupi wajahnya dengan bantal..... Perkututnya kembali pusing.... 🤗🤗🤗


See you next eps


Eps besok lebih seru ya sis...


Jangan lupa dengan like komen terutama dengan vote dan hadiah kalian untuk 🏧.


Izin promosi.. ya ini novel terbaru saya, masih sesikit eps nya.. Monggo di tenggok sista


__ADS_1


__ADS_2