Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
136. Rahasia Rangga


__ADS_3

Hai hai double up hari ini..... spesial buat yang sudah ngevote... yang belum boleh nyusul yo biar thor tambah cemungut nulisnya 🤗🤗🤗


Ngak pake lama Zahra sudah keluar dari kamarnya, Zahra memakai gamis berwarna hitam dengan hijab menutupi dadanya, apalagi Zahra memakai liogloss pink dan eyeliner membuatnya terlihat lebih dewasa . Rangga sampai ternganga melihatnya


" Wow.... so beautifull " cicit Rangga dalam hati


" Mas.... Zahra sudah siap " ucapnya dengan senyumnya yang sumringah, nampak jelas Zahra sangat bahagia karena akan ke Bandung.... Rangga masih terdiam


" Bosss.....norak banget sih " bisik Romi sambil menendang kaki Rangga


" Ehem... Ehem kalo gitu ayo berangkat, bu Rangga berangkat dulu " pamitnya


" Iya hati-hati di jalan ya, jangan lupa belikan hadiah untuk babynya dan oleh-oleh buat keluarga Zahra " ucap bu Ami dengan senyum lebar


Rangga membukakan pintu mobil untuk Zahra... membuat Zahra melihat ke arah Romi


" Lho.. mas Romi ngak ikutan? " tanyanya


" Ngak lah... Inikan minggu saya mau ke gereja cantik he he " jawabnya cengegesan


" Hati-hati di jalan bos, ingat pake Pentium terbaru ya " ucapnya sambil tertawa geli melihat wajah Rangga yang memerah


" Safety belt nya sudah di pake? " tanya Rangga


" Sudah mas.. makasih ya mas sudah bolehin Zahra ikutan ke Bandung " ucapnya sambil tersenyum indah pada Rangga.... nyes... nyes.... nyes.... dada Rangga seperti di siram segalon Es jadinya ademmmmm banget di beri senyum semanis itu


" Ya... kebetulan kan mas ada perlu, kalo minggu depan mas ke Bandung lagi Gimana? mau ikut lagi apa ngak? " tanyanya


" Mau lah... mau pake banget , emang ngak papa kalo Zahra ikut lagi? " tanyanya


" Minggu ini gratis ya... minggu depan ngak gratis " ucap Rangga


" Ngak papa mas... berapa bayarnya? "


" Bayarnya ngak pake uang "


" Jadi....? pake apa mas " tanya Zahra ngak ngerti


" Temanin mas nonton.. ada film baru minggu depan, Gimana? " pertanyaan Rangga membuat Zahra terdiam


" Ngak mau? "


" Mau aja asal jangan film horor ya, Zahra takut " jawabnya membuat Rangga senang bukan main... yes yes yes


" Ok... sekarang kita belikan hadiah dulu buat bayinya " ucapnya lalu membelokkan mobilnya di sebuah Ruko yang menjual perlengkapan bayi.


🐝🐝🐝🐝


Rena cs sedang berada di dalam sebuah ruko besar, ia mau membelikan hadiah untuk kakaknya yang baru melahirkan. Matanya menangkap sebuah mobil Ranger mewah memasuki parkiran ruko

__ADS_1


" Gila.. mantap banget tuh mobil, siapa yang punya ya? " cicitnya dalam hati


" Duh tu mata biasa aja dong, liat mobil kayak liat cowok cakep aja pake melotot gitu " tegur temannya


" Ngak... tu mobil kan terbatas di mari... cuma ada beberapa saja di Indonesia, cuma orkay aja yang punya.... siapa tau yang punya masih jomlo " jawab Rena dengan mata berbinar, Rena memang mata duitan ya sis... ada uang abang di sayang ngak ada uang abang melayang, begitulah kurang lebih prinsipnya.


Melihat yang keluar adalah seorang pria dewasa nan tampan membuat Rena cs blingsatan, mereka segera mengambil bedak masing2 dan berdandan secantik mungkin.... namun lho...? lelaki tampan itu membukakan pintu penumpang dan keluarlah seorang gadis cantik berhijab


" What..... **** kok bisa cogan itu datang sama si miskin Zahra " teriak Rena kaget bukan kepalang, ia sampai mengucek matanya berkali-kali


" Positif deh si Zahra itu cewek ngak bener... kemaren sama cogan yang berbeda dengan yang ini " ucap Rena lagi


" Tapi seleranya si Zahra boleh juga, cowok yang jalan sama dia pasti cakep udah gitu tajir lagi, pake pelet kali dia ya? " tanya temannya membuat Rena semakin dongkol


Rangga membukakan pintu kaca untuk Zahra dan mempersilahkan Zahra masuk lebih dulu. Sesampainya di dalam mereka berpisah... Zahra menyusuri produk kosmetik bayi sedangkan Rangga ke tempat pakaian bayi.


Asik melihat-lihat produk cosmetik bayi, seseorang menarik tangannya


" Lihat... siapa di sini? hei anak miskin sama siapa lagi kau kemari... sama sugar daddy baru? " todong Rena tanpa basa basi membuat Zahra kaget


" Apaan sih Ren, kenapa sih mulutmu itu dari dulu selalu sentimen sama aku ? apasih salahku sama kamu selama ini hingga kamu selalu mengurusiku " jawab Zahra gerah


Rangga yang berdiri tak jauh dari mereka kaget mendengar Zahra di katakan jalan dengan sugar daddy, ia langsung melihat ke arah cermin yang kebetulan ada di depannya...


" Apa iya sih tampangku setua itu sampai dikatakan sugar daddy ? kurang ajar juga mulut anak2 itu " tanyanya dalam hati.... Rangga lalu membuka jaket kulitnya dan terlihatlah bentuk tubuhnya yang berotot karena ia memakai kaos putih ketat, ia lalu melipat lengan kaosnya agar ototnya lebih terlihat dan menyisir rambutnya dengan tangan nya agar lebih fresh... berlahan ia berjalan mendekati Zahra yang sudah di kelilingi 4 gadis sebaya dengannya


" Zahra.... kamu sudah dapat hadiahnya? " suara Rangga membuat kelimanya menoleh ke arah Rangga yang berjalan begitu gagah sambil membawa sekeranjang besar baby paket lengkap...dengan penampakan barunya Rangga terlihat semakin tampan dan maskulin...


" Ya ampun... mas Rangga berotot sekali bagus banget bodynya....Astagfirullah... mataku terkontaminasi... " cicit Zahra dalam hati


" Kalau mas kasih ini bagus ngak? " tanya Rangga lagi begitu sampai di depan Zahra, Zahra menelan salifanya untuk menetralkan detakan jantungnya


" Besar banget mas... jangan pasti mahal " tolak Zahra


" Ngak masalah... mba saya ambil yang ini sama tambahkan kursi goyang babynya, ini kartunya " ucapnya sambil memberikan blackcard nya pada pelayan


Mata Rena cs semakin melotot


" Oh hai mas.... kenalkan kami temannya Zahra... nama saya Rena " ucap Rena sambil mengulurkan tangannya, Rangga membuka kacamatanya lalu menyelipkannya di leher kaosnya


" Saya Rangga.... kapten Rangga " ucapnya tanpa membalas tangan Rena, ia merasa perlu menyebutkan pangkatnya untuk memberi pelajaran gadis2 yang menganggu Zahra


" Mas kakaknya Zahra ya? " tanya Rena berbasa basi.... belum menjawab sebuah panggilan mesra membuat semuanya kembali menoleh ke asal suara


" Rangga... kapten Rangga sayang, akhirnya aku bisa berjumpa denganmu... I miss you so much " ucap seorang gadis cantik berpakaian rada sexy, ia mendekati Rangga dan hendak memeluk Rangga namun Rangga menghindar


" Aku baik saja Indah... " jawabnya datar


" Rangga... aku mencarimu ke mana-mana, ayo kita pergi... aku sangat merindukanmu " ucapnya lagi membuat dada Zahra terasa sedikit tercubit

__ADS_1


" Indah sudah kubilang aku tak tertarik padamu, jangan ganggu aku lagi. Sebentar lagi aku akan menikah... perkenalkan ini calon istriku Zahra " ucap Rangga sambil memegang tangan Zahra, Zahra sangat terkejut namun kedipan dari Rangga membuatnya paham, Zahra pun tersenyum manis ke arah Indah


Sedangkan Rena cs ternganga tak percaya mendengarnya. Rangga kemudian menarik tangan Zahra keluar dari Ruko, tak ada percakapan hingga mereka duduk di dalam mobil dan mobil kembali melaju menuju Bandung


Zahra melihat ke arah wajah Rangga yang nampak mengeras


" Mas.... "


" Maaf Zahra... mas tadi berkata seperti itu, mas sudah lelah di kejar2 sama anak jendral itu "


" Anak Jendral? "


" Sudah setahun ini Indah selalu mengejarku "


" Kenapa mas ngak mau... kan dia cantik dan anak jendral pula "


" Dia bukan selera mas, mas Pengen punya istri yang sederhana saja yang penting sholehah... seperti kamu " ucap Rangga membuat wajah Zahra memerah seketika, Zahra segera memalingkan wajahnya, ia malu jika Rangga sampai melihatnya tersipu seperti ini.


Sedangkan Rangga senyum-senyum senang melihat Zahra yang tersipu malu. Keduanya melanjutkan perjalanan ke Bandung sambil sesekali berbincang ringan.


Tak banyak yang tau latar belakang Rangga. Rangga adalah anak tertua dari seorang pengusaha ekspor impor. Ayahnya almarhum adalah seorang pengusaha sukses, namun Rangga lebih tertarik menjadi polisi seperti kakeknya.


Setelah ayahnya meninggal... Posisi Direktur dan wakil direktur di serahkan pada kedua iparnya, sedangkan Rangga tetao mendapat setoran keuntungan sesuai pembagian saham perusahaannya yaitu 50 % untuknya dan sisanya di bagi untuk kedua adiknya dan ibunya.


Jadi sebenarnya tanpa bekerjapun rekening Rangga selalu tambah membengkak, namun Rangga dengan apik menyembunyikan nya dari rekan2nya... hanya beberapa orang di kepolisian yang tau termasuk di Jendral... itulah mengapa Indah begitu ngebet mengejar Rangga.


Setelah beberapa jam sampailah keduanya kerumah kontrakan Zainap. Zainab baru saja pulang.. ia tak mau berlama2 di Rs karena di rumah ada ibu yang akan merawatnya. Kedatangan Rangga dan Zahra di sambut suka cita oleh keluarga Zahra.


Rangga senang berada di tengah-tengah keluarga Zahra... ia merasa begitu mudah berbaur dengan Sabeni sekeluarga , karena walaupun Sabeni sekeluarga bukan orang kaya tapi mereka memiliki antitude yang baik dan sangat ramah.


Menjelang sore baru keduanya pamit dengan janji akan datang lagi minggu depan. Sepanjang jalan pulang Zahra berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Rangga.


" Zahra.. mas boleh tanya ngak? "


" Tanya apa mas...? "


" Jawab jujur ya, kamu sudah punya pacar ngak? " tanya Rangga gugup


" Ngak... Zahra ngak mau pacaran, Zahra mau taaruf aja kayak kak Zainap " jawabnya mantap


" Kalau taaruf sama mas mau ngak, mas mau halalin Zahra " akhirnya niatnya tersampaikan


" Haaa......???? " Zahra hanya bisa ternganga mendengarnya


Hadehhh uyuh jempol thor... untuk kalian 1400 kata eps ini


Jangan lupa untuk selalu like komen dan terutama berbagi vote nya untuk ATM ya... love you all


Eps Rangga Zahra sampe disini dulu, biarlah mereka pdkt dulu ya... eps berikutnya kita mengikuti Billy ke London... bye bye all

__ADS_1


__ADS_2