
Met hari selasa guess... gimana udah pada vote belum untuk ATM? kalau belum monggo di vote ya... thor tunggu selalu apresiasi kalian
Love love buat kalian semua 😍😍😘
👛👛👛👛
Selesai makan siang di sebuah restoran, Marsha mengajak Emma pulang namun Emma belum mau pulang
" Mam pulang saja.. biar Billy saja yang menemaniku, Emma ingin menonton film Mam... boleh ya " pinta Emma
" Baiklah sayang tapi Mam harus pulang, masih ada urusan... Billy jaga Emma ya " pesan Marsha sebelum meninggalkan keduanya.
" Baiklah Emma kita nonton film apa? "
" Ada film terbaru Bill judulnya M**** "
" Jadi kita berkencan? " tanya Billy membuat Emma tertawa
" Kau tak malu berkencan dengan wanita hamil seperti ini ? "
" Malu tidak... takut ia " jawab Billy
" Takut apa? "
" Takut dengan boss yang pastinya sangat cemburu karena istrinya berkencan dengan brondong tampan sepertiku " jawab Billy kembali membuat Emma tertawa
" Kufikir kau takut Lisa yang akan cemburu " ucap Emma
" Emm... aku dan Lisa belum ada ikatan apapun, belum tentu kami nanti akan pacaran "
" Apakah kau menyukai wanita lain di Jakarta... curiga kau suka dengan anaknya pak Sabeni ya....?? " tanya Emma
" Si bening... ya di memang cantik tapi entahlah masih terlalu belia " jawab Billy
" Bagaimana jika kita menelfonnya? " ajak Billy
" Boleh.... " jawab Emma... Billy lalu melakukan vc pada Zahra
Zahra yang sedang makan malam bersama di koskosan membuka hpnya yang berbunyi setelah meminta izin pada ibu Ami... ternyata vc dari Billy
" Hallo... bening... apa kabarmu? " suara cemreng Billy membahana di meja makan... langsung membuat wajah Romi dan Rangga bertekuk
" Baik tuan... bagaimana dengan tuan? wah tuan ada di mana cantik sekali interiornya? " tanya Zahra melihat background Billy
" Aku sedang berada di restoran... kami tadi habis makan siang "
" Kami...? makan siang dengan siapa? " tanya Zahra kepo
" Aku sedang berkencan... ini dengan ibu2 hamil ha ha ha " jawab Billy sambil mengeser sedikit layar hpnya
" Haii Zahra.. apa kabar? " suara merdu Emma terdengar
" nyonya Emma? baik.. saya dan keluarga baik-baik saja, terimakasih sudah menerima saya bekerja " jawab Zahra
" Sama-sama... Zahra nanti kalau saya melahirkan kamu ke mari ya, temani saya seminggu atau 2 minggu di London ya!! " pinta Emma membuat senyum Zahra mengembang sempurna
" Ya nyonya tentu saja " jawabnya cepat, tak lama bu Ami memberi kode agar Zahra memberikan hp nya pada bu Ami... ia ingin ngobrol dengan Emma, Zahra pun menyerahkan hp nya... bu Ami membawa hp tersebut ke teras rumahnya.
Tinggallah di meja makan Zahra,Rangga dan Romi. Rangga memberi kode agar Romi keluar
__ADS_1
" Zahra Sorry mas makan di luar aja ya... dari tadi pengen kentut terus he he ... masuk angin kayaknya " ucapnya lalu mengangkat piringnya dan menyusul. bu Ami ke teras
Rangga meneruskan makannya sambil memandangi Zahra. Zahra yang merasa di pelototi jadi tak karuan rasa
" Kenapa sih mas... ngeliatnya kayak ngawasin penjahat yang mau kabur aja ? " tanya Zahra sambil menunduk
" Ya Iyalah... mas harus super extra mengawasimu, mas takut nanti kamu kabur dari hati mas " jawab Rangga membuat Zahra tersipu
" De... mas mau menagih janjimu kemaren "
" Janji apa mas? Emangnya Zahra ada janji ya? "
" Iyalah.... kan ade janji mau nemanin mas nonton, ya anggaplah kita kencan malam ini " rayu Rangga
" Isss siapa juga yang mau kencan sama mas " tolak Zahra namun tak bisa menyembunyikan wajahnya yang tengah memerah
" Iya... ngak kencan, cuman nemanin mas nonton ya... kamu sudah janji lho " todongnya lagi
" Ya sudah... tapi jangan film horor ya mas , trus mas Romi juga ikut " jawab Zahra akhirnya... membuat Rangga berjoget ria... walau hanya dalam hati 😅😅
" Ya udah ganti baju gih yang cantik " titahnya...
Zahra kembali ke kamarnya... ia bingung harus memakai baju apa? kenapa juga harus baju yang cantik... ngak ah kan cuma mau nonton dan mereka tidak berpacaran ...pikir Zahra
Akhirnya Zahra mengambil sebuah rok prisket berwarna coksu dan atasan putih serta memakai pasmina senada, ia mengoleskan eyeliner dan lipgloss pink tipis saja... namun sudah membuatnya terlihat begitu cantik.
Rangga bolak balik gelisah menunggu Zahra... walau Zahra menolak kencan namun Rangga tetap menganggapnya sebagai kencan, karena setelah sekian tahun baru ini ia keluar lagi dengan seorang wanita.
Mata Rangga melotot melihat Zahra yang dilihatnya begitu cantik dengan setelan roknya, ia yang semula ingin naik motor akhirnya mengurungkan niatnya... Rangga mengambil kunci mobil sedan nya.... he he sedan bukan sembarang sedan ya sis.... pake Mersi lah si pak pol tajir
Keduanya pamit pada bu Ami dan Romi yang sedang mengobrol di teras.
" Iya... hati-hati bawa anak gadis orang, jangan lupa pulang belikan ibu Martabak manis ya " pesan bu Ami sambil tersenyum lebar
" Lho mas Romi ngak ikutan? " protes Zahra
" Ngak bisa kayaknya... liat nih mas dari tadi kentut terus... masuk angin, kasian kan nanti yang lain... " jawab Romi beralasan sambil memukul2 perutnya
" Ya udah... kalian pergi berdua aja... biar Romi nemanin ibu di rumah ya , ini hp mu Zahra " ucap bu Ami... akhirnya Zahra pun pasrah pergi hanya berdua dengan Rangga
Rangga menuju bioskop terbaik di ibukota, mobil mehongnya memasuki parkiran mall dan parkir tepat di sebelah Rena cs . Seperti biasa mata Rena melotot melihat mobil super mehong yang parkir di sebelahnya
" Busyett... ngak habis2 orkay di Jakarta ini... mantap banget tu mobil, pengen deh punya pacar yang pake mobil itu... " cicitnya membuat teman2nya pun melototkan matanya
" Iya ya... beruntung banget kalo pacar kita punya mobil se cantik dan se mahal itu " sahut mereka bergantian... namun kekaguman mereka segera berganti kedongkolan kala 2 orang yang mereka kenal keluar dari mobil tersebut.
" Sue... asem... gila... bisa-bisanya si miskin itu lagi " sumpah Rena kaget bukan kepalang
" Gila beruntung banget sih si Zahra... punya gandengan tajir melintir gitu "
" Kita ikutin yuk... pasti mereka naik ke hotel di lantai atas.... palingan si Zahra tuh mau di pake sama sugar daddynya " ucapan pedas di lontarkan Rina
Ke empat abg itu pun mengikuti Rangga dan Zahra yang sedang berjalan memasuki Mall
Sebelum ke bioskop... Rangga memasuki sebuah toko boneka impor, Rangga minta di pilihkan sebuah boneka oleh Zahra dengan alasan adiknya Romi mau ul-tah. Zahra memilihkan sebuah boneka putih besar yang cantik...Zahra menciuminya dengan gemas karena begitu halus dan lembutnya bulu boneka itu, seandainya aku bisa membelinya juga ucapnya memejamkan mata begitu melihat harga yang tertera
" Ini mas... cantik " ucapnya sambil menyerahkannya
" Kamu suka yang ini...? "
__ADS_1
" Iya... pasti adeknya mas romi juga suka " jawabnya...
" Tentu saja boneka ini cantik tapi lebih cantik lagi ade " jawab Rangga membuat Zahra memonyongkan bibirnya dan mencubit Rangga karena selalu mengodanya
Ranggapun membayar boneka tersebut dan meminta Zahra untuk membawanya. Selesai membeli tiket dan dan memesan menu mereka lalu memasuki bioskop premiere yang hanya berisi 40 kursi itu.
Mata Zahra melotot melihat kemewahan bioskop yang baru kali ini di masukinya... biasanya ia nonton di bioskop biasa.
" Mas... pasti mahal nonton di sini, nanti uang mas habis " ucapnya polos membuat Rangga tertawa
" Ngak papa uang gaji mas habis... yang penting cinta mas ke ade ngak habis2 " jawabnya kembali membuat wajah Zahra memerah
" Ih gombal... makan apaan sih dari tadi gombalannya ngak habis-habis " olok Zahra balik
" Makan cintalah... Walaupun lebih enak kalau malam adek ...aaa.. aa " Rangga meringis karena kembali mendapat cibitan dari Zahra
Sementara itu Rena cs terhenti di luar , melihat Rangga dan Zahra memasuki bioskop Premiere mereka pun keder... nyata uang dulu mereka ngak cukup untuk memasuki nya
" Gimana Ren... mereka masuknya ke situ... kan mehong " ucap salah satunya
" Ya udah... kita makan aja, Ntar kita ikutin lagi 2 jam lagi " ucap Rena lalu mereka pun berkeliling2 di mall menunggu Zahra.
Zahra menikmati acara menontonnya... kursi yang super duper empuk dan lebar membuatnya terasa begitu nyaman... bahkan hampir hampir tertidur Ia saking nyamannya. Rangga melihat Zahra yang memejamkan mata memberanikan diri memegang tangannya dan mengenggamnya...
" Ahhh.... Zahra... sudah tak sabar rasanya mau membawamu ke pelaminan dan memilikimu " bisiknya lirih karena hanya dengan mengenggam tangan Zahra saja sudah membuat sesuatu terbangun dan meronta-ronta.... au au au.. sabar Pak pol... Makanya cepetan di lamar doong neng Zahranya 😅😅😅
💄💄💄💄
Back to London....
Emma dan Billy juga tengah menuju bioskop nan mewah. Emma memborong banyak snack karena banyak bodyguard yang mengikuti akhirnya Billy membooking satu theater untuk mereka.
Sean yang mendapat chat dari Billy bahwa Emma menonton dengannya, langsung meninggalkan Kantor dan menyusul
" Enak saja kau mau nonton dengan istriku Bill.... Awas Kau!! " ucapnya penuh rasa cemburu
Film hendak di mulai... Emma bersandar dengan nyaman di bahu Billy.
" Ehem... ehem.... bisa kau menjauh dari istriku " suara Sean mengagetkan keduanya
" Ya boss silahkan.... " ucap Billy segera berdiri , Sean pun langsung duduk di sebelah Emma lalu merentangkan tangannya dan menarik Emma ke pelukannya...padahal baru beberapa jam tak bertemu, tapi Ia sudah sangat merindukanmu istri cantiknya ini.
" Kau tak merindukanku cantik? " tanyanya sambil mengecup kening Emma mesra, Emma tak bersuara Ia hanya bersandar di dada Sean, tangannya bermain2 di dada Sean membuat Sean menahan nafas
" Emma jangan memancingku... ini Jauh dari kamar kita.... " bisiknya dengan nafas memburu membuat Emma mencubit keras perutnya Sean
" Bisa ngak sih tau otak ngak mesum... sehariiii aja " omel Emma membuat Bilky tertawa geli
" Haduhhhh boss boss... pokoknya selama bos nanti puasa 40 Hari... aku ngak bakalan mau dekat-dekat " ucao Billy yang ternyata duduk di sebelah Emma
" Bill... masih banyak bangku kosong, pindah sana!! menganggu saja" usir Sean
" Ya ya ya... nasip -nasip Jadi jomlo " cicitnya sambil menjauh dari keduanya.
See you next eps
1500 Kata sis untuk kalian yang sudah ngevote ATM
Si bening Zahra dengan rok prisketnya
__ADS_1