
Sepanjang perjalanan pulang Sean tak bersuara, ia hanya memeluk Emma sambil menciumi kening Emma
" Ada apa Sean....? kau sakit " tanya Emma, ia lalu memegang kening Sean
" Tidak... aku hanya lelah, nanti temani aku tidur ya " ucapnya manja
" Cih... macam anak balita aja ditemani tidur ...lebaiii " celetuk Billy pelan untung Sean tak mendengarnya... jika mendengarnya bisa-bisa di turunin di tengah jalan tuh si anak tiri
Sesampainya di Villa keduanya langsung masuk ke kamar karena Marsha dan Daniel juga sedang beristirahat di kamar. Keduanya telah membersihkan diri dan kini sedang berebah di ranjang mereka.
Sean kembali memeluk Emma, tangan Sean membelai-belai punggung Emma
" Tidurlah sayangku " ucap Sean, Emma mendongak memandang mata Sean
" Ada apa Sean... semenjak tadi kau terlihat resah? " tanya Emma, Sean menarik nafasnya berlahan
" Kau tau Emma.. kau dan twins adalah jantungku, jadi jangan pernah meninggalkanku okay... jika tidak aku bisa mati " ucapnya sambil meletakkan tangan Emma ke daerah jantungnya
" Iya daddy... kami tau, daddy juga adalah jantung kami... we love you daddy " jawab Emma sambil tersenyum menjawab kelebaian suaminya itu
" Terimakasih sayang ...sekarang istirahatlah " Sean kembali menbelai-belai punggung Emma agar ia tertidur. Tak lama Emma pun terlelap, kegiatan paginya tadi cukup menguras tenaganya.
Setelah memastikan Emma pulas, Sean berlahan bangun dan mengetikkan sesuatu pada gawainya. Sean keluar menuju ruang tengah di mana semua pengawalnya telah berkumpul di sana
" Sore bos...ada perintah apa? " tanya Jhon
" Nanti malam aku dan Emma akan menghadiri undangan di hotel Hilton, aku tak mau mantan suami nya menganggu kami... ingat itu. Jhon kau atur pengamanan sebaik-baiknya " titah Sean
" Baik boss " sahut Jhon
" Dan kau Billy... Suprie, kalian berdua jangan jauh-jauh dari kami, mengerti!! "
" Ok boss... " sahut keduanya. Rapat pun bubar , namun tidak bagi Sean dan Billy... mereka ke ruang kerja karena banyak kerjaan yang menanti mereka.
💧💧💧💧
Hari sudah gelap... Emma sudah siap dengan gaun malamnya, ia berdandan dengan cantik malam ini
__ADS_1
" Mengapa kau berpenampilan sangat cantik dan sexy malam ini? " tanya Sean cemburu... pikirannya sudah kemana-mana
" Tentu aku harus tampil cantik malam ini Sean... agar matamu itu tak jelalatan kemana-mana, model yang run away itu nanti pasti cantik dan sexy, aku tak boleh kalah dari mereka " sahut Emma sambil menduduki suaminya... sebenarnya Emma khawatir jika suaminya tertarik dengan wanita lain di acara malam ini.... tapi ia sangat ingin menontonnya.
Sean tersenyum senang, jarang sekali Emma memperlihatkan kecemburuan padanya... hatinya melambung mengetahui Emma takut jika ia melirik wanita lain
" Kau sungguh cemburu sayang? oh senangnya hatiku " ucap Sean yang langsung mendapat jeweran dari Emma
" Ingat ya... awas kalo lirik-lirik, ngak dapat jatah malam ini " omel Emma membuat Sean tambah tergelak.
Tak ingin terlambat keduanya bergegas menuju hotel Hilton. Emma dan Sean duduk si bangku paling depan, tak jauh dari mereka duo racun juga terlihat duduk manis.
Kehadiran Sean membuat belakang panggung heboh, para model yang rata-rata dari luar semua senang melihat Sean.. mereka berlomba untuk mendapat perhatian dari seorang Sean O Brown . Walaupun mengetahui Sean telah beristri hal itu tak mempengaruhi mereka
Acara run away pun di mulai, para model silih berganti membawakan lingerie dengan model dan warna berbeda, tak sedikit dari model tersebut yang melirik dan memainkan matanya pada Sean, bahkan ada yang berhenti dan melakukan pose si depannya... namun tahukah kalian, Sean tak tau sama sekali karena sepanjang acara ia hanya melihat ke arah Emma
Tak ada keinginannya untuk menengok para model yang hilir mudik di depannya. Sebelah tangannya merangkul Emma dan sebelahnya lagi bergerilya di paha Emma yang terbuka, berulang kali Emma menyingkirkan tangan tersebut, namun kembali lagi... he he namanya juga kucing garong, ngak bisa lihat celah sedikit langsung beraksi
Saat tangan Sean menjelajah di paha Emma, tangan Suprie malah berada di tempat yang di bencinya. Bagaimana tidak... saat run away si Billy malah mimisan membuat suprie terpaksa menyerahkan saputangan kesayangannya untuk di masukkan ke lobang hidung Billy karena tak ada tissu... mana Billy minta di pegangin lagi saputangannya..... aarg...
" Salah siapa juga, gua baru bilang mimisan kamu langsung aja masukin saputangan bau mu ini ke hidung aku membuat kepalaku jadi pusing " jawab Billy juga tak kalah kesal...
" Kamu tu ya... ngak tau di untung, di tolongin juga malah ngomel "
" Gimana ngak ngomel... sapu tanganmu bau terasi tau, lagian juga kok doyan banget sih sama terasi...pada kemana sih uang gajimu... beli parfum coba Prie... udah nih ambil sapu tangan baumu " ucap Billy sambil melempar kembali sapu tangan Suprie
Keduanya terus saja ribut... sampai tak menyadari jika Emma dan Sean sudah berpindah tempat ke galeri sale lingerie. Sean membelikan semua lingerie yang di tunjuk Emma... bahkan juga membayarkan pilihan Ida dan Cece
Emma memilihkan 2 lingerie untuk Lisa dan juga untuk istri Suprie... matanya mencari-cari keberadaan keduanya namun tak terlihat
" Sayang... mana Billy dan Suprie? " tanya Emma pada Sean
Sean menjentikkan jarinya pada Jhon agar mencari Ipin Upin, sedangkan sebelah tangannya terus memeluk pinggang Emma dengan posesif. Tak lama keduanya pun muncul... Emma memperlihatkan lingerie pilihannya pada keduanya
" Billy ini aku belikan buat Lisa dan pak Suprie ini aku belikan buat istri pak Suprie... Gimana bagusan?? " tanya Emma
Mata Billy dan Suprie melotot melihat Lingerie di tangan Emma... Keduanya membayangkan pasangan masing-masing saat mengenakan lingerie tersebut...
__ADS_1
Tes... tes... tes... air liur keduanya menetes tanpa di sadari.. bahkan Suprie tertawa-tawa membayangkan Fatimah memakainya
" Pletak.... kalau di tanya itu di jawab, bukannya malah kayak orang ayan begitu ...sudah bungkus saja, percuma saja kau bertanya pada mereka sayang " ucap Sean kesal... ia lalu menarik Emma kembali kepelukannya
" Jhon pesankan aku kamar yang terbaik di hotel ini, kami akan menginap saja " titah Sean... ia sudah berusaha menahan hasratnya dari tadi, tak mungkin ia menahannya sampai di villa
" Sudah boss... silahkan " lapor Jhon, Sean segera menarik Emma ke arah Lift, ia memberi kode agar Billy dan Suprie mengawalnya di lift. Sesampainya di dalam Lift.. Sean langsung memepet Emma
" Jangan biarkan siapapun masuk... mengerti!! " pesannya lalu mulai mencium Emma tanpa memperdulikan Ipin Upin yang berada di situ. Bunyi kecupan menghiasi lift... Suprie dan Billy saling lirik...
" Gara-gara elu ya Bill , ngajak ke Bali... gua jadi tersiksa gini , harus mendengarkan suara alam gaib gini huh " bahasa kalbu Suprie meronta
" lo pikir cuma elo yang tersiksa, gue enggak hah...elu masih enak pulang ada pelampiasan lha gue... cuman ditemani guling ma bantal " teriak Billy juga dengan bahasa kalbunya
" Emma... ahhh.... " desah Sean otomatis membuat Ipin Upin menoleh ke belakang, mata mereka menyaksikan adegan mesra keduanya tanpa sengaja. Keduanya langsung kembali membalikkan badan
pov. Suprie
" Ya Tuhan... apa salah dan dosaku hingga harus begini Tuhan.... nyesel banget kemaren Fatimah mau ngasih sangu kutolak...Tuhan... maafkan Baim eh Suprie , Suprie janji ngak bakal makan terasi lagi asal bisa bebas dari siksaan ini.. hik hik hik "
Pov Billy
Ya amplop... emang ngak ada malunya ya bos gue ini... ngak kasihan apa sama jiwa jomloku ini, Ya Tuhan kok perutku tiba-tiba jadi mules melintir begini... aduh mana masih dalam lift lagi "
Ciuman masih berlanjut... Suprie dah nemplok aja di dinding menahan mualnya sedangkan Billy sudah berkeringat dingin menahan sesuatu dengan sekuatnya....tak lama
" Tuuuuiiiittttuuuuuuuut " bunyi angin mamiri terdengar mengalun merdu di dalam lift, membuat Sean... Emma dan Suprie langsung melotot menatap tersangka sambil menutup hidung mereka.....
" Billlyyyyyyyyyyy....... " nah lho apa yang akan terjadi selanjutnya...thor cuma bisa geleng-geleng kepala lihat kelakuan si Billy... 😅😅😅....nantikan terus ATM ya sista
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee yang buanyaakkkkk 😍😍😍
Emma dengan gaun malamnya
__ADS_1