Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
78. Cemburu ini membunuhku


__ADS_3

Hai sista sudah senin lagi, ditunggu selalu vote nya untuk ATM ya...


" Oh Emma apakah kau tau dadaku serasa mau pecah menahan rasa cemburu, melihatmu memasuki kamar Eric seorang diri... Ingin sekali rasanya aku menghancurkan pintu pembatas itu, jika bisa Ingin sekali kucekek si Eric itu sampai mati agar kau tak bertemu lagi dengannya " Sean mendumel dalam hatinya, tanpa di sadarinya tangannya meremas kuat bahu Emma yang sedang bersandar di dadanya


" Sakit Sean... ada apa? " protes Emma


" Emma berjanjilah padaku... kau tak akan menemuinya lagi " ucap Sean setelah melepas tangannya


" Ia aku berjanji... Maafkan aku telah membuatmu tak nyaman " ucap Emma sambil memandangi wajah Sean yang nampak memerah


" Secemburu itulah kau sayang? " tanya Emma, Sean balas menatap mata Emma


" Sangat... rasa cemburu ini membunuhku " ucapnya membuat Emma bergidik ngeri


Sesampainya di Mansion, Sean langsung menarik Emma ke kamar tanpa suara... Emma hanya mengikutnya pasrah. Marsha yang melihatnya hanya bisa mengangkat kedua bahunya sambil memandang ke arah Daniel


" Daniel... look your son, persis sekali sepertimu sangat cemburuan dan posesif.." ucap Marsha membuat Daniel tersenyum geli mengingat kelakuannya saat baru menikahi Marsha dulu. Jangankan Marsha sampai bertemu dengan Pria lain seperti Emma tadi, Marsha tersenyum dengan pelayan Pria saja Daniel langsung uring-uringan


" Nanti aku akan menasehatinya Sayang " jawab Daniel sambil tersenyum


" Huh percuma, kau dulu saja sampai berbusa mamamu menasihatimu... kau tak mau mendengar, setelah aku mengancam mau meninggalkanmu baru kamu berubah itupun hanya sedikit " omel Marsha


" Seharusnya kalian bangga, kami keturunan Brown tak pernah tanggung-tanggung jika sudah mencintai wanita, kami akan melindungi dengan segenap jiwa" Daniel membelanya diri


" Ya tapi kalau sudah cemburu...haisss sangat menjengkelkan "


" Tapi kamu suka kan he he " Daniel tertawa lalu menarik istrinya ke kamar mereka untuk beristirahat.


Sementara itu di Kamar Sean....


Begitu memasuki kamar, Sean langsung menarik Emma ke kamar mandi. Tanpa suara Ia merobek dres yang di pakai Emma lalu membuangnya lalu mengangkat Emma ke jakuci, Ia memandikan Emma sampai bersih dan mengangkatnya kembali ke ranjang, semua di lakukannya tanpa suara.


Emma juga diam, Ia tau Sean kini dalam mode cemburu tingkat dewa jadi Ia tak mau mengusiknya. Melihat tubuh polos istrinya membuat hasratnya langsung bangkit, Sean langsung mencumbu Emma ....Emma mengikuti saja irama Sean


" Kening ini milikku.. Cupp... mata ini milikku.. cup cup... bibir ini milikku.. cuppp... semua ini milikku " rucau Sean sambil terus mencumbu tanpa henti


" Iya Sean... aku milikmu seutuhnya, sekarang dan selamanya " jawab Emma


Hari belum lagi gelap namun Sean sudah tak tahan lagi, hasrat yang besar bercampur dengan rasa cemburu membuatnya melahap Emma tanpa ampun. Malam ini mereka melewatkan makan malam, karena Sean tak membiarkan Emma bahkan untuk sekedar turun dari ranjang.


Sean benar-benar menunjukkan keperkasaan dan kekuatannya malam ini, Emma sampai tak sanggup Lagi melayaninya. Sungguh berbahaya jika sang Raja hutan ini jika marah.


Emma sudah terkulai lemas dan tertidur namun mata Sean masih segar lagi. Dipandanginya wajah cantik di depannya itu sambil di belainya


" Selamanya kau adalah milikku Emma, tak akan kubiarkan lelaki manapun mendekatimu. Aku sangat mencintaimu tetaplah disisiku selamanya " bisiknya sambil memeluknya erat.


Di waktu yang sama di RS....

__ADS_1


Setelah keluarganya pulang Eric memanggil Bruce


" Ya tuan muda.. ada yang anda inginkan? " tanya Bruce


" Bruce.. lusa aku akan pulang, Kau kemasi barangmu pindahlan ke Mansion papah... aku tak membutuhkanmu lagi " ucap Eric


" Apa tuan... anda memecat saya, Jangan tuan, saya sudah melayani anda semenjak anda kecil "


" Tidak.. Kau bukan melayaniku, Kau melayani papaku seumur hidup mu. Aku tak bisa percaya lagi padamu Bruce, Saat aku pulang aku tak mau melihatmu lagi di mansionku. Panggilkan Andre... " titahnya


Andre adalah kepala pengawal Eric. Dengan sedih Bruce keluar dan memanggil Andre untuk menghadap Eric.


" Ya tuan Eric, anda memanggil saya? " tanya Andre sambil menunduk hormat


" Andre segera bentuk tim it untuk mengintai seseorang, siapkan team yang terbaik "


" Siapa yang akan kita intai tuan? "


" Aku akan memberitahumu nanti, bentuk saja dulu... ingat ini rahasia siapapun tak boleh tau.. mengerti ! "


" Mengerti tuan "


" Satu lagi, carikan kepala pelayan yang baru untukku mengantikan Bruce... carikan orang yang bisa di percaya!! kau boleh keluar " titahnya, Andre segera keluar dan melaksanakan perintah tuannya


" Emma... aku akan memastikan sendiri bahwa kau akan bahagia bersama suamimu dan jika kulihat kau tak bahagia.... aku akan menjemputmu dan suamimu itu tak akan pernah bisa menemukanmu " ucap Eric dalam hati


" Selamat malam tuan, Ada perintah?"


" Apakah pembelian pulau sudah selesai? "


" Sudah tuan... hanya menunggu anda keluar RS untuk menandatangani surat perjanjian jual beli "


" Baik... setelah itu mulailah pembangunan villa dan fasilitas pendukungnya di sana...ingat Yuri lakukan ini tanpa di ketahui keluargaku, jika sampai mereka tau aku tak akan memaafkanmu "


" Baik tuan.. anda bisa percaya padaku , saya tidak akan mengecewakan anda tuan "


" Baik... aku percaya padamu " Selesai dengan urusannya Eric tidur dengan tenang


🍧🍧🍧🍧


Pagi yang indah di Mansion Brown. Sean turun ke ruang makan seorang dirii


" Pagi mom " sapanya


" Pagi nak.. dimana istrimu? "


" Emma masih tidur, sepertinya Ia sangat kelelahan aku tak sampai hati membangunkannya " jawab Sean

__ADS_1


Marsha dan Daniel saling pandang, Marsha mengelengkan kepalanya dan berbisik pada Daniel


" Lihatlah kelakuannya persis sepertimu, semalam pasti Sean menghajarnya habis-habisan... oh mengapa nasip menantuku sama denganku , Kau harus menasehatinya " bisiknya marah


" Ya sayang.. Nanti di perjalanan akan kunasihati dia " janji Daniel


" Mam tolong jagalah Emma, jangan izinkan dia kemana-mana besok kami sudah akan berangkat "ucap Sean


" Mam berencana mengajaknya ke spa... "


" Tidak usah.. nanti mam panggil saja Lisa " ucapnya tak mau di bantah


Marsha hanya bisa menahan kemarahannya, ini pertama kalinya anaknya Jatuh cinta... Ia tak mau membuat Sean menjadi bad mood dengan menjadi seorang mama yang cerewet


" Baiklah... berangkatlah dengan papamu " ucap Marsha akhirnya


Keduanya lalu berangkat bersama kembali Kantor, diperjalanan....


" Son... papa juga pernah muda sepertimu, dan papa tau bagaimana tersiksanya menahan rasa cemburu di dada. Namun papa sarankan Jangan terlalu kau tekan istrimu nanti dia marah Malah ingin lepas darimu " nasihat Daniel


" Tidak... dia tak akan bisa lepas dariku, jika perlu aku akan mengurungnya "


" Sean... Emma iru istrimu bukan peliharaanmu yang bisa kau kurung sesuka hatimu, yang perlu kau Jaga itu adalah hatinya bukan raganya... mengerti son? " ucap Daniel lagi... namun Sean hanya diam saja nasihat Daniel hanya lewat saja di telinganya


Sean memasuki Kantor dengan wajah yang tak terbaca, Ia tak menyahuti satupun sapaan karyawannya. Billy yang melihat Sean masuk dengan wajah di tekuk langsung tau ada yang tak beres dengan bos nya itu.


" Wah sudah lama bos wajahnya tidak seperti ini, gawat.. mana hari ini rapat lagi.... mampus gue... mampus" ucap Billy yang sudah hapal dengan sifat Sean.


Benar saja selama rapat Sean uring-uringan, semua salah... laporan bagus saja kena semprot apalagi laporan yang tidak bagus. Rapat mencekam sudah berlangsung selama 4 jam.


Billy tertunduk mendengarkan omelan Sean yang tak berhenti sedari tadi


" Aku harus mencari solusinya ini, jika dibiarkan Bos tak akan berhenti. bahkan untuk makan siang dan makan malam.... apa yang harus kulakukan..... Emma... ya Emma " Billy tersenyum simpul karena sudah mendapat penyelesaian masalahnya


" Maaf bos... saya mau ke kamar mandi " izinnya


" Cepat waktumu 5 menit, lebih dari 5 menit habis kau.... " jawab Sean sambil melotot membuat peserta rapat semakin menciut nyalinya


Bergegas Billy keluar dari ruang rapat dan menelfon Emma


" Hallo... ya Billy ada apa? " suara Emma terasa seperti angin surga di telinga Billy


" May day... may day.... Emma tolong situasinya darurat..... help us please " bisiknya dari kamar mandi


" Whatttt......??? " Emma bingung mendengar jawaban dari Billy


Sampai di sini dulu ATM eps ini sista, Di tunggu like komen dan bom vote nya ya....love you all

__ADS_1


__ADS_2