
Hai sista... kangen deh ma kalian, kalian kangen ngak ma ATM ? ... okay bagi yang kangen silahkan di baca ya 😍😍😍
Dengan kesal Sean terpaksa duduk agak jauh dari Emma
" Ngapain juga kemari... memangnya pekerjaanmu di Jakarta udah ngak ada ? " tanya Sean masih dengan mode kesal
" Gaduin kerjaan ngak ada habisnya bos... biar sampe kiamat, aku khawatir banget denger Emma kabur...takut ponakanku kenapa-kenapa he he " sahut Billy
" Pletak... sudah kubilang mereka bukan keponakanmu, enak saja " Sean bertambah kesal
" Seannn... kenapa sih sama Billy kok rese amat ?? sudah kau bersiap pergi ke kantor dengan papamu " tegur Marsha
" Tapi hari ini aku mau mengantar Emma ke pantai Kuta mam... biar Billy saja ikut papa "
" Jangan... aku masih kangen sama Billy, Daddy kekantor saja... besok aja kita ke pantainya ya " ucap Emma sambil tersenyum teramat manis pada Sean... membuat Sean tak berkutik. Akhirnya Sean pun ke kamarnya bersiap untuk ke kantor
" Billy mana Lisa, mengapa kau tak membawanya kemari? "
" Lisa kemarin baru saja kembali ke London... masa magangnya sudah habis, ia harus kembali ke kampus menyelesaikan ujian terakhirnya " jawab Billy sambil makan
" Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Lisa.. apa sudah ada kemajuan? " pertanyaan Emma membuat wajah Billy langsung memerah
" Kau tau Emma.... sepertinya aku jadi ketularan penyakitnya bos he he " bisiknya pelan
" Penyakitnya Sean??? apa memangnya " tanya Emma
" Itu.... sekarang aku jadi suka mesum juga he he " jawab Billy sambil tertunduk malu
" What ha ha hi hi ha ha... akhirnya kau tumbuh dewasa juga, jadi kapan kau akan menikahi Lisa hem....? " tanya Emma... sedangkan Marsha dan Daniel hanya mendengarkan sambil tersenyum
" Nanti saja kalau twins sudah keluar... jadi mereka bisa menyaksikan pernikahan uncle tampannya ini " jawab Billy lagi yang di angguki Emma
" Ehem... Ehem... sayang aku sudah mau berangkat... " kode Sean yang nampak sudah begitu gagah mengunakan jas nya
" Baiklah... hati hati di jalan daddy " sahut Emma santai lalu lanjut mengobrol dengan Billy
" Ehem... Ehem.... "
" Apa lagi sayang? " tanya Emma heran
" Daddy minta sangu " jawabnya tanpa malu membuat Billy dan Marsha langsung terbatuk
" Cih... macam anak sd aja minta sangu " cibir Billy
__ADS_1
" Emmaaa.... ayooo " pinta Sean lagi, akhirnya Emmapun berdiri... ia mengandeng Sean membawanya keluar dari ruang makan lalu duduk di sofa ruang tamu
" Wajib banget ya... sangunya? "
" iya lah.... Yang banyak " jawab Sean ia lalu menarik Emma agar duduk di pangkuannya, tanpa ba bi bu lagi sean menyapu bibir istrinya itu
Pengawal yang berada di ruang tamu hanya bisa membalikkan badan dan mendengarkan bunyi-bunyi alam lain yang membuat merinding... 😅😅 setelah 5 menit..... akhirnya penderitaan mereka pun berakhir
" Udah ya daddy... hati-hati di jalan " bisik Emma
" Hemm okay.. twins jangan nakal ya... nanti malam daddy jenguk muah... muah.... muah.... " Sean terus menciumi pipi Emma berkali-kali 😱
" Sudah... kapan bekerjanya kalau begini " potong Marsha sambil menjewer kuping Sean
" Maaammm.... mengapa semakin lama mam semakin kejam " protes Sean
" Sudah pergi... cari uang yang banyak untuk cucu-cucu Mam, ayo Emma habiskan sarapanmu " Marsha lalu menarik Emma kembali ke ruang makan
Seharian Emma mengobrol dengan Billy di temani Suprie.. saat sore hari Emma minta di temani ke duanya untuk ke area pantai di Villa untuk melihat sunset... Emma merasa bahagia sekali
" Terimakasih Tuhan atas semua kebaikan yang kau berikan padaku, kini aku memiliki suami yang sangat mencintaiku, mertua yang begitu baik... 2 anak yang sangat Kunantikan dan orang-orang yang begitu baik di sekelilingku... sampaikan pada mama agar tenang saja di sana... di sini anaknya sudah bahagia " seuntai doa Emma terucap di hatinya sambil mengandeng Billy menikmati sunset yang begitu indah.
☀️☀️☀️☀️
Emma memakai atasan ucanse dengan outers rajut dan rok mekar di bawah lutut, tak lupa ia memakai topi anti panasnya. Sean juga sudah siap dengan celana selutut dan atasan kaosnya membuatnya tampak berbeda dari biasanya.
Keduanya menaiki mobil di mana di dalamnya sudah ada Suprie dan Billy. Wajah Sean langsung berubah begitu melihat Billy
" Bill... kamu ikut mobil belakang aja " titahnya
" Ngak... jangan, Billy di sini aja Sean... jangan mengusirnya " protes Emma
" Oow ponakan ku sayang... kalian kangen ya ma uncle " goda Billy
" Pletak... sekali lagi berani bilang uncle, kamu ngak usah ikutan ke pantai " tegur Sean
" Aduhhh... sakit bosss " ucap Billy lebai
" Daddyyy.... kalo masih begitu... daddy tinggal aja, biar aku ke pantai ama Billy aja " ancam Emma kesal melihat kelakuan Sean
" Maaf sayang, ngak sengaja " sahut Sean akhirnya mengalah sambil melototkan matanya ke arah Billy, sedangkan Billy hanya tersenyum penuh kemenangan
Setelah beberapa saat mobil akhirnya sampai di tkp. Emma bergegas keluar dari mobil... hatinya sudah tak sabar menginjakkan kakinya ke pasir pantai. Sean memeluk pinggang Emma dengan posesif, ia sudah memerintahkan Suprie agar menjauhkan Billy dari Emma... ia tak rela Emma berbagi kasih sayang selain dengannya.
__ADS_1
Emma menikmati panas mentari pagi di barengi semilir angin dari deburan ombak di pantai. Ia ingin sekali berenang namun Sean melarangnya, akhirnya ia hanya berjalan-jalan di pinggir pantai di temani Sean. Tak lupa keduanya berfoto ria dan berselfie mengabadikan kebahagiaan mereka selama di pantai Kuta.
Berkali-kali Emma memanggil Billy, namun Billy menolak dengan berbagai alasan... padahal itu karena Sean selalu melotot padanya jika Emma memanggilnya...hadehhh daddy... 😅😅😅
Puas di pantai... mereka berjalan menyusuri kawasan tempat orang berjualan pernak pernik Bali. Banyak barang di beli Emma, terutama tentunya untuk para pengawal Sean... Emma kasihan pada mereka yang jarang pulang karena harus mengikuti bos nya kemanapun berada.
" Emmaaa.... " teriakan duo racun membahana... ya mereka sudah janjian untuk bertemu. Begitu duo racun datang, otomatis Sean terlupakan. Emma asik berkeliling dengan kedua sahabatnya itu hingga sampai pada penjual durian. Ya sekarang musim durian... banyak durian di mana-mana
Ketiganya berteriak kesenangan melihat gunung durian di depannya. Ketiganya langsung mencari tempat duduk dan membeli banyak durian.
" Asikkk... durian.. lama amir ya kita ngak makan durian he he " ucap Emma hendak memasukkan durian ke mulutnya
" Emmaa.... Stoppp, sekarang kamu jangan makan durian dulu kan masih hamil muda... ntar twins kenapa-kenapa lagi " teriak Ida
" masa...? "
" Iyaa Emm... ngak boleh, kalau mau Nyicil se-upil lah.. he he " timpal Cece
" Sayang sekali... padahal lama ngak makan, tapi demi twins ngak papa den.... aku mengalah " ucap Emma akhirnya, lalu matanya mencari-cari keberadaan Sean
" Daddy... sini.... " panggilnya, Sean pun mendekar
" Ada apa sayang? " tanyanya
" Hemm sayang akukan ngak boleh makan durian... tapi pengen, sekarang daddy aja yang makan ya mewakili anak-anak.. aaaa " pinta Emma lalu menyiapkan durian ke mulut Sean, Sean yang mencium bau durian langsung menutup hidungnya dengan wajah pucat
" Ada apa daddy... ayo di makan, enak kok " rayu Emma kembali mendekatkan durian tersebut, Sean langsung berdiri dan....
" Huek... Huek... Huek... " Sean memuntahkan seluruh isi perutnya tak jauh dari mereka
" Ngak... ngak bisa Emma... suruh yang lain aja yang makan ya, cium baunya aja aku sudah mual... Billy... sana makan durian itu!! " titah Sean
" Giliran perlu aja... manggil huh dasar bos sengklek " omel Billy, namun wajahnya langsung sumringah begitu Emma menyuapinya durian yang begitu lezat .
See you next eps
Ntar malam insha Allah up lagi sista
Jangan lupa untuk selalu like komen dan vote ATM ya... 😘😘
Pantai Kita.. Bali
__ADS_1