
" Apaan sih bapak... kalau begitu saya permisi " pamit Zahra
" Emangnya kamu sudah tau, mau ke arah mana? " tanya Rangga... Zahra mengaruk kepalanya yang terbungkus jilbab sambil cengegesan
" Ngak pak.... " sahutnya membuat Rangga gemes melihat senyum lucu Zahra
" Mana Alamatnya? "
" Ini pak.. " Zahra lalu memperlihatkan alamat rumah baru Suprie
" Nanti ade lurus aja, liat tuh ada pohon cemara besar belok Kanan... Jangan lupa ya retingnya di nyalakan kalau mau belok "
" Baik pak... terimakasih... om terimakasih juga ya " ucap Zahra pamit pada keduanya
" Boss kok ngak minta nope nya sih... cakep gitu juga " protes Romi
" Apaan sih kamu rom... masih anak-anak juga mau kamu embat "
" 19 tahun itu bukan anak-anak bos, itu sudah gadis mendekati dewasa kata orang ibarat bunga lagi mekar-mekarnya tu bos "
" Ya kalau dapat tu cewek ibarat bunga mawar harum dan cantik, yang Kasian itu kamu rom.... "
" Emangnya kenapa saya Bos... "
" Iya... pecah bujang dapatnya bunga bangkai ha ha ha "
" Ancreetttt....!!! "
" Tapi Kayaknya mendingan saya Bos di panggil om.. bos dipanggil pak he he"
" Ya mending aku lah... kalo di panggil jadi Pak Pol lah kamu jadi Ompol ha ha ha hi hi " Rangga kembali tergelak
" Asemmmmm!!! "
Keduanya lalu masuk ke rumah Rangga... Kebetulan kejadian tadi ternyata dia depan koskosan
🐬🐬🐬🐬
Hari sudah menjelang Isya... Zahra baru sampai di rumahnya, ia berjalan dengan lesu karena kelelahan. semenjak pagi ia berhenti bekerja padahal ini hari minggu. Setelah pagi membersihkan apartemen Billy dan membantunya mempacking barang-barang nya, ia muter-muter mencari rumah Suprie sampe terjadi insiden dengan 2 pakpol lalu membantu Fatimah menyusun perabotan
" Capek nak? " tanya Sabeni yang berbaring di bale-bale
" Iya pak..bapak gimana sudah sehat?"
" Iya... sudah mandi dulu gih baru makan "
" Zahra sudah makan... mau mandi aja habis itu langsung tidur aja "
" Maafkan bapak ya nak.. Karena bapak kamu lulus smk langsung bekerja ngak bisa kuliah seperti teman-teman mu " ucap Sabeni sedih
" Ngak apa-apa pak... Zahra juga memang ngak kepingin kuliah, Zahra malah senang bisa bekerja jadi bapak bisa istirahat... bapak kan sudah tua, sudah saatnya pensiun. Uang gaji Zahra cukup kok buat kita bertiga pak "jawab Zahra
" Zahra... sudah pulang nak? " tanya Ibunya
" Iya bu... ini mau mandi dulu "
" Zahra... kakakmu Zainab barusan telfon, 4 atau 5 hari ini Ia akan melahirkan... ia meminta ibu sama bapak ke Bandung untuk menemaninya melahirkan barang 2 atau 3 minggu karena suaminya sedang bekerja di luar kota. Zahra ngak papakan di tinggal sendirian ? " tanya ibu
" Zahra takut bu...ibu aja yang ke Bandung, bapak di sini aja temani Zahra "
" Ya ngak bisa dong Zahra, siapa yang ngantar ibu ke Bandung.. ntar ibu kesasar lagi "
__ADS_1
" Gimana kalo kamu ngekos aja dulu nak, cari yang dekat kantor jadi enak... karena jarak rumah kita dengan kantormu kan jauh..nanti kalau bapak sama ibu pulang baru balik lagi " saran Sabeni...
" Di liat aja besok deh... Zahra istirahat dulu ya pak bu... " pamit Zahra sedih.. semenjak kecil baru kali ini ia akan berpisah dengan kedua orang tuanya, jika ia tak memerlukan uang gaji untuk membantu kedua orang tuanya.. Ingin sekali Ia ikut ke Bandung
Senin yang sibuk... Billy, Suprie, Zahra dan Mirna bekerja semenjak pagi hingga sore.
" Zahra... kamu pulang saja.ini sudah sore, biar kami bertiga yang datang ke undangan malam ini. Ini ada paket dari Emma untukmu dan keluarga. Lalu ini ada paket untuk Ibu kos Emma tolong kau antarkan ya... alamatnya kamu tanya bapakmu.. okay, hati-hati di jalan " pesan Billy terburu-buru , begitu banyak pekerjaan yang harus di selesaikanlah sedangkan ia seminggu Lagi ke London
Pak Sabeni mengantar Zahra ke rumah buat Ami untuk mengantarkan paket dari Emma.
" Nak... gimana kalau kamu ngekos di rumahnya bu Ami saja... nanti bapak yang bilang sama bu Ami, kan dekat sama kantormu "
" Terserah bapak aja... " ucap Zahra pasrah... setidaknya Ia tidak sendirian
Sesampainya di rumah buat Ami
" Assalamu alaikum.....!! "
" Wa alaikum salam....!! "
" Eh pak Sabeni, masuk Pak... Waduh siapa ini cantik banget " mata bu Ami langsung melotot melihat Zahra... wah cucok nih jadi mantuku... cicitnya dalam hati
" Ini anak. bungsuku saya bu.. namanya Zahra, kami ke Mari mengantarkan paket dari nyonya Emma bu "
" Aduh si Emma... baekkkk banget anak ini masih ingat saya sama saya, padahal ngekosnya cuma sebentar Lho di mari . terimakasih ya pak " ucap Bu Ami Sambil menerima paperbag dari pas Sabeni
" Maaf bu.. kamar kosnya Ada yang kosong ngak? kalo ada yang kosong saya mau Nitip Zahra sebulan di sini karena saya dan istri harus ke Bandung nemanin kakaknya Zahra mau lahiran " ucap pak Sabeni membuat Bu Ami bersorak dalam hati
" Kebetulan ada pak... besok bisa langsung masuk " jawab Bu Ami cepat
" Berapa perbulannya bu? " tanya Zahra
" Baik kalau begitu besok pagi sebelum ke Bandung saya akan mengantar Zahra ke sini bu... terimakasih banyak bu, saya titip anak saya ya bu " ucap Sabeni senang... kini ia tenang meninggalkan Zahra ke Bandung
🍧🍧🍧🍧
Ke esokan paginya Pak Sabeni mengantar barang-barang Zahra dengan mobil ojolnya sedangkan Zahra mengikuti dengan motornya. Setelah kembali menitipkan Zahra pada Bu Ami keduanya langsung Capcus ke Bandung.
Dengan gembira bu Ami memperkenalkannya Zahra pada penghuni kos yang lain duduk meja makan. Tak lama 2 orang lelaki memakai seragam Polisi bergabung di meja makan, keduanya terkejut melihat Zahra kini berada di situ... tak kalah dengan keduanya Zahra sampai tersedak melihat keduanya
" Zahra...? ngapain dia sini? " tanya Romi
" Uhuk.. uhuk... Zahra kos disini sini om... pak.. he he " jawabnya gugup bercampur kaget
" Bisa ngak panggilnya selain om ama pak... berasa tuir banget dengarnya " protes Romi lagi
" Jadi saya harus panggil apa? kalo Kakak kan ngak mungkin " jawab Zahra
" Kenapa? "
" Soalnya Kayaknya bedanya Jauh om Eh aduh jadi bingung... "
" Panggil mas aja " celetuk Rangga
" Nahhh.... pas Setujuuuu....!!! " timpal Romi
" Sudah... sudah... ayo makan, makanya Rangga cepat nikah memang umurmu sudah matang " ucap bu Ami.. selagi semua makan Romi keluar sebentar tak lama ia pun bergabung kembali
Selesai makan Zahra bersiap untuk kerja... Namun saat ia menaiki Motornya... ban nya gembos
" Ya... kok gembos sih... mana sudah kesiangan lagi " Zahra kebingungan sendiri
__ADS_1
" Kenapa kok belum berangkat? " tanya Romi
" Ban motornya gembos om... Eh mas, mana sudah kesiangan lagi.. udah saya pesan ojol aja deh "
" Ngak usah... Karena aku lagi berbaik hati.. kamu kerja biar diantar sama kapten Rangga nah motormu biar saya yang bawa ke bengkel ...iya kan Bos? " ucap Romi
" Ngak usah.. nanti ngerepotin " tolak Zahra
" Ngak ngerepotin kok, lagian kita satu arah... ayo, kasih kunci motormu " potong Rangga, akhirnya Zahra ke kantor di antar Rangga, bu Ami yang melihatnya senang sekali... ia sangat berharap Rangga bisa segera berjodoh kali ini
" Masukkan no hp kamu disini... nanti kalau mau pulang biar motornya di antar ke kantor mu " ucap Rangga sambil menyerahkan hp nya
Tak lama Zahra sampai... Rangga menunggu Zahra menghilang baru Ia menjalankan mobilnya
" Memang kalo Jodoh ngak kemana.... " ucapnya dalam hati, sore harinya Zahra menunggu di depan Kantor Ia sudah janjian dengan Rangga. Tak lama Rangga datang mengendarai motornya
" Zahra ayo.... "
" Ayo kemana mas... kan Zahra bawa motornya sendiri "
" Antar dulu saya ke kantor, Romi sibuk ngak bisa ngantar saya " pinta Rangga, mau tak mau Zahra di gonceng... ia sangat gugup seumur-umur baru kali ini ia di gonceng lelaki selain bapaknya.
" Pegangan nanti jatuh "
" Ngak. bisa mas... lain mahrom " jawab Zahra
" Pegang jaketnya aja " ucap Rangga Lagi... setelah 20 menit mereka sampai di kantor Rangga, di parkiran Rangga di datangi temannya
" kapten.. tadi ada pesan dari Romi.. dia pulang duluan karena kau pergi berolahraga, mobil di bawa sama Romi " lapornya membuat Rangga dan Zahra saling pandang
" Ya udah kita pulang pake motor kamu aja ya " ucap Rangga.. Zahra hanya bisa mengangguk karena tak ada pilihan
Keduanya kembali berboncengan... tak berselang lama terdengar bunyi telfon, Rangga ke pinggir lalu mengangkat hp nya
" Hallo... yang bu ada apa? " sapa Rangga
" Nak tolong belikan ibu Gado-gado 5.bungkus bumbunya di pisah di tempat langganan ibu ya habis itu kamu ke supermarket belikan ibu keperluan dapur... daftarnya nanti ibu wa " titahnya
" Tapi Bu... Rangga naik motor ini sama Zahra "
" Ya bawa aja Zahra sekalian ngak papa kan " ucap bu Ami lalu menutup telfonnya, Rangga memandangi Zahra
" Kamu dengarkan tadi... mau ngak nemanin? kalo ngak bawa aja motormu biar saya naik ojol " tanya Rangga
" Ya udah ngak papa mas, Zahra temanin aja " jawabnya, akhirnya mereka berboncengan kembali dan wara wiri sampe malam karena bu Ami terus menelfon minta di belikan barang lain
Zahra yang semula hanya berpegangan pada jaket Rangga, kini akhirnya memegang perut Rangga karena ia merasa kelelahan berkeliling
Sementara Bu Ami dan Romi senyum-senyum di rumah
" Gimana bu... jitu kan rencana Romi he he "
" Iya.. pinter juga kamu, kok kepikiran sih ngembosin ban motornya si Zahra "
" Habis bos sih lambat banget...harus di bantu biar ibu cepat mantu he he ayo Bu toss dulu " ucap Rangga... keduanya pun duduk di beranda rumah menunggu keduanya datang.
Aduhhhh ternyata si Romi nih biang keroknya....
See you next Eps sista.. sabar ngak lama Emma lahiran yang berarti novel kita juga akan ending ya
Like komen dan votenya selalu di nanti, love you all
__ADS_1