
Maaf baru bisa up lagi... misua Lagi ul-tah so thor rada repot dikit.. 🙂🙂 selamat membaca sista... 😍😍
Setelah melamar Ida , keduanya langsung melaksanakan pernikahan pada malam harinya...kedua orang tua Ida kaget bukan main dalam hitungkan jam kediaman mereka sudah di sulap menjadi begitu indah. Berpuluh orang bekerja tanpa suara merubah rumah biasa menjadi bak istana.
Kedua orang tua Ida tak bisa berkata-kata lagi ketika mereka di datanginya 6 orang perias dan merias Ida dan ibunya. Gaun yang begitu indah di angkat oleh 2 orang perias.
Sementara itu di ruang tamu Eric berbicara serius dengan ayah Ida.
" Papa Ketut.. Terimakasih sudah menerima saya menjadi menantu anda. Saya berjanji akan membahagiakan dan menjaga Ida dan Rafa. Setelah kami menikah.. saya akan memboyong Ida dan Rafa ke pulau kami, kami akan tinggal di sana. " ucap Eric
" Apa...? lalu bagaimana dengan kami, kami akan kesepian jika Rafa juga di bawa...tinggal saja Rafa, kami akan merawatnya " ucap Ketut karena Ida adalah anak satu2nya otomatis Rafa adalah cucu tunggalnya
" Bagaimana jika papa dan mama ikut kami tinggal di pulau, Kurasa Ida akan senang jika orang tuanya ada bersamanya " idea Eric
" Apakah kau tak keberatan jika kami tinggal bersamamu? "
" Tentu saja tidak..saya malah senang, Karena Ida sedang mengandung pasti membutuhkan perhatian dari kita semua, jadi bagaimana papa setujukan ikut kami ke pulau.. kami akan berangkat 3 hari lagi, Karena 2 minggu dari sekarang resepsi akan di adakan di london "
" Kau akan mengadakan resepsi di London? " tanya Ketut kaget.
" Ya papa... saya akan mengadakan pesta yang meriah, agar semua orang mengenal Ida " ucap Eric senang... akhirnya kesepakatan terlahir sudah
Tak terasa waktu terus berjalan, tibahlah kini waktu pernikahan keduanya, tak banyak yang hadir karena acara yang mendadak. Hanya tetangga, keluarga dan karyawan Ida. Sedangkan kedua orang tua Eric menyaksikan melalui layar kaca, begitu pula Richard.
Pernikahan berlangsung dengan khidmat... kebahagiaan terpancar di wajah keduanya, akhirnya setelah banyak kerikil dalam hidup keduanya kini mereka menemukan kebahagiaanya mereka, kini mereka saling melengkapi. Setelah acara selesai Eric memboyong Ida ke sebuah hotel berbintang ..mereka akan berbulan madu singkat di hotel tersebut.
Kamar pesanan Eric di hias sedemikian rupanya oleh pihak hotel, Karena Eric memesan paket bulan Madu. Beratus bunga menghiasi kamar, di atas ranjang bahkan sampai di bath up.
Eric membantu Ida melepas gaunnya.
" Kau tau... Kau sangat sexy... semenjak tadi boyku sudah berkedut dan meronta-ronta " bisiknya sambil menurunkan res gaun Ida. Ida tersenyum... rasanya tak percaya kini ia sudah berstatus sebagai seorang istri lagi.
Gaun putih itupun merosot cepat ke lantai, Ida juga membuka pakaian yang di kenakan Eric. Mereka melakukannya dengan bibir yang saling mencecap. Tak tahan dengan keadaan itu... Eric segera mengangkat Ida dan membaringkannya di ranjang.
Cumbuan demi cumbuan di layangkan Eric, namun ida juga tak kalah... Ia juga balas mencumbu Eric, tangannya tak berhenti memanjakan si boy membuat Eric mendesah hebat.
Penyatuan pun terjadi di malam yang Indah itu. Keduanya menikmati malam pertama mereka sebagai suami istri sampai lelah. Setelah sekian kali melakukan pelepasan... akhirnya Ericpun tumbang
Eric mencium kening Ida dengan mesra
__ADS_1
" Terimakasih sayang.... Kau sungguh nikmat " bisiknya yang hanya di sahutku deheman oleh Ida... Ia sudah tak bisa bersuara setelah mendapatkan bombardir dari suaminya itu.
🌄🌄🌄🌄
3 hari berlalu dengan begitu cepat. Eric beserta rombongan telah berada di Jet pribadi Eric. Mereka langsung menuju ke pulau. Sementara Ida dan keluarga akan tinggal di pulau sampai h-1, Karena Eric tau bagaimana ganasnya paparadzi akan memburu Ida. Keselamatan dan kesehatan Ida adalah yang utama
Setelah 2 hari menemani Ida di pulau, Eric pun terbang ke kota London untuk mempersiapkan perhelatan besarnya. Berita di penuhi oleh acara yang akan di gelar Eric. Walaupun Eric sudah keluar dari anggota keluarga kerajaan namun ia tetap menjadi buruan paparadzi.
Acara akan di adakan di sebuah hotel besar di London. Eric hanya mengundang 500 tamu, Walaupun acara di rancang semegah mungkin namu Eric tak mau terlalu banyak tamu.
Ida hanya bisa melakukan panggilannya vc dengan Emma dan Cece. Cece akhirnya berangkat ke London di dampingi suaminya. Semula Emma meminta Cece tidur di Mansionnya namun Eric sudah menyediakan kamar di hotel untuk Cece.
Tanpa ada yang tau... sudah 2 minggu Sean selalu melakukan gym di ruang olahraga raganya. Ada apa dengan Sean ?.... Sean Ingin tampil setampan dan se macho mungkin di perhelatan Eric. Ia tak mau kalah tampan dari Eric. Setelah Sean melihat penampilan baru Eric yang ideal dan berotot... Ia pun tak mau kalah. Ia ingin membuktikan bahwa Emma mendapatkan suami yang tak kalah hebat dari mantannya.... Jiahhhh Sean segitunya dirimu...😅😅😅
Perhelatan besarpun tiba... acara di mulai jam 19.00 . Ida tampil cantik dengan gaun marahnya.
Saat pengantin keluar dan naik ke panggung kecil, acara pun di mulai dengan si awali Eric yang memperkenalkan Ida.. Rafa dan ke dua orang tua Ida.
Juga di tayangkan rekaman pernikahan Ida dan Eric yang sudah di laksanakan di Bali.
Acara sudah di mulai namun Emma belum juga datang. Cece dan Ida mencari2 Emma bahkan menelfonnya namun tak ada jawaban.
Sedangkan Emma tak mungkin berganti gaun dengan warna lain karena sudah janjian dengan duo racun dan gaun merahnya cuma satu.
Marsha akhirnya turun tangan,
" Sean... ada apasih ? kok. belum siap juga dari tadi? " tanya Marsha.. ia mendekat ke arah Emma yang sudah duduk manyun di atas ranjang... air mata kembali menetes di wajah cantiknya.
" Aku meminta Emma ganti baju Mam... Tapi Ia tak mau, kalau tak mau sudah... tidak usah pergi " jawab Sean
" Mengapa Emma harus ganti baju... Ia sangat cantik mengenakan gaun ini... lagi pula mam yang memilihkan gaun ini? "
" Karena nanti orang-orang akan melihatnya dan memandanginya Mam.... aku tak rela jika kecantikannya di nikmati orang lain, cukup aku... hanya aku..... " ucap Sean dengan wajah yang terlihat sekali sedang cemburu
" Siapa juga sih yang mau memandangi wanita hamil gemuk seperti ku dadyy... kau terlalu cemburuan " sahut Emma kesal
" Sean.. Seharusnya kau senang jika istrimu tampil cantik walaupun tengah berbadan 2 seperti ini, artinya kau adalah pria yang beruntung. Kasihan istrimu... ini adalah acara sahabat baiknya" ucap Marsha menasehati anaknya itu
Hp Emma kembali berdering untuk yang kesekian kalinya, Emma hanya diam tak ada niatannya menjawab hp tersebut... apa yang mau di jawab jika keadaannya seperti ini. Emma mulai melepaskan riasan rambutnya
__ADS_1
" Sudah... aku tak usah pergi saja " rajuknya sambil melepaskan sepatunya...Marsha langsung melotot tajam ke arah Sean...jika mata Marsha ada lasernya pasti tembus tu dinding 😅😅
Sean menarik nafas panjang, ia berjalan mendekati istrinya lalu memungut sepatu Emma yang di lemparkannya ke lantai lalu memakaikannya lagi ke kaki Emma
" Maafkan aku... ayo kita pergi " ucapnya sambil menghapus bulir air mata yang masih terus berjatuhan
" Tidak usah saja... kurung saja aku sudah penjara cintamu ini " jawab Emma kesal... semangat nya sudah menghilang untuk bersenang2 dengan kedua sahabatnya
" sudah ngak usah ngambek.... Maafkan aku ya... itu Karena aku sangat mencintaimu, aku sangat takut kehilanganmu sayang " ucap Sean lagi, di gendongnya Emma keluar Kamar menuju mobil mereka.
Billy yang melihatnya hanya bisa gigitan jari...
" Hua... hua... bos... kapan aku bisa sepertimu, nasip jadi jomlo " cicitnya
" Sudah Bill jangan iri... ayo kita berangkat, siapa tau ada Jodohmu di pesta nanti " hibur Marsha
Perkirakan Sean tak meleset, begitu mereka datang semua mata menatap penuh kagum pada mereka. Emma Walaupun tengah hamil besar namun tetao bersinar seperti Matahari pagi dengan gaun merahnya. Tangan Sean tak mau lepas dari pinggang Emma, Ia harus menunjukkan siapa pemilik wanita cantik itu.
Trio red akhirnya bertemu... mereka bertiga asik berbincang seputar kehamilan masing-masing
" Lihatlah Sean... tidakkah kau senang melihat istrimu yang begitu bahagia bisa berkumpul dengan teman-temannya? " tanya Marsha
" Ya Mam... tapi aku harus tetap super waspada " sahutnya membuat Marsha dan Daniel hanya bisa mengelengkan kepala mereka.
See you next eps
Jika thor ngak tiap hari up mohon maaf ya, thor dah mulai menulis novel ke 4...karena ATM mendekati end.
Tapi tetap Jangan kendor ya untuk
LIKE...
KOMEN....
VOTEEE ....
Si cantik Emma dengan gaun merahnya
__ADS_1