Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
262. Rencana Saosa


__ADS_3

" Begitu pah ceritanya... menantu papah itu diam-diam tebar pesona kemana-mana huh... " adunya manja pada Jhon... Jhon hanya bisa tersenyum melihat anaknya yang sedang bucin berat itu


" Ell sayang... Itukan hanya teman masa lalunya sedangkan kau adalah wanita masa depannya. Pesan papah jangan suka menolak jika suamimu Pengen ya... nanti kalau Billy jajan di luar Gimana?? " tanya Jhon usil... Billy hanya bisa melepak kepalanya...


" Ya ampun papah... " ucapnya dalam hati.... Elena langsung berdiri mendengar pertanyaan Jhon


" Ayang.... benar kau mau jajan di luar?? 😡😡 " tanyanya sambil berkacak pinggang


" Enggak sayang... papah bercanda saja itu " jawab Billy sambil mengangkat kedua tangannya


" Sungguh...?? "


" Iya.. sungguh... "


" Janji....!! "


" Iya.. janji.. "


" Sumpah...!! "


" Sumpah sayangku.. cantikku... hanya kau seorang di hatiku.. di mataku dan dikantongku... I love you Ok " ucap Billy lagi... Elena langsung aja meleleh.. ia duduk di sebelah Billy sambil memeluk nya mesra...


" I love you too my honey muah.. muah.. muah... " jawabnya dengan mata berkaca-kaca


" Papah... benarkah papah secepat ini bertunangan dengan tante Megan, papah sudah yakin? " tanya Billy mengalihkan tema pembicaraan


" Ya Bill.. papah sudah tak muda lagi, sudah bukan zamannya lagi pacaran2 seperti kalian " jawab Jhon


" Papah mengapa harus tunangan segala, jika papah sudah yakin mengapa tak menikah saja langsung " todong Elena.. membuat Jhon kaget

__ADS_1


" Kau tidak keberatan? apa kau tidak mau lebih mengenal dulu calon ibu barumu? " tanya Jhon


" Sejak pertama melihatnya.. Ell sudah suka pah... " jawab Elena... Jhon tersenyum lebar, sebenarnya ia juga inginnya langsung menikah tapi ia takut Elena keberatan... jika sudah begini berarti jalannya mulus semulus jalan tol...


" Baiklah sayang.. jika itu maumu papah akan menelepon Marsha dulu, papah harus berdiskusi dulu dengannya karena Marsha yang ingin menyelenggarakan nya " ucap Jhon lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua.


Kedua pengantin baru itu lalu ke kamar dan beristirahat, karena mulai besok Billy sudah aktif bekerja lagi.


🐠🐠🐠🐠


Setelah berdiskusi dengan Marsha.. Marsha akhirnya menyetujui ide langsung menikah itu.. namun hal itu di jadikan sebagai kejutan saja untuk Megan. Jhon hanya memberitahu anaknya Draco, Draco senang sekali akan ide tersebut.. artinya kini ia bisa berkumpul seperti layaknya keluarga dengan Jhon tanpa harus menutup-nutupi lagi .


Setidaknya ia bisa memanggil Jhon ayah si depan semua orang.. walaupun orang hanya mengira mereka ayah dan anak tiri, no problem bagi Draco.


Hari ini ada acara arisan nyonya2 kaya di London... kebetulan acara berketempatan di Mansion Marsha karena bulan lalu ia yang dapat. Moment ini di manfaatkan Marsha untuk memperkenalkan Megan pada teman2 sosialitanya sekaligus memberi undangan pernikahan yang di samarkan menjadi undangan pertunangan.


Mansion kembali di dekorasi se mewah mungkin... Marsha tak mau ada celah untuk menerima celaan dari siapapun termasuk Saosa.


Elena tak mau jauh-jauh dari Megan... ia selalu menempel pada Megan, Megan juga senang kini merasa mempunyai seorang anak perempuan.. yang sedari dulu diinginkannya begitu pun Elena kini merasakan lagi punya seorang ibu.


Draco dan Jhon tersenyum senang melihat keduanya yang lengket seperti prangko. Para pria kini duduk santai di sebuah ruangan yang tak jauh dari ruangan acara Marsha... mereka juga berkumpul untuk sekedar bercengkrama karena hari ini hari libur.


Sean masih saja nampak cemburu pada Draco. Draco akhirnya mendatanginya dan berbincang dengan Sean.


" Hai bro... apa kabar? " sapa Draco


" Baik " sahutnya dingin


" Sean... sudahlah berhentilah marah atau cemburu padaku.. aku tak akan menganggu istrimu lagi karena tak lama lagi kita kan jadi sepupu yang sebenarnya, aku lebih senang kita berteman dari pada jadi lawan karena wanita " ucap Draco..Sean menatap Draco lama... ia melihat kesungguhan di mata Draco

__ADS_1


" Baiklah Draco.. kita berteman selama kau berjanji tak akan menganggu istriku, jika kau ingkar jangan salahkan jika aku menghajarmu " ucapnya membalas jabatan tangan dari Draco.


Tak lama 4 wanita cantik beda generasi itu pun turun dari lantai atas... mereka nampak bagai bidadari yang turun dari khayangan... so so Beautifull. Draco sempat mengagumi sejenak kecantikan Emma sebelum beranjak mendekati dan memeluk ibunya tercinta...


Bagi Draco tak ada ibu lain.. ibunya hanyalah Megan untuk aelamanya.


" Mommy kau sangat cantik.. pantas saja jika bisa membuat papa Jhon tergila-gila " bisiknya membuat Megan kaget


" Kau memanggil Jhon... papa? " tanyanya kaget


" Why not..? sebentar lagi kalian akan bertunangan lalu menikah, sebaiknya aku membiasakan diri memanggilnya papa, bukan kah begitu papa?? " tanya Draco pada Jhon... Jhon hanya mengangguk senang.


" Baiklah boys... kami ke kolam renang dulu... tamu-tamu ku sudah mulai berdatangan, came on Megan... kau bintangnya hari ini ... " ajak Marsha dan langsung menarik Megan padahal Jhon baru saja memeluknya


" Marsha... baru juga satu detik!! " keluh Jhon


" Nanti ada waktumu untuk sepuasnya dengan Meg... dasar kau bandot tua ha ha " olok Marsha.


Sementara tamu sudah mulai berdatangan... Saosa masih di ruang make upnya.... ia kesal karena mendapat info dari Marsha bahwa acara di rumahnya sekalian Marsha akan memperkenalkan calon tunangan Jhon dan wanita itu tak lain dan tak bukan adalah wanita yang merawat anaknya....


" Kurang ajar kau Jhon... begini caramu membalasku, mengapa kau malah memilih Megan ? bukannya aku... kau malah menolak ku.. kurang ajar!! pasti karena kau mau dekat dengan anak kita... pasti Itu alasannya, tak mungkin kau mencintai Megan... sedangkan akulah wanita yang membuatmu patah hati " ucap Saosa dengan penuh percaya diri.


Minggu lalu Saosa menelfon Jhon dan meminta bertemu.. entah Mengapa semakin tua malah Jhon terlihat semakin tampan di mata Saosa. Kini ia pun janda dan kesua anaknya sudah dewasa... saatnya ia untuk mencari kebahagiaan sendiri sekarang.


Mereka bertemu di sebuah restoran yang memiliki privasi tinggi. Saosa mengungkapkan bahwa ia ingin menjalin hubungan dengan Jhon kembali. Semula Jhon terdiam sambil memandangi Saosa yang tampil begitu cantik malam ini. Namun jawaban Jhon sungguh mengagetkan Saosa.


" Saosa... aku sudah lama melupakanmu, tak ada setitikpun ruang di hatiku untukmu lagi. Lupakanlah aku... aku sudah memiliki kekasih hari yang akan mendampingi masa tuaku " jawab Jhon lalu pergi tanpa menyentuh sedikitpun makanan di depannya. Jhon kecewa.. dipikitnya Saosa mengajaknya bertemu untuk membahas Draco... namun Saosa bahkan tak menanyakan anak mereka itu


" Tunggu aku Megan... aku akan datang dan membongkar rencana busuk Jhon padamu... jika aku tak bisa mendapatkan Jhon maka tidak seorang wanita manapun boleh mendapatkanmu Jhon ha ha ha " Saosa pun segara berangkat menuju Mansion Daniel dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2