Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
40. Drakor oh Drakor


__ADS_3

Billy pov..


Terimakasih buat semua semua nitizen yang udah mendoakan gue masuk ke air..... semoga kalian pada banyak rezekinya... pada panjang umurnya , spesial juga doa gue buat author yang paling cantik membahenol...sering-sering aja ya aniaya gue.... tapi ingat karma ya he he


Author pov...


Duh bang Billy chayank.... anak emak yang paling imut, cakep walau sedikit oon 😅😅 karena emakmu ini sekarang kau dikenal ama banyak wanita wanita se Indonesia.. siapa tau ada yang bucin ama kamu...seharusnya berterimakasih doong... iya kan.... Hadehh, lebih baik kita lanjutkan cerita penganiayaan ini... 😅😅😆😆😆😂


🐔🐔🐔🐔


" Byurrrrr....... " bunyi seseorang jatuh ke dalam air... tak berselang lama


" Byurrrrr...... ahhh " bunyi kedua menyusul, membuat Emma dan Sean mengakhiri kegiatan mereka.


Sean dan Emma berdiri dan melihat siapa yang membuat keributan itu, nampak Suprie dan Billy sama sama sedang berusaha mendekati kapal kembali, rupanya mereka terjatuh dari atas kapal


" Ya ampun.. Billy... pak Suprie kenapa kok bisa jatuh , tolong mereka " ucap Emma panik


" Apa... apaan kalian hah... menganggu saja...!! " semprot Sean marah


" Jangan naik ke kapal... kalian berenang saja ke tepian... " titahnya marah, mau tak mau Billy dan Suprie berenang ketepian yang jaraknya sekitar 30 meter... dari pada kena semprot lagi sama boss


" Sean kok gitu.. Kasian, kalo mereka tenggelam gimana? atau di gigit buaya? " Emma tambah cemas


Sean menarik tangan Emma dan duduk kembali seperti tadi


" Sudah sini.. kita nikmati saja sunsetnya, tidak usah mengurusi kedua pengacau itu " ucap Sean kembali memeluk Emma


" Tapi... "


" Emma...Billy itu jago renang , Suprie itu seorang bodyguard mereka ngak akan kenapa-napa, sudah nikmati saja sunsetnya sebentar lagi mau habis " ucap Sean kembali memeluk bahu Emma, Emma menyembunyikan wajahnya di dada Sean


" Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai mereka jatuh? " cicit Emma masih penasaran


Reka ulang adegan


Saat Sean mendesah untuk yang kedua kalinya... serasa dunia akan runtuh, Billy dan Suprie saling pandang... menyadari posisi mereka yang seperti sedang berpelukan keduanya langsung kaget dan Suprie langsung melepaskan tangannya dari mulut Billy lalu mendorongnya, begitu pula Billy mendorong Suprie.


Aksi saling dorong itu menyebabkan keduanya sama sama kehilangan keseimbangan... akhirnya terjadilah yang terjadi.😂😂😂


🐔🐔🐔🐔


Setelah 30 menit menunggu di tepian dengan baju yang basah akhirnya Sean dan rombongan kembali ke dermaga. Billy dan Suprie berdiri tertunduk, keduanya pasrah menunggu bom dari Sean.


Sean berjalan sambil berkacak pinggang


" Sudah puas main airnya? Kalo belum silahkan kalian nyebur lagi.. aku tak akan melarang!! " semprot Sean begitu sampai, keduanya tak berani menjawab

__ADS_1


" Apa masa kecil kalian kurang bahagia, apa sekolah dulu kalian kurang jam belajarnya.... sudah tua begini kerjaan kalian menganggu saja hah. Kau Billy ngak ada kapok-kapoknya, selalu membuatku marah... dan kau Suprie!!! " Sean berhenti sejenak menarik nafas


" Apa kau sudah ketularan dengan kelakuan bodohnya Billy.. apa kalian berdua sudah bosan bekerja padaku hah?? " omelan Sean mengalun indah membuat siapapun yang mendengarnya pasti kagum 😂😂😂


" Maaf bos... saya tidak akan mengulangnya lagi " jawab keduanya serentak, Sean sudah membuka mulutnya, ia belum puas memarahi keduanya... namun Emma segera menarik lengan Sean dan mengajaknya berjalan ke mobil


" Sean sudah dong marahnya, namanya juga kecelakaan... lagian siapa sih yang mau jatuh ke air gitu... yuk kita kembali ke hotel " rayu Emma " Tapi aku belum selesai dengan... "


Emma mencium bibir Sean sesaat


" Ayo ke hotel... hari ini aku akan memberi bonus untuk boy.. Gimana? " bisik Emma di kuping Sean, bagai kerbau di cucuk hidungnya... Sean langsung menurut tanpa suara


Emma menoleh ke arah Billy dan Suprie lalu memberi kode O dengan jarinya, Billy tersenyum senang


" Oh... untung Emma bisa menjinakkan bos.. kalau tidak habislah kita " ucap Suprie mengelus dadanya lega


" Emma memang yang terbaik... " ucap Billy sambil membalas Emma dengan membentuk emoji love dengan 2 tangannya


Iring-iringan mobil membelah jalan menuju hotel tempat mereka menginap.


" Bos malam ini jadikan kita rapat? " tanya Billy


" Hemmm" mata Sean sedang sibuk memandangi Emma


" kalau begitu saya nanti jam 8 ke kamar bos ya.... " ucap Billy


" Hemmm" hanya kata itu yang keluar dari mulut Sean


" Sean kok belum Pake baju? sebentar ya kuambilkan bajumu " ucapnya tanpa dosa


" Emma.. jangan pura-pura lupa... si boy sudah menunggumu dari tadi " todongnya.. Emma tergelak


" Giliran gituin aja ingat he he " ucap Emma terkekeh, Emma kemudian duduk di pangkuan Sean dan memulai treatment untuk si boy.


30 menit kemudian sesi untuk boy selesai, wajah puas dan sumringah Sean terlihat jelas. Mereka kemudian makan malam berdua di balkon kamar. Selesai makan Emma mengeluarkan camilan yang di belinya tadi lalu menyalakan tv, ia membuka chanel korea lalu menonton drakor yang baru di tontonnya setengah jalan.


Suara tawa Emma terdengar begitu renyah


" Nonton apa sih.. kok kayaknya senang banget " tanya Sean


" Judulnya My Sassy girl, lucu abis, ayo nonton ama aku " jawab Emma sambil menyuapi camilan ke mulut Sean. Sean duduk di sebelah Emma, namun bukannya ikut menonton Sean malah mencuri ciuman di pipi Emma berkali kali membuatnya marah.


" Bodoh sekali mantan suamimu itu Emma, menyia-yiakan wanita secantik dan sesempurna kau dan aku yang beruntung bisa berada di sisimu " ucapnya dalam hati sambil kembali mencium pipi mulus itu.


Jam 8 tepat Billy dan Suprie datang ia membawa laptop nya karena mereka akan rapat dengan pimpinan cabang se jabodetabek via VC. Sesampainya di kamar Billy dan Suprie memandangi Emma yang sedang tertawa tawa sendiri.


Siapapun pasti terpana melihat kecantikan Emma.

__ADS_1


" Tutup mata kalian, mau ku colok apa!! " bentak Sean mengagetkan keduanya, suprie langsung menutup matanya namun tidak dengan Billy


" Aduh boss.. kalo di tutup matanya ntar nabrak dong kalo jalan " protesnya, membuat Sean melotot tajam


" Ok.. Ok.. Ok. bosss..... hadehhh " Billy pun menutup matanya dengan terpaksa. Sedangkan Emma tak memperhatikan, ia asik saja tertawa sendiri sambil memakan kacang.


" Sudah kita rapatnya di kamar kalian saja, nanti Emma terganggu " ucap Sean yang tak sampai hati menghentikan tawa Emma. Mereka pun berpamitan pada Emma..


" Boss Emma kok ngak ikutan rapat? " tanya Billy


" Kamu ngak liat dia lagi nonton Drakor, sudah jangan ganggu Emma.. lagian Emma sudah kerja keras tadi " jawab Sean sambil tersenyum


Billy mencucu sebal.. namun hanya berani dalam hati. Akhirnya ke tiganya melakukan rapat di kamar Billy. 2 jam berlalu rapat belum juga selesai


" Bill... coba kau tengok dulu keadaan Emma, apa dia baik-baik saja... tadi kutelfon suaranya seperti sedih begitu " titah Sean


" Ok boss... " sahut Billy senang dan langsung berlari ke kamar Emma


60 menit berlalu......


Billy tak kembali juga, Sean akhirnya mempercepat rapatnya. Ia bertanya-tanya mengapa Billy tak kembali sejak tadi. Sean mengajak Suprie ke kamarnya.. siapa tau ada sesuatu yang terjadi


Klek... Suprie membuka pintu berlahan, terdengar suara orang yang menangis sesegukan... Sean langsung masuk


" Emma ada apa..? mengapa kau menangis... Billy kau menangis juga? " Sean bingung melihat keduanya menangis sesegukan, tissu sudah berhamburan di lantai


" Sean... sedih sekali, lihatlah sudah yatim piatu... sakit sakitkan, suaminya selingkuh lagi... jahat banget suaminya, kalau ketemu pasti kubunuh tu laki-laki hik.. hik.. hik.... " tangis Emma lagi, Sean bertambah bingung


" Tenang Emma.. kalo ketemu nanti aku bantuin nampolin kepala tu ******** hua.. hua.. hua... brooottt" ucap Billy sambil membuang ingusnya, Sean jijik melihatnya


" Siapa sih yang kalian tangisi? " tanyanya lagi, sontak Emma dan Billy menunjuk ke arah tv yang sedang menayangkan drakor dengan judul berbeda....


" Astaga....... Billy kembali ke kamarmu, bersihkan bekas ingus kotormu itu!! " bentak Sean sambil mematikan tv


" Lho kok di matiin Sean.. belum habis, lagi rame ramenya " protes Emma berusaha mengambil remote dari tangan Sean


Tanpa ba bi bu lagi Sean mengendong Emma seperti sekarung beras....


" Diam.... mau aja di bodohi ama orang korea cih.... mulai sekarang ngak boleh nonton drakor lagi , apa apaan sampe mewek begitu " ucapnya sambil membawa Emma ke dalam kamar


" Oppa..... tolong Emma... oppa... "


😅😅😅😂😂😆😆


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee ya

__ADS_1


Emma yang lagi nonton drakor



__ADS_2