
Semenjak pagi buta... mansion keluarga Brown telah disibukkan dengan berbagai persiapan pesta menyambut kelahiran baby yang akan di gelar semenjak jam makan siang itu.
Mansion di hias bak istana karena hamparan bunga hidup memenuhi mansion. Bunga yang di pakai 2 Warna yaitu pink dan biru yang menandakan 2 Jenis kelamin bayi Emma.
Siapa lagi yang paling sibuk jika bukan Billy. Ia dan Zahra bolak balik seperti gosokan saja... Billy tidak Ingin ada kekurangan dalam pesta ini, Ia ingin semuanya sempurna. Suprie jangan di tanya lagi... Walaupun sudah berstatus sebagai wakil ceo Indoneaia namun di London Ia kembali bergelut di bagian keamanan bersama John.
Tak sembarangan tamu bisa masuk... mereka harus membawa undangan yang telah di terima untuk bisa masuk, penjagaannya tentu saja juga berlapis... Karena ini kali pertama twins akan dilihat orang banyak.
Sebuah panggung di buat khusus untuk twins, dengan banyak foto keduanya berpose, jadi para tamu yang Ingin melihat keduanya bisa mendekati panggung. Balon2 pun memenuhi Mansion... Kali ini benar-benar Keluarga Brown mengadakan pesta besar-besaran.
Bukan tanpa alasan... semua ini permintaan Marsha yang selama ini lelah mendapat sindiran tentang Sean yang dianggap penyuka sejenis. Marsha ingin menunjukkan pada semua yang pernah menyindir dan menuduh Sean... bahwa Sean normal dan kini memiliki istri dan 2 anak.
Menurut Marsha... mereka semua perlu di beri pelajaran
" Billy... buat pesta semewah mungkin, agar semua orang yang bermulut jelek selama ini mendapat pelajaran...uang tak masalah... keluarga Brown tak akan kehabisan uang hanya karena sebuah pesta " titahnya pada Billy saat Billy bertanya pesta seperti apa yang Marsha inginkan
Bertolak belakang dengan Emma... Emma hanya menginginkan pesta sederhana , Namun seperti biasa Marsha tak bisa di tolak
" Emma Kau sudah menjadi bagian dari keluarga Brown, harus kau ingat itu...kau harus bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup keluarga Brown " nasihatnya yang hanya di angguki Emma, tak mungkin ia membantah mertuanya yang sedang sangat bahagia dan bersemangat itu.
" Kau tau Emma, anakku cuma satu jadi aku sangat jarang mengadakan pesta... yang kutunggu2 seumur hidupku adalah merayakan pernikahan anak sematawayangku, dan Kau tau sendiri anak nakal itu menikah bahkan tak memberitahu kami. Jadi jangan menghalangi Mam jika mam mau mengadakan pesta terbaik untuk menyambut kelahiran kedua cucuku... mengerti!! " ucap Marsha panjang lebar
" Ya Mam... mengerti, tapi bolehkan nanti Emma memakai kebaya mam ? "
" Boleh saja... mengapa tidak, bagaimana jika kita berdua sama-sama memakai kebaya...? " usul nya
" Tentu saja mengapa tidak mam... kita kan sama-sama dari Indonesia " sambut Emma senang
Akhirnya waktu yang di nanti pun tiba. Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan, Marsha dan Daniel menyambut tamu mereka dengan senang hati, wajah keduanya nampak begitu bahagia.. Sedangkan Sean nampak mendampingi Emma dan kedua anaknya walau sebelumnya ada drama Lagi.. seperti biasa di Kucing garong sangat posesif
Emma nampak begitu cantik dengan baju semi kebaya putihnya, rambutnya di sanggul dengan hiasan bunga berwarna sepadan. Padahal Emma memakai make up natural saja namun Ia terlihat begitu cantik. Bolak balik Sean protes dengan penampilan Emma yang memakai kebaya
" Mengapa aku tak boleh memakai kebaya ini Sean? " tanyanya bingung
" Terlalu sexy sayang, aku tak mau semua mata memandangimu nanti " jawabnya terus memandangi istrinya itu
" Sexy darimana Sean, kebaya ini menutupi seluruh tubuhku... tak ada kulitku yang terlihat " ucap Emma sambil memutar badannya di depan kaca... Ia bingung sexy dari mananya
" Lihatlah lekukan ini dan ini dan ini... Ahhhhh boy saja langsung berkedut melihatnya " ucapnya prustasi sambil menyentuh bagian tubuh Emma yang di sebutkan tadi.
" Dadyy namanya payudara... pinggul..pantat... Walaupun aku memakai karung tetap saja berbentuk... kau ini bagaimana sih " ucap Emma kesal dengan kelakuan Sean
Akhirnya Sean hanya bisa diam saat melihat mam nya datang dan memakai kebaya yang bahkan sangat sexy karena memperlihatkan sebagian *********** dan terawang di kedua lengannya.
__ADS_1
" Ada apa lagi Sean... Kau protes lagi penampilan istrimu?? " tembak Marsha
" Ya Mam... Emma terlalu sexy " jawabnya jujur
" Baiklah... begini saja... bagaimana jika mam bertukar kebaya dengan Emma hemmm " ucap Marsha sambil mengedipkan matanya pada Emma
" What... no big no, pakaian mam malah kurang bahan begitu " tolaknya
" Makanya.. jadi laki-laki ngak usah cerewet, papamu saja tak pernah protes... gaun apapun yang Mam pakai , sudah sana.. biar mam dan Emma bersiap " usir Marsha
" Okay... tapi ingat sayang, kau tak boleh jauh-jauh dariku... mengerti!! " ucapnya.. yang lagi-lagi hanya bisa di angguki oleh Emma.... cape deh... 😅
Dan begitulah ceritanya sista, akhirnya Emma boleh memakai kebaya namun mendapatkan pengawalan ketat dari si Kucing garong. Mata Sean tak pernah lepas dari istrinya, walaupun Ia sedang menyalami dan berbincang dengan tamunya.
Emma tak mau ambil pusing... Ia bersikap santai dan meladeni tamunya dengan sopan seperti biasa.
Apalagi saat Eric mayor datang dengan kedua orang tuanya... Sean langsung berdiri di sebelah Emma tanpa mau bergerak sedikitpun.
" Selamat Emma... Sean... kalian telah menjadi orang tua seutuhnya, Semoga kau dan twins sehat selalu " ucap Eric begitu bertemu Emma sambil menyerahkan kado yang di bawanya
" Terimakasih Eric, di mana Ida? " tanya Emma penasaran
" Ida tidak di perkenalkan dokter untuk terbang kemari, Karena beberapa Hari yang lalu Ia terpeleset di tangga dan kandungannya agak rentan jadinya... Ida hanya menitip salam dan permintaan maaf " jawab Eric hendak menyalami Emma
" Terimakasih atas kedatanganmu... silahkan menikmati hidangan " usirnya halus... Eric hanya tertawa melihat kecemburuan yang nampak jelas si mata Sean... akhirnya Ericpun pergi
Sean menarik nafas lega... satu saingan telah lewat...ucapnya dalam hati.
🎉🎉🎉🎉
Jet yang membawa Rangga dan bu Ami mendarat dengan mulus. Namun waktu telah menunjukkan pukul 5 sore, sepertinya mereka datang terlambat...
Rangga dan bu Ami menganti pakaian di jet saja... mereka langsung di jemput oleh salah satu karyawan perusahaan Brown. Mobilpun mengantar keduanya ke Mansion Daniel, keduanya sampai Saat harus sudah mulai gelap... bergegas keduanya mendatangi Emma setelah bertemu dengan Marsha dan Daniel
" Emma... sayang..... maaf ibu terlambat " sapa bu Ami begitu melihat Emma
" Ibuuuuu...... Emma Kangen... " teriaknya girang lalu memeluk erat bu Ami..keduanya terlihat begitu bahagia
" Ibu juga Kangen... wah Kau bertambah cantik Emma, boleh ibu lihat kedua anakmu?? " ucap bu Ami
" Tentu saja bu... "
" Selamat Emma... selamat menjadi seorang Ibu " ucap Rangga mengulurkan tangannya
__ADS_1
" Mas Rangga... maaf ngak lihat... terlalu asik sama Ibu Ami, bagaimana kabarnya... sehat? " sapa Emma balik sambil menjabat tangan Rangga
" Seperti yang kau lihat " jawabnya sambil menengok ke kanan kiri
Sedari tadi memang Rangga mencari keberadaan Zahra... kemana ia mengapa tak terlihat... ucapnya dalam hati tangannya menyadari tangannya terus menjabat tangan Emma.
Sean yang sedang berdiri tak Jauh dari keduanya langsung melotot melihat seorang pria tampan berjabatan tangan dengan istrinya... Ia langsung meninggalkan tamunya dan dalam sekejap berada di samping Emma, tangannya langsung meraih pinggang Emma dan menariknya hingga menempel padanya
" Lepaskan tanganmu dari istriku " ucapnya dingin pada Rangga
" Maaf saya hanya mengucapkan selamat pada Emma " sahut Rangga tak enak melihat tatapan cemburu Sean... Emma pun membisiki Sean
" Sayang... Jangan marah dulu, ini mas Rangga calon suaminya Zahra, Ia datang bersama Ibunya " bisikan Emma itu sedikit menyurutkan rasa cemburu Sean... Ia langsung menepuk tangannya memanggil Jhon
" Ada yang bisa saya bantu tuan..? " tanya Jhon
" Panggilkan Zahra kemari... !! " titahnya yang langsung di kerjakan Oleh Jhon
Dada Rangga terasa berdetak begitu kencang... Ia sangat rindu... tak sabar sudah ia melihat kekasih hatinya itu.
Tak lama Zahra datang bersama Jhon , Ia tak menyadari ada Rangga di situ
" Ada yang bisa saya kerjakan tuan? " tanya Zahra sambil menunduk
" Ya.. tinggalkan semua Kegiatan yang lain, tugasmu mulai sekarang adalah menemaninya calon suamimu... mengerti!! " ucap Sean tanpa basabasi
" Calon suami?? " tanya Zahra lalu mengangkat wajahnya cantiknya yang nampak lelah... matanya langsung bertabrakan dengan tatapan penuh rindu dari Rangga
" Mas Rangga...??? " ucapnya ternganga... di balas oleh senyum mengembang dari Rangga
" Hai Zahra... mas datang.... " ucapnya membuat jantung Zahra terasa hendak lepas dari tempatnya berada....
deg deg suerrrrr.... 😁😁
See you bye bye
Sekian dulu ya sista
Jangan lupa untuk selalu like komen dan vote Karya-karya aku... 😍😍
Si cantik Emma
__ADS_1