Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
212. Perang dingin


__ADS_3

" Jauhkan tanganmu dari istriku... Jhon...!! " teriakan Sean mengagetkan seisi rumah, Emma langsung melepaskan tangan Jhon dan mundur beberapa langkah...


" Sean... aku yang memegang om Jhon bukan sebaliknya, kau jangan salah paham " ucap Emma, namun jawaban itu tidak memuaskan seorang Sean... Ia berjalan mendekat lalu menarik Emma ke pelukannya


" Memangnya mengapa kau harus memegang lelaki lain hah?? " tanyanya kesal


" Aku hanya mencegah om Jhon memukul Billy..look Billy sudah Jadi Tempe.. bonyok begitu " jawab Emma


" Apapun alasannya... kau tak boleh menyentuh pria lain Emma, ingat kau istriku.. milikku seorang " ucapnya ngotot


" Okay Sean.. Maafkan aku... aku tak sengaja, itu karena keadaan darurat. " sahut Emma lagi, Ia lalu melepaskan diri dari pelukan Sean dan mendatangi Billy yang terkapar di lantai


" Ya Tuhan... seseorang panggilkan dokter untuk Billy... " teriak Emma, Daniel pun langsung menekan no dokter mereka


Emma mengambil tissu lalu memangku kepala Billy, Ia membersihkan darah yang keluar dari kening dan hidung Billy bahkan ada yang keluar dari mulut Billy. Sedangkan Elena yang gemetaran di gandeng oleh Marsha mendekati Billy.... air matanya kembali berhamburan


Elena terduduk di lantai.. sambil memegangi tangan Billy


" Ayang Bill... bangun sayang Bil... hik hik hik.... " namun Billy tetap menutup matanya


" Papah jahat.. jahaaaatttt.... bruk.. " teriakan Elena langsung terhenti karena ia pingsan


Jhon langsung panik... Ia pun mengendong Elena dan membaringkannya di sofa lalu berusaha menyadarkannya


" Jhon bawa saja Elena ke kamar... Ia hanya shok, nanti kalau dokter datang aku akan menyuruhnya ke kamar Elena " ucap Marsha... Jhon pun menurut


Emma dan Marsha pun berusaha merawat Billy semampunya, Sean yang melihatnya kembali marah


" Emma.... apa yang kau lakukan, lepaskan Billy... " tegurnya Lagi.. membuat Marsha kesal luar biasa


" Demi Tuhan Sean.. tak bisakah Kau buang jauh-jauh dulu rasa cemburu butamu itu, Billy sedang sekarat!! " bentak Marsha sambil melemparkan bantal sofa ke wajah Sean saking kesalnya .


" Maamm mengapa kau Malah memarahiku " protes Sean


" Gimana Mam ngak marah... Kau cemburu tidak pada tempatnya... grow up son.. look Billy like that!! " omel Marsha lagi membuat Sean terdiam. Untung dokter segera datang... Ia pun segera memerintahkan agar Billy di baringkan di atas sofa.


Setelah beberapa Saat...


" Sebaiknya Billy di bawa ke rumah sakit saja.. sepertinya tulang hidungnya retak dan ada Kemungkinan luka dalam, Nanti kita bisa lakukan pemeriksaan secara menyeluruh di rs " jabar dokter..dokter pun segera memanggil Ambulan untuk Billy


Sementara menunggu ambulan Marsha berganti pakaian... Ia membawa beberapa perlengkapan untuk menginap di rumah sakit. Daniel yang melihatnya pun langsung protes

__ADS_1


" Sayang... apakah kau akan ke rumah Sakit? ... tidak usah biar kepala Maid dan pengawal yang mengurus Billy, anak mantu kita baru datang masa kita tinggal? " ucapnya berusaha menghalangi Marsha ke rs


" Kita...?? aku saja kale.. " ucapnya lalu keluar dari kamar


" Apa..? Marsha... Kau tidak boleh meninggalkan aku sendirian di mansion, Kau istriku " protes Daniel.. Namun Marsha hanya diam... Ia tak mengubris satupun ucapan suaminya itu. Marsha masih marah... sangat sangat marah pada Daniel.


Ketidak tegasan Daniel dari awal menyebabkan Billy Jadi seperti ini sekarang. Sesampainya di bawah ..ambulan pun datang, Marsha masuk ke dalam ambulan tanpa menghiraukan larangan dari Daniel.


" Emma tolong kau tenangkan nanti Elena jika ia sudah sadar... " pesan Marsha sebelum pergi menemani Billy.


Emma kemudian ke kamar Elena.... Elena ternyata masih di periksa dokter


" Bagaimana keadaan Elena om?? " tanya Emma.. Jhon meraup wajahnya.. Ia terlihat sangat cemas


" Entahlah Emma... Elena belum juga sadar " jawab Jhon, tak lama Elena pun sadar setelah dokter menciumkan aroma therapy ke hidung Elena


Elena berlahan membuka matanya.... Emma pun mendekat dan merapikan rambut Elena...


" Mana Billy....? " tanya nya begitu sadar


" Tenang ya... Billy tidak apa-apa, cuma Billy di bawa ke Rumah Sakit untuk melakukan MRI supaya lebih tenang " ucap Emma... Elena langsung duduk


" Aku mau menemani Billy " ucapnya hendak turun dari ranjang, namun Emma mencegahnya


" Sayang... kau baik-baik saja? " tanya Jhon dan duduk si sebelah Elena... Elena langsung membuang muka.. Ia tak mau menatap papahnya


" Papah jahat...El benciiiiii papah hik hik " ucapnya kembali menangis


" Elena jangan Begitu... papahmu hanya kaget mendengar kau mengandung, padahal kan tidak.. semua ini salahku karena itu adalah ideku... maaf uncle Jhon " ucap Emma lagi


" Sekarang tidurlah ya... jangan marah pada papahmu, okay . Aku mau menengoknya twins dulu ya... " ucap Emma lalu meninggalkan kamar Elena lalu menuju ke kamar Twins.


Di Rumah Sakit


Billy langsung di bawa ke ruang tindakan darurat.. setelah sadar pemeriksaan menyeluruh langsung di lakukan pada Billy.


Marsha dengan sabar menunggu Billy di ruang tunggu... terlihat 5 pengawal berdiri di sekitarnya. Daniel juga duduk didekat Marsha, namun Marsha tidak mengubrisnya. Daniel tak berani bersuara.. Ia hanya menemani Marsha.


Selesai di periksa dan di obati Billypun di pindahkan ke ruangan, Marsha meminta kamar yang paling luas dengan extra bed. Billy kembali tertidur karena di beri obat oleh dokter. Marsha juga bersiap untuk tidur setelah dokter memberi penjelasan bahwa Billy baik-baik saja, hanya tulang hidungnya yang sedikit retak dan memar karena bekas pukulan.


" Sayang... kita pulang saja ya... biar pengawal yang menjaga Billy " rayu Daniel lagi... kembali Marsha tak menjawab, Ia berebah dan merapatkan selimutnya lalu menutup matanya tanpa memperdulikan Daniel.

__ADS_1


Daniel hanya bisa menarik nafas panjang, tangannya mengelus rambut Marsha


" Maafkan aku sayang.. please Jangan menghukumku terlalu lama sayang " ucap Daniel lalu mengecup kepala Marsha dari belakang.


Daniel akhirnya menginap juga di tangannya, Ia tak mau meninggalkan Marsha Selain itu Ia tak bisa tidur jika tak menyentuh istrinya itu. Walau Marsha membelakanginya.. Ia tetap berbaring di sebelah Marsha dan memeluknya dari belakang.


Pagi menjelang.... Saat Billy membuka matanya nampak Marsha sudah duduk di sisi ranjang


" Dimana ini tante? " tanyanya sambil menengok mencari seseorang, Marsha tersenyum melihatnya


" Kita di rs Bill, bagaimana perasaanku Saat ini? " tanya Marsha balik


" Badanku terasa sakit semua tante... dimana Elena.. apakah ia baik-baik saja? " tanyanya akhirnya


" Sebentar Ia akan sampai, Ia akan menjagamu mengantikan tan...." belum selesai lagi pintu sudah terbuka... Elena datang bersama Jhon


Melihat Billy yang terbaring dengan perban dan bonyok di sana sini... Elena langsung Menangis Sambil memeluk Billy


" Ayang Billl.... hik hik hik... " ia tak bisa berkata-kata lagi, hanya mampu menangis di dada Billy


" Sudah Jangan menangis kunti cantikku, aku baik baik saja " hibur Billy... Jhon pun mendekat


" Maafkan om Billy... om hilang kendali kemaren " ucap Jhon


" Ngak papa om... salah Billy juga karena berbohong, tapi itu karena Billy tak mau kehilangannya Elena om " jawab Billy


" Jhon.. Billy.. Ell.. tante pulang dulu ya, kabari tante jika perlu sesuatu " pamit Marsha... Daniel hanya diam mengekori Marsha. Sesampainya di Mansion perang dingin masih berlanjut. Emma maupun Sean hanya bisa diam melihay Daniel yang di cuekin oleh Marsha, mereka tak berani mencampuri urusan keduanya.


Sangat susah untuk membujuk Marsha jika ia sudah kelewat marah seperti ini, seorang Daniel dan Sean pun tak berani protes.


Saat sedang Santai di kamar twins HP Marsha berdenring, Marsha melihat siapa yang menelfonnya...


" Hemm no asing... siapanyang?? " tanyanya, akhirnya ia pun menjawabnya


" Hallo... siapa ini? " tanyanya


" Hallo Marsha.. ini dengan Harold, bisakah kita bertemu Ada yang Ingin ku bicarakan denganmu " jawab Harold di sebrang sana...


" Whatttt....??? "


Nah lho Kenapa juga tuan Harold ngajakin Marsha ketemuan... 🤔🤔

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya untuk 🏧


__ADS_2